Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Stress Kerja di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada Perawat di RS TRIA DIPA Jakarta Tahun 2021) Martin Ariawan; Tri Suratmi; Dedy Nugroho
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i1.2925

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui faktor yang memicu kecemasan perawat dalam melaksanakan tugasnya , bagaimana dampak stress kerja terhadap kinerja perawat di RS Tria Dipa di masa pandemic Covid-19 dan upaya yang dilakukan oleh perawat dan managemen dalan mengatasi stres kerja. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (operation research) dengan melakukan obsrevasi dan wawancara In-depth Interview pada informan penelitian yang dipilih menurut tanggung jawab yang bersangkutan dengan penelitian. Data diambil dengan metode wawancara mendalam dan mengumpulkan data dari dokumen terkait pada instalasi rawat inap RS Tria Dipa Jakarta. Hasil penelitian berdasarkan wawancara secara mendalam terhadap informan, dengan pendekatan tiga faktor yang mempengaruhi stres kerja, (1) Faktor Individu seperti kecemasan, persoalan keluarga dan masalah ekonomi, yang memiliki peran yang cukup besar terhadap resiko stres dalam bekerja adalah kecemasan. Kecemasan perawat di picu oleh pengetahuan yang kurang, dukungan keluarga ketika bertugas dan ketersedian APD yang baik dimasa pandemi. (2) Faktor Organisasi yang berpengaruh terhadap stres adalah beban kerja perawat unit rawat inap RS Tria Dipa cukup tinggi dan konflik dengan rekan kerja. Sedangkan kememimpinan di RS Tria Dipa sudah berjalan efektif. (3) Faktor Lingkungan juga berkontribusi terhadap tingkat stres perawat, memiliki pencahayaan yang baik, tidak  bising,  kondisi pending ruangan dan sirkulasi udara yang baik mmepengaruhi kenyamanan perawat dalam bekerja.Kata kunci : Stres Kerja, Faktor Organisasai, Faktor Lingkungan, Faktor Individu
Analisa Diterminan yang Berhubungan Dengan Kepuasan Kerja Perawat Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Tria Dipa Jakarta Tahun 2021 Marko Ariawan; Tri Suratmi; Dedy Nugroho
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i1.2927

Abstract

Kepuasan kerja merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena dengan tercapainya kepuasan kerja personel organisasi tersebut diharapkan akan dapat memberikan sumbangan yang optimal bagi tercapainya tujuan organisasi yang bersangkutan. Perawat merupakan SDM penting di RS, bahkan menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kepada pasien, terutama di unit rawat inap yang membutuhkan sentuhan emosional. Data di RS Tria Dipa 4 tahun terakhir (Tahun 2017-2021) menunjukkan perununan jumlah yang signifikan. Penurunan jumlah dimungkinkan adanya ketidakpuasan perawat tentang berbagai variable terkait dengan standar pengupahan/kompensasi, lingkungan kerja, supervise atasan, dan pengembangan karier yang diperoleh dari manajemen RS. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan perawat di unit rawat inap RS Tria Dipa Jakarta Tahun 2021RS Tria Dipa Jakarta.  Metode : Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan rancangan cross sectional, alat pengumpulan data berupa kuesioner, metode analisa data yang digunakan adalah multiple linear regression dengan bantuan software SPSS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga Keperawatan di ruang rawat inap Rumah sakit Tria Dipa Jakarta dengan total populasi 78 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling atau memenuhi kriteria inklusi. Hasil : Hasil analisis multiple linear regression menujukan bahwa nilai koefisien RSquare sebesar 0,875, artinya bahwa variabel Kepuasan dapat dijelaskan oleh variabel Kompensasi, Lingkungan Kerja, Pengembangan Karir dan Supervisi Atasan sebesar 87,5%, sedangkan sisanya  merupakan konstribusi variabel independen lain. Berdasarkan analisa parsial Kompensasi berhubungan secara signifikan dan positif terhadap Kepuasan (P-value 0,034). Lingkungan Kerja berhubungan secara signifikan dan positif terhadap Kepuasan (P-value 0,001). Pengembangan Karir berhubungan secara signifikan dan positif terhadap Kepuasan (P-value 0,048). Supervisi Atasan berhubungan secara signifikan dan positif terhadap Kepuasan (P-value 0,005). Hal ini menujukan bahwa semakin baik Kompensasi, semakin nyaman Lingkungan Kerja, semakin jelas arah Pengembangan Karir dan semakin baik Supervisi atasan berdampak signifikan terhadap meningkatnya kepuasan perawat. Kesimpulan : Semua hipotesa dalam penelitian ini di dukung. Kompensasi, Lingkungan Kerja, Pengembangan Karir dan Supervisi atasan berhubungan secara signifikan dan postif terhadap kepuasan perawat Kata Kunci : Kompensasi, Lingkungan Kerja, Pengembangan Karir, Supervisi atasan, Kepuasan
Rekomendasi Bauran Pemasaran Dilihat Dari Profil Pasien Untuk Menaikan Kunjungan Pasien Rumah Sakit Alian Setiawan; Aliefety Putu Garnida; Dedy Nugroho
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.7303

