Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ITEM ANALYSIS OF LISTENING TEST FOR NINTH-GRADE STUDENTS Icha Anggreaini Pratama; Sastri, Lena; Irwandi; Amiza, Elsi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.12059

Abstract

This research is conducted due to several problems in the English listening test used by the teacher. The English teacher did not consider the difficulty level of the test items, did not analyze whether the items could distinguish students’ abilities, did not conduct item analysis, and used a test with an unbalanced distribution of difficulty levels. Therefore, this research aimed to analyze the difficulty level and discrimination index of English listening test items used at SMP N 1 Bukittinggi. This research used a descriptive quantitative method. The data were obtained from students’ scores on an English listening test consisting of 10 true/false items. The data were analyzed using formulas proposed by Brown & Abeywickrama. The results showed that the listening test items were valid but not reliable, with a reliability coefficient of 0.40. Based on the difficulty level analysis, 6 items (60%) were categorized as easy and 4 items (40%) as moderate. No difficult items were found, indicating that the test was relatively easy for the students. The discrimination index analysis showed that 5 items (50%) were classified as good, 4 items (40%) as satisfactory, and 1 item (10%) as poor. Overall, the listening test did not meet the criteria of a good quality test.
An Analysis of Students’ Ethics in Using AI for Writing Task At Uin Bukittinggi Khotimah, Khusnil; Amiza, Elsi; Eliza, Eliza; Sastri, Lena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37146

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan etika mahasiswa dalam menggunakan AI untuk tugas menulisdi UIN Bukittinggi. Peningkatan pesat penggunaan aplikasi AI seperti ChatGPT, Perplexity AI, QuillBot, Grammarly, dan Gemini tidak disertai dengan pedoman resmi dari universitas, yang mengakibatkan rendahnya kesadaran mahasiswa tentang penggunaan AI yang etis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan sepuluh mahasiswa semester lima yang dipilih melalui sampling purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen, yaitu dengan membandingkan riwayat penggunaan AI dengan tugas menulis yang dikumpulkan mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan beberapa permasalahan etika, termasuk keengganan mahasiswa untuk mengungkapkan penggunaan AI mereka, kegagalan untuk meninjau atau mengevaluasi secara kritis konten yang dihasilkan AI, penyalinan langsung hasil AI tanpa kontribusi pribadi, ketergantungan berlebihan pada AI yang membatasi pembelajaran mandiri dan pengembangan keterampilan menulis, kurangnya tanggung jawab atas hasil tulisan yang dibantu AI, dan ketakutan untuk mengakui penggunaan AI karena kekhawatiran melanggar peraturan akademik. Studi ini menyimpulkan bahwa tidak adanya pedoman penggunaan AI yang jelas dan rendahnya kesadaran etika di kalangan mahasiswa secara signifikan berkontribusi tergadap prilaku tidak etis dalam praktik penulisan akademik.
Task-Based Teaching Practice Perceived by Civil Engineering Students: A Local EFL Context Doris Sukma; Lena Sastri; Agnes Arum Budiana
The Journal of English Literacy Education: The Teaching and Learning of English as A Foreign Language Vol. 10 No. 2 (2023): The Journal of English Literacy Education: The Teaching and Learning of Englis
Publisher : ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM, FACULTY OF TEACHER TRAINING AND EDUCATION, UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jele.v10i2.17

