Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Purchase Decisions For Bimoli Cooking Oil Products : The Influence of Celebrity Endorse, Brand Image and Brand Trust Relifra Relifra; Ramadhi Ramadhi; Solandri Solandri
Jurnal Simki Economic Vol 6 No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jse.v6i1.218

Abstract

Cooking oil is a basic need for Indonesian people without exception for the people of 4 villages in Sungai Liuk. Cooking oil is widely used in Indonesian food. One of the brands of cooking oil that is widely consumed is Bimoli. In this study to see the effect of celebrity endorsement, brand image and brand trust on purchasing decisions using multiple linear regression analysis with SPSS 24. The results of this study show that celebrity endorse, brand image and brand trust partially and simultaneously have a significant and positive effect on purchasing decisions for Bimoli cooking oil among consumers in 4 villages in the Sungai Liuk region.
The Role of Job Satisfaction in Mediating the Influence of Human Relations, Work Ethic, and Organizational Culture on Employee Performance at PT. XYZ Edo Andrefson; Ramadhi Ramadhi
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i2.7415

Abstract

This study aims to analyze the effects of human relations, work ethic, and organizational culture on job satisfaction and employee performance at PT. XYZ. The research uses a quantitative approach with an explanatory design. The population consists of 98 employees, and the entire population is used as the sample due to the small size, employing a saturated sampling technique. Data analysis is conducted using SmartPLS 4.0 (Partial Least Squares) to examine structural models and relationships between the variables. The results show that human relations, work ethic, and organizational culture significantly affect job satisfaction. Job satisfaction, in turn, has a significant impact on employee performance and can mediate the effect of human relations and organizational culture on performance. However, work ethic does not significantly affect employee performance, and human relations do not mediate this relationship. The findings suggest that improving human relations, work ethic, and organizational culture can enhance job satisfaction, which in turn boosts employee performance. This study provides valuable insights for policy development at PT. XYZ to improve employee engagement and productivity
OPTIMALISASI INVESTASI DIGITALISASI BERBASIS BALANCED SCORE-CARD UNTUK MENINGKATKAN KINERJA KEUANGAN DAN DAYA SAING PADA PERUSAHAAN RITEL YANG TERDAFTAR DI BEI Desi Rosalina; Nova Hayati; Ramadhi Ramadhi
MANAJEMEN DEWANTARA Vol 9 No 3 (2025): MANAJEMEN DEWANTARA
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/md.v9i3.21220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas investasi digi-talisasi terhadap kinerja perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini bersifat deskriptif-komparatif dengan menggunakan data sekunder dari laporan tahunan enam perusahaan ritel: Alfamart, Indomaret, Ace Hardware, Matahari, Ramayana, dan Electronic City selama periode 2020–2024. Analisis dilakukan berdasarkan empat perspektif BSC, yaitu keuangan, proses bisnis internal, pelanggan, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alfamart memiliki kinerja tertinggi dengan skor total 19 (sangat baik), diikuti oleh Ace Hardware dan Indomaret dengan skor 17 (baik). Perusahaan yang menerapkan digitalisasi secara menyeluruh menunjukkan kinerja lebih seimbang di seluruh per-spektif dibandingkan dengan perusahaan yang masih menerapkan digitalisasi parsial. Sementara Ra-mayana mencatat skor terendah (8), mencerminkan keterlambatan dalam transformasi digital dan pengembangan sumber daya manusia. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada investasi teknologi, tetapi juga pada kesiapan organisasi dan budaya pembela-jaran yang adaptif. Balanced Scorecard terbukti efektif dalam menilai keseimbangan antara hasil finan-sial dan nonfinansial dalam konteks transformasi digital ritel.
Employee Engagement dalam Perspektif Transformational Leadership, Perceived Organizational Support, Organizational Trust, dan Internal Communication Edo Andrefson; Defri Rahman; Ramadhi Ramadhi
AMANAH : Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen Vol. 4 No. 1 (2026): AMANAH: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MULIA BUANA (YPMB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70451/amanah.v4i1.967

Abstract

Employee engagement merupakan aspek penting bagi organisasi sosial kemanusiaan yang efektivitas layanannya bergantung pada responsivitas, koordinasi, dan keterlibatan pegawai secara berkelanjutan. Penelitian ini menganalisis pengaruh transformational leadership, perceived organizational support, organizational trust, dan internal communication terhadap employee engagement pada sebuah organisasi sosial kemanusiaan di Kota XYZ. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan teknik sensus terhadap seluruh 45 pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner 50 item dengan skala Likert lima tingkat dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 26 melalui pengujian instrumen, pemeriksaan asumsi regresi, regresi linear berganda, uji signifikansi parsial dan simultan, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat prediktor berhubungan positif dan signifikan dengan employee engagement. Di antara variabel yang diuji, internal communication memiliki kontribusi terstandar paling kuat, yang menunjukkan pentingnya arus informasi yang jelas, tepat waktu, dan dua arah dalam lingkungan pelayanan yang membutuhkan koordinasi intensif. Model mampu menjelaskan 56,2% variasi employee engagement. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan keterikatan pegawai perlu dilakukan secara terpadu melalui kepemimpinan, dukungan organisasi, kepercayaan, dan komunikasi internal, dengan perhatian khusus pada praktik komunikasi yang menghubungkan pegawai dengan pimpinan, rekan kerja, dan prioritas organisasi secara efektif.