Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGELOLAAN PENDAPATAN DAN BELANJA RUMAH TANGGA PEMULUNG M.E Perseveranda; Lawalu, Emiliana Martuti; Indrawati, Agnes Susanti; Pongge, Maria Imakulata; Ketmoen, Adrianus; Masri, Marius; Dima, Enike Tje Yustin; Leki, Salomon
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i2.1399

Abstract

Scavengers are a group of urban poor who work in the informal sector, with their main activity being the collection of used goods every day to sell in order to meet their living needs. This condition places the management of income and expenditure as a key factor in efforts to improve the welfare of scavenger households. The income earned by scavengers at the Alak Landfill includes cash as well as goods and services. From an economic perspective, cash income contributes to an increase in household spending budgets, while income in the form of goods and services helps reduce expenses, which indirectly expands their spending capacity. A deep understanding of the dynamics of the lives of scavenger households in Alak District is crucial in designing effective strategies to improve their income and welfare. Therefore, a comprehensive study is needed to identify the challenges faced by scavenger families and find practical solutions, so that it can serve as the foundation for the implementation of this service program at TPAS Alak, Kupang City. The service team at TPAS Alak held a socialization event related to financial management, focusing on two main aspects. First, providing financial education to scavengers to help them manage household income and expenses more efficiently. Second, providing access to financial counseling services that support scavengers in budgeting and overseeing various financial challenges. This program has a positive impact on the scavengers at the Alak Landfill Site, including improved welfare for them and their families, increased access to financial services, as well as enhanced economic independence and a better understanding of financial management.  
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KEWIRAUSAHAAN ANAK MELALUI PRODUKSI JAJANAN SEHAT JASUKE DI KOMUNITAS SEKAMI Lawalu, Emiliana Martuti; Loda, Adelheid Elisabet; Indrawati, Agnes Susanti; Pongge, Maria Imakulata; Gamatara, Maksimilianus Paulus Jati; Banase, Marianus Antonius Deo Datus; Ketmoen, Adrianus; Perseveranda, ME
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i3.4831

Abstract

Semangat kewirausahaan perlu ditanamkan sejak usia dini untuk membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan dasar kewirausahaan pada anak-anak anggota SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) KUB St. Mikael Liliba, khususnya terkait kreativitas, tanggung jawab, dan kerja sama dalam kegiatan produktif. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan anak melalui proses pembuatan dan pemasaran jajanan sehat berbasis jagung, yaitu JASUKE (Jagung, Susu, Keju). Mitra kegiatan adalah anak-anak anggota SEKAMI berusia 12–13 tahun yang aktif dalam kegiatan gerejawi dan pembinaan karakter. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi tentang kewirausahaan, pelatihan pembuatan jajanan sehat, serta praktik langsung produksi dan pemasaran JASUKE. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan antusiasme anak-anak terhadap kewirausahaan, ditandai dengan partisipasi aktif dalam setiap tahap kegiatan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus meningkatkan kerja sama tim di kalangan anak-anak mitra.
Analisis Sektor Ekonomi Unggulan dan Pergeseran Struktur Ekonomi di Kabupaten Ende Tahun 2017-2021 Pongge, Maria Imakulata; Indrawati, Agnes Susanti; Lawalu, Emiliana Martuti; Dima, Enike Tje Yustin
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 5 No. 2 (2023): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sektor basis ekonomi, perubahan struktur ekonomi, dan perkembangan sektor unggulan sebagai kontribusi sektor tersebut terhadap PDRB. Penelitian ini menganalisis 17 sektor ekonomi berdasarkan lapangan usaha dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2023. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ), analisis Shift-share, Model Rasio Pertumbuhan, dan Analisis Tipologi Klassen. Berdasarkan hasil penelitian, struktur ekonomi sektor sekunder mengalami pergeseran ke arah sektor tersier. Sebaliknya, kontribusi sektor primer terhadap pertumbuhan ekonomi masih sangat signifikan. Industri pengadaan air, pengelolaan limbah, sampah dan daur ulang, serta sektor jasa pendidikan merupakan industri unggulan yang memiliki keunggulan pertumbuhan ekonomi yang kompetitif.
Analisis Bisnis Tenun Menggunakan Stochastic Frontier Analysis dan Analisis Jalur (Studi Kasus: Kelurahan Manutapen dan Oebufu) Indrawati, Agnes Susanti; Lawalu, Emiliana Martuti; Pongge, Maria Imakulata
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 5 No. 3 (2023): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) menggunakan metode SFA untuk mengukur efisiensi produksi usaha tenun ikat di Kelurahan Manutapen dan Oebufu. 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi produksi tenun ikat. 3) menerapkan model analisis jalur untuk memahami hubungan sebab akibatantar variabel yang mempengaruhi keberhasilan usaha tenun ikat. Penelitian ini menggunakan analisis stochastic frontier (SFA) untuk menganalisis efisiensi teknis masing-masing pengrajin tenun ikat, dan analisis jalur (Path Analysis) untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi secara tidak langsung. Dengan memproduksi kain tenun ikat. Penelitian ini menggunakan data primer dari total 100 penenun kain tenun ikat Kelurahan Manutapen dan Oebufu. Hasil penelitian menunjukkan produksi kain tenun ikat di kedua Kelurahan tersebut belum efisien secara teknis. Hasil estimasi SFA menunjukkan bahwa variabel modal kerja dan bahan baku berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja atau hasil produksi kain tenun ikat. Variabel penjelasnya meliputi: pendidikan dan lama usaha mempengaruhi inefisiensi teknis hasil produksi kain tenun di Kelurahan Manutapen dan Oebufu, Kota Kupang. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa modal kerja tidak berpengaruh terhadap hasil produksi kain tenun ikat, namun bahan baku mempunyai pengaruh langsung terhadap hasil produksi kain tenun ikat. Secara langsung: modal kerja dan hasil produksi tenun ikat berpengaruh terhadap keuntungan atau laba. Bahan baku dan hasil produksi tidak berpengaruh terhadap keuntungan. Sebaliknya, secara tidak langsung: modal kerja dan bahan baku melalui hasil produksi tenun mempunyai pengaruh signifikan terhadap laba atau keuntungan hasil produksi.
Menabung Sejak Dini: Fondasi Menuju Stabilitas Finansial bagi Generasi Milenial di SDN Onitua, Desa Tesabela, Kabupaten Kupang Tokan, Maria Wahyuningsi Lama; Wea, Natalia Febryani; Lela, Oktaviana Petrano; Waso, Krisantus Risaldo; Boli, Ferdinandus Marin; Bibiana, Rere Paulina; Firmansyah, Mariano; Pongge, Maria Imakulata; Gaya, Stefanus Ara; Tahuk, Yohanes Ryanald Klau
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i2.712

