Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BAHAN PENGAWET MAKANAN DAN MINUMAN DENGAN POLA KONSUMSI MAKANAN DAN MNUMAN DI WILAYAH KERJA KECAMATAN SUMBERSARI Handayani, Luh Titi; Atmaja, Nanda Kusuma
IKESMA Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : FKM - UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.479 KB)

Abstract

Knowledge represent the very important domain to forming of somebody action ( over behavior) because in behavioral research and experience in the reality constituted by knowledge will be more be good than behavior which is not constituted by knowledge. For example in pattern consume the food and beverage oftentimes disregard the existing content in food and beverage of is inclusive of preservative content, which brief during and or old relative will affect to health. Research in region of subdistrict sumbersari of 5 - 8 August 2007 with the amount of population and sampel 105 responden  by simple  random sampling. type of Research korelasional with the approach crosssectional. Test the statistic use the spearman rank test by derajad α= 0,05 which its meaning if P value < 0,05 meaning hypotesa accepted  there is relation between knowledge about preservative food and beverage with the pattern consume the food and beverage or on the contrary. Result of research show the p value 0.06 meaning there no relation , matter enabled by the existence of some factor which signifikan influence needed by a research continue about factor - the factor. Needed a  job of equal good amongconsumer, producer and governmental in striving competent food and beverage consumed by society.   Keywords : pengetahuan, bahan pengawet, pola monsumsi makanan dan minuman
DOMINANT FACTOR OF RISING URIC ACID LEVELS IN ARTHTRITIS AT WORKING AREA OF PUBLIC HEALTH IN JEMBER Handayani, Luh Titi
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8.582 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.61

Abstract

 Abstract: Joint pain or commonly called arthritis is disease which it often found. Arthritis is a group of heterogeneous disease as that caused by deposition of monosodium urate crystals (MSU) in tissue or because of uric acid super saturation in the extracellular fluid as the most important thing of arthritis inflammation. Arthritis is an inflammation disorder which unknown cause that commonly affects synovial joints. The purpose of this research was to analyze dominant factor associated with dietary habit variables, blood urea nitrogen (BUN), and body mass index (BMI) on uric acid level in arthritis at working area of public health in Jember regency.  The method of this research was correlational with cross sectional design. The technique to take the sample was purposive sample with 31 samples. Questionnaire and observation checklist used to collect the data. The research result based on the logistic regression test with 95% (ɑ ≤ 0.05) was achieved the value of p= 0.038, it means that totally dietary habit variable, BMI, and BUN levels influenced uric acid levels by seeing the value of R square that all three predictor variables influenced uric acid levels approximately 32. The accuracy of prediction variable at three independent variables on the value of uric acid levels was 67.7%. Through bivariate test showed that predictor variables which significantly has correlation on uric acid levels was BMI with significant value 0.026.Conclusion: overall it was achieved that the variable of dietary habit, BMI, and BUN levels influenced uric acid levels and the most correlated on uric acid levels was BMI. Suggestion: implementing low purine diet, enough exercises and periodically checks the function of kidney excretion, especially in a risk group. Keywords: Dominant Factor, Uric Acid, Arthritis 
Analisis Jalur Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dengan Kepuasan Terhadap Kinerja Perawat Dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Di Rs Di Jember Handayani, Luh Titi
The Indonesian Journal of Health Science Vol 9, No 1 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.266 KB) | DOI: 10.32528/the.v9i1.1261

