Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kajian Penerapan Split Level pada Bangunan Permukiman Ilegal di Bantaran Sungai Cakung Jakarta Margareta Sudarwani; Stepanus Andi Saputra; Uras Siahaan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3.175

Abstract

Fenomena relokasi pemukiman liar merupakan permasalahan yang kompleks. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah relokasi ke Rusunawa yang terjadi di Kampung Pulo Jakarta Timur pada 20 Agustus 2015. Kebijakan relokasi berdampak positif pada normalisasi bantaran sungai dan negatif bagi masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal. Kebijakan pemerintah akan relokasi permukiman ilegal ke rumah susun belum optimal dikatakan kebutuhan hunian, harus terus dievaluasi desain rumah susun atau perlunya perencanaan desain baru untuk menjawab kebutuhan hunian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi tata ruang wilayah permukiman bantaran sungai Kampung Baru Jakarta Timur dan menciptakan suatu metode pelaksanaan desain Split Level pada permukiman bantaran sungai Kampung Baru Jakarta Timur. Dalam mengkaji design split level pada permukiman ini metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, design survey, dan pengumpulan data kepustakaan. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap. Tahap satu yaitu observasi, dan wawancara untuk menarik data, setelah data terkumpul langkah selanjutnya analisis dari data tersebut. Kampung Baru Jakarta Timur merupakan salah satu permukiman liar permukiman ilegal di Jakarta. Dengan kajian penerapan desain split level pada kawasan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tempat permukiman liar di dataran banjir Kampung Baru Jakarta Timur. Hasil penelitian berupa rancangan dan diagram tentang implementasi rancangan split level management.
Arrangement of Green Open Space on River Borders with Constructed Wetlands Concept Saputra, Stepanus Andi; Sudarwani, Margareta Maria; Eni, Sri Pare
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v24i1.34456

Abstract

Abstract. The decline in river quality is due to the role of 60%-70% of domestic waste, 30% of industrial waste, and 10% of agricultural and livestock waste that pollutes rivers. In addition, because there are settlements on the banks of the river, if it is not handled, the quality of the rivers in Jakarta will certainly be bad. One way of treating wastewater is Constructed Wetlands, the goal is to improve water quality and reduce the harmful effects of waste, as well as water conservation efforts. Constructed Wetlands are usually applied to settlements that have yards, while settlements in Jakarta currently only have narrow yards there are no yards left. From this aspect, the post-normalization riverbank arrangement will be carried out using the Constructed Wetlands approach. The research located at the Kampung Baru,  Cakung,River, East of Jakarta.  To find out the results of this application, the method used is descriptive in knowing the conditions of settlements, and then data collection will be carried out from literature reviews and interviews. Furthermore, an analysis is carried out with basic mathematical calculations to answer the space requirements in the application of Constructed Wetlands so that it will produce a spatial pattern model for settlements.
Sosialisasi Standar Kota Layak Anak dan Model Hunian Ramah Lingkungan di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Kotamadya Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta Uras Siahaan; Susanti Muvana Nainggolan; Stepanus Andi Saputra; Charles OP Marpaung; Louisa Ariantje Langi
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v6i2.6190

Abstract

Tidung Island is part of the Thousand Islands, which is generally known for its tourism potential, attracting many visitors both from within the country and abroad. Visitors has an experience satisfaction and also wish to return to Tidung Island. This makes it essential for Tidung Island to nurture the growth of its children as the future generation, ensuring that the implementation of the 5 clusters of the “Kota Layak Anak” is implemented for the proper growth and development of children on Tidung Island. Based on discussions with the local government team and literature studies, the third of the “Kota Layak Anak” has become the main focus to be implemented through this activity. In this case, the right of children to receive basic health and welfare will be achieved by conducting socialization on the prevention and handling of stunting in children, as well as promoting eco-friendly housing on Tidung Islan.
A Case Study: House Condition of Stunting Children at Tidung Island, Jakarta, Indonesia Nainggolan, Susanti Muvana; Siahaan, Uras; Saputra, Stepanus Andi; Langi, Louisa Ariantje; Wirawan, Luky; Vito, Juan
RUSTIC Vol 5 No 1 (2025): RUSTIC
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32546/rustic.v5i1.2869

Abstract

A house or dwelling is one of the essential architectural elements designed to meet human needs. A house serves as a shelter, a place for protection, rest, and various activities. Houses and dwellings are designed to support their occupants by providing essential needs, security, aesthetics, a sense of pride, and even contributing to the occupants' health. Housing is an element that is often challenging to access and address in detail, including residential homes on Tidung Island. The varying sizes of houses and their increasing proximity to one another due to limited land availability have resulted in many homes losing access to natural lighting and ventilation. Previous research has indicated that the living environment significantly influences the prevalence of stunting in children. Stunting is a condition of malnutrition in children under the age of five that often affects their health and growth. The Jakarta city government of Indonesia already tries to reduce stunting rates among children by ensuring adequate nutrition. However, in some areas, progress has been slower, including on Tidung Island. According to previous studies, the factors contributing to stunting in children is not only to nutritional deficiencies, environmental conditions, housing quality, and poor sanitation also play a significant role in increasing the number of stunted children. As an initial study phase, this research aims to observe the living conditions of children experiencing stunting.
Perencanaan Pengembangan Gedung Gereja GPIB Damai Sejahtera Cileungsi melalui Desain Arsitektur dan Struktur Stepanus Andi Saputra; Dikky Antonius; Candra Chiristianti Purnomo; Martinus Nifotuho Fau; Erva Della Darma; Medelin Tiomina Br. Sagala
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3177

Abstract

Peningkatan jumlah jemaat di Gereja GPIB Damai Sejahtera Cileungsi mendorong kebutuhan pengembangan fasilitas ibadah yang lebih memadai. Namun, keterbatasan kapasitas bangunan serta belum tersedianya dokumen teknis menjadi kendala dalam perencanaan renovasi dan pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menyusun dokumen perencanaan teknis sebagai dasar pengembangan gedung gereja. Metode yang digunakan meliputi participatory design melalui diskusi bersama pengurus gereja untuk mengidentifikasi kebutuhan ruang dan mengevaluasi alternatif desain, dilanjutkan dengan survei lapangan, pengukuran bangunan eksisting, penyusunan as-built drawing, analisis tapak, pengembangan desain arsitektur, pemodelan tiga dimensi (3D), dan analisis struktur. Hasil kegiatan menghasilkan dokumen gambar teknis 2D, model 3D, serta rancangan bangunan dua lantai berkonsep arsitektur tradisional-modern yang mengadopsi karakter arsitektur Jawa Barat. Analisis struktur menunjukkan rancangan memenuhi persyaratan awal terhadap pembebanan gravitasi. Pengembangan tersebut meningkatkan luas bangunan menjadi 2.095 m² dengan kapasitas sekitar 200–300 jemaat. Dokumen yang dihasilkan diharapkan menjadi acuan teknis dalam pengembangan gedung gereja yang aman, fungsional, dan sesuai ketentuan PBG.