Abstract

Persaingan dunia perumah sakitan semakin pesat menimbulkan terjadinya persaingan produk layanan kesehatan. RS Al Irsyad Surabaya pada laporan kinerja rumah sakit tahun 2023 menunjukkan adanya penurunan kunjungan pasien dibandingkan tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi bauran pemasaran pada dimensi 4C (Customer Solution, Cost to Customer, Convenience, Communication). Turjuran dari pernerlitian ini adalah untuk merngiderntifikasi perlurang pasar sercara karakterristik profil masyarakat merlipurti faktor dermografi, merlakurkan pernilaian dimernsi analisis lingkurngan erksterrnal dan lingkurngan Interrnal serta mernyursurn rerkomerndasi baurran permasaran pada dimernsi 4C markerting mix (curstomerr solurtion, cost to curstomerr, convernierncer, commurnication) urnturk merningkatkan kurnjurngan pasiern di Rurmah Sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan metode evaluasi kualitatif untuk mengidentifikasi berbagai aspek dari strategi pemasaran Rumah Sakit. Populasi adalah seluruh pasien rawat inap dan rawat jalan dalam satu bulan. Teknik sampling menggunakan purposive sampling yang dihitung dengan rumus Slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebesar 99 pasien. Data primerr diperrolerh merlaluri wawancara terrstrurkturr (in derpht interrvierw) dan FGD (Focurs Grurp Dsiscurtion) urnturk merndapatkan data pada faktor interrnal dan erksterrnal. Data primerr didapatkan jurga dari pengisian kurersionerr oleh sample penelitian urnturk merngertahuri baurran permasaran di Rurmah Saikt. Data serkurnderr diperrolerh merlaluri obserrvasi lapangan yaitur derngan merngamati aktifitas dan siturasi yang terrjadi dalam kerserharian rurmah sakit serrta dokurmern terrburka yang didapatkan dari pihak manajermern urnit permasaran Rurmah Sakit. Terakhir dilakukan triangurlasi ataur pernggaburngan data yang terrkurmpurl. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil pasien penduduk kota Surabaya di dominasi penduduk usia produktif. Berbeda dangan pasien yang berkunjung ke Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya didominasi usia lansia. Jenis kelamin yang berkunjung didominasi oleh Perempuan. Tingkat pendidikan mulai dari Sekolah Menengah Atas dengan tingkat ekonomi cukup yang didominasi pekerja sektor swasta. Potensial pasar berdasarkan sebaran penduduk Surabaya berada pada area lebih dari >3km. Berdasarkan hasil perhitungan SWOT didapatkan pada kuadaran SO (Strenght - Opportunity) dimana Strenght 3,27 dan Weaknes -3,01 sedangkan Opportunity 2,24 dan Threat -2,20. Analisa Marketing Mix 4C menunjukan nilai cukup baik. Adapun nilai yang memiliki bobot dibawah 5 adalah variabel Customer Statisfaction yaitu lokasi parkir, petunjuk arah yang jelas, kebersihan, prodak unggulan. Variabel Cost to Customer yakni harga yang sesuai dan Communication yakni ketersediaan informasi layanan.
The Relationship Between Patient Safety Culture and Patient Safety Goals in the Internal Medicine Inpatient Ward at Wira Bhakti Army Hospital, Mataram Sahat Ericson Tampubolon; Atik Kridawati; Dedy Nugroho; Ignatius Erik Sapta Yanuar
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 2 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i2.7235

