Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Model Penurunan Umur Layan terhadap Perubahan Nilai Parameter Desain Perkerasan Lentur dan Perkerasan Kaku Runway Bandar Udara Barkah Wahyu Widianto; Raden Christophorus Audiwahyu; Erlangga Maulana Basuki
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 2: Juli 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i2.80

Abstract

ABSTRAKDalam desain jenis perkerasan di fasilitas Runway Bandar Udara dibedakan menjadi kaku dan lentur, memiliki karakteristik sistem distribusi tegangan sampai subgrade yang berbeda, terutama pada perubahan nilai parameter desain. Hal ini akan mempengaruhi penurunan umur layan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan hubungan penurunan umur layan terhadap perubahan nilai parameter desain yaitu peningkatan annual departure lalu lintas pesawat udara, penurunan nilai CBR subgarde, serta penurunan kondisi modulus PCC pada perkerasan kaku dan setiap layer pada perkerasan lentur. Metode yang digunakan adalah Layered Elastic Theory bersumber pada FAA AC 150/5320-6G dengan software FAARFIELD V 2.0.18. Pada perkerasan lentur, penurunan CBR Subgrade memiliki nilai perubahan umur layan yang paling besar di antara penurunan modulus dan kenaikan annual departure yaitu y = 19,395 e-0,092x. Sedangkan pada perkerasan kaku, penurunan modulus memiliki nilai perubahan umur layan yang paling besar di antara penurunan CBR subgrade dan kenaikan annual departure yaitu y = 21,445 e-0,132x. Berdasarkan perbandingan model umur layan tersebut, maka perubahan paramater CBR subgrade paling berpengaruh pada perkerasan lentur, sedangkan perubahan parameter modulus PCC pada perkerasan kaku.Kata kunci: umur layan, CBR subgrade, annual departure, mutu material ABSTRACTIn the design of the type of pavement at the airport runway facility, it is distinguished into rigid and flexible, having different characteristics of the stress distribution system to subgrade, especially in changes in design parameter values. This will affect the decrease in service life. This study aims to model the relationship between reduced service life and changes in design parameter values, such as increase in annual departure of aircraft traffic, a decrease in the CBR subgarde value, and a decrease in PCC modulus conditions on rigid pavements and each layer on flexible pavements. The method used is Layered Elastic Theory based on FAA AC 150/5320-6G with FAARFIELD V 2.0.18 software. On flexible pavement, the decrease in CBR Subgrade has the largest change in service life between the decrease in modulus and the increase in annual departure, namely y = 19.395 e-0.092x. Whereas on rigid pavements, the decrease in modulus has the greatest change in service life between the reduction in CBR subgrade and an increase in annual departure, namely y = 21.445 e-0.132x. Based on the comparison of the service life models, the changes in CBR subgrade parameters have the most effect on flexible pavements, while changes in the PCC modulus parameters on rigid pavements.Keywords: Numerical Integration, Dredging Volume
Analisis Tingkat Kebisingan Akibat Volume Lalulintas Purwanti, Oka; Widianto, Barkah Wahyu; Triana, Sofyan; Aji, Dilham Surya
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.114

