Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Jamu Instan Pada Masyarakat Di Desa Kemanisan Kecamatan Curug Serang Sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Keluarga Yusransyah Yusransyah; Sofi Nurmay Stiani; Fathiyati Fathiyati; Sandy Nurlaela Rachman; Leni Halimatusyadiah; Endah Endah; Renditya Ismiyati; Andri Harpan; Meila Pertiwi
Jurnal Abdi Masyarakat Kita Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat Kita
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/asta.v3i1.366

Abstract

Traditional medicines are ingredients in the form of plant ingredients, animal ingredients, mineral ingredients, galenic preparations, or mixtures of these materials which have been used for generations for treatment and can be applied in accordance with the norms in force in society, while herbal medicine is a Traditional Medicine made in Indonesia. The purpose of this research is to increase understanding of the importance of increasing understanding regarding the processing of instant herbal medicine and raising awareness of the importance of improving skills in the form of training on making good and correct instant herbal medicine in Kemanisan village. The community service method used in this research is in the form of community relations through counseling and health training. The results showed that the knowledge level of the respondents before the training, namely 41,7 %, was in the sufficient category. The respondents' knowledge level after the training was 50% in the good category. Based on the study results, it can be concluded that the respondents' knowledge level before and after counseling and training increased their knowledge. Community service activities through counseling methods can increase respondents' knowledge regarding managing medicinal plants into an instant herbal products with economic value.
Edukasi Penggunaan Obat pada Bulan Ramadhan Ditinjau dari Segi Kesehatan dan Islam Di SMK Babunajah Pandeglang Sofi Nurmay Stiani; Yusransyah Yusransyah; Sylvi Addini; Leni Halimatusyadiah; Fathiyati Fathiyati; Syifa Maulidia Rizqi; Dewi Intan Sri Rahayu; Hanifah Dwi Safitri
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.486

Abstract

Bulan Ramadhan merupakan waktu bagi umat muslim dalam melaksanakan kewajiban untuk berpuasa. Bagi yang melaksanakan puasa dan mengalami gangguan kesehatan, pasti akan mempengaruhi konsumsi atau pola penggunaan obat seperti pada hari-hari biasa. Perubahan jadwal penggunaan obat sangat perlu diperhatikan sehingga tidak mempengaruhi efek terapi yang diberikan atau yang sedang dijalani. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat supaya tetap dapat mengkonsumsi obat dengan benar tanpa meninggalkan ibadah puasanya. Metode pengabdian masyarakat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu community relation melalui edukasi mengenai pengetahuan penggunaan obat saat puasa kepada peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi yaitu 56% berada pada kategori cukup. Tingkat pengetahuan responden setelah diberikan edukasi yaitu 90% pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengalami peningkatan pengetahuan secara signifikan dengan nilai p<0,05. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan responden tentang penggunaan obat yang baik dan benar saat puasa. The month of Ramadan is the time for Muslims to carry out the obligation to fast. For those who carry out fasting and experience health problems, it will definitely affect consumption or patterns of drug use as on normal days. Changes in the schedule for drug use really need to be considered so that it does not affect the effect of the therapy being given or being carried out. The purpose of this research was provided education to the public so that they can continue to take medication properly without leaving their fasting worship. The community service method used in this study was community relations through education about the knowledge of using drugs during fasting to participants. The results showed that the level of knowledge of the respondents before being given education, namely 56%, was in the sufficient category. The level of knowledge of respondents after being given education was 90% in the good category. Based on the results of the study it can be concluded that the level of knowledge of respondents before and after being given education experienced a significant increase in knowledge with a p value <0.05. Community service activities through the provision of education can increase respondents' knowledge about the proper and correct use of drugs during fasting.
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pembuatan Modifikasi Nugget Ayam Daun Kelor (Moringa Oleifera) sebagai Makanan Lauk Anak dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Stunting Filda Fairuza; Fathiyati Fathiyati; Afifah Nur Shobah; Dinda Haerunisa; Nadilatul Rahma
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pcvgzr03