Abstract

Task-Based Language Teaching (TBLT) is one of the approaches that can significantly enhance students’ communicative language competence. Numerous studies on TBLT demonstrate favorable outcomes, and a notable number of educators affirm that TBLT is among the effective approaches they can employ. By the same token, many students view TBLT positively. However, a significant portion of recent research seems to concentrate exclusively on English students, while TBLT holds potential applicability for non-English students across various disciplines. These students exhibit distinct characteristics due to language exposure in the classroom. This study investigates non-English students' perception of TBLT practice, specifically civil engineering students at Politeknik Negeri Bengkalis. The purposive sampling technique was used, 47 students who learned English with the TBLT approach. This study utilized a perception questionnaire comprising 17 items. It covers three essential considerations in TBLT namely the nature of tasks (5 items), the difficulty level of tasks (6 items), and the teacher’s roles during the practice (6 items). The finding revealed that non-English students had a positive attitude towards TBLT, as they expressed strong agreement with the positive statements in all three constructs. This shows that TBLT is viewed favorably by English and non-English students alike, regardless of their characteristic differences.
Perceptions of English Department Students at UIN Bukittinggi on the Use of Artificial Inteligence in Doing the English Task Nofita, Annisa; Amiza, Elsi; Eliza, Eliza; Sastri, Lena
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam menyelesaikan tugas Bahasa Inggris dengan menganalisis indikator penerimaan dan evaluasi berdasarkan Teori Persepsi Robbins dan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang melibatkan 59 mahasiswa semester lima Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Bukittinggi. Data dikumpulkan melalui angket tertutup menggunakan skala Likert empat poin dan dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Persepsi mahasiswa dikategorikan ke dalam empat tingkat, yaitu sangat positif, positif, negatif, dan sangat negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap penggunaan AI dalam tugas Bahasa Inggris secara umum berada pada kategori positif. Sebanyak 93% responden menunjukkan persepsi positif, yang terdiri dari 47% sangat positif dan 46% positif. Temuan ini mengindikasikan bahwa AI dipersepsikan sebagai alat pendukung yang bermanfaat dan efektif dalam menyelesaikan tugas Bahasa Inggris, khususnya dalam penulisan (writing), pemeriksaan tata bahasa (grammar checking), pengembangan kosakata, parafrase, dan peringkasan. Selain itu, kemudahan penggunaan, aksesibilitas, dukungan sosial dari teman sebaya dan dosen, serta fasilitas teknologi yang memadai turut berkontribusi terhadap penerimaan mahasiswa terhadap AI sebagai alat akademik yang mendukung efektivitas pembelajaran dan pengembangan keterampilan Bahasa Inggris.
Implementasi Kebiasaan Menabung Dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab Siswa Sekolah Dasar Negeri 17 Bukik Malintang Melia Mutiara Putri; Lena Sastri
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter tanggung jawab merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar yang perlu ditanamkan sejak dini melalui kegiatan yang bersifat aplikatif. Salah satu upaya yang relevan adalah pembiasaan menabung sebagai sarana edukasi pengelolaan keuangan sederhana bagi siswa. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program sosialisasi kebiasaan menabung dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa di SD Negeri 17 Bukik Malintang yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Jurusan Perbankan Syariah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan service learning, yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara dengan guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program pembiasaan menabung mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam mengelola uang saku secara lebih bertanggung jawab, disiplin, dan terencana. Selain itu, kegiatan ini berperan sebagai media internalisasi nilai-nilai keuangan Islam, seperti amanah, hemat, dan menghindari perilaku tabdzir. Dengan demikian, program sosialisasi kebiasaan menabung terbukti memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter tanggung jawab siswa sekolah dasar secara berkelanjutan. The formation of responsible character is an essential aspect of primary education that should be instilled from an early age through practical and applicable activities. One relevant effort is the habituation of saving as a means of simple financial management education for students. This community service article aims to describe the implementation of a saving habit socialization program in shaping students’ sense of responsibility at SD Negeri 17 Bukik Malintang, conducted by students participating in the Community Service Program (KKN) from the Islamic Banking Department. The method employed was a descriptive qualitative approach using a service-learning framework, which integrates academic learning with community engagement. Data were collected through participatory observation, interviews with teachers and the school principal, and documentation of activities. The results indicate that the saving habit program enhanced students’ awareness in managing their pocket money in a more responsible, disciplined, and planned manner. Furthermore, the program served as a medium for internalizing Islamic financial values such as trustworthiness (amanah), frugality, and avoidance of wasteful behavior (tabdzir). Thus, the saving habit socialization program has proven to make a positive contribution to the sustainable development of responsible character among elementary school students.
Language Exposure and Writing Ability : A Correlational Study in English Learning Context: A Correlational Study of Eighth Grade Students in the 2024/2025 Academic Year Lusyani Mardiyanti Nur; Lena Sastri; Absharini Kardena; Elsi Amiza
Teaching English and Language Learning English Journal Vol. 6 No. 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/telle.v6i1.10150

Abstract

This research investigated the correlation between students’ language exposure and their writing ability. It was motivated by several issues identified among students, such as difficulties in expressing ideas effectively, inconsistencies in writing styles possibly influenced by different levels of language exposure, and a lack of familiarity with proper writing structures. The objective of this research was to determine whether there is a significant correlation between students’ language exposure and their writing ability among eighth-grade students. A correlational research design was employed in this research. The population consisted of 80 eighth-grade students, and total sampling was used to include all participants. The instruments used were a questionnaire and a writing test. The questionnaire contained 23 items to measure students’ language exposure, while the writing test required students to write a recount text based on one of four given topics. The data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation through SPSS. The findings revealed a correlation coefficient of 0.755, indicating a strong and positive relationship between students’ language exposure and their writing ability. The results suggest that greater exposure to the English language significantly contributes to the improvement of students’ writing ability. It can be concluded that enhancing students’ engagement with English through various forms of exposure plays an important role in developing their writing proficiency.