Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peran Pendamping Persalinan dengan Lama Persalinan Kala II di Puskesmas Ranomuuut Kota Manado Pritty Natasya Latampung; Endang Puji Ati; Meinita Wulansari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57550

Abstract

Childbirth companion Childbirth companion is a supporting factor in the smoothness of childbirth, because the effect of women's feelings towards different childbirths is related to their perceptions of supportive people, from those closest to them can affect maternal anxiety Definition of Childbirth companion Childbirth companion is a supporting factor in the smoothness of childbirth, because the effect of women's feelings towards different childbirths is related to their perceptions of supportive people, from those closest to them can affect maternal anxiety. This study aims to determine the relationship between the role of companions and the length of the second stage of labor in mothers giving birth at the Ranomuut Community Health Center in Manado City. This type of research uses quantitative research with a descriptive correlational approach. The population is 156 mothers giving birth, the sample in this study uses Purposive Sampling where researchers identify relationships or causes of a phenomenon without intervening. The results of the study show that the role of companions who do not play a role is 11 people or 34.4% and the role of companions who play a role is 21 people or 65.6%. Furthermore, data processing and analysis p value 0.001 where P <α 0.05 so that H0 is rejected and Ha is accepted. This means there is a relationship between the role of birth companions and the duration of second stage labor at Ranomuut Community Health Center, Manado City.
Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang Infeksi Menular Seksual: Studi Pada Masyarakat Kota Manado Lisa Ardiningtyas; Meinita Wulansari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.848

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) disebabkan oleh berbagai macam bakteri, virus, dan parasit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain terutama melalui kontak seksual melalui vagina, anus, atau mulut. Infeksi menular seksual yang berbeda dapat hadir atau ditularkan secara bersamaan, dan adanya infeksi semacam itu meningkatkan risiko tertular jenis IMS lainnya. Infeksi menular seksual sering oligo- atau tanpa gejala. Dari data WHO pada tahun 2025 terdapat 374 juta orang yang ter infeksi gonore, sifilis, klamidia dan trikomoniasis yang menginfeksi wanita berusia 15-49 tahun. Jenis penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah 37 sampel responden Wanita Usia Subur. Uji hubungan antar variabel dalam penelitian ini menggunakan uji chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 20-36 tahun sebanyak 25 orang (67,6%), tingkat pendidikan sebagian besar responden berpendidikan SD/SMP sebanyak 18 responden (48,6%), sosial ekonomi sebagian besar responden berpendapatan < Rp. 4.022.000 yaitu 26 (70,3%), dan 18 responden (48,5%) berpengetahuan kurang. Dari uji chi square diperoleh hasil ada hubungan antara karakteristik Wanita Usia Subur dengan tingakat pengetahuan tentang IMS. Kata kunci: Karakteristik WUS, Tingkat Pengetahuan, Infeksi Menular Seksual
Hubungan Pengetahuan Terhadap Sikap Remaja Putri dalam Mengelola Dismenorea di MTS Assalam Manado Rakija Haris; Sri Atikah Mokodongan; Meinita Wulansari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59323

Abstract

Adolescence is a time of rapid change and development both in terms of physical, psychological, and intellectual. In women, the changes and developments that occur are marked by the onset of menstruation. The purpose of this study was to see the influence of knowledge on the attitude of adolescent girls in managing dysmenorrhea at MTs Assalam Manado. The population in this study were 28 female adolescents in grade XI. This study was conducted in January 2025. The type of research uses a quantitative correlational method with a cross-sectional approach. This research was conducted at MTs Assalam Manado. The sampling technique used Total Sampling. Sample collection using questionnaires, then the data is processed using the Chi-square statistical test with a significance level of p = (a < 0.000). The results of the Chi-square statistical test with a significance level of p = (a < 0.000). This means that there is an influence of knowledge on the attitude of adolescent girls in managing dysmenorrhea at MTs Assalam Manado. The conclusion of this study is that there is an influence of knowledge on the attitude of adolescent girls in managing dysmenorrhea at MTs Assalam Manado. Suggestions The results of this study are basic knowledge for students and for further developments in the field of midwifery
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penularan HIV pada Ibu Rumah Tangga: Literatur Review Nurrahma Layuk; Riska Reviana; Dwi Ghita; Meinita Wulansari
Medical Nurse Journal Vol.2 No.2 (Des 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i2.177

