Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Stress Kerja di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada Perawat di RS TRIA DIPA Jakarta Tahun 2021) Martin Ariawan; Tri Suratmi; Dedy Nugroho
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i1.2925

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui faktor yang memicu kecemasan perawat dalam melaksanakan tugasnya , bagaimana dampak stress kerja terhadap kinerja perawat di RS Tria Dipa di masa pandemic Covid-19 dan upaya yang dilakukan oleh perawat dan managemen dalan mengatasi stres kerja. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (operation research) dengan melakukan obsrevasi dan wawancara In-depth Interview pada informan penelitian yang dipilih menurut tanggung jawab yang bersangkutan dengan penelitian. Data diambil dengan metode wawancara mendalam dan mengumpulkan data dari dokumen terkait pada instalasi rawat inap RS Tria Dipa Jakarta. Hasil penelitian berdasarkan wawancara secara mendalam terhadap informan, dengan pendekatan tiga faktor yang mempengaruhi stres kerja, (1) Faktor Individu seperti kecemasan, persoalan keluarga dan masalah ekonomi, yang memiliki peran yang cukup besar terhadap resiko stres dalam bekerja adalah kecemasan. Kecemasan perawat di picu oleh pengetahuan yang kurang, dukungan keluarga ketika bertugas dan ketersedian APD yang baik dimasa pandemi. (2) Faktor Organisasi yang berpengaruh terhadap stres adalah beban kerja perawat unit rawat inap RS Tria Dipa cukup tinggi dan konflik dengan rekan kerja. Sedangkan kememimpinan di RS Tria Dipa sudah berjalan efektif. (3) Faktor Lingkungan juga berkontribusi terhadap tingkat stres perawat, memiliki pencahayaan yang baik, tidak  bising,  kondisi pending ruangan dan sirkulasi udara yang baik mmepengaruhi kenyamanan perawat dalam bekerja.Kata kunci : Stres Kerja, Faktor Organisasai, Faktor Lingkungan, Faktor Individu
Analisa Diterminan yang Berhubungan Dengan Kepuasan Kerja Perawat Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Tria Dipa Jakarta Tahun 2021 Marko Ariawan; Tri Suratmi; Dedy Nugroho
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v7i1.2927

Abstract

Kepuasan kerja merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena dengan tercapainya kepuasan kerja personel organisasi tersebut diharapkan akan dapat memberikan sumbangan yang optimal bagi tercapainya tujuan organisasi yang bersangkutan. Perawat merupakan SDM penting di RS, bahkan menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kepada pasien, terutama di unit rawat inap yang membutuhkan sentuhan emosional. Data di RS Tria Dipa 4 tahun terakhir (Tahun 2017-2021) menunjukkan perununan jumlah yang signifikan. Penurunan jumlah dimungkinkan adanya ketidakpuasan perawat tentang berbagai variable terkait dengan standar pengupahan/kompensasi, lingkungan kerja, supervise atasan, dan pengembangan karier yang diperoleh dari manajemen RS. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan perawat di unit rawat inap RS Tria Dipa Jakarta Tahun 2021RS Tria Dipa Jakarta.  Metode : Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan rancangan cross sectional, alat pengumpulan data berupa kuesioner, metode analisa data yang digunakan adalah multiple linear regression dengan bantuan software SPSS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga Keperawatan di ruang rawat inap Rumah sakit Tria Dipa Jakarta dengan total populasi 78 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling atau memenuhi kriteria inklusi. Hasil : Hasil analisis multiple linear regression menujukan bahwa nilai koefisien RSquare sebesar 0,875, artinya bahwa variabel Kepuasan dapat dijelaskan oleh variabel Kompensasi, Lingkungan Kerja, Pengembangan Karir dan Supervisi Atasan sebesar 87,5%, sedangkan sisanya  merupakan konstribusi variabel independen lain. Berdasarkan analisa parsial Kompensasi berhubungan secara signifikan dan positif terhadap Kepuasan (P-value 0,034). Lingkungan Kerja berhubungan secara signifikan dan positif terhadap Kepuasan (P-value 0,001). Pengembangan Karir berhubungan secara signifikan dan positif terhadap Kepuasan (P-value 0,048). Supervisi Atasan berhubungan secara signifikan dan positif terhadap Kepuasan (P-value 0,005). Hal ini menujukan bahwa semakin baik Kompensasi, semakin nyaman Lingkungan Kerja, semakin jelas arah Pengembangan Karir dan semakin baik Supervisi atasan berdampak signifikan terhadap meningkatnya kepuasan perawat. Kesimpulan : Semua hipotesa dalam penelitian ini di dukung. Kompensasi, Lingkungan Kerja, Pengembangan Karir dan Supervisi atasan berhubungan secara signifikan dan postif terhadap kepuasan perawat Kata Kunci : Kompensasi, Lingkungan Kerja, Pengembangan Karir, Supervisi atasan, Kepuasan
Rekomendasi Bauran Pemasaran Dilihat Dari Profil Pasien Untuk Menaikan Kunjungan Pasien Rumah Sakit Alian Setiawan; Aliefety Putu Garnida; Dedy Nugroho
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.7303