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus diselenggarakan di semua tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai risiko bahaya kesehatan. Tujuan Penelitian mengetahui hubungan kesehatan dan keselamatan kerja dengan kepuasan kerja terhadap kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan di Ruang Rawat infeksi di RSD di Kabupaten Jember. Populasi penelitian ini adalah perawat yang bertugas di ruang rawat inap RS di Jember dengan sampel sebanyak 30 orang perawat yang tersebar di tiga ruang yaitu VCT, interna dan bedah. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner dengan skala likert. Data di olah dengan metode analisis jalur. Hasil penelitian secara keseluruhan mempunyai hubungan linier terhadap kinerja sebesar 55,3% yang artinya 44,7% kemungkinan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini terhadap kinerja petugas dalam memberikan asuhan keperawatan. Secara individu variabel yang paling besar memberikan hubungan linier adalah kepuasan sebesar 18,7% sedangkan yang paling rendah adalah variabel persepsi yang memberikan pengaruh langsung terhadap kinerja sebesar 9,61 %. Bagi Pihak rumah sakit dapat mempertahankan kebijakan yang ada dengan melihat hasil yang sudah didapatkan saat ini dan dapat lebih ditingkatkan dengan mempertimbangkan variabel lain yang belum dibahas dalam penelitian ini.Kata Kunci : Analisis Jalur, K3, Kinerja Perawat
PENGARUH KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP NYERI PADA PENDERITA FLEBITIS DI RS DKT JEMBER Setiyowati, Dwi Rahayu; Handayani, Luh Titi; Putri, Fitriana
The Indonesian Journal of Health Science Vol 8, No 2 (2017): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.678 KB) | DOI: 10.32528/the.v8i2.866

Abstract

Pain is a complex sensation that can only be felt by those affected, a person's response to pain is different from one person to another. Phlebitis is an inflammation that occurs in veins that can cause redness, swelling and pain. One way to reduce pain is by applying warm compresses. The type of warm water compress that give the warm water compress it dry. In a dry warm water compresses can withstand temperatures longer than warm water compress wet, but  it  has  little  risk  of  making  sunburn.  The  purpose  of  this  study  is  to determine  the  effect  of  warm  water  compresses  to  pain  in  patients  with phlebitis  in RS DKT  Jember.  This  study is  a  pre-experimental design,  the design of one group pre-test post-test design. Samples in this study were 30 respondents using sampling techniques qouta. Collecting data using a scale VAS (Visual Analog Scale) and the questionnaire ID Pain. The results obtained showed that the measurement of pain in patients with phlebitis before being given a warm water compress Pain ID values obtained with the average value of 1.0333 and VAS pain scale (Visual Analog Scale) after being given a warm water compress on RS DKT Jember obtained average value 0.590 average. Statistical test results obtained by using the Wilcoxon test results obtained p value=0, 000, p<0.05, meaning there is an influence does warm water compresses to pain in patients with phlebitis in RS DKT Jember. This study was recommended to nursing personnel to use warm compresses as an alternative for reducing pain than using pharmacological therapy.Keywords: Dry Warm Water Compresses, Pain, Phlebitis.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Tanggul Rochma, Laela Nur; Rohmah, Nikmatur; Handayani, Luh Titi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.50

Abstract

Kepuasan merupakan salah satu indikator yang dapat membuktikan keberhasilan suatu pelayanan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Puskesmas dengan mutu pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan kepada pengguna layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Tanggul. Desain penelitian korelasional. Populasinya adalah pasien dewasa >19 tahun dalam 1 bulan terakhir tahun 2022 di Unit Rawat Jalan Puskesmas Tanggul sebanyak 612 pasien. Penentuan sampel dengan rumus Slovin dan ditentukan sejumlah 242 dan re-sponden yang mengisi kuisioner dengan benar didapatkan sebanyak 149. Sampling menggunakan purposive sampling. Variabel independen adalah jenis kelamin, pendidikan dan jarak. Variabel dependen adalah kepuasan. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner skala likert dengan metode Servqual (Service Quality) yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Analisis menggunakan spearmen rho dengan ketentuan α<0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan (p=<0,000; r=-0,367) arah hubungan negatif dengan kekuatan hubungan lemah, jenis kelamin (p=<0,005; r=0,229) arah hubungan positif dengan kekuatan hubungan lemah, jarak (p=<0,041; r=0,168) arah hubungan positif dengan kekuatan hubungan sangat lemah dengan kepuasan. Pelayanan kesehatan berdampak terhadap kepuasan pasien rawat jalan. Oleh karena itu perlu kebijakan untuk meningkatkan pelayanan di layanan kesehatan.
Pengaruh Dukungan Spiritual (Spiritual Support) terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Pra Operasi di Ruang Bedah R.S.D Balung Prawiro, Mochammad Iqbal Yudo; Handayani, Luh Titi; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.73

