Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan, Dokumentasi, dan Komunikasi Perawat dengan Transfer Intra Rumah Sakit Masniari Juliana Siregar; Yufitriana Amir; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48697

Abstract

Pendahuluan: Transfer pasien yang baik sangat penting untuk menjamin keamanan pasien dan kualitas asuhan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan, dokumentasi, dan komunikasi perawat dengan proses transfer intra rumah sakit di Rumah Sakit Awal Bros A.Yani. Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional, dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel 160 responden melalui teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner (validitas 0,36 ; reliabilitas 0,855) dan lembar observasi. Analisis data dengan uji Chi-Square dan Logistic Regression. Hasil: Analisismenunjukan signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,001), dokumentasi (p=0,001), dan komunikasi (p=0,044) dengan proses transfer. Hasil analisis regresi logistik menunjukan bahwa dokumentasi adalah faktor yang paling berpengaruh (p=0,005). Kesimpulan: transfer pasien terlaksana baik dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, dokumentasi dan komunikasi. Untuk mendukung keselamatan pasien, perlu adanya kolaborasi tim, standarisasi, supervisi dan penerapan prosedur yang tepat.Kata Kunci : Faktor Dalam Transfer, Transfer Pasien, Transfer Intra Rumah sakit.
Pengaruh Pelatihan Deteksi Dini pada Kader Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Pelaporan Jumlah Kasus Gangguan Jiwa: Literatur Review Amin Suliah; Sri Wahyuni; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48881

Abstract

Mental health is a condition in which an individual is physically, mentally, spiritually, and socially capable, thus being aware of their ability to cope with stress, be productive at work, and contribute positively to society. Knowledge among community health workers (kaders) is essential for reporting the number of mental disorder cases. This study uses a systematic literature review approach aimed at examining the effect of early detection training for kaders on improving their knowledge regarding the reporting of mental disorder cases. Literature was collected from several widely used and publicly accessible scientific databases, including PubMed and Google Scholar. The keywords used in the search included: “Early Detection Training,”,“Improving Kader Knowledge”,“Mental Disorder Cases” and “Mental Disorder Case Reporting.” From 137 articles identified, a selection process was conducted based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 5 articles that were analyzed in depth. The findings indicate that early detection training has a positive impact on increasing kader knowledge about mental disorder cases. Through proper training, kaders gain a better understanding of the early signs and symptoms of mental disorders, risk factors, and the importance of early referral and intervention. Keywords: Early Detection Training, Improving Kader Knowledge, Mental Disorder Cases, Mental Disorder Case Reporting.
Pengaruh Latihan Passive Range Of Motion (Rom Pasif) dan Perubahan Posisi Terhadap Hemodinamik Pasien yang Terpasang Ventilasi Mekanik Desnen Salti; Bayhakki Bayhakki; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51127

Abstract

Abstrak Pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik berisiko mengalami ketidakstabilan hemodinamik akibat imobilisasi berkepanjangan yang dapat menurunkan perfusi jaringan dan meningkatkan komplikasi. Intervensi non-farmakologis seperti Passive Range of Motion (ROM pasif) dan perubahan posisi berperan dalam menjaga stabilitas fisiologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ROM pasif dan perubahan posisi terhadap hemodinamik pasien dengan ventilasi mekanik, meliputi tekanan darah, mean arterial pressure (MAP), frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen. Desain penelitian menggunakan pre-experimental one group pretest-posttest pada 45 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa ROM pasif ekstremitas atas dan bawah serta perubahan posisi semi fowler dan lateral dilakukan secara terjadwal. Data hemodinamik dikumpulkan menggunakan bedside monitor dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan perbedaan bermakna pada seluruh parameter (p < 0,001): tekanan darah, MAP, nadi dan frekuensi napas menurun signifikan, sedangkan saturasi oksigen meningkat dari 94,49% menjadi 98,24%. Kesimpulan: ROM pasif dan perubahan posisi efektif memperbaiki stabilitas hemodinamik pasien ventilasi mekanik serta menjadi intervensi keperawatan sederhana, aman dan non-invasif untuk mencegah komplikasi imobilisasi. Kata Kunci: ROM Pasif, perubahan posisi, hemodinamik, ventilasi mekanik
Pengaruh Intervensi Keperawatan Komunitas Menggunakan Aplikasi Nutrikost Dalam Peningkatan Gizi Remaja Ari Rahmat Aziz; Bayhakki Bayhakki; Sri Utami; Nurul Huda; Syava Ardilawati; Maharani Karlina; Aisyah Mukda Camila Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51848

