Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Responsivitas dan Akuntabilitas dalam Penanganan Pengaduan Publik: Bukti dari Ombudsman Sumatera Utara, Indonesia Hilda Anggiani Siregar; Dara Aisyah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/49wean24

Abstract

Meningkatnya jumlah laporan masyarakat yang diterima Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara belum diimbangi dengan penyelesaian laporan yang optimal sehingga menimbulkan tantangan terhadap responsivitas dan akuntabilitas dalam penanganan laporan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis responsivitas dan akuntabilitas Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara dalam penanganan laporan masyarakat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan studi kepustakaan dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responsivitas Ombudsman belum optimal, khususnya pada tahap pemeriksaan substansi laporan, yang ditandai dengan rata-rata waktu penyelesaian laporan mencapai 398 hari atau jauh melampaui target kelembagaan sebesar 114 hari. Dari aspek akuntabilitas masih ditemukan ketidaksinkronan koordinasi administrasi antara Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan (PVL) dengan Keasistenan Pemeriksaan, yang memunculkan fenomena ping-pong bureaucracy serta belum optimalnya keterbukaan informasi mengenai perkembangan penanganan laporan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, efisiensi anggaran operasional, rendahnya tingkat kepatuhan instansi terlapor, serta terbatasnya kewenangan eksekutorial Ombudsman di tingkat perwakilan. Penguatan kapasitas kelembagaan, sinkronisasi manajemen internal, dan penerapan sistem pelacakan laporan berbasis digital menjadi langkah strategis untuk meningkatkan responsivitas, akuntabilitas, dan kualitas penanganan laporan masyarakat.
Penerapan Model ADKAR dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Keterampilan Membatik oleh BUMDes Medan Krio Kecamatan Sunggal Audia Syifa Gusra; Dara Aisyah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0rke2k18

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan strategi penting untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. BUMDes Bintang Mekar Desa Medan Krio menyelenggarakan program pelatihan membatik sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum dilakukannya pemetaan potensi dan kebutuhan masyarakat, pelaksanaan program yang belum konsisten, keterampilan peserta yang belum merata, serta belum optimalnya dukungan terhadap keberlanjutan hasil pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan membatik menggunakan model ADKAR (Awareness, Desire, Knowledge, Ability, Reinforcement). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengelola BUMDes, pemerintah desa, instruktur, dan peserta pelatihan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter awareness belum optimal karena BUMDes belum melakukan pemetaan potensi dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar penyusunan program. Parameter desire juga belum optimal karena pelaksanaan program belum konsisten dan belum sepenuhnya sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan. Sementara itu, parameter knowledge telah diterapkan dengan baik, ditunjukkan melalui perencanaan program yang sistematis, penyediaan tenaga pelatih yang kompeten, serta koordinasi dengan berbagai pihak sebelum pelaksanaan program. Adapun parameter ability belum optimal karena belum terdapat mekanisme untuk memastikan peserta benar-benar menguasai keterampilan membatik. Selain itu, parameter reinforcement juga belum optimal karena BUMDes belum mampu menyediakan dukungan yang memungkinkan keterampilan peserta diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan ekonomi.  
Metode Home Visit di Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Padang Bulan Selayang II Kota Medan David Chalid; Dara Aisyah
Jurnal Administrasi Publik dan Pemerintahan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): SIMBOL : Jurnal Administrasi Publik dan Pemerintahan
Publisher : LPPM STISIP IMAM BONJOL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55850/simbol.v5i2.415

