Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan, Dokumentasi, dan Komunikasi Perawat dengan Transfer Intra Rumah Sakit Masniari Juliana Siregar; Yufitriana Amir; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48697

Abstract

Pendahuluan: Transfer pasien yang baik sangat penting untuk menjamin keamanan pasien dan kualitas asuhan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan, dokumentasi, dan komunikasi perawat dengan proses transfer intra rumah sakit di Rumah Sakit Awal Bros A.Yani. Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional, dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel 160 responden melalui teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner (validitas 0,36 ; reliabilitas 0,855) dan lembar observasi. Analisis data dengan uji Chi-Square dan Logistic Regression. Hasil: Analisismenunjukan signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,001), dokumentasi (p=0,001), dan komunikasi (p=0,044) dengan proses transfer. Hasil analisis regresi logistik menunjukan bahwa dokumentasi adalah faktor yang paling berpengaruh (p=0,005). Kesimpulan: transfer pasien terlaksana baik dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, dokumentasi dan komunikasi. Untuk mendukung keselamatan pasien, perlu adanya kolaborasi tim, standarisasi, supervisi dan penerapan prosedur yang tepat.Kata Kunci : Faktor Dalam Transfer, Transfer Pasien, Transfer Intra Rumah sakit.
Pengaruh Pelatihan Deteksi Dini pada Kader Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Pelaporan Jumlah Kasus Gangguan Jiwa: Literatur Review Amin Suliah; Sri Wahyuni; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48881

Abstract

Mental health is a condition in which an individual is physically, mentally, spiritually, and socially capable, thus being aware of their ability to cope with stress, be productive at work, and contribute positively to society. Knowledge among community health workers (kaders) is essential for reporting the number of mental disorder cases. This study uses a systematic literature review approach aimed at examining the effect of early detection training for kaders on improving their knowledge regarding the reporting of mental disorder cases. Literature was collected from several widely used and publicly accessible scientific databases, including PubMed and Google Scholar. The keywords used in the search included: “Early Detection Training,”,“Improving Kader Knowledge”,“Mental Disorder Cases” and “Mental Disorder Case Reporting.” From 137 articles identified, a selection process was conducted based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 5 articles that were analyzed in depth. The findings indicate that early detection training has a positive impact on increasing kader knowledge about mental disorder cases. Through proper training, kaders gain a better understanding of the early signs and symptoms of mental disorders, risk factors, and the importance of early referral and intervention. Keywords: Early Detection Training, Improving Kader Knowledge, Mental Disorder Cases, Mental Disorder Case Reporting.
Pengaruh Latihan Passive Range Of Motion (Rom Pasif) dan Perubahan Posisi Terhadap Hemodinamik Pasien yang Terpasang Ventilasi Mekanik Desnen Salti; Bayhakki Bayhakki; Erika Erika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51127

Abstract

Abstrak Pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik berisiko mengalami ketidakstabilan hemodinamik akibat imobilisasi berkepanjangan yang dapat menurunkan perfusi jaringan dan meningkatkan komplikasi. Intervensi non-farmakologis seperti Passive Range of Motion (ROM pasif) dan perubahan posisi berperan dalam menjaga stabilitas fisiologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ROM pasif dan perubahan posisi terhadap hemodinamik pasien dengan ventilasi mekanik, meliputi tekanan darah, mean arterial pressure (MAP), frekuensi nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen. Desain penelitian menggunakan pre-experimental one group pretest-posttest pada 45 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa ROM pasif ekstremitas atas dan bawah serta perubahan posisi semi fowler dan lateral dilakukan secara terjadwal. Data hemodinamik dikumpulkan menggunakan bedside monitor dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan perbedaan bermakna pada seluruh parameter (p < 0,001): tekanan darah, MAP, nadi dan frekuensi napas menurun signifikan, sedangkan saturasi oksigen meningkat dari 94,49% menjadi 98,24%. Kesimpulan: ROM pasif dan perubahan posisi efektif memperbaiki stabilitas hemodinamik pasien ventilasi mekanik serta menjadi intervensi keperawatan sederhana, aman dan non-invasif untuk mencegah komplikasi imobilisasi. Kata Kunci: ROM Pasif, perubahan posisi, hemodinamik, ventilasi mekanik
Pengaruh Intervensi Keperawatan Komunitas Menggunakan Aplikasi Nutrikost Dalam Peningkatan Gizi Remaja Ari Rahmat Aziz; Bayhakki Bayhakki; Sri Utami; Nurul Huda; Syava Ardilawati; Maharani Karlina; Aisyah Mukda Camila Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51848

