Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Typology of The Kost-Shop Friendly Facades in The Reproduction of Social Interaction Space based on The Needs and Opportunities between Kampung and Campus Pasaribu, Ramos Panondang; Tobing, Rumiati R; Siahaan, Uras
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v22i1.23305

Abstract

One interesting phenomenon  found in Indonesia to date is “living and growing in a city with the characteristic features of a Kampung (urban village) with all of its distinctive faces”, like the interdependent relations between the Kampung Kemanggisan around the Syahdan Campus of Bina Nusantara Jakarta. The students find their daily needs in the Kampung and the villagers find business opportunities and reproduce the “Social Interaction Space” along the Haji Senin street (study location) which is dominated by buildings with the ground floor as a place of business and the upper floor as a Kost or the private housings with rented rooms which in this study was called the “Kost-Shop” building. Variations of the “Pedestrian-Friendly Kost-Shop” building grew and had an impact on the appearance of the facade. This study to reveal and provides an understanding of typology of “Kost-Shop Friendly Facades” that exists based on student “Needs and the Opportunities”, therefore, this study was written with the title of “Kost-Shop Facades” in “the Reproduction of Social Interaction Space” based on the “Needs and Opportunities” between Kampung and Campus. By using qualitative research methods; case study with indications of “social, permeable, active” obtained 12 types of “Kost-Shop Friendly Facades”.
The Typology of The Kost-Shop Friendly Facades in The Reproduction of Social Interaction Space based on The Needs and Opportunities between Kampung and Campus Pasaribu, Ramos Panondang; Tobing, Rumiati R; Siahaan, Uras
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 22, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v22i1.23305

Abstract

One interesting phenomenon  found in Indonesia to date is “living and growing in a city with the characteristic features of a Kampung (urban village) with all of its distinctive faces”, like the interdependent relations between the Kampung Kemanggisan around the Syahdan Campus of Bina Nusantara Jakarta. The students find their daily needs in the Kampung and the villagers find business opportunities and reproduce the “Social Interaction Space” along the Haji Senin street (study location) which is dominated by buildings with the ground floor as a place of business and the upper floor as a Kost or the private housings with rented rooms which in this study was called the “Kost-Shop” building. Variations of the “Pedestrian-Friendly Kost-Shop” building grew and had an impact on the appearance of the facade. This study to reveal and provides an understanding of typology of “Kost-Shop Friendly Facades” that exists based on student “Needs and the Opportunities”, therefore, this study was written with the title of “Kost-Shop Facades” in “the Reproduction of Social Interaction Space” based on the “Needs and Opportunities” between Kampung and Campus. By using qualitative research methods; case study with indications of “social, permeable, active” obtained 12 types of “Kost-Shop Friendly Facades”.
HUBUNGAN TATA RUANG DAN KERAMAIAN KUNJUNGAN MALL: Studi Kasus: Pacific Mall Tegal Davinchy, Aron M; Siahaan, Uras; Hutasoit, Posma SJK
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 22 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v22i2.21263