Abstract

The implementation of the home visit health service program in Medan, particularly at the Padang Bulan Selayang II Community Health Center (Puskesmas Padang Bulan Selayang II), was motivated by ongoing public complaints about the quality of health services received, necessitating an evaluation of its implementation. This study aims to evaluate the implementation of the home visit health service program at the Padang Bulan Selayang II Community Health Center. This study employed a qualitative descriptive approach with in-depth interviews, and data collection techniques included interviews, observation, and documentation. Data analysis was conducted qualitatively using the program evaluation theory of Peter Bridgman and Glyn Davis, covering aspects of input, process, outcome, and impact. Data validity was tested through triangulation between interview and observation results. The results indicate that the home visit program has generally been successful, particularly in achieving targets, outputs, and outcomes. However, it is not yet optimal due to ongoing obstacles in the implementation process and the low level of community mindset shift from a sick to a healthy paradigm. Therefore, it is necessary to increase the number of health workers, strengthen program outreach, and intensify communication with the community to optimize the effectiveness of home visit health services.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RELOKASI PASAR TRADISIONAL DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG Dara Aisyah; Marissa Claudia Pangaribuan
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 6 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i1.1180

Abstract

Abstract: The Deli Tua traditional market relocation policy is a policy based on Deli Serdang Regency Regent Regulation No. 688 of 2012 concerning Management of Traditional Markets, Shopping Centers and Modern Stores.  The purpose of the Deli Tua market relocation is for spatial planning and building a new market building that can provide a sense of comfort and security for traders and buyers.  The method used is a descriptive method with a qualitative approach.  Data collection techniques were carried out by means of interviews, observations and documentation related to the implementation of the Deli Tua traditional market relocation policy, Deli Serdang Regency.  The results showed that the implementation of the Deli Tua Market relocation policy experienced problems due to the refusal by traders. Therefore, the researcher analyzes the implementation of the Deli Tua Market relocation policy using the Van Meter and Van Horn implementation model which includes standard and objectives, resources, communication among implementers, attitude of implementers and social, economic and political conditions. The researcher found that the obstacles occurred in human resources who lacked knowledge about market relocation, then there was no socialization to traders so that traders were not involved in the construction of new market. Keywords: policy implementation; relocation; traditional market Abstrak: Kebijakan relokasi pasar tradisional Deli Tua merupakan kebijakan berdasarkan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 688 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern. Tujuan relokasi pasar Deli Tua adalah untuk penataan ruang dan pembangunan pasar yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang dan pembeli. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Peneliti menemukan kendalan terjadi pada SDM yang kurang memiliki pengetahuan tentang relokasi pasar, kemudian tidak adanya sosialisasi kepada pedagang sehingga pedagang tidak dilibatkan dalam pembangunan pasar baru. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kebijakan relokasi pasar tradisional Deli Tua menggunakan model implementasi Van Meter dan Van Horn yang meliputi standar dan tujuan, sumber daya, komunikasi antar pelaksana, sikap pelaksana, dan kondisi sosial, ekonomi dan politik. Kata kunci: implementasi kebijakan; relokasi; pasar tradisional
KINERJA LEMBAGA REHABILITASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA BHAYANGKARA INDONESIA (LRPPN-BI) DALAM PROGRAM THERAPEUTIC COMMUNITY DI KOTA MEDAN Juliana Malinda Lubis; Dara Aisyah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 6 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i1.1188

