Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SOSIALISASI PEDOMAN GIZI SEIMBANG DENGAN METODE NUTRIEDUTAINMENT DI SDN KARAWANG WETAN 1 DAN SDN PALUMBONSARI Ratih Kurniasari; Risma Rahmatunisa
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 1 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/abdimas.v2i1.150

Abstract

Anak sekolah dasar merupakan kelompok usia rawan gizi. Hal ini disebabkan pertumbuhan anak yang pesat dan aktifitas sekolah yang padat. Agar tumbuh kembang anak dapat optimal, asupan gizi yang baik dari segi kuantitas maupun kualitas diperlukan dan perlu perhatian berbagai pihak. Pemberian gizi pada usia ini biasanya tidak berjalan secara optimal, karena banyak faktor lingkungan yang mempengaruhimya salah satu pengetahuan orang tua dan guru yang kurang sehingga menyebabkan anak tidak dapat mengkonsumsi zat gizi yang tepat. (Siti, 2012) Indonesia pada anak umur 6 – 14 tahun (Usia Sekolah) mengalami masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih. Secara umum di Provinsi Jawa Barat prevalensi kurus adalah 10,9% pada laki-laki dan 8,3% pada perempuan. Sedangkan prevalensi BB lebih pada laki-laki 7,4% dan perempuan 4,6%. Masalah gizi kurang umumnya disebabkan oleh kemiskinan, kurangnya persediaan pangan, kurang baiknya kualitas lingkungan, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi, menu seimbang dan kesehatan. Masalah gizi lebih disebabkan oleh kemajuan ekonomi pada lapisan masyarakat tertentu disertai dengan kurangnya pengetahuan tentang gizi, menu seimbang dan kesehatan. (Riskesdas 2017) Pada anak usia sekolah dasar permasalahn gizi yang terjadi disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Pendidikan gizi merupakan suatu upaya untuk membuat seseorang atau sekelompok masyarakat sadar akan pentingnya peran gizi dalam kehidupan. Salah satu hal yang perlu diinformasikan ke anak sekolah dasar terutama masalah Pedoman Gizi Seimbang dan menyadari bahwa sebenarnya slogan Empat Sehat Lima Sempurna (4S5S) sudah tidak dipergunakan lagi (Nuryanto 2014). Masalah gizi pada anak usia sekolah dasar dapat dicegah dengan menggunakan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). PUGS merupakan pedoman tentang susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal, dengan pemilihan dan mengkonsumsi makanan yang baik, bergizi dan seimbang dapat mempengaruhi status gizi. Gizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Konsumsi pangan individu dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Tingkat pengetahuan dapat diperoleh melalui media masa, pendidikan, pengalaman, hubungan sosial, dan budaya. Dengan tingkat pengetahuan yang baik maka sesorang akan lebih selektif dalam mengkonsumsi makanan yaitu makanan apa yang bagus untuk dikonsumsi, manfaat yang diberikan dan bagaimana kandungan gizi sehingga dapatan terpenuhinya kebutuhan gizi dalam tubuh (Redyastuti, 2017). Media pendidikan gizi perlu dipertimbangkan karakteristik dan selera sasaran penyuluhan sehingga pesan gizi yang disampaikan dapat diterima secara efektif (Khomsan 2000). Pendidikan gizi yang diberikan pada anak usia sekolah dasar diupayakan diberikan melalui media yang menarik agar penyampaian materi dapat diterima lebih mudah. Edukasi gizi dapat diberikan dengan metode yang menarik, salah satunya yaitu metode nutriedutainment. Nutriedutainment merupakan gabungan dari nutrition, edukasi dan entertainment yang berarti suatu cara untuk membuat proses pendidikan dan pengajaran gizi menjadi menyenangkan, sehingga siswa dengan mudah menangkap dari pembelajaran mengenai gizi seimbang. Nutriedutainment dapat dilakukan didalam maupun diluar kelas, diberikan dengan metode melakukan permainan, mendengarkan cerita, dan menonton drama.
Innovating Traditional Culinary Products: Developing ‘Karipap’ as a Creative Economy Driver in Payakumbuh Cultural Village Insan, Ranggi Rahimul; Holinesti, Rahmi; Mustika, Sari; Utami, Riski Gusri; Rahmatunisa, Risma; Siregar, Juliana; Rosel, Ruhul Fitri
Warta Pengabdian Andalas Vol 32 No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.32.04.415-423.2025