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang mengancam kehidupan manusia dan berdampak luas terhadap sistem pelayanan kesehatan serta kondisi sosial ekonomi. Tidak ada negara yang sepenuhnya terbebas dari epidemi ini, dan angka kesakitan serta kematian akibat HIV/AIDS masih menunjukkan kecenderungan yang signifikan. Ibu rumah tangga merupakan salah satu kelompok yang rentan terinfeksi HIV, terutama akibat faktor-faktor yang berada di luar kendali langsung mereka. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian HIV pada ibu rumah tangga. Metode yang digunakan adalah literatur review, pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan basis data dan jurnal-jurnal ilmiah yang relevan yaitu jurnal internasional dan nasional (Pubmed, ScienceDirect, dan Sinta) dalam kurun waktu 5 tahun. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk memperoleh artikel yang berkualitas dan sesuai dengan topik penelitian. Hasil telaah ditemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi HIV pada ibu rumah tangga antara lain tingkat pengetahuan, praktik perilaku seksual yang tidak aman, stigma sosial di masyarakat, sikap individu, serta keberadaan infeksi menular seksual (IMS). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa upaya pencegahan penularan HIV pada ibu rumah tangga memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup peningkatan edukasi kesehatan, pengurangan stigma, promosi perilaku seksual aman, serta penguatan layanan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan dan program pencegahan HIV pada kelompok rentan.
Efektivitas Penambahan Umbi Talas Terhadap Peningkatan Hemoglobin Pada Ibu Hamil Anemia Yang Mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement Fita Cicilia Laiga; Sri Atikah; Meinita Wulansari; Desiska Pricilia Tumatar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61998

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin seperti persalinan prematur, BBLR, perdarahan postpartum, infeksi, serta kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penambahan umbi talas terhadap peningkatan hemoglobin pada ibu hamil anemia yang mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan control group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 30 ibu hamil anemia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri atas 15 responden kelompok eksperimen dan 15 responden kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan umbi talas 100 gram/hari selama 7 hari disertai Multiple Micronutrient Supplement, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima Multiple Micronutrient Supplement. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Easy Touch sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan mean kadar hemoglobin kelompok eksperimen meningkat dari 10,49 g/dL menjadi 11,22 g/dL (r = 0,001), sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 10,38 g/dL menjadi 10,61 g/dL (r = 0,032). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan kadar hemoglobin yang bermakna antara kedua kelompok (r = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa penambahan umbi talas pada ibu hamil anemia yang mengonsumsi Multiple Micronutrient Supplement lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan pemberian Multiple Micronutrient Supplement saja.
Efektivitas Kompres Hangat Terhadap Penanganan Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di Kelurahan Pandu Lingkungan III Kota Manado Salina Umagapi; Meinita Wulansari; Winarsi Mokoagow; Risna Ayu Rahmadani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63366

Abstract

Nyeri haid atau dismenore merupakan keluhan yang sering dialami remaja putri dan dapat menghambat aktivitas, belajar, istirahat, serta interaksi sosial. Kompres hangat merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologis yang sederhana dan dapat diterapkan untuk membantu mengurangi keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kompres hangat terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri di Kelurahan Pandu Lingkungan III Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Sebanyak 55 remaja putri usia 18–24 tahun dipilih dengan purposive sampling. Intensitas nyeri dinilai menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Kompres hangat diberikan pada abdomen bagian bawah selama 15–20 menit dengan suhu sekitar 40–45°C. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dengan α=0,05. Sebelum intervensi, 43 responden (78,2%) mengalami nyeri sedang dan 12 responden (21,8%) mengalami nyeri berat. Setelah intervensi, 44 responden (80,0%) berada pada kategori nyeri ringan, 10 responden (18,2%) tidak mengalami nyeri, dan 1 responden (1,8%) mengalami nyeri sedang. Uji Wilcoxon menunjukkan Z=-6,549 dan p=0,000 (p<0,05). Dengan demikian, kompres hangat berhubungan dengan penurunan intensitas nyeri haid dan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis yang praktis bagi remaja putri.
Hubungan Media Sosial Terhadap Perilaku Seksual Pada Remaja Di SMK Cokroaminoto Kota Manado Citra Ayu Korompot; Meinita Wulansari; Ria A Rotinsulu; Atik Sunarmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63468