Abstract

Mall merupakan suatu produk arsitektur retail yang memfasilitasi pengunjung untuk berbelanja maupun rekreasi. Di kota besar, mall menjadi sebuah gaya hidup dan menjadi tempat berkumpul ataupun berkegiatan sosial. Mall dianggap sebuah kebutuhan penting, sehingga keberadaannya begitu menjamur di kota-kota besar. Kota Tegal merupakan salah satu kota yang berada di sisi utara Pulau Jawa. Semenjak adanya Tol Trans Jawa, kota-kota yang berada sisi utara Pulau Jawa mengalami perkembangan yang signifikan. Saat ini berdiri beberapa mall atau pusat perbelanjaan di Kota Tegal. Pacific Mall Tegal adalah salah satu mall yang berada di Kota Tegal. Mall ini berada di jantung Kota Tegal dengan berbagai macam fasilitas pendukung. Hal itu menyebabkan mall ini menjadi salah satu primadona pusat perbelanjaan di Kota Tegal dan selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung. Tata ruang mall adalah salah satu faktor yang dapat menjadi penentu yang dapat memberikan rasa nyaman bagi pengunjung mall. Tata ruang yang baik dapat memaksimalkan potensi yang ada pada bangunan, sehingga bangunan dapat menjadi lebih hidup dan menaikkan tingkat kunjungan pada mall.
TIGA STRATEGI PENGEMBANGAN MASYARAKAT TERHADAP SIGNIFIKANSI BANGUNAN CAGAR BUDAYA PADA GEREJA KATOLIK DI JAKARTA Studi kasus: Gereja Katedral, Gereja Theresia, Gereja Bidaracina, Gereja Toasebio Wijayanti, Dinar Ari; Nugroho, Slamet; Siahaan, Uras; Sudarwanti, M Maria
NALARs Vol. 24 No. 1 (2025): NALARs Vol 24 No 1 Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.24.1.45-62

Abstract

Bangunan cagar budaya di kota Jakarta memiliki signifikansi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor antropologis, sosiologis, politik dan sejarah perkembangan dunia sejak terbukanya hubungan dagang Nusantara dengan dunia luar. Namun masyarakat belum mengambil peran aktif melestarikan bangunan Cagar Budaya (CB) maupun bangunan Obyek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Terdapat pandangan masyarakat bahwa pelestarian bangunan CB dan ODCB tidak bernilai ekonomis dan sulit pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode atau strategi mengembangkan kesadaran masyarakat terhadap bangunan cagar budaya, khususnya gereja Katolik, berangkat dari signifikansi kesejarahan dan arsitektur. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi dan survey empat bangunan gereja Katolik yang menjadi bahan studi kasus untuk merumuskan tiga strategi yaitu strategi skala mikro, meso dan makro untuk mengembangkan kesadaran masyarakat terhadap signifikansi bangunan cagar budaya dengan studi kasus empat bangunan gereja katolik yang sudah berstatus cagar budaya. Terdapat dua hasil penelitian yang dicapai. Hasil yang pertama, yang menjadi dasar, adalah mendapatkan unsur-unsur signifikansi kesejarahan, arsitektur dan aspek pemanfaatan. Hasil yang kedua, yang memiliki kaitan erat pada hasil pertama, adalah pengembangan metode atau strategi untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap arti penting pelestarian bangunan cagar budaya. Dengan dilaksanakannya metode pengembangan kesadaran masyarakat berbasis signifikansi cagar budaya subjek penelitian, diharapkan kesadaran masyarakat dapat mengakar secara objektif sehingga menjadi rasionalisasi yang kuat untuk berpartisipasi secara aktif dalam usaha-usaha pelestarian. Edukasi bagi semua pihak adalah cara yang efektif dan efisien untuk membangun kesadaran masyarakat akan melestarikan signifikansi bangunan cagar budaya. Sistem dan muatan edukasi yang bersifat transformatif, dapat disiapkan secara komprehensif melalui pelbagai kajian, dan dikemas sedemikian agar masyarakat dapat mencerna dan memahaminya dengan mudah.Cultural heritage buildings in Jakarta have significance that are influenced by various anthropological, sociological, political, and historical factors of world development since the opening of trade relations between the archipelago and the outside world. However, the community has not actively preserved cultural heritage (CB) buildings or suspected cultural heritage object (ODCB) buildings. Public opinion is that preserving CB and ODCB buildings has no economic value and is difficult to implement. This research aims to develop a method or strategy to develop public awareness of cultural heritage buildings, especially Catholic churches, departing from historical and architectural significance. This study uses an analytical method with a descriptive qualitative approach through literature studies, observations, and surveys of four Catholic church buildings, which are the subject of a case study, to formulate three strategies, namely micro, meso, and macro-scale strategies, to develop public awareness of the significance of cultural heritage buildings with a case study of four Catholic church buildings that have cultural heritage status. There are two research results achieved. The first result, the basis, is to obtain elements of historical significance, architecture, and utilization aspects. The second result, closely related to the first result, is the development of methods or strategies to grow and increase public awareness of the importance of preserving cultural heritage buildings. With the implementation of the process of developing public awareness based on the significance of the cultural heritage of the research subject, it is hoped that public awareness can take root objectively so that it becomes a strong rationalization to participate actively in conservation efforts. Education for all parties is an effective and efficient way to build public awareness and preserve the significance of cultural heritage buildings. The transformative system and educational content can be prepared comprehensively through various studies and packaged so that the public can easily digest and understand them. 
PERPADUAN ARSITEKTUR BALI & ARSITEKTUR MODERN PADA VILLA TROPICAL HOUSE Senjaya, Pierre Senjaya; Siahaan, Uras; Eni, Sri Pare
UJoST- Universal Journal of Science and Technology Vol. 4 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Faculty of Science and Technology University of Pramita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11111/ujost.v4i1.169