Abstract

Kemajuan teknologi mengubah interaksi anak-anak, yang cenderung kurang peduli terhadap isu sosial dan keuangan. Kesulitan finansial terjadi karena kurangnya edukasi keuangan di keluarga dan sekolah. Kegiatan pengabdian bertema "Pentingnya Menabung Sejak Dini" dilaksanakan di SDN Onitua untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan. Melibatkan metode tatap muka dengan penyampaian materi, diskusi, dan kuis, kegiatan ini berhasil membangun pemahaman siswa tentang arti menabung. Dalam evaluasi kegiatan, ditemukan kehadiran penuh siswa dan suasana yang kondusif. Sesi diskusi dan kuis memperkaya pemahaman siswa terkait literasi keuangan. Kesimpulan menunjukkan keberhasilan kegiatan dalam mencapai tujuannya, memberikan kontribusi positif untuk meningkatkan literasi keuangan di tingkat dasar. Saran untuk peningkatan frekuensi kegiatan dan melibatkan orang tua diharapkan dapat memperkuat dampak literasi keuangan yang berkelanjutan.        
Analysis Of The Use Of Village Fund In Stunting Prevention And Treatment Lawalu, Emiliana Martuti; Leki, Salomon; Pongge, Maria Imakulata; Indrawati, Agnes Susanti
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition April - June 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting, as a serious issue hindering the growth and development of children and negatively impacting the quality of human resources, has become a major concern in Central Kupang District, East Nusa Tenggara, which ranks fourth in stunting cases. Oelmasi Village and Noelbaki Village, in particular, face significant challenges with a total of 75 cases of stunted children. These villages also encounter serious economic challenges and limited access to healthcare services. This study aims to analyze the implementation of stunting reduction policies in these two villages and evaluate the utilization of village funds to accelerate stunting reduction. A qualitative research method was used, identifying key informants such as health cadres, PKK (Family Welfare Movement) Chairpersons, and mothers of stunted children, as well as supporting informants such as village heads and treasurers. Data were collected through interviews, observations, and document analysis. The results highlight that the approach adopted still emphasizes treatment over prevention. The total budget allocation for Oelmasi Village is IDR 111,992,000 and for Noelbaki Village is IDR 102,300,000, which is used for programs such as integrated health posts, nutrition education, and incentives for cadres. Although village funds have been allocated for stunting reduction, challenges such as budget constraints and ineffective information distribution hinder program optimization. In conclusion, further efforts are needed to enhance public health literacy and strengthen cooperation between local governments and communities in the prevention and treatment of stunting in Oelnasi and Noelbaki Villages.
Optimasi Pengelolaan Keuangan Desa Melalui Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Infrastruktur Primus Nuwa, Arnoldus; Pongge, Maria Imakulata; Dima, Enike Tje Yustin
Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 25, No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ekonomikawan.v25i2.27377

