Penelitian ini mengukur beban kerja jabatan Analis Data dan Informasi pada unit pelatihan dan pengembangan SDM sektor energi menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE). Latar belakang penelitian menekankan pentingnya keseimbangan beban kerja pada peran non-produksi yang melibatkan tugas kompleks dan beban mental tinggi, di mana ketidaksesuaian dapat menyebabkan inefisiensi, kelelahan kronis, dan penurunan kualitas informasi strategis. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kondisi beban kerja aktual, mengklasifikasikan kategori overload atau underload, serta memberikan rekomendasi jumlah pegawai optimal untuk meningkatkan efisiensi organisasi. Metode yang digunakan adalah FTE dengan menghitung total waktu penyelesaian tugas tahunan berdasarkan volume kerja dan waktu rata-rata per aktivitas, kemudian dibandingkan dengan jam kerja efektif (240 hari Ă— 8 jam = 1.920 jam/tahun). Hasil penelitian menunjukkan total beban kerja tahunan sebesar 2.300 jam, menghasilkan indeks FTE 1,20 yang mengindikasikan overload sebesar 20% (defisit 380 jam). Tugas inti (pengolahan data dan evaluasi helpdesk) menyumbang 41,8%, sedangkan tugas ad-hoc sebesar 14,8%. Temuan ini mengonfirmasi ketidaksesuaian antara jumlah pegawai dan volume kerja, sehingga direkomendasikan penambahan satu analis, redistribusi tugas, revisi job description, dan evaluasi berkala. Hasil penelitian membuktikan FTE sebagai alat berbasis data yang efektif untuk perencanaan SDM berkelanjutan di lingkungan berbasis pengolahan data.