Abstract

Saat ini, status gizi banyak remaja masih belum memadai. Kurangnya pengetahuan tentang kebutuhan gizi dan kemampuan untuk menyiapkan makanan bergizi merupakan faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan intervensi keperawatan komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost untuk meningkatkan gizi remaja. Desain penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji-t dependen dan uji-t independen. Sampel penelitian ini adalah remaja yang memiliki ponsel pintar. Pada kelompok intervensi, remaja menerima intervensi komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost selama satu bulan, dan kemudian pengetahuan dan status gizi mereka dinilai sebelum dan sesudah intervensi. Aplikasi ini menyediakan pendidikan dan konseling dua arah dan satu arah. Kelompok Kontrol menerima layanan kesehatan rutin di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam IMT remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p > 0,05). Ada perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p< 0,05). Aplikasi Nutrikost dapat digunakan dalam pendidikan gizi untuk remaja. Perawat komunitas dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi menggunakan aplikasi ini.  Kata Kunci: Aplikasi Nutrikost, Intervensi Keperawatan Komunitas, Nutrisi Remaja. Abstract Currently, the nutritional status of many adolescent remains inadequate. Lack of knowledge about nutritional needs and the ability to prepare nutritious meals are contributing factors. This study aims to conduct a community nursing intervention using the Nutrikost application to improve adolescent nutrition. The study design used a quasi-experimental design with a control group. Data analysis used t-dependent and independent t- test. The sample of this study was adolescents who owned smartphones. In the intervention group, adolescents received community intervention using the Nutrikost app for one month, and then their nutritional knowledge and status were assessed before and after the intervention. The App provides two-way and one-way education and counseling. The Control group received routine health services at the community health center (Puskesmas). The Results showed that there was no significant difference in BMI of adolescents after the intervention in the control and experimental groups (P value > 0.05).  There was a significant difference in adolescent knowledge after the intervention in the control and experimental groups (P value < 0.05). The Nutrikost application can use in nutrition education for teenagers. Community nurses can improve adolescents’ knowledge of nutrition using this application.   Keywords: Adolescent Nutrition; Community Nursing Intervention; Nutrikost Application
Edukasi Pembatasan Cairan pada Pasien Ckd yang Menjalani Hemodialisis dengan Intervensi Sipping Ice Cube Melalui E-Booklet di Ruang Penyakit dalam Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau Mutia Sari; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52472

Abstract

Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis berisiko tinggi mengalami kelebihan volume cairan akibat ketidakpatuhan terhadap pembatasan asupan cairan, yang dapat memicu edema, hipertensi, hingga gangguan jantung. Salah satu inovasi edukasi untuk membantu mengontrol rasa haus adalah intervensi sipping ice cube menggunakan media e-booklet. Implementasi keperawatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien CKD terkait pembatasan cairan di ruang rawat inap Penyakit Dalam RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Pendekatan yang digunakan adalah Evidence-Based Nursing Practice melalui edukasi interaktif menggunakan e-booklet berisi informasi mengenai batas cairan, risiko kelebihan cairan, serta langkah penerapan intervensi sipping ice cube. Edukasi diberikan dalam satu sesi, kemudian dilakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pilihan ganda. Hasil menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami peningkatan pengetahuan, dari kategori kurang menjadi cukup dalam memahami pentingnya pembatasan cairan. Edukasi pembatasan cairan melalui e-booklet dengan intervensi sipping ice cube terbukti efektif meningkatkan tingkat pengetahuan pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Pendekatan ini dapat direkomendasikan sebagai inovasi edukatif berbasis teknologi untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam manajemen cairan.
Implementation of Nursing Risk Management in Terminal-Stage CKD Patients in the Inpatient Unit: A Case Study Mutia Sari; Bayhakki Bayhakki; Siti Rahmalia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52495

Abstract

Keselamatan pasien merupakan aspek utama mutu pelayanan kesehatan dan menjadi tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan, terutama perawat. Pasien dengan penyakit ginjal kronik berada pada risiko tinggi terhadap insiden keselamatan karena kompleksitas terapi dan gangguan metabolik yang berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko keperawatan pada pasien CKD stadium terminal dengan komplikasi asidosis metabolik dan hiperkalemia di RSUD Arifin Achmad, Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan analisis HIRARC untuk menilai kemungkinan dan tingkat keparahan risiko. Hasil identifikasi menunjukkan lima situasi berisiko tinggi, yaitu: pemberian elektrolit pekat tanpa pengenceran yang benar, kesalahan dosis atau kecepatan infus, risiko infeksi jalur intravena akibat ketidakpatuhan asepsis, komunikasi tim yang tidak efektif, serta kelelahan dan beban kerja perawat. Risiko tertinggi ditemukan pada pemberian elektrolit pekat dengan skor 9 (kategori tinggi). Strategi pengendalian yang direkomendasikan meliputi double check, penggunaan infusion pump, kepatuhan hand hygiene, komunikasi SBAR, serta pengaturan beban kerja. Penerapan manajemen risiko secara konsisten dapat menekan potensi insiden keselamatan dan meningkatkan mutu pelayanan melalui budaya keselamatan yang berkelanjutan.
STRATEGI PENGENDALIAN TUBERKULOSIS DI KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU Ria Yayanti; Ridwan Manda Putra; Bayhakki Bayhakki
JURNAL SENPLING MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/jsmi.v3i2.35