Abstract

Pra operasi merupakan masa sebelum dilakukannya tindakan pembedahan yang dimulai sejak di tentukannya persiapan pembedahan dan berakhir sampai pasien berada dimeja bedah. Pengaruh tindakan pembedahan yang dilakukan merupakan ancaman potensial maupun aktual terhadap intergritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stres secara fisiologis maupun psikologis, salah satu upaya dalam menangani kecemasan menjalani operasi yakni dengan pemberian dukungan spiritual.Tujuan: Penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat kecemasan pasien pra operasi sebelum dan sesudah diberikannya dukungan spiritual (Spiritual Support) di ruang bedah RSD Balung. Desain Penelitian: Desain penelitian menggunakan pra eksperiment dengan pendekatan pra test-post test one group design. Populasi pasien pra operasi sebanyak 138 pasien. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden. Sampling menggunakan non probabilty sampling dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data dukungan spiritual menggunakan lembar SOP sedangkan tingkat kecemasan menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat signifikan (a=5% atau 0,05) apabila p value <0,05. Hasil: Hasil sebelum diberikannya dukungan spiritual mayoritas dalam kategori panik sebanyak 17 orang dengan prasentase 56,7%,dan sesudah diberikannya dukungan spiritual tingkat kecemasan pasien mengalami penurunan mayoritas kategori cemas sedang sebanyak 26 orang dengan prasentase 86,7%. Kesimpulan: Ada pengaruh dukungan spiritual terhadap tingkat kecemasan pada pasien pra operasi di ruang bedah Rumah Sakit Daerah Balung.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care Management pada Lansia Hipertensi Nurfitasari, Savira; Handayani, Luh Titi; Asih, Susi Wahyuning
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v5i2.7915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self care management pada lansia hipertensi. Metode penelitian penelitian ini adalah metode kuantitatif menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian melalui uji statistik Spearman Rank (Rho) diperoleh p-value 0,040<(a=0,05) yang artinya terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan self care management pada lansia hipertensi. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan selfcare management pada lansia hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Keluarga, Lansia, Self care Management
Program Latihan "CERDIK" Dalam Mendeteksi Penyakit Tidak Menular (PTM) Handayani, Luh Titi; Kurniawan, Hendra; Jumanto, Jumanto; Hidayat, Hidayat; Fatahillah, Dimas; Ascarya, Farrel
Jurnal Pengabdian Teknologi Informasi dan Kesehatan (DIANKES) Vol. 1 No. 2 (2023): June
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diankes.v1i2.15

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the four main non-communicable diseases (NCDs) are diabetes, malignancy, chronic respiratory disease, and cardiovascular disease. Service activities are carried out at the community level to play an active role in managing stability and health in the family. The method of community service activities is by taking an approach in these promotive activities through 1) analysis of knowledge, attitudes, and behavior of a Healthy and Clean Lifestyle (PHBS), 2) identification of health problems, 3) health checks, 4) making counseling media, 5) conducting counseling health, 6) FGD to form CERDIK caring community groups. The description of the results of the activity shows that several factors trigger NCDs, including most of them the elderly, a family history of hypertension, abdominal circumference in women is more than 80 cm and in men 90 cm, BMI is mostly overweight and obese, systolic pressure is more than of 140 mmHg, visceral fat of more than 10, the random blood sugar of more than 180 mg/dl, uric acid of more than 6 in women and more than 7 in men and other good health management practices such as regular health checks and uses MSG which is often in every day. Community Service activities carried out are very useful in screening non-communicable diseases which are often overlooked and trigger NCDs. This activity provides awareness exposure to the public to understand their health conditions and carry out prevention (health promotion) and rehabilitation starting with yourself and your family.
Health Belief Model-Based Education for Stroke Patient Families: A Research and Development Study Handayani, Luh Titi
International Journal of Multi Discipline Science (IJ-MDS) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 Number 1 February 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ij-mds.v8i1.7057