Abstract

Patient safety has been a universal reference in modern hospital practices. In Indonesia, efforts to prevent Patient Safety Incidents—such as Near Misses, Incidents, Adverse Events, and Unsafe Conditions—have been a priority in hospital safety systems. In Nusa Tenggara Barat (NTB), the incidence rate of Patient Safety Incidents is 4.8%. Army Hospital Wira Bhakti Mataram, a military hospital in NTB, plays a significant role in providing healthcare services. The hospital conducts patient safety surveys every six months to monitor and improve safety standards. This study aims to analyze the relationship between patient safety culture and patient safety incidents in the Internal Medicine Unit of Army Hospital Wira Bhakti Mataram. A quantitative analysis method with a cross-sectional approach was used. The study involved a total sample of 82 nurses, collected through in-depth interviews. The results indicate a significant relationship between patient safety culture and patient safety incidents, with a p-value of 0.003. These findings highlight the importance of fostering a strong patient safety culture to reduce incidents and improve overall healthcare quality.
Analisa Indikator Mutu IGD Terhadap Kepuasan Pasien di IGD Rumah Sakit Bhayangkara Mataram Oktaviana Rinduan; Atik Kridawati; Dedy Nugroho
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6645

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang optimal merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. RS Bhayangkara Mataram terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan IGD, namun masih ditemukan tantangan terkait waktu respon triase, waktu tunggu pelayanan, dan waktu transfer pasien IGD ke ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketiga indikator mutu tersebut terhadap kepuasan pasien di IGD RS Bhayangkara Mataram. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang mendapatkan pelayanan di IGD sampai dipindahkan ke ruang rawat inap. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi untuk mengukur indikator mutu, serta kuesioner untuk mengukur kepuasan pasien berdasarkan model SERVQUAL (tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy). Analisis data dilakukan dengan uji bivariat menggunakan korelasi Spearman rho dan uji multivariat menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Analisis uji spearman rho menunjukkan bahwa waktu respon triase memiliki korelasi negatif sedang (r sama dengan -0,404 dan p sama dengan 0,000), waktu tunggu pelayanan memiliki korelasi negatif lemah (r sama dengan -0,232 dan p sama dengan 0,020), dan waktu transfer pasien memiliki korelasi negatif kuat (r sama dengan -0,538 dan p sama dengan 0,000). Analisis multivariat menunjukkan bahwa ketiga indikator secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (F sama dengan 26,082 dan p sama dengan 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara indikator mutu IGD (waktu respon triase, waktu tunggu pelayanan dan waktu transfer pasien IGD ke ruang rawat inap) dengan kepuasan pasien di IGD RS Bhayangkara Mataram. Kata Kunci : Indikator Mutu, IGD, Kepuasan Pasien, SERVQUAL, Waktu Respon Triase, Waktu Tunggu, Waktu Transfer
Evaluasi Pelayanan Geriatri Berdasarkan Standar Akreditasi Kemenkes RI (STARKES) di Rumah Sakit Yarsi Tahun 2025 Linda Fratiwi; Dedy Nugroho; Yuli Prapanca Satar
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7076

