p-Index From 2021 - 2026
2.557
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Jeffry D. Mamoto
Universitas Sam Ratulangi

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Ketersediaan Air Bersih Pada Sumber Air Rindengan Dan Patumu Di Desa Tombasian Atas Kabupaten Minahasa Amrizal H. Wijono; M. Ihsan Jasin; Jeffry D. Mamoto
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.52825

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok pada berbagai aktivitas manusia. Kebutuhan sehari - hari, seperti mencuci, memasak, mandi dan kebutuhan konsumsi membutuhkan keberadaan dan ketersediaan air yang cukup. Air juga dibutuhkan pada aktivitas ekonomi dan sosial, seperti Industri, Kantor Pelayanan Jasa, Kesehatan, Sekolah, juga membutuhkan ketersedian air bersih yang cukup dan dalam jumlah yang besar pula. Dari hal tersebut diketahui bahwa kebutuhan air bersih dapat berbeda pada setiap tempatnya tergantung konsumsi dan pemenuhan kebutuhannya. Maka begitu pentingnya kualitas sistem distribusi untuk memenuhi kebutuhan sehari hari di Desa Tombasian Atas, dimana di desa tersebut mengalami pengurangan kualitas Jaringan Sistem Distribusi dan kuantitas Debit Distribusi Air Bersih entah berkurangnya sumber air, bermasalah atau berkurangnya debit aliran pada jaringan distribusinya, atau konsumsi masyarakat desa yang semakin meningkat. Mengingat pentingnya pemenuhan kebutuhan air bersih tersebut, diperlukan analisis sistem penyediaan air bersih dengan sistem distribusinya dapat direvitalisasi agar kebutuhan masyarakat di Desa Tombasian Atas dapat terpenuhi. Metode-metode yang digunakan dalam penelitian adalah Studi Lapangan dan Studi Literatur, proyeksi pertumbuhan penduduk dihitung hingga tahun 2033 dengan menggunakan 3 metode regresi, yaitu metode regresi Linear, regresi Logaritma, regresi Eksponensial. Kata kunci: air bersih, system distribusi, kebutuhan desa
Perencanaan Pengaman Pantai Di Pantai Makatana Kecamatan Likupang Timur Cicilia G. Sumaraw; Jeffry D. Mamoto; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 22 No. 87 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i87.54726

Abstract

Pantai Makatana berada di Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara, adalah salah satu pantai yang pesisirnya dijadikan sebagai pemukiman serta tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. Umumnya perkembangan daerah pantai lebih pesat dibandingkan dengan daerah pedalaman, namun beriringan dengan perkembangan ada pula masalah yang terjadi. Menurut informasi warga, sejak dulu tidak ada bangunan pengaman pantai yang terpasang di daerah tersebut sehingga apabila gelombang pasang datang sebagian rumah warga tergenang air laut saat tertentu pula faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini yang menyebabkan erosi serta dapat mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak di kawasan pemukiman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanan pengaman pantai yang tepat di pantai Makatana, Likupang Timur. Perencanaan pengaman pantai direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari BMKG Kota Bitung dan Pangakalan Utama TNI AL VIII Kairagi berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Data tersebut di analisis agar mendapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai tipe (Hard) jenis revetment mengunakan Kubus Beton dan Block Beton modifikasi, dengan Tinggi Mercu 3.31 m, Lebar Puncak 2.2 m, dengan kemiringan pengaman 1:3, lebar Toe Protection 4.10 m, serta tinggi Toe Protection 1.54 m. Kata kunci: Pantai Makatana, gelombang, erosi, pengaman pantai, revetment
Studi Bangunan Pengaman Pantai Pada Reklamasi Di Pesisir Pantai Malalayang Satu Kecamatan Malalayang Kota Manado Michelle T. Rumansi; Jeffry D. Mamoto; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56603