Abstract

Penelitian ini mengkaji perpaduan antara arsitektur Bali dan arsitektur modern dalam konteks desain villa tropical house. Arsitektur Bali dikenal dengan nilai-nilai spiritual dan budaya yang kuat, sedangkan arsitektur modern mengedepankan fungsionalitas dan efisiensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus beberapa villa di Bali. Hasilnya menunjukkan bahwa perpaduan kedua gaya arsitektur dapat menghasilkan desain yang estetis, fungsional, dan berkelanjutan apabila dilakukan dengan memperhatikan nilai-nilai budaya lokal dan prinsip desain modern. Kesimpulan dan saran diberikan untuk mendukung pengembangan arsitektur hybrid yang selaras dengan lingkungan tropis dan identitas lokal.
PENILAIAN KEBERLANJUTAN KOTA TERHADAP KETAHANAN ENERGI DAN INFRASTRUKTUR MENGGUNAKAN KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPIS) (Studi Kasus Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi ) Hermawan, Riyan; Siahaan, Uras; Sudarwani, Margareta Maria
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: During development process, incorporation of urban aspects becomes important thing, on the other side it has been recognized that environmental damage and effects global warming are serious threat; this is also exacerbated by the level of density, as well as high urban population activities. Thus, the different application methods, techniques and assessment instruments for sustainable cities needs to be realized, this aims to find out how cities can become more sustainable in future. The method applied to solve problem is to use Key performance indicators (KPIs) for assessing aspects urban sustainability, especially in terms of energy resilience and infrastructure. This research was conducted using the method of selecting several points from KPIs related to energy resilience and infrastructure to measure sustainability performance at urban level using the Analytic Hierarchy Process (AHP) approach. The results are then applied to the sustainable urban planning process. This model was then tested and applied in a case study based on Tarumajaya sub-district. Until finally, this research can provide knowledge about strategies for implementing KPIs to improve city sustainability and can be developed by applying indicators into urban planning to support Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.Abstrak: Selama proses pembangunan, penggabungan dari aspek-aspek perkotaan menjadi hal yang penting, disisi lain telah diketahui bahwa kerusakan lingkungan dan efek pemanasan global menjadi ancaman serius; hal ini juga diperparah dengan tingkat kepadatan, serta aktifitas penduduk kota yang tinggi. Dengan demikian, penerapan metode, teknik, dan instrumen penilaian yang berbeda untuk kota berkelanjutan perlu untuk direalisasikan, hal ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana kota bisa menjadi lebih berkelanjutan di masa yang akan datang. Metode yang diterapkan untuk penyelesaian permasalahan adalah menggunakan Key performance indicators (KPIs) untuk penilaian aspek keberlanjutan kota khususnya pada segi ketahanan energi dan infrastruktur, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan kota berkelanjutan dimana pembangunan dan lingkungan dapat saling terintegrasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemilihan beberapa poin dari KPIs yang berkaitan dengan ketahanan energi dan infrastruktur untuk mengukur kinerja keberlanjutan di tingkat perkotaan dengan pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP). yang kemudian hasilnya diaplikasikan kedalam proses perencanaan kota keberlanjutan. Model ini kemudian diuji dan diterapkan dalam studi kasus berdasarkan keadaan kecamatan Tarumajaya. Hingga akhirnya, Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang strategi penerapan KPIs untuk meningkatkan keberlanjutan kota serta dapat dikembangkan dengan mengaplikasikan indikator ke dalam perencanaan kota untuk mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
KAJIAN REDESAIN TEMPAT PELELANGAN IKAN PELABUHAN PAOTERE MAKASSAR DENGAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI Lisal, Bunny; Siahaan, Uras; Sudarwani, Margareta Maria
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 12 No. 1 (2024): RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v12i1.454