Abstract

Abstract: Drug abuse in Indonesia is increasing from year to year, causing very detrimental consequences for individuals or society, especially the younger generation. can result in greater danger to the life and cultural values of the nation which in the end will be able to weaken national security. Drug abuse is currently the main topic of discussion in Indonesia. Where the government has a policy to form an institution that can prevent or overcome drug abuse. Guidance to restore and develop positive behavior in rehabilitation patients. The purpose of this research is to find out the role of the Indonesian Bhayangkara Narcotics Abuse Prevention Rehabilitation Institute (LRPPN-BI) for drug addicts. It is hoped that this research can add to knowledge in discussing the role of rehabilitation institutions in dealing with drug abuse problems and can provide positive input for the government of Medan City in making decisions related to drug abuse. The research method used in this study is descriptive qualitative which explains the phenomenon in depth through data collection. This study uses the theory presented by Agus Dwiyanto with performance indicators which include policy measures and objectives, productivity, service quality, responsiveness, accountability, accountability. Keywords: drug addict; rehabilition;  LRPPN-BI Abstrak:  Penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin meningkat dari tahun ketahun, menimbulkan akibat yang sangat merugikan bagi perseorangan atau masyarakat khususnya generasi muda. dapat mengakibatkan bahaya yang lebth besar bagi kehidupan dan nilai-nilai budaya bangsa yang pada akhimya akan dapat melemahkan ketahanan nasional. penyahlagunaan narkoba yang sedang menjadi topik pembahasan utama di Indonesia. Dimana pemerintah memiliki kebijakan untuk membentuk sebuah lembaga yang dapat mencegah atau menaggulangi penyalahgunaan narkoba tersebut. Bimbingan memulihkan dan mengembangkan tingkah laku positif pada pasien rehabilitasi. Tujuan dalam pelitian ini adalah untuk mengetaui bagaimana Peranan Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia (LRPPN-BI) Terhadap Pecandu Narkoba. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam pembahasan mengenai Peranan lembaga rehabilitasi dalam menangani masalah penyalahgunaan narkoba dan dapat memberikan masukan positif bagi pemerintah Kota Medan dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan teori yang disampaikan oleh Agus Dwiyanto dengan indikator kinerja yang meliputi ukuran dan tujuan kebijakan, produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, akuntabilitas. Kata kunci: pecandu narkoba; rehabilitasi; LRPPN-BI
UPAYA KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT UNTUK MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS KOTA MEDAN Kelvin Prayoga; Dara Aisyah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 6 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i2.1334

Abstract

The lack of public trust in a leader is the root of the existing problems, the decline in public awareness to pay Taxes on Land and Buildings (PBB) is caused by a lack of socialization and efforts given by the government to the people in PBB. The lack of public awareness of paying PBB is evidenced by the PBB realization data which does not reach the target every year. Where from 2020 to 2022 it was recorded that the Medan Amplas District in the realization of PBB revenue did not reach the target. This study aims to analyze and describe the efforts of the Camat’s leadership in increasing public awareness to pay PBB. The research method used is descriptive with a qualitative approach. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The data obtained were then analyzed qualitatively using the Trust and Leadership Theory of Stephen P. Robbins. The results showed that the sub-district head’s lack of effort in providing counseling to the community,the sub-district head’s figure was not good in the eyes of the community, The value of integrity shown by the camat is not so good, The character of the Camat in terms of benevolence is still not maximally felt by the community. Finally, the camat’s ability to influence the community is still minimal.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPATUHAN MASYARAKAT DALAM MEMBAYAR PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KANTOR SAMSAT STABAT KABUPATEN LANGKAT Reza Irfanka; Dara Aisyah
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 6 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i2.1336

Abstract

This study aims to determine the quality of service and public compliance in paying Motor Vehicle Tax at the Samsat Stabat office, Langkat Regency, as well as analyzing the effect of service quality on public compliance in paying Motor Vehicle Tax by testing Rahayu theory who said that there was an effect of service quality on tax compliance. The type of research used is associative research (relationship) using quantitative data analysis. The population and sample in this study were taxpayers who were registered at the Samsat Stabat office in Langkat Regency were totaling 100 people. The research instrument used a questionnaire with a Likert scale. Data analysis was performed using Structural Equation Modeling (SEM) using Partial Least Square (PLS) program. SEM consists of 2 models such as measurement model (outer model) and structural model (inner model). Both models test the validity, reliability and research hypotheses. The results showed that the service quality was in the high or appropriate category. Compliance with paying Motor Vehicle Tax is in the high category. and the quality of service has a positive and significant effect on public compliance in paying Motor Vehicle Tax (PKB) at the Stabat Samsat Office of Langkat Regency. The coefficient of determination R Square is 0.869 indicating the magnitude of the effect of service quality on compliance with paying Motor Vehicle Tax (PKB) 86.9% and 13.1% influenced by other factors not examined in this study.