Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Nglanggeran Untuk Peningkatan Keamanan Pengunjung Dewanto Yusuf Priyambodo; Martiana Suciningtyas Tri Artanti; Rusyad Adi Suriyanto; Wikan Basworo; Erlangga Prasamya; Fitria Nuraini Sekarsih
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.352 KB)

Abstract

Keamanan pengunjung merupakan salah satu aspek penting dalam kunjungan wisata. Desa Wisata Nglanggeran yang berada di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. merupakan salah satu desa dan atraksi wisata favorit sekaligus beresiko cedera bagi pengunjungnya. Tim pengabdian masyarakat FKKMK UGM melakukan pengabdian di Desa Wisata Nglanggeran dengan tujuan meningkatkan pemahaman anggota pokdarwis Desa Nglanggeran dalam penanganan dan pengangkutan korban cedera. Kegiatan diawali dengan survey pengunjung untuk menggali kebutuhan adanya keamanan pengunjung. Selanjutnya, tim melakukan kunjungan untuk penyampaian materi, praktek lapangan sekaligus mengevaluasi tingkat pemahaman dengan pretest dan posttest. Pemahaman anggota pokdarwis terhadap materi meningkat secara bermakna berdasar kenaikan nilai posttest yang lebih tinggi daripada pretest.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA KELAS XI SMA NEGERI 9 KOTA BEKASI TENTANG PELANGGARAN KESUSILAAN PADA TAHUN 2024 Devina Astari Putri; Wikan Basworo; Hendro Widagdo; Martiana Suciningtyas Tri Artanti; Idha Arfianti Wiraagni
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.357

Abstract

ABSTRAK Kasus pelanggaran kesusilaan di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Tindak pelanggaran kesusilaan dapat terjadi di dalam rumah maupun di luar rumah seperti sekolah, tempat kerja, bahkan di fasilitas umum, serta dapa terjadi pada berbagai usia dan status sosial di masyarakat tanpa terkecuali pada remaja. Pelanggaran kesusilaan adalah tindakan yang tidak pantas dalam hal tatanan masyarakat yang beradab, serta merugikan dan merendahkan harkat dan martabat manusia. Pengetahuan remaja yang kurang akan pengertian dan bentuk dari pelanggaran kesusilaan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya pelanggaran kesusilaan pada remaja. Yaitu mengetahui karakteristik dan tingkat pengetahuan remaja siswa kelas XI di SMA Negeri 9 Kota Bekasi, serta mengetahui tingkat pengetahuan sesuai karakteristik remaja siswa kelas XI SMA Negeri 9 Kota Bekasi pada tahun 2024. Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang menggunakan data primer berupa kuesioner yang dianalisis secara deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah 193 siswa kelas XI di SMA Negeri 9 Kota Bekasi. Mayoritas (73,6%) siswa kelas XI di SMA Negeri 9 pada tahun 2024 memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang pelanggaran kesusilaan. Karakteristik remaja siswa kelas XI di SMA Negeri 9 Kota Bekasi pada tahun 2024 yaitu sebagian besar siswa berusia 16 tahun (57%), berjenis kelamin perempuan (63,7%), sebagian besar ilmu yang diminati adalah ilmu pengetahuan sosial (64,8%), sebagian besar pernah mendapat informasi tentang pelanggaran kesusilaan (91,7%), dan sebagian besar menggunakan media sosial sebagai sumber informasi (70,5%). Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan responden yang pernah menerima informasi tentang pelanggaran kesusilaan. ABSTRACT The increasing incidence of indecency violations in Indonesia has become alarming, as such acts may occur in various settings, including homes, schools, workplaces, and public facilities, affecting individuals across all ages and social backgrounds, particularly adolescents. These violations represent inappropriate behaviors within a civilized society that undermine human dignity, while adolescents’ lack of knowledge regarding the definition and forms of indecency is a factor that may contribute to their occurrence. This study aimed to identify the characteristics and knowledge level of eleventh-grade students at SMA Negeri 9 Bekasi City in 2024, as well as to examine differences in knowledge according to respondents’ characteristics. A descriptive observational design with a cross-sectional approach was employed using a questionnaire as the primary instrument, involving 193 students as the study sample. The results showed that the majority of students (73.6%) demonstrated good knowledge about indecency violations. Most respondents were 16 years old (57%), female (63.7%), preferred social sciences (64.8%), had received information about indecency (91.7%), and used social media as the main source of information (70.5%). The study concludes that knowledge levels differ significantly by age, gender, and prior exposure to information regarding indecency violations.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN PELAJAR SMA X SURAKARTA TENTANG PERUNDUNGAN Bilqis Saptira Maulia; Wikan Basworo; Idha Arfianti Wiraagni; Martiana Suciningtyas Tri Artanti; Salsha Amalia
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.6161

Abstract

Latar belakang: Kasus perundungan antar pelajar masih marak terjadi. Survei nasional tahun 2018 menunjukkan dua pertiga anak usia 13–17 tahun mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan. Pemahaman siswa mengenai perundungan berpotensi memengaruhi sikap serta responnya terhadap perilaku tersebut. Penelitian ini sejalan dengan SDG 4 dan SDG 16 dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas kekerasan. Tujuan: Untuk mendeskripsikan pengetahuan dasar dan menganalisis pengaruh edukasi terhadap perubahan pengetahuan pelajar kelas X dan XI di SMAN 3 Surakarta tentang perundungan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental one group pre-test post-test dengan total sampel sebesar 98 responden. Edukasi dilaksanakan selama 30 menit menggunakan media PowerPoint. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun peneliti dan telah terbukti valid (r 0,361; p 0,05) serta reliabel (α = 0,698). Dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat yaitu Wilcoxon Signed Ranked Test dan Chi-square Test dengan SPSSv27. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 7,83 menjadi 8,76. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian edukasi terhadap perubahan pengetahuan responden mengenai perundungan (p-value 0,001). Kesimpulan: Pengetahuan dasar responden tentang perundungan berada dalam kategori tinggi. Pemberian edukasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan responden mengenai perundungan.