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major health problem in Indonesia, with Pekanbaru City—particularly Marpoyan Damai Subdistrict—recording the highest number of cases (1,558). This study aimed to formulate evidence-based strategies to sustainably reduce TB incidence and transmission. A descriptive quantitative approach was applied using primary and secondary data collected through questionnaires, field observations, and documentation. A total of 91 respondents were selected by simple random sampling from 1,558 TB households. Data were analyzed descriptively and through SWOT analysis. Findings indicated an increasing TB trend, from 1,200 cases in 2020 to 1,650 in 2024, including a rise in pediatric TB. Risk factors included poor ventilation and lighting (40.7%), smoking habits (50.5%), low mask use, and high household density. SWOT analysis revealed IFAS = 0.67 and EFAS = 1.10, placing the strategy in Quadrant I (aggressive). Recommended strategies include community education, optimizing the role of health cadres, maximizing healthcare facilities, improving housing environments, and strengthening cross-sectoral collaboration to accelerate TB control
Hubungan Lama Hemodialisis dan Dukungan Keluarga Terhadap Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisis Naomi Feronika; Bayhakki Bayhakki; Yesi Hasneli
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.16312

Abstract

ABSTRACT It is very necessary to limit fluid intake in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis, this aims to prevent the risk of excess fluid between hemodialysis sessions (Interdialytic Weight Gain/IDWG).  There are several factors associated with long IDWG, namely undergoing hemodialysis and family support. This study aims to identify the relationship between duration of hemodialysis and family support on Interdialytic Weight Gain (IDWG) of Chronic Kidney Failure patients in the Hemodialysis Unit. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The population is kidney failure patients. The sample consisted of 96 respondents using an accidental sampling technique. The measuring instrument used is a questionnaire. The analysis used is bivariate analysis using the chi square test. The research results were obtained from 96 respondents, most of whom had long HD 1 year, 59.4%, 58.3% of respondents who had high family support and 41.7% of respondents who had mild IDWG. The statistical test results for the hemodialysis duration variable obtained p value = 0.009 α 0.05, while the family support variable obtained p value = 0.002 α 0.05, so it can be concluded that there is a relationship between hemodialysis duration and family support for IDWG in failed patients. chronic kidney disease in the Hemodialysis Unit. It is estimated that health workers can provide information to respondents and families, namely by providing health education and socializing the prevention program for increasing IDWG. Keywords: Duration of Hemodialysis, Family Support and IDWG  ABSTRAK Pendahuluan: Pembatasan asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sangat perlu dilakukan hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya resiko kelebihan cairan antar sesi hemodialisis (Interdialytic Weight Gain/IDWG).  Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan IDWG yaitu lama menjalani hemodialisis dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan lama hemodialisis dan dukungan keluarga terhadap Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisis. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan Unit Hemodialisis RSUD Arifin Achmad. Populasi adalah pasien gagal ginjal. Sampel berjumlah 96 responden dengan teknik pengambilan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: hasil penelitian didapat dari 96 responden mayoritas memiliki lama HD 1 tahun sebanyak 59,4%, responden yang memiliki dukungan keluarga tinggi sebanyak 58,3% dan responden yang memiliki IDWG ringan sebanyak 41,7%. Hasil uji statistik untuk variabel lama hemodialisis didapat p value = 0,009  0,05, sedangkan variabel dukungan keluarga diperoleh nilai p value = 0,002  0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lama hemodialisis  dan dukungan keluarga terhadap IDWG pada pasien gagal ginjal kronik di Unit Hemodialisis. Diharapkan bagi petugas kesehatan dapat memberikan informasi kepada responden dan keluarga yaitu dengan cara melakukan pendidikan kesehatan dan mensosialisasikan program pencegahan peningkatan IDWG. Kata Kunci: Lama Hemodialisis, Dukungan Keluarga dan IDWG
Hubungan Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) dengan Kualitas Hidup Pasien Benigna Prostatic Hyperplasia (BPH) Ipnamelti Ipnamelti; Bayhakki Bayhakki; Yesi Hasneli N
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.16315