Abstract

Pesisir pantai Malalayang yang telah menjadi salah satu dari sekian banyak lokasi yang berpotensi menjadi kawasan Pariwisata. Hal ini menjadi suatu alasan untuk mereklamasi daerah pantai untuk meningkatkan dan memanfaatkan lahan menjadi lahan produktif. Pada lokasi penelitian terdapat lahan hasil reklamasi seluas ± 53Ha dan untuk menunjang reklamasi tersebut terdapat bangunan pengaman pantai yang dibangun untuk menunjang reklamasi Pantai. Sehubungan dengan kondisi tersebut, dilakukan studi bangunan pengaman pantai serta reklamasi. Yang bertujuan untuk mengetahui apakah bangunan pengaman pantai dan reklamasi telah memenuhi atau tidak memenuhi berdasarkan penerapan ilmu teknik pantai. Dari hasil analisis Pasang Surut, transformasi gelombang, Transport Sedimen dan tinjauan Reklamasi maka Reklamasi yang direncanakan dengan kedalaman ± 10.72 m dan elevasi ± 6.00 memerlukan volume pasir urug sebesar 574.259,68 m³ dan batu boulder dengan volume sebesar 158.974 m³ dan untuk bangunan pengaman pantai menggunakan tanggul yang dibuat sejajar pantai. Berdasarkan hasil analisis tersebut bangunan pengaman pantai dan reklamasi yang sudah ada dilokasi penelitian dinilai telah memenuhi berdasarkan penerapan ilmu Teknik Pantai. Reklamasi dikategorikan sebagai reklamasi kecil berdasarkan luasan, namun dalam lingkup pemanfaatan ruang, reklamasi dikategorikan sebagai reklamasi sedang. Kata kunci: Pantai Malalayang, gelombang, pengaman pantai, reklamasi
Analisis Pasang Surut Di Kawasan Pantai Budo Desa Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Indry S. Sepang; Jeffry D. Mamoto; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56954

Abstract

Pantai Budo yang berada di kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu pantai yang dipergunakan sebagai sektor parawisata. Pada saat-saat tertentu faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini. Sementara itu, seiiring dengan perkembangan aktivitas wilayah pantai di pantai Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara sudah banyak di lakukan kegiatan, jika dibiarkan dapat menyebabkan gelombang laut terus menerus sehingga mengakibatkan erosi atau abrasi pada pantai tersebut. Setiap wilayah pantai pada kenyataannya memiliki kondisi pasang surut yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komponen, tipe pasang surut, serta elevasi muka air laut yang terjadi di Pantai Budo Desa Budo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dengan Metode Admiralty dan least square dimana data pasang surut yang digunakan ialah data pengukuran yang dilakukakan selama 15 hari, dan data pasang surut di dapat dari navigasi BMKG STAMAR BITUNG, lalu di lanjutkan perhitungan dengan menggunakan metode admiralty dan Least Square kemudian didapatkan nilai dari bilangan formzahl yang dilanjutkan dengan perhitungan menggunakan bantuan perangkat lunak microsoft excel sehingga diperoleh tipe pasang surut serta elevasi muka air laut. Kata kunci: pantai Budo, pasang surut, Metode Admiralty, Metode Least Square, bilangan Formzahl
Analisis Perbandingan Pengaruh Kedalaman Terhadap Transformasi Gelombang Di Pantai Lakban Kecamatan Ratatotok Dan Pantai Matani Satu Kecamatan Tumpaan Starmon J. W. Supit; Jeffry D. Mamoto; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56960

Abstract

Pantai Lakban, Ratatotok, Minahasa Tenggara dan Pantai Matani Satu, Tumpaan, Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, merupakan kawasan area wisata, namun juga rentan terhadap dampak gelombang laut yang dapat mempengaruhi stabilitas garis pantai dan ekosistem pesisir. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian terdahulu untuk mengkaji lebih dalam tentang perbandingan transformasi gelombang berdasarkan pengaruh kedalaman laut. Data yang diperoleh dianalisis dan dibuat lima stasiun (STA) untuk memahami bagaimana perubahan kedalaman mempengaruhi proses refraksi, shoaling, dan gelombang pecah. menganalisis perbandingan pengaruh kedalaman terhadap transformasi gelombang linier di Pantai Lakban dan Pantai Matani Satu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola refraksi, difraksi, dan refleksi gelombang akibat variasi kedalaman di kedua pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman memiliki pengaruh signifikan terhadap transformasi gelombang, terutama pada proses refraksi. Perbedaan morfologi dasar pantai juga berkontribusi terhadap perbedaan pola transformasi gelombang di kedua lokasi. Kata kunci: Pantai Lakban, Pantai Matani Satu, transformasi gelombang, gelombang pecah
Studi Pengembangan Wisata Pantai Toro Di Kecamatan Lembean Timur Kabupaten Minahasa Migel Z. Temo; Jeffry D. Mamoto; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58189

