Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan Pemberdayaan Kantin Sekolah BERHAZI (Beragam, Halal, Bergizi) di Sekolah Menengah Pertama Kota Parepare Andi Selvi Yusnitasari; Wahiduddin Wahiduddin; Ryza Jazid Burhanuddin Nur; Marini Amalia
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i1.1132

Abstract

The school canteen is one of the important school facilities in supporting the teaching and learning process. However, a number of schools in Indonesia do not have canteens and a number of other schools have canteens of substandard quality. In order to grow and develop optimally, students must consume food that is safe, healthy, halal and nutritious. Therefore, schools play a role in providing quality food and drinks for students in their environment. Parepare City as a child-friendly city with the nindya category, the local government has the responsibility to fulfill children's rights and protect, one of which is the fulfillment of school children's snack food according to nutritional, halal and clean standards. The activities carried out are conducting training to the school's academic community, which includes food handlers and teachers. The training material provided covers the concept of the BERHAZI canteen (diverse, halal and nutritious), balanced nutrition and indicators of the BERHAZI canteen. Participants who take part in the training become working group teams (Pokja) for the management of BERHAZI canteens in their respective schools. Schools are expected to apply the BERHAZI canteen concept in their respective schools so that they can become a pilot canteen in Parepare City.
Blood Pressure Analysis Based on Nutritional Status and Lifestyle in Employees with Hypertension Yessy Kurniati; Aminuddin Syam; Wahiduddin Wahiduddin; Zaenal Zaenal; Ahmad Arif Hidayat
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v9i12024p95-101

Abstract

The incidence of hypertension continues to increase. Hypertension is related to lifestyle and nutritional status. This study aimed to analyze blood pressure based on the nutritional status and lifestyle of employees with hypertension. An analytic study with a cross-sectional design was conducted from July to September 2022 by recruiting all Hasanuddin University rectorate employees with hypertension. The total number of respondents in this study was 63 people. Data was collected by measuring blood pressure and anthropometry, while lifestyle risk factors were collected using a questionnaire. Pearson correlation was performed to measure the correlation between blood pressure and nutritional status. A t-test and ANOVA were used to measure differences in blood pressure based on lifestyle. This study found a correlation between Body Mass Index and systolic and diastolic blood pressure, and there was no difference in blood pressure, both systole and diastolic, based on smoking behavior, coffee consumption, stress levels, and physical activity patterns in employees with hypertension. Based on these results, it is recommended that people with hypertension improve their nutritional status and lifestyle.
Promosi Kesehatan Dalam Pemanfaatan Pekarangan dan Tanaman Obat Keluarga untuk Kesehatan Pangan di Desa Wanio, Kabupaten Sidrap Syamsuar Manyullei; Nasrah Nasrah; Wahiduddin Wahiduddin; Kuzaimah Nur Jatsmah; Muh. Erwan Arifin; Andi Rafika
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1009

Abstract

Ketahanan pangan dan kesehatan keluarga adalah dua aspek penting yang saling berkaitan, terutama di wilayah pedesaan. Pemanfaatan pekarangan melalui budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi strategi lokal yang potensial untuk mendukung kemandirian pangan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Wanio, Kabupaten Sidenreng Rappang, dalam mengelola pekarangan sebagai sumber pangan sehat dan obat tradisional. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif melalui ceramah, diskusi, serta praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan, dari 48,50 menjadi 78,50 (p = 0,001). Peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan. Aparat desa merespons positif dengan mendukung keberlanjutan melalui pembentukan kelompok TOGA dan taman percontohan. Edukasi ini terbukti efektif meningkatkan literasi masyarakat serta berpotensi mendukung ketahanan pangan dan kesehatan keluarga.
Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat Desa Wanio, Kabupaten Sidrap Syamsuar Manyullei; Nasrah Nasrah; Wahiduddin Wahiduddin; Kuzaimah Nur Jatsmah; Muh. Erwan Arifin; Andi Rafika
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.823

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah pedesaan seperti Desa Wanio masih menjadi isu lingkungan yang mendesak, terutama karena kurangnya kesadaran dan sistem pengelolaan yang terpadu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Metode yang digunakan adalah partisipatif-edukatif, dengan pelibatan aktif masyarakat dalam sesi ceramah, diskusi, dan praktik seperti pembuatan kompos dan pemanfaatan limbah plastik. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 89,50 menjadi 92,00, namun belum signifikan secara statistik (p=0,437). Meskipun demikian, peningkatan partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam praktik dan diskusi menunjukkan dampak positif secara kualitatif. Edukasi ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif mampu mendorong transformasi perilaku kolektif menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Belajar Melalui Puzzle untuk Meningkatkan Problem Solving dan Mengasah Motorik Siswa KB Busnih Arfah Kabupaten Maros Irwin Aras; Lail Quenny Nurfaizah; Marsya Sania; Mutiara Nabila Andini; Muhammad Irsyah Said; Muhammad Abdul Wahab; Duaa Ali Saif Saleh Al-Mashraqi; Yahya Sahlol Ali Eissa; Ainun Fahira; Syamsuar Manyullei; Wahiduddin Wahiduddin
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Februari 2026 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v4i1.421

Abstract

Anak usia dini merupakan fase perkembangan optimal di mana mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan aktif mengeksplorasi lingkungan. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan problem solving dan motorik halus anak melalui kegiatan bermain sambil belajar. Metode yang digunakan adalah transfer of training, yang terdiri dari tiga sesi: pre-test, latihan, dan post-test. Pada sesi pre-test dan post-test, anak diminta menyusun puzzle dengan pencatatan waktu, sementara sesi latihan diberikan tanpa tekanan waktu untuk membantu anak-anak memahami pola dan strategi penyusunan puzzle. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar .043 (p-value < .05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara sesi 1 dan sesi 3 dalam waktu penyelesaian puzzle. Kelebihan metode ini adalah tahap pelaksanaan yang mudah, alat yang sederhana (hanya stopwatch), serta permainan yang disukai anak-anak. Namun, pengulangan tiga kali dapat menimbulkan kebosanan bagi peserta.