Abstract

ABSTRAKKebisingan merupakan salah faktor yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satu sumber kebisingan berasal dari suara kendaraan bermotor. Lokasi pengamatan berada di sebuah rumah sakit yang memiliki baku tingkat kebisingan sebesar 55 dB. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat kebisingan pada siang hari (06.00-22.00) telah melebihi batu tingkat kebisingan semenasa pada malam hari (22.00-06.00) tingkat kebisingan masih berada di bawah baku tingkat kebisingan. Model tingkat kebisingan menggunakan valume lalulintas total dan volume lalulintas terklasifikasi sebagai variabel yang berpengaruh. Hasilnya menunjukkan nilai R2 bervariasi antara 57,99% sampai 92,68% (menggunakan volume lalulintas total) dan 60,74% sampai 94,50% (menggunakan volume lalulintas terklasifikasi). Prediksi tingkat kebisingan menghasilkan nilai kebisingan pada siang hari menunjukkan nilai yang melampaui baku tingkat kebisingan sedangkan pada malam hari, sampai tahun 2030 tingkat kebisingan masih dibawah baku tingkat kebisingan.Kata kunci: tingkat kebisingan, volume lalulintas ABSTRACTNoise is a factor that can cause various diseases. One source of noise comes from the sound of motorized vehicles. The observation location is in a hospital which has a standard noise level of 55 dB. Observation results show that the noise level during the day (06.00-22.00) has exceeded the noise level while at night (22.00-06.00) the noise level is still below the standard noise level. The noise level model uses total traffic volume and classified traffic volume as influential variables. The results show that the R2 value varies between 57.99% to 92.68% (using total traffic volume) and 60.74% to 94.50% (using classified traffic volume). The noise level prediction produces noise values during the day that show values that exceed the standard noise level, while at night, until 2030 the noise level will still be below the standard noise levelKeywords: noise level, traffic  
Evaluasi Kapasitas Daya Dukung Perkerasan Runway Bandara Internasional Juanda Surabaya Dengan Perubahan Jenis Pesawat Penerbangan Haji Aurellia, Sylvia Hasna; Widianto, Barkah Wahyu
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 11 No 2 (2024): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In planning for the 2023 Hajj flights, the runway must be prepared to accommodate aircraft loads. This research aims to evaluate the runway pavement strength to accommodate Hajj flights with the planned B777-300ER aircraft, which previously used the B747-400ER at Juanda Surabaya Airport. The method employed in this research is the FAA AC 150/5335-5C-2014 method for PCN evaluation with the assistance of COMFAA software. Based on the analysis results of 10 segments, PCN values range from 56 to 105 F/D/X/T, with ACN 120 F/D/X/T, and CDF is ≥ 1. It can be concluded that the existing pavement needs improvement with an overlay using HMA material. Among the ten segments, HMA overlays are needed with thickness ranging from 100 mm to 331 mm when using B777-300ER. If B747-400ER is used, the HMA overlay thickness ranges from 51 mm to 259 mm. Without an HMA overlay, there is a weight limitation for the Hajj B777-300ER aircraft, which is 55% of the MTOW. ABSTRAK Dalam perencanaan persiapan penerbangan haji 2023, runway perlu dipersiapkan agar mampu melayani beban pesawat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kekuatan perkerasan runway untuk dapat melayani penerbangan haji dengan pesawat rencana B777-300ER yang sebelumnya menggunakan B747-400ER pada Bandara Juanda Surabaya. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu metode evaluasi PCN berdasarkan FAA AC 150/5335-5C-2014 dengan software COMFAA dan FAA AC 150/5320-6G-2021 dengan software FAARFIELD. Berdasarkan hasil analisis dari 10 segmen serta berdasarkan penurunan kondisi runway, nilai PCN berkisar 56 sampai 105 F/D/X/T dengan ACN 120 F/D/X/T dan CDF adalah ≥ 1. Hal ini dapat disimpulkan bahwa perkerasan eksisting perlu ditingkatkan dengan overlay menggunakan material HMA. Dari 10 segmen diperlukan overlay HMA dengan tebal mulai dari 100 mm hingga 331 mm apabila menggunakan B777-300ER. Jika tetap menggunakan B747-400ER tebal overlay HMA mulai dari 51 mm hingga 259 mm. Jika tanpa overlay HMA, terdapat pembatasan berat pesawat haji B777-300ER sebesar 55% dari berat MTOW.
ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN TEBAL PERKERASAN KAKU DENGAN METODE PD T-14-2003, DENGAN MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN 2017 Widianto, Barkah Wahyu; Ramadhan, Farid Rizwansyah; Elkhasnet