Abstract

Pantai Toro terletak di kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa adalah pantai yang sepanjang pesisirnya dilewati jalan penghubung antara kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa, selain itu wilayah pesisir yang memiliki pasir putih itu juga dijadikan masyarakat sebagai tempat wisata. Studi pengembangan potensi wilayah pantai harus dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa data angin, data gelombang, data pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Kemudian data tersebut di analisis sehingga didapatkan potensi apa yang dapat dikembangkan di wilayah pantai Toro. Berdasarkan analisa yang dilakukan terhadap wilayah Pantai Toro menggunakan data gelombang dan angin (masa lalu) 5 tahun, maka diperoleh hasil Tinggi gelombang signifikan (H) = 1,042 meter, periopde gelombang signifikan (T) = 4.849 detik dan tinggi gelombang pecah (Hb) = 0.939 meter. Berdasarkan hasil dtersebut dapat disimpulkan pantai Toro memiliki tinggi gelombang yang relative rendah sehingga sangat aman dikembangkan untuk kegiatan masyarakat, ditunjang juga dengan lokasi Pantai yang mudah untuk diakses membuat wilayah Pantai Toro sangat strategis untuk Pariwisata, dan sesuai juga dengan RTRW Kabupatan Minahasa yang merencanakan strategi pengembangan wisata pantai dan bahari di kecamatan Lembean Timur. Kata kunci: Pantai Toro, gelombang, RTRW, pengembangan wisata, revetment
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Desa Tambala Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Alvaro F. Senewe; M. Ihsan Jasin; Jeffry D. Mamoto
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58198

Abstract

Desa Tambala yang memiliki bentang alam dengan karakteristik pantai,daratan dan perbukitan menjadi nilai tambah untuk desa tambala. Pesisir Pantai desa Tambala memang tidak menjadi salah satu destinasi wisata dikarenakan adanya pemukiman warga khususnya di Kampung Islam desa Tambala tersebut. Menurut pengamatan, pada pemukiman warga di sekitaran pantai telah mengalami kerusakan dengan Kondisi Bangunan Pengaman Revetment(Buis beton) yang ada di beberapa titik telah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh gelombang tinggi, sehubungan dengan kondisi tersebut maka pada kajian ini akan dilakukan perencanaan bangunan yang sesuai berdasarkan analisis yang dilakukan dengan memperhitungkan gaya alam yang terdapat di sekitar pantai untuk mengetahui bangunan Revetment yang baru lebih efektif atau tidak terhadap pengaruh abrasi dan sedimentasi di desa Tambala. Data tersebut di analisis agar mendapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai tipe (Hard) jenis Revetment mengunakan Block Beton modifikasi, dengan Tinggi Mercu 4.56 m, Lebar Puncak 2.07 m, dengan Kemiringan Pengaman 1:3, Lebar Toe Protection 3.6 m, serta Tinggi Toe Protection 1.38 m. Kata kunci: pantai Desa Tambala, gelombang, abrasi, pengamanan pantai, revetment
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Pantai Lilang Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Gideon C. G. Corinus; Jeffry D. Mamoto; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58445

Abstract

Pantai Lilang berada di Kecamatan Kema, Minahasa Utara, adalah salah satu pantai yang pesisirnya dijadikan sebagai pemukiman serta tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. umumnya perkembangan daerah pantai lebih pesat dibandingkan dengan daerah pedalaman, namun beriringan dengan perkembangan ada pula masalah yang terjadi. Menurut informasi warga, sejak dulu tidak ada bangunan pengaman pantai yang terpasang di daerah tersebut sehingga apabila gelombang pasang datang sebagian rumah warga tergenang air laut saat tertentu pula faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini yang menyebabkan Abrasi serta dapat mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak di kawasan pemukiman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanan pengaman pantai yang tepat di pantai Bahoi, Likupang Barat. Perencanaan pengaman pantai direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari BMKG Kota Bitung dan Pangakalan Utama TNI AL VIII Kairagi berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Data tersebut di analisis agar mendapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai tipe (Hard) jenis Revetment mengunakan Block Beton modifikasi, dengan Tinggi Mercu 3.89 m, Lebar Puncak 2.3 m, dengan Kemiringan Pengaman 1:2, Lebar Toe Protection 4.2 m, serta Tinggi Toe Protection 1.57 m. Kata kunci: Pantai Lilang, gelombang, abrasi, pengamanan pantai, revetment