Abstract

Rural infrastructure development requires community involvement as an essential component of participatory and accountable governance. This study analyzes the forms of community participation in Takatunga Village, the factors influencing it, and its relationship with village financial management, particularly the use of Village Funds for infrastructure development. Using a qualitative descriptive approach through interviews, observations, and document analysis, the findings show that participation primarily takes the form of labor contributions during the implementation stage, while involvement in planning and evaluation remains limited. Key barriers include low self-confidence, time constraints due to agricultural activities, and insufficient information dissemination. Although social capital—such as mutual cooperation and trust in local leaders—encourages community engagement, financial management remains top-down, preventing social capital from being integrated into budgeting processes. The study highlights the need to strengthen deliberation forums, improve community budget literacy, and enhance transparency to promote more substantive participation in village infrastructure development.
Pemberdayaan Ekonomi melalui Literasi Digital Anti Pinjaman Online Ilegal Albertus Reynaldi Nahak Taek; Yohanes Petrus Dote Koten; Helena Kurnia Mauk; Patricia Rina Florencita; Elviana Wehelmina Fani; Ananda Heppy Aizah; Maria Anastasia Ue; Anna Florentina Yunidista Bere; Maria Fransiska De Cantal Peni; Amrosia Paskalia Suni; Maria Gracelinda Loe; Fransiska Jessica Adventia Wea; Maria Imakulata Pongge; Agnes Susanti Indrawati; Adrianus Ketmoen
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i2.3941

Abstract

Masyarakat Desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan masih menghadapi rendahnya literasi digital dan keuangan sehingga rentan terhadap pinjaman online ilegal berbasis social engineering. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga agar mampu mengenali dan mencegah praktik pinjol ilegal. Metode yang digunakan adalah pendidikan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi, dan simulasi dengan melibatkan 60 peserta dari berbagai kelompok masyarakat, seperti petani, ibu-ibu PKK, dan pemuda desa. Media edukasi berupa leaflet, video, dan poster OJK digunakan untuk mempermudah pemahaman. Hasil kuesioner menunjukkan 85% peserta memahami ciri pinjol ilegal, 78% berkomitmen memeriksa legalitas pinjaman, dan 72% mulai membatasi izin akses aplikasi di ponsel. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat. Dengan demikian, edukasi berbasis partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran digital dan keuangan masyarakat pedesaan, serta perlu dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan berkelanjutan
Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pengajuan Kredit Nasabah Bank NTT Adrianus Ketmoen; Hwihanus; Maria Imakulata Pongge
Vokasi : Jurnal Riset Akuntansi Vol. 15 No. 1 (2026): Vokasi: Jurnal Riset Akuntansi
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/vjra.v15i1.114284

Abstract

This study analyzes the effect of the marketing mix on customers’ credit application decisions at Bank NTT. The background of this research lies in the fluctuation of credit distribution target achievement during 2018–2022, indicating that the growth in debtors was not consistently followed by the attainment of lending targets. The study applies a quantitative cross-sectional design with 175 respondents selected purposively from Bank NTT customers who had applied for credit. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination. The results show that customers generally perceive Bank NTT’s marketing mix and credit application decisions as good to very good. Partially, product, price, promotion, people, and physical evidence have a positive and significant effect on credit application decisions. In contrast, place and process have a negative and insignificant effect. Simultaneously, the seven dimensions of the marketing mix significantly affect credit application decisions. The model explains 53.1 percent of the variation in credit application decisions. These findings imply that Bank NTT needs to strengthen product competitiveness, pricing transparency, promotional effectiveness, service quality, and physical evidence while improving process efficiency and branch accessibility.
Development Strategies for Barter Markets to Support the Local Economy in Wulandoni Village, Wulandoni District, Lembata Regency Maria Imakulata Pongge; Desiderius Yohanes Laba Puhun; Emiliana Martuti Lawalu
Jurnal REP (Riset Ekonomi Pembangunan) Vol. 11 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/rep.v11i1.3258

Abstract

The barter market is an ancient trading system in which goods and services are exchanged directly without using money as a medium of exchange. In Wulandoni Village, Wulandoni District, Lembata Regency, the practice of barter markets is still preserved as part of local culture and also serves as a source of Village Original Revenue (PADes). This revenue is collected from traders' goods before market activities begin and is managed to fund basic needs, infrastructure development, local economic growth, and sustainable natural resource and environmental management. This study aims to identify and formulate development strategies for the barter market to support the local economy. The research employs a descriptive qualitative method using primary and secondary data collected through interviews, observation, and documentation. The results show that the barter market can enhance community purchasing power, strengthen social ties, and optimize local potential, particularly in marine products (fish, salt, lime) and agricultural produce (bananas, corn, cassava, vegetables, areca nuts, pineapples, and mangoes). However, challenges include limited types of goods, uncertainty in exchange value, and potential disagreements among traders. Recommended strategies include reinforcing existing local values, appointing market facilitators, fostering inter-regional collaboration, and organizing market zones. This research is expected to serve as a reference for local economic empowerment and provide a foundation for future studies by incorporating additional supporting variables