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Desa Koncang Kecamatan Cipeucang Kabupaten Pandeglang. Rendahnya pengetahuan gizi ibu balita serta kurang optimalnya kapasitas kader Posyandu menyebabkan intervensi pencegahan stunting belum berjalan efektif. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu serta ibu balita melalui edukasi gizi dan pelatihan pembuatan modifikasi nugget ayam daun kelor sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, edukasi gizi, pelatihan praktik langsung, demonstrasi teknologi, pendampingan, dan evaluasi pre-test serta post- test. Hasil menunjukkan meningkatnya pengetahuan peserta dengan selisih skor rata-rata 32 poin pada aspek pengetahuan dan 31 poin pada aspek manajemen. Analisis proksimat menunjukkan Formula 1 (ayam:kelor = 3:1) memiliki kandungan protein tertinggi (13,94 g/100 g), melebihi produk pembanding. Uji hedonik menunjukkan kedua formula disukai panelis, dengan nilai tertinggi 4,2 pada Formula 1. Produk kemudian diproduksi dan dibagikan kepada balita stunting di posyandu, disertai pendampingan kader. Program ini meningkatkan kapasitas kader sebagai agen perubahan dan menghasilkan inovasi produk pangan lokal bergizi sebagai PMT.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI KELAS VII DENGAN KEJADIAN ANEMIA Fathiyati Fathiyati; Filda Fairuza; Dwinda Sari; Siti Firanti Putri Cahyani
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i4.14077

Abstract

ABSTRACT Anemia among adolescent female students is not solely associated with increased iron requirements during growth but also with nutritional status, dietary habits, and health-related knowledge that shape daily behaviors. This study focuses on the relationship between these three aspects and the occurrence of anemia among seventh-grade female students at MTsN 2 Serang City in 2026. A total of 63 students were included through total sampling in a quantitative study employing a cross-sectional design. Anemia status was determined through hemoglobin measurement using the Easy Touch GCHb, while nutritional status was assessed based on BMI-for-Age (BMI/A), and information on dietary patterns and anemia knowledge was collected using questionnaires that had undergone validity and reliability testing. The data were analyzed using univariate analysis and the Chi-Square test. Among all respondents, 31 students (49.2%) were identified as anemic. All three characteristics examined were significantly associated with anemia, with dietary patterns (OR=50.27) and anemia knowledge (OR=449.50) demonstrating stronger associations than nutritional status (OR=5.32). These findings support an integrated prevention strategy combining improved nutritional status, healthier dietary habits, anemia education, optimization of Iron Supplementation Tablets, and strengthened school-based health programs through collaboration between schools and health services. ABSTRAK Anemia pada siswi remaja tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan zat besi yang meningkat selama pertumbuhan, tetapi juga dengan kondisi gizi, kebiasaan konsumsi, dan pemahaman kesehatan yang membentuk perilaku sehari-hari. Penelitian ini memusatkan perhatian pada keterkaitan ketiga aspek tersebut dengan kejadian anemia pada siswi kelas VII MTsN 2 Kota Serang Tahun 2026. Sebanyak 63 siswi dilibatkan melalui total sampling dalam penelitian kuantitatif berdesain cross-sectional. Kondisi anemia ditentukan melalui pemeriksaan hemoglobin menggunakan Easy Touch GCHb, sedangkan status gizi diperoleh dari IMT/U dan informasi pola makan serta pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi pengujian validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Data kemudian dibaca melalui analisis univariat dan uji Chi-Square. Dari seluruh responden, 31 siswi (49,2%) teridentifikasi mengalami anemia. Ketiga karakteristik yang dikaji memiliki hubungan bermakna dengan kejadian tersebut, dengan pola makan (OR=50,27) dan pengetahuan anemia (OR=449,50) memperlihatkan asosiasi yang lebih kuat daripada status gizi (OR=5,32). Gambaran tersebut mengarahkan pencegahan pada strategi terpadu yang menggabungkan perbaikan status gizi, pembiasaan konsumsi pangan sehat, edukasi anemia, optimalisasi Tablet Tambah Darah, dan penguatan program kesehatan berbasis sekolah secara berkelanjutan, dengan melibatkan sekolah dan layanan kesehatan dalam pelaksanaannya.
Hubungan Karakteristik dan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Deteksi Dini Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur (WUS) di Wilayah Kerja Puskesmas Banten Girang Kota Serang Fathiyati Fathiyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v1i2.5