Abstract

Kemudahan akses media sosial yang kian masif pada remaja berpotensi meningkatkan paparan konten yang memengaruhi perilaku seksual mereka. Dari 212 juta pengguna internet di Indonesia, sebanyak 21,5% berada pada kelompok usia 13–24 tahun. Tingginya angka ini memicu kekhawatiran terkait dampaknya terhadap perilaku seksual remaja.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial dan perilaku seksual pada remaja di SMK Cokroaminoto Kota Manado. Metode yang digunakan adalah kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 193 siswa kelas X dan XI, dengan pengambilan sampel sebanyak 66 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penggunaan media sosial dan kuesioner perilaku seksual, lalu dianalisis menggunakan uji spearman rho (alpha = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori penggunaan media sosial rendah, yaitu 35 responden (53,0%), namun sebagian besar memiliki perilaku seksual kategori berisiko, yaitu 39 responden (59,1%). Uji spearman rho menghasilkan nilai p = 0,014 dan koefisien korelasi r = 0,300. Kesimpulannya, terdapat hubungan positif yang signifikan dengan tingkat korelasi lemah antara penggunaan media sosial dan perilaku seksual. Artinya, semakin tinggi penggunaan media sosial, semakin meningkat kecenderungan perilaku seksual berisiko pada remaja.
Pemberdayaan Remaja Peduli Kesehatan Reproduksi Melalui “Youth Care Circle : Remaja Peduli Bersama” di SMA Negeri 1 Bolangitang Timur Endang Puji Ati; Irne Wida Desiyanti; Risna Ayu Rahmadani; Meinita Wulansari; Sri Atikah; Herlina Herlina; Novia Adjilahu; Rizkia Deaswyta Mantang; Trisna Samin; Nurlaila Pakaya; Fatmawati Fatmawati; Fatma Nur Baba; Nurnikma Lantong; Ummu Mutmaina Mokodompit; Sity Farida Angraini Puasa; Vivianingsi Kaluku
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 3 No. 3 (2026): Juli : Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v3i3.3562

Abstract

Adolescents are an age group vulnerable to reproductive health problems, including the risk of early-age marriage, due to limited access to information and community attitudes that still regard sexuality as a taboo topic. The community service program "Youth Care Circle: Caring Teens Together" was carried out at SMA Negeri 1 Bolangitang Timur on January 27, 2026, with the aim of improving adolescents' knowledge, attitudes, and behavior in maintaining reproductive health and preventing risky behaviors such as early-age marriage. The program applied a promotive and preventive approach based on community outreach, including interactive counseling, question-and-answer sessions, nutritional status screening (height, weight, and upper-arm circumference), screening using a questionnaire on menstrual pattern disorders, and a digital poster-making competition themed around the prevention of early-age marriage. The target participants were 28 female students aged 17-19 years. Results showed 100% participant attendance and engagement, with the majority of participants found to have underweight nutritional status, along with an increase in knowledge and a positive shift in attitudes toward reproductive health and the prevention of early-age marriage. All three outcome targets - improved knowledge, attitude change, and active adolescent participation - were achieved. Challenges encountered included limited implementation time, variation in participants' knowledge levels, and inadequate facilities and infrastructure. This program is expected to serve as a model for sustainable adolescent reproductive health education through cross-sector collaboration among schools, health workers, and the community.
Pengaruh Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi: Literature Review Meinita Wulansari; Sri Atikah; Anggun Sasmita; Lisa Ardiningtyas
Jurnal Ventilator Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v2i2.1333

Abstract

Maternal health issues refer to reproductive health issues, including comprehensive information and education on sex, contraception, access to legal and safe abortion, sexually transmitted diseases, and HIV/AIDS diagnosis. The high MMR and low understanding of reproductive health are indicators of the government's weakness in protecting and implementing the reproductive health rights of citizens. This study aims to find out how the influence of health promotion on adolescents' knowledge about reproductive health. The method used in this study is a type of literature study research. The results of the study convey that health promotion affects adolescents' knowledge about reproductive health. Adolescent reproductive health is a healthy situation that affects the organs, functions, and reproductive efforts of an adolescent. What is meant by health here is not only being free from illness or disability, but also mental, social, and cultural health. Adolescents are at high risk of various sexual and reproductive health problems, including the risk of unwanted pregnancy, the risk of sexually transmitted infections (STIs), including HIV/AIDS, unsafe abortion, and sexual violence.