Abstract

Saat ini, status gizi banyak remaja masih belum memadai. Kurangnya pengetahuan tentang kebutuhan gizi dan kemampuan untuk menyiapkan makanan bergizi merupakan faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan intervensi keperawatan komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost untuk meningkatkan gizi remaja. Desain penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji-t dependen dan uji-t independen. Sampel penelitian ini adalah remaja yang memiliki ponsel pintar. Pada kelompok intervensi, remaja menerima intervensi komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost selama satu bulan, dan kemudian pengetahuan dan status gizi mereka dinilai sebelum dan sesudah intervensi. Aplikasi ini menyediakan pendidikan dan konseling dua arah dan satu arah. Kelompok Kontrol menerima layanan kesehatan rutin di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam IMT remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p > 0,05). Ada perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p< 0,05). Aplikasi Nutrikost dapat digunakan dalam pendidikan gizi untuk remaja. Perawat komunitas dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi menggunakan aplikasi ini.  Kata Kunci: Aplikasi Nutrikost, Intervensi Keperawatan Komunitas, Nutrisi Remaja. Abstract Currently, the nutritional status of many adolescent remains inadequate. Lack of knowledge about nutritional needs and the ability to prepare nutritious meals are contributing factors. This study aims to conduct a community nursing intervention using the Nutrikost application to improve adolescent nutrition. The study design used a quasi-experimental design with a control group. Data analysis used t-dependent and independent t- test. The sample of this study was adolescents who owned smartphones. In the intervention group, adolescents received community intervention using the Nutrikost app for one month, and then their nutritional knowledge and status were assessed before and after the intervention. The App provides two-way and one-way education and counseling. The Control group received routine health services at the community health center (Puskesmas). The Results showed that there was no significant difference in BMI of adolescents after the intervention in the control and experimental groups (P value > 0.05).  There was a significant difference in adolescent knowledge after the intervention in the control and experimental groups (P value < 0.05). The Nutrikost application can use in nutrition education for teenagers. Community nurses can improve adolescents’ knowledge of nutrition using this application.   Keywords: Adolescent Nutrition; Community Nursing Intervention; Nutrikost Application
Edukasi Pembatasan Cairan pada Pasien Ckd yang Menjalani Hemodialisis dengan Intervensi Sipping Ice Cube Melalui E-Booklet di Ruang Penyakit dalam Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau Mutia Sari; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52472

Abstract

Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis berisiko tinggi mengalami kelebihan volume cairan akibat ketidakpatuhan terhadap pembatasan asupan cairan, yang dapat memicu edema, hipertensi, hingga gangguan jantung. Salah satu inovasi edukasi untuk membantu mengontrol rasa haus adalah intervensi sipping ice cube menggunakan media e-booklet. Implementasi keperawatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien CKD terkait pembatasan cairan di ruang rawat inap Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pendekatan yang digunakan adalah Evidence-Based Nursing Practice melalui edukasi interaktif menggunakan e-booklet berisi informasi mengenai batas cairan, risiko kelebihan cairan, serta langkah penerapan intervensi sipping ice cube. Edukasi diberikan dalam satu sesi, kemudian dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pilihan ganda. Hasil menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami peningkatan pengetahuan, dari kategori kurang menjadi cukup dalam memahami pentingnya pembatasan cairan. Edukasi pembatasan cairan melalui e-booklet dengan intervensi sipping ice cube terbukti efektif meningkatkan tingkat pengetahuan pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Pendekatan ini dapat direkomendasikan sebagai inovasi edukatif berbasis teknologi untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam manajemen cairan.
Implementation of Nursing Risk Management in Terminal-Stage CKD Patients in the Inpatient Unit: A Case Study Mutia Sari; Bayhakki Bayhakki; Siti Rahmalia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52495

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek utama mutu pelayanan kesehatan dan menjadi tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan, terutama perawat. Pasien dengan penyakit ginjal kronik berada pada risiko tinggi terhadap insiden keselamatan karena kompleksitas terapi dan gangguan metabolik yang berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko keperawatan pada pasien CKD stadium terminal dengan komplikasi asidosis metabolik dan hiperkalemia di RSUD Arifin Achmad, Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan analisis HIRARC untuk menilai kemungkinan dan tingkat keparahan risiko. Hasil identifikasi menunjukkan lima situasi berisiko tinggi, yaitu: pemberian elektrolit pekat tanpa pengenceran yang benar, kesalahan dosis atau kecepatan infus, risiko infeksi jalur intravena akibat ketidakpatuhan asepsis, komunikasi tim yang tidak efektif, serta kelelahan dan beban kerja perawat. Risiko tertinggi ditemukan pada pemberian elektrolit pekat dengan skor 9 (kategori tinggi). Strategi pengendalian yang direkomendasikan meliputi double check, penggunaan infusion pump, kepatuhan hand hygiene, komunikasi SBAR, serta pengaturan beban kerja. Penerapan manajemen risiko secara konsisten dapat menekan potensi insiden keselamatan dan meningkatkan mutu pelayanan melalui budaya keselamatan yang berkelanjutan.