Abstract

The increasing elderly population in Indonesia demands high-quality geriatric care in accordance with the accreditation standards set by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. RS YARSI, as one of the hospitals providing geriatric services, needs to evaluate the implementation of accreditation standards to ensure optimal service quality. This study aims to evaluate the implementation of geriatric services at RS YARSI based on the Ministry of Health Accreditation Standards (STARKES), identify barriers, and provide recommendations for improving the quality of geriatric care. The research employs a qualitative approach using in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), observations, and document reviews, with analysis based on the Input-Process-Output evaluation model to assess compliance with accreditation standards. Gap analysis results indicate that RS YARSI has met the standards in terms of regulations, geriatric teams, education, and funding. However, deficiencies remain in regulatory updates, workforce readiness, independent care facilities, elderly education methods, and the digitization of reporting and evaluation. With a compliance level of 60-70%, RS YARSI is categorized under the COMPLETE service level but has not yet reached the ADVANCED EXCELLENT level. To achieve the highest standard of geriatric care, RS YARSI needs to update internal regulations, enhance the number of certified geriatric healthcare professionals, strengthen independent care facilities, digitize reporting and evaluation systems, and optimize interprofessional coordination. Implementing these strategies will support full accreditation achievement and comprehensively improve the quality of geriatric services.
Analisis Pengaruh Wom Dan Pelayanan Tangible Terhadap Loyalitas Pasien Dimediasi Oleh Kepuasan Pasien Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu Tahun 2025 Febriadi Rosmanato; Dedy Nugroho; Dicky Yulius Pangkey
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.8641

Abstract

Sektor jasa pelayanan kesehatan menghadapi persaingan ketat yang menuntut strategi fungsional melalui pencapaian loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi Kepuasan Pasien dalam hubungan antara Word of Mouth (WOM) dan Pelayanan Tangible terhadap Loyalitas Pasien di Unit Rawat Jalan RS Bhayangkara Bengkulu. Menggunakan pendekatan kuantitatif kausal-eksplanatori dengan sampel 120 responden (rumus Slovin), data dianalisis menggunakan SEM-PLS melalui SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan seluruh hipotesis diterima. WOM berpengaruh positif signifikan terhadap Kepuasan Pasien (β=0,454; p=0,000) dan muncul sebagai prediktor yang lebih dominan dibandingkan aspek fisik. Pelayanan Tangible juga berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan (β=0,219; p=0,005). Selanjutnya, Kepuasan Pasien merupakan prediktor terkuat terhadap Loyalitas (β=0,462; p=0,000). Temuan utama mengonfirmasi status Mediasi Penuh (Full Mediation), di mana kepuasan menjadi syarat mutlak transformasi stimulus menjadi loyalitas. Manajemen disarankan memprioritaskan optimalisasi fasilitas fisik pada area tunggu dan parkir serta digitalisasi pendaftaran. Kata Kunci: Word of Mouth, Pelayanan Tangible, Kepuasan Pasien, Loyalitas Pasien, SEM-PLS.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Emergency Department Length Of Stay Di Rumah Sakit Umum Adhyaksa Agustiane Mawarni Aly; Dedy Nugroho; Laila Ulfa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i3.9159

Abstract

Abstrak Waktu tunggu pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan indikator penting dalam menilai kinerja layanan kegawatdaruratan. Lamanya waktu tunggu, atau Emergency Department Length of Stay (EDLOS), dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti volume pasien, ketersediaan tempat tidur, dan efektivitas alur pelayanan di IGD. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa di RSU Adhyaksa, waktu tunggu pasien melebihi standar pelayanan minimal yang ditetapkan, dengan rata-rata waktu tunggu melebihi 8 jam.  Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional.Dari 152 pasien, ditemukan bahwa standar pelayanan minimal tidak tercapai sepenuhnya, dengan pelayanan kegawatdaruratan bersertifikat pada 85,4% dan lama tinggal pasien di IGD kurang dari 8 jam pada 90,2%. Analisis bivariat mengidentifikasi jumlah pemeriksaan penunjang (p=0,001) dan jumlah konsultasi dokter spesialis (p=0,000) sebagai faktor signifikan yang mempengaruhi durasi tinggal pasien. Regresi logistic menunjukkan bahwa Jumlah Pemeriksaan (OR = 3.924, p = 0.010) dan Jumlah Konsultasi (OR = 5.717, p = 0.001) secara signifikan meningkatkan peluang pasien untuk tinggal lebih dari 8 jam di IGD. Sarannya dengan   menetapkan kriteria konsultasi emergensi dan non-emergensi.  Pada kasus emergensi dilakukan konsultasi cito, yang memerlukan penanganan segera, harus dilakukan di IGD oleh dokter spesialis yang mendapatkan jadwal standby, sementara konsultasi non-emergensi dapat dilakukan konsultasi di ruang rawat inap.Kata kunci : Length of Stay, Instalasi Gawat Darurat