Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

POLA ASUH ORANG TUA MENINGKATKAN PERCAYA DIRI PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK ISLAM TERPADU AMANAH SUMBERSARI JEMBER Asih, Susi Wahyuning; Astriyanti, Serlinda Nur
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.914

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan salah satu bentuk interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma yang ada di masyarakat. Percaya diri adalah keyakinan dalam jiwa untuk melakukan sesuatu, hal ini banyak ditemukan di PAUD TK Islam Amanah dengan kejadian yang kurang percaya diri, dibuktikan dengan anak menangis, merendahkan suara saat disuruh bercerita dan diam, yang berdampak dengan kreativitas anak utamanya tumbuhkembangnya. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan percaya diri pada anak prasekolah.Penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Variabel penelitian Pola Asuh Orang tua dan percaya diri pada anak. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa TK Islam Terpadu Amanah Sumbersari Jember 39 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Tempat penelitian di TK Islam Terpadu Amanah di kelurahan Sumbersari selama satu minggu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil penelitian dari pola asuh didapatkan 30 responden (76,9%) dengan pola asuh demokratis, 6 responden (15,4%) otoriter, 3 responden  (7,7%)  pola asuh permisif. Hasil dari percaya diri didapatkan 34 responden (87,2%) percaya diri, 5 responden (12,8%) cukup percaya diri. Analisis data dengan uji statistik Rank Spearman diperoleh p value  0,000 koefisiensinya sebesar 0,625.Kesimpulannya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan percaya diri anak prasekolah. Tenaga kesehatan seharusnya memberi penyuluhan kepada orang tua tentang pentingnya pola asuh yang akan meningkatkan percaya diri anak sesuai perkembangan anak.Kata Kunci: Pola Asuh, Orang tua, Percaya Diri, Anak prasekolahDOI: 10.5281/zenodo.3573168
The Influence of Health Education on Knowledge of Antenatal Care in Pregnant Women in Rural Areas Utomo, Nico Krisna Prio; Gafur, Mohammat; Ma’rifah, Nunik Nurhidayatul; Putri, Dwiki Ratna; Hidayat, Cahya Tribagus; Asih, Susi Wahyuning
Journal of Rural Community Nursing Practice Vol. 2 No. 1 (2024): March
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jrcnp.v2i1.86