Abstract

Persaingan dunia perumah sakitan semakin pesat menimbulkan terjadinya persaingan produk layanan kesehatan. RS Al Irsyad Surabaya pada laporan kinerja rumah sakit tahun 2023 menunjukkan adanya penurunan kunjungan pasien dibandingkan tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan rekomendasi bauran pemasaran pada dimensi 4C (Customer Solution, Cost to Customer, Convenience, Communication). Turjuran dari pernerlitian ini adalah untuk merngiderntifikasi perlurang pasar sercara karakterristik profil masyarakat merlipurti faktor dermografi, merlakurkan pernilaian dimernsi analisis lingkurngan erksterrnal dan lingkurngan Interrnal serta mernyursurn rerkomerndasi baurran permasaran pada dimernsi 4C markerting mix (curstomerr solurtion, cost to curstomerr, convernierncer, commurnication) urnturk merningkatkan kurnjurngan pasiern di Rurmah Sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan metode evaluasi kualitatif untuk mengidentifikasi berbagai aspek dari strategi pemasaran Rumah Sakit. Populasi adalah seluruh pasien rawat inap dan rawat jalan dalam satu bulan. Teknik sampling menggunakan purposive sampling yang dihitung dengan rumus Slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebesar 99 pasien. Data primerr diperrolerh merlaluri wawancara terrstrurkturr (in derpht interrvierw) dan FGD (Focurs Grurp Dsiscurtion) urnturk merndapatkan data pada faktor interrnal dan erksterrnal. Data primerr didapatkan jurga dari pengisian kurersionerr oleh sample penelitian urnturk merngertahuri baurran permasaran di Rurmah Saikt. Data serkurnderr diperrolerh merlaluri obserrvasi lapangan yaitur derngan merngamati aktifitas dan siturasi yang terrjadi dalam kerserharian rurmah sakit serrta dokurmern terrburka yang didapatkan dari pihak manajermern urnit permasaran Rurmah Sakit. Terakhir dilakukan triangurlasi ataur pernggaburngan data yang terrkurmpurl. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil pasien penduduk kota Surabaya di dominasi penduduk usia produktif. Berbeda dangan pasien yang berkunjung ke Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya didominasi usia lansia. Jenis kelamin yang berkunjung didominasi oleh Perempuan. Tingkat pendidikan mulai dari Sekolah Menengah Atas dengan tingkat ekonomi cukup yang didominasi pekerja sektor swasta. Potensial pasar berdasarkan sebaran penduduk Surabaya berada pada area lebih dari >3km. Berdasarkan hasil perhitungan SWOT didapatkan pada kuadaran SO (Strenght - Opportunity) dimana Strenght 3,27 dan Weaknes -3,01 sedangkan Opportunity 2,24 dan Threat -2,20. Analisa Marketing Mix 4C menunjukan nilai cukup baik. Adapun nilai yang memiliki bobot dibawah 5 adalah variabel Customer Statisfaction yaitu lokasi parkir, petunjuk arah yang jelas, kebersihan, prodak unggulan. Variabel Cost to Customer yakni harga yang sesuai dan Communication yakni ketersediaan informasi layanan.
The Relationship Between Patient Safety Culture and Patient Safety Goals in the Internal Medicine Inpatient Ward at Wira Bhakti Army Hospital, Mataram Sahat Ericson Tampubolon; Atik Kridawati; Dedy Nugroho; Ignatius Erik Sapta Yanuar
Journal of Ageing And Family Vol 4, No 2 (2024): Journal of Ageing And Family
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/joaf.v4i2.7235

Abstract

Patient safety has been a universal reference in modern hospital practices. In Indonesia, efforts to prevent Patient Safety Incidents—such as Near Misses, Incidents, Adverse Events, and Unsafe Conditions—have been a priority in hospital safety systems. In Nusa Tenggara Barat (NTB), the incidence rate of Patient Safety Incidents is 4.8%. Army Hospital Wira Bhakti Mataram, a military hospital in NTB, plays a significant role in providing healthcare services. The hospital conducts patient safety surveys every six months to monitor and improve safety standards. This study aims to analyze the relationship between patient safety culture and patient safety incidents in the Internal Medicine Unit of Army Hospital Wira Bhakti Mataram. A quantitative analysis method with a cross-sectional approach was used. The study involved a total sample of 82 nurses, collected through in-depth interviews. The results indicate a significant relationship between patient safety culture and patient safety incidents, with a p-value of 0.003. These findings highlight the importance of fostering a strong patient safety culture to reduce incidents and improve overall healthcare quality.