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 1 No. 1 (2023): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karatas Road which currently has the status of a district road. The road is planned to be upgraded to a national road designed using rigid pavement. This study aims to perform a comparative analysis of the results of the rigid pavement thickness design using Bina Marga method between Pd T-14-2003 and MDP 2017. The results showed that the rigid pavement thickness according to Pd T-14-2003 method was 220 mm, the foundation layer of Lean Mix Concrete was 100 mm, the tie bars and dowel connections used a diameter of 16 mm and 33 mm, while according to the 2017 MDP method of 305 mm, the Lean layer Mix Concrete 100 mm, class A aggregate foundation layer 150 mm, cement stabilization layer 300 mm, tie bars and dowel connections using 19 mm and 36 mm diameters. The results of the comparison analysis of the two methods are that if using the 2017 MDP the thickness of the 2017 MDP concrete slab is thicker, has a class A aggregate foundation layer, and the tie bars and dowel diameters are larger. The 2017 MDP uses the same concept as the Pd T-14-2003. The differences that exist between MDP 2017 and Pd T-14-2003 are: the types of vehicles that were analyzed, namely vehicles that have 6 wheels or more replacing vehicles with a minimum total weight of 5 tons, the existence of a subgrade handling with a CBR of less than 6%, the existence of a drainage facilitation in the area under rigid pavement. ABSTRAK Jalan Karatas saat ini berstatus sebagai jalan kabupaten. Jalan direncanakan akan ditingkatkan menjadi jalan nasional yang dirancang dengan menggunakan perkerasan kaku. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perbandingan hasil desain tebal perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga antara Pd T-14-2003 dengan MDP 2017. Hasil penelitian didapatkan tebal perkerasan kaku menurut metode Pd T-14-2003 sebesar 220 mm, lapis fondasi Lean Mix Concrete 100 mm, sambungan tie bars, dan dowel menggunakan diameter 16 mm dan 33 mm, sedangkan menurut metode MDP 2017 sebesar 305 mm, lapis Lean Mix Concrete 100 mm, lapis fondasi agregat kelas A 150 mm, lapis stabilisasi semen 300 mm, sambungan tie bars, dan dowel menggunakan diameter 19 mm dan 36 mm. Hasil analisis perbandingan kedua metode yaitu jika menggunakan MDP 2017 tebal pelat beton MDP 2017 lebih tebal, memiliki lapis fondasi agregat kelas A, dan diameter tie bars dan dowel lebih besar. MDP 2017 menggunakan konsep yang sama dengan Pd T-14-2003. Perbedaan yang ada antara MDP 2017 dan Pd T-14-2003 adalah: jenis kendaraan yang dianalisis yaitu kendaraan memiliki 6 roda atau lebih menggantikan kendaraan dengan total berat minimum 5 ton, adanya penanganan subgrade dengan CBR kurang dari 6%, dan adanya fasilitasi drainase di bawah perkerasan kaku.
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN KOTA RUTE SOREANG-LEUWIPANJANG KAB. BANDUNG-KOTA BANDUNG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Widianto, Barkah Wahyu; Agustina, Kania; Elkhasnet
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 1 No. 2 (2023): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During the COVID-19 pandemic, sectors were affected, one of which was the transportation sector for exampleis public transportation. The performance of public transportation is an important benchmark to maintain theexistence of public transportation, especially during the COVID-19 pandemic. This study aims to evaluatepublic transportation’s operational performance based on the Directorate General of Land Transportation’sstandards, the level of satisfaction, and the level of user interest in public transportation on the Soreang-Leuwipanjang route using the Importance Performance Analysis (IPA). From the results of the research,obtained that in terms of operational performance parameters of number of vehicles operating and duration ofservices have a value below the Standards. The number of operating vehicles is less than 82% of the totalvehicles that have operating permits that is 51,2%, whereas the duration of operation is less than 15 hours, thisis because during the COVID-19 pandemic passengers tend to decrease. The level of satisfaction and interestare grouped into factors that are prioritized by the passengers. Based on the results of the IPA, the factors thatneed to be improved are the use of masks by both the passengers and public transportation drivers and also thedriver’s skill in driving. ABSTRAK Pada masa pandemi COVID-19 sektor yang terkena imbas salah satunya adalah sektor transportasi misalnyaAngkutan Kota (Angkot). Kinerja angkot merupakan tolak ukur yang penting dalam beroperasinya angkot,terlebih di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional angkotberdasarkan standar dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta mengevaluasi tingkat kepuasan dankepentingan pengguna angkot rute Soreang-Leuwipanjang menggunakan metode Importance PerformanceAnalysis (IPA). Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa dalam hal kinerja operasional parameter JumlahKendaraan Beroperasi dan Durasi Pelayanan memiliki nilai dibawah standar. Jumlah Kendaraan Beroperasi<82% dari total kendaraan yang memiliki izin operasi yaitu sebesar 51,7%, sedangkan untuk Durasi Pelayananoperasinya kurang dari 15 jam, hal ini karena pada masa pandemi COVID-19 pengguna angkot cenderungberkurang. Untuk tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan, dikelompokkan ke dalam faktor yang diutamakanoleh pengguna angkot. Berdasarkan hasil IPA, faktor yang perlu ditingkatkan yaitu penggunaan masker olehpenumpang dan sopir serta keterampilan sopir dalam mengemudi.
Perbandingan Umur Layan Terhadap Perubahan Nilai Parameter Desain Pada Perkerasan Kaku di Apron Bandar Udara Basuki, Erlangga Maulana; Widianto, Barkah Wahyu
Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Vol. 2 No. 3 (2024): Berkala Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember dan Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/berkalafstpt.v2i3.1289