Abstract

Background: Maternal health problems are closely related to pregnant women, which contribute a lot to the current maternal mortality rate, maternal mortality can be prevented if pregnant women get good quality antenatal care services. Lack of knowledge of pregnant women about antenatal care results in a lack of care for pregnant women about their own health and the baby in their womb. One of the efforts that can be done is by conducting antenatal care so that it can monitor pregnancy and ensure the health of the mother and fetus. Objective: This study aims to analyze the effect of health education on knowledge of antenatal care for pregnant women in Karangpring Village, Jember Regency. Methods: This type of research is a quasi-experimental design with the one group pre and post-test design. This study was conducted on pregnant women as many as 17 respondents. Results: Shows the value of knowledge before being given health education in the less category of 10 people (58.8%) and the sufficient category of 5 people (29.4%) and after being given health education knowledge in the sufficient category 10 people (58.8%) and good category amounted to 7 people (41.2%). The results of the paired t-test statistic obtained a significant value less than 0.05 (p = 0.000 <0.05). Conclusion: There is an effect of health education on knowledge of antenatal care for pregnant women in Karangpring Village, Jember Regency.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Pecegahan Stunting Pada Balita (Usia 0-2 Tahun) Di Puskesmas Tamanan Bondowoso Jamilah, Putri Nada Siti; Asih, Susi Wahyuning; A, Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 4.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu permasalahan gizi yang menjadi perhatian utama adalah tingginya kejadian anak balita yang mengalami stunting. Stunting pada anak dapat disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga maka kesehatan pada anak terganggu. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stunting pada balita usia 0-2 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua balita usia 0-2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tamanan sebanyak 150 orang dengan teknik sampling proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden. Uji statistic yang digunakan yaitu spearman rank (Rho) dengan ketentuan α < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai ρ 0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan stunting pada balita usia 0-2 tahun dengan keeratan korelasi (r) sedang dan arah korelasi positif, semakin baik dukungan keluarga tentang pencegahan stunting maka perilaku pencegahan stunting akan semakin baik dan sebaliknya. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui perilaku pencegahan stunting sehingga dapat menjadi acuan untuk dapat mengantisipasi terjadinya stunting dan memberikan tambahan ilmu dan informasi pada masyarakat terkait pencegahan stunting
Hubungan Peran Keluarga Dengan Kesiapsiagaan Lansia Dalam Menghadapi Bencana Angin Puting Beliung Di Desa Tamanan Bondowoso Maharani, Shellina; Asih, Susi Wahyuning; A, Sri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 4.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana angin puting beliung merupakan salah satu fenomena alam yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di Desa Tamanan, Bondowoso. Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak bencana tersebut. Metode: Desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh lansia yang tinggal di Desa Tamanan sebanyak 108 orang, Sampel yang digunakan sebanyak 85 responden yang dihitung menggunakan rumus slovin. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner peran keluarga dan kesiapsiagaan lansia. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Tingkat signifikan 5% (0,05) hasil uji statistik rank spearman rho, yakni sig (0,000) < 0,05 dengan nilai r 0,667 dengan kekuatan hubungan kuat, maka H1 diterima. Artinya terdapat hubungan peran keluarga dengan kesiapsiagaan lansia dalam menghadapi bencana angin puting beliung di Desa Tamanan Bondowoso. Analisis: Peran keluarga pada kesiapsiagaan lansia dalam menghadapi bencana angin puting beliung di Desa Tamanan Bondowoso berada pada tingkat kurang optimal 38 responden (44,7%) dan kesiapsiagaan lansia berada pada kategori kurang siap sebanyak 37 responden (43,5%). Diskusi: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan dan program intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan lansia melalui peran aktif keluarga. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif bencana terhadap kelompok lansia di Desa Tamanan dan daerah lainnya yang memiliki risiko serupa.
POLA ASUH ORANG TUA MENINGKATKAN PERCAYA DIRI PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK ISLAM TERPADU AMANAH SUMBERSARI JEMBER Asih, Susi Wahyuning; Astriyanti, Serlinda Nur
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.914

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan salah satu bentuk interaksi antara anak dan orang tua selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan serta melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai dengan norma yang ada di masyarakat. Percaya diri adalah keyakinan dalam jiwa untuk melakukan sesuatu, hal ini banyak ditemukan di PAUD TK Islam Amanah dengan kejadian yang kurang percaya diri, dibuktikan dengan anak menangis, merendahkan suara saat disuruh bercerita dan diam, yang berdampak dengan kreativitas anak utamanya tumbuhkembangnya. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan percaya diri pada anak prasekolah.Penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Variabel penelitian Pola Asuh Orang tua dan percaya diri pada anak. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa TK Islam Terpadu Amanah Sumbersari Jember 39 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Tempat penelitian di TK Islam Terpadu Amanah di kelurahan Sumbersari selama satu minggu. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil penelitian dari pola asuh didapatkan 30 responden (76,9%) dengan pola asuh demokratis, 6 responden (15,4%) otoriter, 3 responden  (7,7%)  pola asuh permisif. Hasil dari percaya diri didapatkan 34 responden (87,2%) percaya diri, 5 responden (12,8%) cukup percaya diri. Analisis data dengan uji statistik Rank Spearman diperoleh p value  0,000 koefisiensinya sebesar 0,625.Kesimpulannya ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan percaya diri anak prasekolah. Tenaga kesehatan seharusnya memberi penyuluhan kepada orang tua tentang pentingnya pola asuh yang akan meningkatkan percaya diri anak sesuai perkembangan anak.Kata Kunci: Pola Asuh, Orang tua, Percaya Diri, Anak prasekolahDOI: 10.5281/zenodo.3573168
Family Health Education sebagai Pencegahan Penularan Covid-19 pada Keluarga Dengan Komorbid Diabetes Mellitus Asih, Susi Wahyuning; Wahyuni, Sri
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 4 No. 2 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v4i2.204