Abstract

This study aims to develop educational media based on the Health Belief Model (HBM), to analyse the effectiveness of this educational media in terms of the HBM, and to enhance family capacity. Using a modified Borg & Gall model, this study employed a Research and Development (R&D) methodology. The process included a needs analysis, product design, expert validation, limited testing, and subsequent adjustments. The efficacy of an educational pamphlet based on HBM in enhancing the knowledge and caregiving abilities of carers was evaluated. Purposive sampling was used to choose thirty stroke carers from Jember, Indonesia, with a minimum caregiving duration of at least one month. Pre- and post-tests, as well as HBM-based perception questionnaires, were used to gather data. Descriptive statistics, the Wilcoxon signed-rank test, and thematic analysis were used for analysis. The leaflet's quality was confirmed by the high Content Validity Index (CVI = 0.88) obtained through validation by three experts. Following the intervention, the percentage of carers with low knowledge decreased from 40% to 7%, while the percentage of carers with good knowledge grew considerably from 13% to 67% (p < 0.05). Furthermore, 76.7% of participants provided positive feedback, emphasising the leaflet's utility, clarity, and simplicity. Improvements in carers' motivation, self-assurance, and comprehension of stroke care were revealed by thematic analysis. Stroke carers' knowledge and self-efficacy were both improved by the HBM-based educational pamphlet. Knowledge retention and behavioural modification were facilitated by the well-organised, understandable content and visually appealing design. These results highlight the value of empowering families to provide long-term stroke care at home by utilising theory-based, easily navigable instructional resources.
Aplikasi BE-ALERT: Inovasi Deteksi Dini Gejala Stroke untuk Masyarakat Nursalam, Nursalam; Krisnana, Ilya; Aden, Christine; Handayani, Luh Titi; Mariyam, Mariyam; Pawestri, Pawestri; Riu, Silvia Dewi Mayasari; Rusmini, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 7 (2025): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i7.3122

Abstract

Stroke salah satu penyebab kematian dan kecacatan terbesar pada orang dewasa dan salah satu penyakit akut berat yang paling sering dibawa ke unit gawat darurat. Penanganan segera pada penderita stroke diperlukan untuk mengurangi risiko kerusakan permanen pada otak dan meningkatkan peluang pemulihan pasien. Deteksi dini stroke dapat mengurangi keterlambatan penanganan. Efektivitas deteksi dini tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada kemampuan keluarga sebagai pemberi perawatan primer di rumah. Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang deteksi dini stroke melalui pemberian pendidikan kesehatan dan pelatihan penggunaan aplikasi BE-ALERT untuk mendeteksi stroke. Sasaran pengabdian masyarakat adalah keluarga yang memiliki pasien stroke di RSD KRMT Wongsonegoro Semarang. Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada rabu 16 Juli 2025 di RSD KRMT Wongsonegoro Semarang. Kegiatan diawali dengan perijinan, pengembangan aplikasi, dan pelaksanaan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan diakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab. Media yang digunakan adalah link aplikasi. Pendidikan kesehatan diikuti oleh 30 keluarga yang memiliki pasien stroke. Materi yang disampaikan antara lain tentang stroke dan gejala stroke, dan cara penggunaan aplikasi BE-ALERT. Sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dievaluasi menggunakan kuesioner. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa keluarga pasien 83,3% dewasa dan 56,7% laki-laki. Pengetahuan keluarga tentang gejala stroke pasien sebelum pendidikan kesehatan mayoritas kurang (70%) dan setelah pendidikan kesehatan 100% baik. Kemampuan keluarga pasien dalam penggunaan aplikasi BE-ALERT sebelum pendidikan kesehatan sebagian besar kurang (66,7%) dan setelah pendidikan kesehatan 100% baik.