Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Marketplace dan Fasilitas Digital Payment terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar Widiya Novitasari; Agusdiwana Suarni; Muhammad Khaedar Sahib
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9301

Abstract

Marketplace dan pembayaran digital telah berkembang berkat kemajuan teknologi digital, yang secara signifikan telah mengubah pola belanja masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana pasar dan pembayaran digital memengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar secara individual dan bersamaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. 1.294 siswa aktif angkatan 2022 dikirimkan kuesioner menggunakan teknik simple random sampling dari 2.934 siswa yang tergabung dalam 39 program studi. Uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas) dilakukan untuk menganalisis data menggunakan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Marketplace memberikan pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, Nilai hitung t adalah 115,307 dan koefisien regresi adalah 0,827 (Sig. 0,000 < 0,05). Selain itu, pembayaran digital memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, dengan nilai hitung t sebesar 5,153 dan koefisien regresi sebesar 0,048 (Sig. 0,000 < 0,05). Secara simultan, kedua faktor tersebut memiliki dampak yang siginifikan dengan nilai f yang dihitung mencapai 9,302,624 (Sig. 0,000 < 0,05). Koefisien determinasi (R2) yang mencapai 0,935 menunjukkan bahwa 93,5% perubahan dalam perilaku konsumtif dapat dijelaskan oleh marketplace dan digital payment. Marketplace menjadi faktor utama yang memengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa.
Slippery Slope Theory Dalam Konteks Indonesia: Mengkaji Ulang Peran Trust Dan Power Terhadap Kepatuhan Pajak (Studi Kasus KPP Pratama Makassar Selatan) Desiyana Salsabillah; Mira Mira; Muhammad Khaedar Sahib
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh trust (kepercayaan) dan power (kekuatan otoritas pajak) terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada KPP Pratama Makassar Selatan dalam perspektif Slippery Slope Theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Makassar Selatan. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, serta uji hipotesis dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepercayaan wajib pajak terhadap otoritas pajak, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pajak. Selain itu, variabel power juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, yang mengindikasikan bahwa kekuatan otoritas pajak melalui pengawasan, pemeriksaan, dan penegakan sanksi mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Secara simultan, variabel trust dan power berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Penelitian ini mendukung Slippery Slope Theory yang menyatakan bahwa kepatuhan pajak dapat dibentuk melalui kombinasi antara kepercayaan wajib pajak terhadap otoritas pajak dan kekuatan otoritas dalam menegakkan aturan perpajakan.