Abstract

The Balai Kaliki Cultural Village in Payakumbuh City holds great potential for developing a creative economy rooted in traditional Minangkabau culinary heritage. However, this potential remains underutilized, particularly in terms of product innovation, packaging, and marketing. This community service program aimed to enhance the community’s skills in processing, packaging, and promoting innovative karipap products as a step toward developing local creative economy enterprises. The program was conducted in three stages: preparation, which included a needs assessment and coordination with local stakeholders; training, focused on hygienic food processing, innovative recipe development, packaging design, and social media–based branding; and evaluation and mentoring, which involved skill assessments and business sustainability planning. Ten participants, consisting of women and young women from the Family Welfare Movement (PKK), were selected purposively. The findings showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, with the average test score increasing to 85%. Participants successfully created three new product variations and established social media accounts for marketing purposes. Overall, this program successfully empowered the local community through skill enhancement in culinary innovation, packaging, and digital promotion. It contributes to the advancement of local creative economies while supporting the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly poverty alleviation and food security, and reinforcing Minangkabau cultural identity through local culinary innovation.
Pengaruh Penggunaan Video Pembelajaran terhadap Pengetahuan Mahasiswa tentang Pengemasan Pangan Rahmatunisa, Risma; Putra, Purnawan Pontana; Faridah, Anni; Nelmira, Weni; Holinesti, Rahmi; Utami, Riski Gusri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4257

Abstract

Pemahaman mengenai pengemasan pangan merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa pendidikan vokasi bidang tata boga, namun banyak mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep teoretis dengan penerapannya dalam praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap pengetahuan mahasiswa tentang pengemasan pangan pada mata kuliah Pengawetan Pangan. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan melibatkan 29 mahasiswa Program Studi D3 Tata Boga Universitas Negeri Padang. Mahasiswa diberikan tes pilihan ganda sebelum dan sesudah menonton video pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa yang signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 76,21 pada pretest menjadi 93,45 pada posttest (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa video pembelajaran membantu memperjelas konsep pengemasan melalui penjelasan visual dan contoh-contoh aplikatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis video dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran pendukung dalam pendidikan vokasi, khususnya untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai keamanan pangan dan praktik pengemasan yang bertanggung jawab.
FORTIFIKASI TEPUNG TULANG IKAN NILA PADA FLAKY CRACKERS hendri, nindya; Holinesti, Rahmi; Faridah, Anni; Rahmatunisa, Risma
Pasundan Food Technology Journal (PFTJ) Vol 13 No 1 (2026): PASUNDAN FOOD TECHNOLOGY JOURNAL (IN PRESS)
Publisher : Department of Food Technology, Universitas Pasundan, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/pftj.v13i1.45801

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of tilapia bone flour addition on the sensory quality of flaky crackers as a calcium-enriched functional food. An experimental approach using a Completely Randomized Design (CRD) was applied with four treatments: 0%, 5%, 10%, and 15% bone flour substitution, each in triplicate. Sensory evaluation was conducted by 30 untrained panelists using a hedonic scale to assess shape, color, aroma, texture, and taste. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan’s Multiple Range Test at a 5% significance level.The results indicated that bone flour addition had no significant effect on shape (fish-shaped, neatness, and uniformity), color, porous texture, and taste (p>0.05), but significantly affected aroma and crispness (p<0.05). Descriptively, the 10% treatment produced the most optimal shape and porous texture, while the 15% treatment resulted in the highest scores for color, crispness, and taste. However, increasing substitution levels tended to reduce aroma quality due to the presence of volatile compounds. In conclusion, tilapia bone flour can be incorporated up to 15% without significantly compromising sensory acceptability and may enhance the nutritional value, particularly calcium content. These findings highlight its potential as a sustainable fortification ingredient in value-added food products derived from fishery by-products.