Abstract

AbstrakCovid-19 adalah penyakit yang saat ini menjadi permasalahan global karena penularannya yang sangat masif. Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit yang sangat rentan terpapar atau beresiko tertular Covid-19 yang banyak terjadi di masyarakat. Penerapan protokol kesehatan yang ketat adalah upaya untuk mencegah penularan Covid-19. Keluarga memiliki peran yang penting dalam memberikan pengetahuan, kesadaran dan memperbaiki perilaku kesehatan pada anggota keluarganya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui model family health education terhadap penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 pada klien dengan komorbid diabetes mellitus. Penelitian eksprerimental ini menggunakan one group pretest-postest design. Populasi penelitian adalah keluarga yang memiliki anggota penderita DM. Sampel penelitian sebanyak 31 orang di Desa Sumberwaru Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember yang diambil secara Nonprobability purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Paired T-Test dengan derajat signifikasi 95%. Hasil penelitian mendapatkan rata-rata penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 sebelum intervensifamily health education adalah 35,32 dan setelah intervensi sebesar 41,71 (terjadi peningkatan sebesar 6,39). Ada perbedaan signifikan dari sebelum dan sesudah intervensi (P < 0,05). Model family health education dapat meningkatkan penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan covid 19 pada keluarga dengan komorbid diabetes mellitus. Kata kunci: family health education, protokol kesehatan, pencegahan covid-19, komorbid diabetes mellitus  AbstractCovid-19 has become a global problem currently because of its massive transmission. Diabetes mellitus comorbid disease was a risk factor for Covid-19. The implementation of strict health protocols was an effort to prevent the transmission of Covid-19. Family has an important role in providing knowledge, awareness and improving health behavior to family members. The aim of the study was to determine the effect of the family health education model on health protocols to prevent transmission of covid 19 in clients with comorbid diabetes mellitus. This experimental research used one group pretest-postest design. The population was family that has members with DM. The sample size of the research was 31 people in Sumberwaru Village, Sukowono, Jember taken by nonprobability purposive sampling. Data were analyzed using Paired T-Test. The results found that the implementation of health prevention of Covid-19 transmission before the intervention was 35.32 and after the intervention was 41.71 (an increase of 6.39). There was a significant difference before and after the intervention (P <0.05). So, family health education model can improve the application of health protocols to prevent transmission of Covid-19 in family with comorbid diabetes mellitus. Keywords: family health education,health protocols, covid-19 prevention, diabetes mellitus comorbid
Pengaruh Edukasi Bencana Model Disaster Escape Room Terhadap-Pengetahuan Dan Sikap Anak Dalam Menghadapi Erupsi Gunung Semeru Di SMP Negeri 5 Candipuro Islamy, Fikhih Wahyu; Asih, Susi Wahyuning; Andriani, Sri Wahyuni
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 4 (2025): SEMNAS-HEALTH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Erupsi Gunung Semeru merupakan ancaman nyata bagi masyarakat di sekitarnya, termasuk anak usia sekolah yang tergolong kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi bencana menggunakan model Disaster Escape Room terhadap pengetahuan dan sikap siswa dalam menghadapi erupsi Gunung Semeru di SMP Negeri 5 Candipuro. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII sebanyak 97 siswa, dan sampel diambil sebanyak 78 siswa melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan kuesioner sikap. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap siswa setelah diberikan edukasi Disaster Escape Room dengan nilai p = 0,000. Edukasi berbasis simulasi ini memberikan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan menyenangkan, sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi erupsi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model Disaster Escape Room merupakan metode edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesiapan bencana pada anak. Disarankan agar pendekatan ini diimplementasikan secara luas, khususnya di sekolah yang berada di wilayah rawan bencana, sebagai bagian dari promosi kesehatan dan perlindungan kelompok rentan.
SELF EFFICACY KELUARGA PANDHALUNGAN BERBASIS PSYCOLOGICAL WELL BEING TERHADAP KESIAPSIAGAAN LANSIA MENGHADAPI BENCANA BANJIR Elmaghfuroh, Dian Ratna; Asih, Susi Wahyuning; Putri, Nanda Ika; Prameswari, Lady
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.917