Abstract

Kota Makassar menjadi salah satu jalur perdagangan Internasional. Pelabuhan Paotere dikategorikan sebagai pelabuhan tradisional/rakyat yang dimiliki oleh kerajaan Gowa-Tallo pada abad ke 14. Seiring perkembangan Tempat Pelelangan Ikan dalam 10 tahun terakhir, kapasitas Tempat Pelelangan Ikan tersebut terlampaui, sehingga menimbulkan banyak permasalahan, antara lain sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat, sirkulasi dan lahan parkir yang tidak memadai. Apabila melihat potensi yang ada dalam Kawasan Tempat pelelangan ikan tersebut dapat menjadi pusat sarana perikanan tidah hanya sekedar tempat pelelangan ikan ikan melainkan pusat kuliner, oleh oleh khas daerah dan berbagai tempat perdagangan UMKM sehingga dibutuhkan kajian untuk meredesain kawasan tersebut, khususnya Tempat Pelelangan Ikan yang akan dipenuhi oleh sarana dan prasaran penunjang yang sesuai dengan kebutuhan ruang serta standar dermaga pendaratan perikanan bahan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya agar Kawasan tersebut berkembang dan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat dan Kawasan percontohan untuk wilayah Indonesia bagian timur dengan itu konsep ekologi arsitektur yang lebih mengembangkan konsep dengan menyatukan dengan lingkungan sekitar diantaranya keselarasan dengan klimatologi wilayah setempat bahkan kelanjutan Kawasan tersebut untuk ke masa akan datang masih terpenuhi secara kapasitas, fungsi dan bentuk arsitekturnya. Kata kunci: Kajian Redesain, Tempat Pelelangan Ikan, Pelabuhan Paotere, Arsitektur Ekologi
A Case Study: House Condition of Stunting Children at Tidung Island, Jakarta, Indonesia Nainggolan, Susanti Muvana; Siahaan, Uras; Saputra, Stepanus Andi; Langi, Louisa Ariantje; Wirawan, Luky; Vito, Juan
RUSTIC Vol 5 No 1 (2025): RUSTIC
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32546/rustic.v5i1.2869

Abstract

A house or dwelling is one of the essential architectural elements designed to meet human needs. A house serves as a shelter, a place for protection, rest, and various activities. Houses and dwellings are designed to support their occupants by providing essential needs, security, aesthetics, a sense of pride, and even contributing to the occupants' health. Housing is an element that is often challenging to access and address in detail, including residential homes on Tidung Island. The varying sizes of houses and their increasing proximity to one another due to limited land availability have resulted in many homes losing access to natural lighting and ventilation. Previous research has indicated that the living environment significantly influences the prevalence of stunting in children. Stunting is a condition of malnutrition in children under the age of five that often affects their health and growth. The Jakarta city government of Indonesia already tries to reduce stunting rates among children by ensuring adequate nutrition. However, in some areas, progress has been slower, including on Tidung Island. According to previous studies, the factors contributing to stunting in children is not only to nutritional deficiencies, environmental conditions, housing quality, and poor sanitation also play a significant role in increasing the number of stunted children. As an initial study phase, this research aims to observe the living conditions of children experiencing stunting.
KAJIAN REDESAIN TEMPAT PELELANGAN IKAN PELABUHAN PAOTERE MAKASSAR DENGAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI Lisal, Bunny; Siahaan, Uras; Sudarwani, Margareta Maria
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 12 No. 1 (2024): RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v12i1.454