Abstract

ABSTRACT Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) is a non-life-threatening condition that significantly impacts the quality of life of affected individuals. Patients with BPH commonly experience symptoms such as nocturia, increased frequency and urgency of urination, decreased urine flow rate, incomplete bladder emptying, and hesitancy to urinate (Lower Urinary Tract Symptoms/LUTS). LUTS directly impairs the quality of life of BPH patients and contributes to morbidity. The severity of LUTS in BPH patients can be subjectively assessed using the International Prostate Symptom Score (IPSS). This study aims to explore the relationship between Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) and quality of life in patients with Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). This study employed a quantitative approach with a descriptive correlational design using a Cross-Sectional approach. The population consisted of all patients diagnosed with Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) experiencing Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) at RSUD Arifin Achmad Provincial Hospital in Riau from October to December 2023, totaling 153 individuals. A purposive sampling technique was used to select 111 participants as the study sample. Bivariate analysis using the chi-square test was employed for data analysis. Among the respondents, 43 individuals (38.74%) were categorized with moderate LUTS. The quality of life of BPH patients was rated as moderate in 62 respondents (55.86%). The Pearson Chi-Square test yielded a p-value of 0.003 (p-value α (0.05)). There is a significant relationship between Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) and the quality of life of patients with Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) at RSUD Arifin Achmad Provincial Hospital in Riau. Keywords: Lower Urinary Tract Symptoms, Quality of Life, Benigna Prostatic Hyperplasia  ABSTRAK Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kondisi yang tidak mengancam jiwa namun memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya. Penderita BPH umumnya mengalami gejala seperti nokturia, peningkatan frekuensi dan urgensi buang air kecil, penurunan laju aliran urin, kesulitan mengosongkan kandung kemih secara sempurna, dan keraguan saat ingin buang air kecil (Lower Urinary Tract Symptoms/LUTS). LUTS secara langsung mempengaruhi kualitas hidup penderita BPH dan berkontribusi terhadap morbiditas. Derajat keparahan LUTS pada penderita BPH dapat dinilai secara subjektif menggunakan International Prostate Symptom Score (IPSS). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) dan kualitas hidup pada pasien Benign Prostatic Hyperplasia (BPH). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) yang mengalami Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau pada bulan Oktober hingga Desember 2023, dengan jumlah 153 orang. Sampel penelitian sebanyak 111 orang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Dari responden, sebanyak 43 orang (38,74%) mengalami LUTS dengan derajat sedang. Kualitas hidup pasien BPH dinilai sebagai sedang oleh 62 responden (55,86%). Uji Pearson Chi Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p-value α (0,05)). Terdapat hubungan yang signifikan antara Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) dengan kualitas hidup pasien Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau. Kata Kunci : Lower Urinary Tract Symptoms, Kualitas Hidup, Benigna Prostatic Hyperplasia
Penerapan Pursed Lip Breathing di Ruangan Jasmin Rsud Arifin Achmad Pekanbaru Desi Fitriyanti; Eni Purwanti; Junaina Ridwan; Masri Rahayu Putri; Yosi Rianti; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.52631

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan hambatan aliran udara, air trapping, serta penurunan oksigenasi yang progresif. Intervensi nonfarmakologis seperti Pursed Lips Breathing (PLB) direkomendasikan untuk meningkatkan ventilasi dan saturasi oksigen. Tujuan: menganalisis dan memahami penerapan filosofi Teori Patricia Benner tentang From Novice to Expert dalam proses kredensial keperawatan. Metode penelitian: Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan durasi implementasi enam hari berturut-turut, waktu 23-28 oktober 2025 dilaksanakan di RSUD Arifin Achmad Propinsi Riau Ruang Jasmin melibatkan tiga pasien PPOK yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi PLB diberikan selama 15–20 menit setiap sesi, dilakukan tiga kali sehari. Pengukuran SpO₂ dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan pulse oximeter terkalibrasi, kemudian data dicatat, dibandingkan, dan dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan harian dan keseluruhan, Hasil/temuan: adanya peningkatan konsisten pada nilai SpO₂ setelah intervensi pada seluruh pasien, dengan peningkatan harian berkisar antara 1% hingga 3%. Rata-rata SpO₂ sebelum intervensi adalah 94,39%, meningkat menjadi 96,17% setelah PLB, dengan rata-rata peningkatan sebesar 1,78%. Tidak ditemukan efek samping, dan seluruh pasien dapat mengikuti teknik PLB dengan baik. Temuan ini menegaskan bahwa PLB efektif meningkatkan oksigenasi melalui perpanjangan fase ekshalasi, pengurangan air trapping, dan peningkatan efisiensi pertukaran gas. Simpulan: PLB merupakan terapi tambahan yang sederhana, aman, dan bermanfaat bagi pasien PPOK, serta dapat diintegrasikan ke dalam asuhan keperawatan rutin untuk meningkatkan fungsi pernapasan dan kenyamanan pasien