Abstract

Latar Belakang: Keluarga merupakan tempat yang sangat penting untuk kehidupan lansia. Kesiapan keluarga sebagai faktor kunci kesiapsiagaan kesejahteraan psikologis lansia. Keluarga yang memiliki kesiapsiagaan tinggi bisa membantu lansia mengurangi risiko dan merespon bencana dengan cepat. Namun, tingkat kesiapsiagaan ini sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan pemahaman keluarga akan kemampuan mereka menghadapi situasi darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Self Efficacy Keluarga Pandhalungan Berbasis Psycological Well Being Terhadap Kesiapsiagaan Lansia Menghadapi Bencana Banjir. Self-Efficacy keluarga sebagai pendorong tindakan kesiapsiagaan. Dalam konteks kesiapsiagaan bencana, keluarga dengan self-efficacy nya yang tinggi lebih mampu dalam merencanakan evakuasi, komunikasi saat bencana, menyediakan perlengkapan darurat, dan melindungi lansia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Pra Eksperimen design dengan one group pre test post test. Analisis menggunakan uji spearman’s rho. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan terlebih dahulu dilakukan uji validitas reliabilitas. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari keluarga berjumlah 58 orang menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner self efficacy keluarga dan kuesioner kesiapsiagaan kesejahteraan psikologis lansia menghadapi bencana.Hasil Penelitian: Hasil uji Spearman's rho menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara self efficacy keluarga terutama berbasis Psycological Well Being terhadap kesiapsiagaan lansia pada bencana dengan nilai (r= 0,623).Kesimpulan: self efficacy keluarga berpengaruh terhadap kesiapsiagaan lansia pada bencana banjir. Dengan penguatan ini, diharapkan keluarga dapat menguatkan kembali self efficacy nya sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan lansia terhadap bencana terutama kesejahteraan psikologis lansia di desa Klungkung. Kata Kunci: self efficacy Keluarga, lansia, physycological well being , kesiapsiagaan.
Evaluasi Managemen Nutrisi Pada Balita Asih, Susi Wahyuning
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 5 No 1 (2020): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v5i1.455

Abstract

Introduction: Complex nutrition is needed to support the growth and development of toddlers. Sufficient preparation must be done by the mother, as long as the toddler enters the process of growth and development so as to provide nutrition that is appropriate for the toddler during a period of growth and development. Nutrition Management for toddlers is very important. This study aims to find a picture of how nutrition management during the growth and development of toddlers, especially those carried out by mothers of toddlers. Method: this research uses a descriptive design with a survey approach. The population of all toddlers in RW 3, Dukuh Mencek, Sukorambi Jember sub-district was 43 mothers of toddlers with a large sample of 30 people. The study was conducted at posyandu in the village of Hamlet checking as many as 5 posyandu, data collection instruments using a questionnaire with a Likert scale. Results: this study was presented with a central tendency analysis in the form of the mean. Nutrition management for toddlers with a good category is 6 with a percentage of 20%, enough categories is 20 with a percentage of 66% while those with a less category are 4 people with a percentage of 14%. Conclusion: research shows that evaluation of nutrition management by toddlers by mothers is very important even though the results are in the quite dominant category. Evaluation of nutrition management in infancy by mothers contributes greatly to the toddler's growth and development stage. Increased knowledge in mothers of children under five and the application of nutrition management in Cathelya's community must be further promoted by health workers and cadres in charge. Pendahuluan: Nutrisi kompleks dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan Balita, oleh karena itu Manajemen Nutrisi bagi balita ini sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bagaimana manajemen nutrisi pada masa pertumbuhan dan perkembangan Balita khususnya yang dilakukan oleh ibu balita. Metode: penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survey. Populasinya semua balita di RW 3 desa Dukuh Mencek kecamatan Sukorambi Jember sejumlah 43 ibu balita dengan besar sampel 30 orang. Penelitian dilakukan di posyandu yang ada di desa Dukuh mencek sebanyak 5 posyandu, instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasil: penelitian ini disajikan dengan analisis tendensi sentral dalam bentuk mean. Manajemen nutrisi balita dengan kategori baik sejumlah 6 dengan pesentase 20%, kategori cukup sebanyak 20 dengan persentase 66 % sedangkan yang dengan kategori kurang sejumlah 4 orang persentasenya 14%. Kesimpulan: hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi manajemen nutrisi balita oleh ibu sangat penting walaupun hasilnya dalam kategori cukup lebih mendominasi. Evaluasi manajemen nutrisi pada masa balita oleh ibu berkontribusi tinggi pada tahap tumbuh kembang balita. Peningkatan pengetahuan pada ibu balita dan aplikasi manajemen nutrisi diposyandu Cathelya harus lebih disosialisasikan lagi oleh tenaga kesehatan dan kader yang bertugas.