Abstract

Kota Makassar menjadi salah satu jalur perdagangan Internasional. Pelabuhan Paotere dikategorikan sebagai pelabuhan tradisional/rakyat yang dimiliki oleh kerajaan Gowa-Tallo pada abad ke 14. Seiring perkembangan Tempat Pelelangan Ikan dalam 10 tahun terakhir, kapasitas Tempat Pelelangan Ikan tersebut terlampaui, sehingga menimbulkan banyak permasalahan, antara lain sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat, sirkulasi dan lahan parkir yang tidak memadai. Apabila melihat potensi yang ada dalam Kawasan Tempat pelelangan ikan tersebut dapat menjadi pusat sarana perikanan tidah hanya sekedar tempat pelelangan ikan ikan melainkan pusat kuliner, oleh oleh khas daerah dan berbagai tempat perdagangan UMKM sehingga dibutuhkan kajian untuk meredesain kawasan tersebut, khususnya Tempat Pelelangan Ikan yang akan dipenuhi oleh sarana dan prasaran penunjang yang sesuai dengan kebutuhan ruang serta standar dermaga pendaratan perikanan bahan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya agar Kawasan tersebut berkembang dan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat dan Kawasan percontohan untuk wilayah Indonesia bagian timur dengan itu konsep ekologi arsitektur yang lebih mengembangkan konsep dengan menyatukan dengan lingkungan sekitar diantaranya keselarasan dengan klimatologi wilayah setempat bahkan kelanjutan Kawasan tersebut untuk ke masa akan datang masih terpenuhi secara kapasitas, fungsi dan bentuk arsitekturnya. Kata kunci: Kajian Redesain, Tempat Pelelangan Ikan, Pelabuhan Paotere, Arsitektur Ekologi
Rekonstruksi Konstelasi Proporsi Denah Bangunan Cagar Budaya Zaman Kolonial Belanda Nugroho, Slamet; Siahaan, Uras; Sudarwani, M. Maria
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.43593

Abstract

The quality of architecture is assessed based on the rule of proportion, which is an architectural poem. The reconstruction of the constellation of proportions can be achieved by using the method of combining and matching proportions patterns with architectural drawings of cultural heritage buildings. The method of combining proportional patterns results in geometric patterns that are easier to understand and interpret than other methods such as mathematical scale calculation and statistical methods. The research subject has an attraction in the form of differences in grid patterns between the hallway face datum and the building wall datum, which creates a complex impression on the building face. The difference in datum is suspected to be caused by the use of a progression comparison between the grid pattern of the building wall and the face of the hallway. The process of reconstructing a constellation of proportions with complex datum is thought to start from drawing plans and cuts. This research is the first step for the reconstruction of the overall proportion constellation, which can be continued with further research on the building face and architectural elements. The purpose of the research is to complete the significance of cultural heritage buildings so that the interpretation discourse can be further expanded. The method used is quantitative because it uses geometric instruments and the calculation of the average accuracy of the measurement results. The first step is to provide image data and collect proportional constellation patterns synchronously and diachronically according to the time period in which the research subject was designed. Second, verifying and correcting image data according to the results of field research. Third, combine image data with proportional constellation patterns. Fourth, choose a constellation pattern of a certain proportion because of its suitability with the image data. Then make a follow-up analysis based on the constellation pattern of the selected proportions. The acquisition of the proportional constellation pattern facilitates the interpretation of the reconstruction of the design of a cultural heritage building. This proportional constellation reconstruction method can be used on other research subjects with a condition that must be met, namely the proportional constellation patterns to be tested must have synchronous and diachronic conformity at the time the research subject is designed.