Abstract

Some pavements at airport facilities that suffered damage before the planned service life were mainly on the apron. Several design parameters, such as material quality, CBR subgrade, and annual departure, influence the service age of the hardening. This research aims to compare the service life to the changes in design parameters during rigid pavements of the apron. The method used is Federation Aviation Administration AC 150/5320-6G with FAARFIELD V 2.0.18 software. The analysis was carried out with alternative measures of decreased concrete plate material quality, decreased CBR Subgrade, and increased annual departure. Based on the results of the research, the model for the change of conditions from 0 - 50% to service life on the CBR subgrade is y = 20.239e−0.008x, on the annual departure is y = 19.832e−0.006x, and on the quality of concrete slab material is y = 25,165e−0.119x. The quality of the concrete plate material is the biggest design parameter that causes a change in service life compared with other design parameters because it has the largest exponential value (reduction life service). ABSTRAK Beberapa perkerasan pada fasilitas bandar udara yang mengalami kerusakan sebelum umur layan yang direncanakan terutama pada apron. Umur layan pada perkerasan dipengaruhi oleh beberapa parameter desain seperti mutu material, CBR subgrade, dan annual departure. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan umur layan terhadap perubahan parameter desain perkerasan kaku di apron. Metode yang digunakan adalah metode Federation Aviation Administration AC 150/5320-6G dengan software FAARFIELD V 2.0.18. Analisis dilakukan dengan melakukan alternatif penurunan mutu material, penurunan nilai CBR subgrade, dan peningkatan annual departure. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh model perubahan kondisi dari 0 - 50% terhadap umur layan pada CBR subgrade yaitu ? = 20.239?−0.008x, pada annual departure yaitu ? = 19.832e−0.006x, dan pada mutu material pelat beton yaitu ? = 25,165e−0.119x. Mutu material pelat beton menjadi parameter desain yang mengalami perubahan umur layan paling besar dibandingkan dengan parameter desain lainnya karena memiliki nilai eksponensial (penurunan umur layan) yang paling besar.
Penentuan Modulus Resilien Berdasarkan Indirect Tensile Strength (ITS) pada Campuran AC-WC Menggunakan Aspal PG-76 dengan Gradasi KP 14 Tahun 2021 Widianto, Barkah Wahyu; Purwanti, Oka; Triana, Sofyan; Fauziah, Nurul
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.117

Abstract

ABSTRAKPenggunaan aspal PG-76 sengan gradasi KP 14 Tahun 2021 pada campuran AC-WC bertujuan meningkatkan ketahanan terhadap deformasi dan retak. Pengujian Indirect Tensile Strength (ITS) dilakukan untuk menentukan modulus elastisitas campuran berdasarkan tegangan dan regangan. Metode melibatkan pembuatan benda uji Marshall, pengujian volumetrik, serta ITS pada dua kondisi: terkondisi dan tidak terkondisi. Kadar aspal optimum ditentukan sebesar 6%. Hasil menunjukkan nilai ITS pada benda uji terkondisi sebesar 935 kPa (0,94 MPa); sedangkan pada benda uji tidak terkondisi sebesar 1.119 kPa (1,12 MPa). Nilai Tensile Strength Ratio (TSR) mencapai 84%, memenuhi standar KP 14 Tahun 2021. Modulus resilien pada benda uji terkondisi sebesar 733 MPa dan 1.050 MPa pada benda uji tidak terkondisi. Hasil modulus resilien tersebut memiliki potensi penerapan yang baik dalam konstruksi lapisan permukaan fasilitas sisi udara bandara.Kata kunci: modulus resilien, aspal PG-76, kuat tarik tidak langsung, KP 14 Tahun 2021 ABSTRACTThe application of PG-76 asphalt with KP 14 Year 2021 gradation in AC-WC mixtures aims to enhance resistance against deformation and cracking. The Indirect Tensile Strength (ITS) test was conducted to determine the elastic modulus based on stress-strain response. The methodology included Marshall specimen preparation, volumetric testing, and ITS evaluation under conditioned and unconditioned states. The Optimum Asphalt Content (OAC) was determined as 6%. Results showed an ITS value of 935 kPa (0.94 MPa) for conditioned specimens and 1119 kPa (1.12 MPa) for unconditioned specimens. The calculated Tensile Strength Ratio (TSR) reached 84%, meeting KP 14 Year 2021 requirements. Resilient modulus values were found to be 733 MPa for conditioned specimens and 1050 MPa for unconditioned specimens. The result of resilience modulus exhibits strong potential for application in surface layer construction at airside airport facilities.Keywords: resilient modulus, PG-76 asphalt, indirect tensile strength, KP 14 Year 2021