Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CARRIER THALASSEMIA: RISK ANALYSIS AND PRELIMINARY SCREENING USING SIMPLE LABORATORY TESTS AMONG BIOLOGY STUDENTS OF UNIVERSITAS RIAU Yeni Etma Nazar; Titrawani Titrawani; Zulpadrianto Zulpadrianto; Ainul Mardiah; Nur Ikhlas Syuhada; Feni Andriani; Laila Ainur Rohmah; Syafrizal Syafrizal
BioCONCETTA Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/bc.2025.v11i2.10316

Abstract

Thalassemia is an autosomal recessive genetic disorder that remains a significant public health concern in Indonesia; consequently, early detection of carriers is crucial to prevent the birth of children with thalassemia major. This study aims to analyze the risk of thalassemia among Biology students at the Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Riau, utilizing a simplified laboratory screening approach. The research involved 30 students who participated in genetic risk questionnaires, hemoglobin level assessments using digital hemometers, and erythrocyte counts via hemocytometers. The findings revealed a questionnaire risk score of 0.07 (categorized as very low), a mean hemoglobin level of 12.73 g/dL, and an erythrocyte count of 5.22 million cells/µL, both of which fall within normal physiological ranges. These results indicate that the risk of thalassemia among Biology students at FMIPA Universitas Riau is remarkably low. Simple screening through questionnaires, hemoglobin levels, and erythrocyte counts can serve as an effective method for both educational purposes and the preliminary screening of thalassemia carrier risk in students.
EKSPRESI BETATROPHIN (ANGPTL8) DAN PENANDA CEDERA HATI PADA PASIEN HEPATOSELULER KARSINOMA AKIBAT HEPATITIS C KRONIS Sholeh, Moch; Susanto, Hendra; Pratomo, Bogi; Susianti, Hani; Handaya, Adeodatus Yuda; Mardiah, Ainul; Endharti, Agustina Tri
Majalah Kesehatan Vol. 0 No. 00 (2026): Article in Press
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Hepatoseluler karsinoma (HCC) adalah jenis kanker yang agresif dan penyebab utama kematian terkait kanker di seluruh dunia. Insiden HCC yang disebabkan oleh hepatitis C kronis (CHC) masih cukup tinggi, sehingga diperlukan upaya deteksi dini melalui pengembangan biomarker potensial. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar betatrophin (ANGPTL8) dan penanda kerusakan hati (AST dan ALT) serta usia pada pasien dengan hepatoseluler karsinoma akibat hepatitis C kronis di Indonesia. Studi ini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional berbasis laboratorium. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan mengukur konsentrasi betatrophin menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA), kemudian menganalisis hubungannya dengan usia dan parameter kerusakan hati, yaitu aspartate aminotransferase (AST) dan alanine aminotransferase (ALT). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan variasi kadar betatrophin pada kelompok usia yang berbeda. Beberapa sampel dengan kadar AST dan ALT tinggi (>70 U/L) juga menunjukkan kadar betatrophin yang relatif lebih tinggi (>4 ng/mL). Analisis korelasi menunjukkan kecenderungan adanya hubungan positif antara kadar betatrophin dengan AST dan ALT, tetapi hubungan ini tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan kadar betatrophin pada pasien HCC yang disebabkan oleh CHC, dengan kecenderungan adanya hubungan positif dengan penanda kerusakan hati. Namun, temuan ini tidak signifikan secara statistik, sehingga penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi potensi betatrophin sebagai biomarker.