Abstract

Early detection of cervical cancer is one effort that can be done by women of childbearing age to avoid cervical cancer. The most common method is through pap smear and IVA examination. Based on the available data, the number of WUS who conducted IVA examination at Banten Girang Public Health Center in 2017 was only 227 people from 4830 target of WUS or about 4.7% from the target of 80%. The purpose of this research is to know the relation of characteristic and family support to the behavior of early detection of cervical cancer in fertile-age women in Banten Girang Community Health Center working area of ??Serang city in 2017, covering age, education, family income, and family support. This type of research is analytic, with cross sectional design (cross section). The study population is all women of infertile age in the Banten Girang health center. Results of a large sample count of 98 people. Data analysis is univariate analysis (frequency distribution) and bivariate analysis (Kai Squares test). The result of univariate analysis, known to WUS which do detection of cervical cancer as much as 32,7%, as much as 71,4% mother included in age> 40 years, 54,1% low educated mother, 61,2% mother of low family income, and 56 , 1% of mother's family support is absent. The results of bivariate analysis of variables related to early detection behavior of cervical cancer were maternal education (p value = 0,038 and OR = 2,733), family income (p value = 0,024 and OR = 2,957), and mother's family support (p value = 0,018 and OR = 3.116). While unrelated is age (p = 0,208). Suggestion in this research is Puskesmas can organize program for example by being participated by Puskesmas in early detection program of cervical cancer free of charge, in accordance with existing program, mother's family in order to give support to mother to do early detection of cervical cancer, for example by providing fund , provide information, and also provide motivation to the mother. Deteksi dini kanker serviks merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh wanita usia subur agar terhindar dari kanker serviks. Metode yang umum dilakukan adalah melalui pemeriksaan pap smear dan IVA. Berdasarkan data yang ada, jumlah WUS yang melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Banten Girang tahun 2017 adalah baru 227 orang dari 4830 sasaran WUS atau sekitar 4,7% dari target sebesar 80%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik dan dukungan keluarga dengan perilaku deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Banten Girang Kota Serang tahun 2017, meliputi umur, pendidikan, pendapatan keluarga, dan dukungan keluarga. Jenis penelitian ini analitik, dengan desain cross sectional(potong lintang). Populasi penelitian adalah semua Wanita Usia Subur yang ada di wilayah Puskesmas Banten Girang. Hasil penghitungan besar sampel sebanyak 98 orang. Analisis data yaitu analisis univariat (distribusi frekuensi) dan analisis bivariat (Uji Kai Kuadrat). Hasil analisis univariat, diketahui WUS yang melakukan deteksi kanker serviks sebanyak 32,7%, sebanyak 71,4% ibu termasuk dalam umur > 40 tahun, 54,1% ibu berpendidikan rendah, sebanyak 61,2% ibu pendapatan keluarganya rendah, dan 56,1% dukungan keluarga ibu tidak ada. Hasil analisis bivariat variabel yang berhubungan dengan perilaku deteksi dini kanker serviks adalah pendidikan ibu (p value = 0,038 dan OR = 2,733), pendapatan keluarga (p value = 0,024 dan OR = 2,957), dan dukungan keluarga ibu (p value = 0,018 dan OR = 3,116). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah umur (p = 0,208). Saran dalam penelitian ini adalah Puskesmas dapat menyelenggarakan program misalnya dengan diikutsertakan oleh Puskesmas dalam program deteksi dini kanker serviks secara Cuma-Cuma, sesuai dengan program yang ada, keluarga ibu agar dapat memberikan dukungan kepada ibu untuk melakukan deteksi dini kanker serviks, misalnya dengan menyediakan dana, memberikan informasi, dan juga memberikan motivasi kepada ibu.
Hubungan Akseptor Keluarga Berencana Suntik “DMPA” dengan Kejadian Disfungsi Seksual Wanita di Puskesmas Ciwandan Fathiyati Fathiyati; Dwinda Sari; Lina Mardianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v5i2.93

Abstract

This article to analyze the relationship between the use of medrox progesterone acetate (DMPA) depot injectable contraceptives with the incidence of female sexual dysfunction at the Ciwandan Health Center in December 2021. This type of research is an analytical survey with a cross sectional design design. The population used in this study was family planning acceptors in the CiwandanHealth Center area. This research was conducted from August to December 2021 at the Puskesmas Ciwandan. The results shows that there is a significant relationship between DMPA contraceptive use and female sexual dysfunction at the Puskesmas CiwandanSerang Banten in 2021 with P-Value = 0.000 < 0.005. With a value of OR = 46,550, it can be concluded that Women who use DMPA contraception have a 46.5 times chance of experiencing sexual dysfunction compared to Women who do not use DMPA contraception. Tujuan artikel ini untuk menganalisis hubungan penggunaan kontrasepsi suntik depot medrox progesterone acetate (DMPA) dengan kejadian disfungsi seksual wanita di Puskesmas Ciwandan Desember Tahun 2021 Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan desain rancangan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah akseptor KB yang ada di wilayah Puskesmas Ciwandan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustuas s/d Desember Tahun 2021 di Puskesmas Ciwandan. Hasil Penelitian menunjukan Ada hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi DMPA dengan disfungsi seksual wanita Di Puskesmas CiwandanSerang Banten Tahun 2021 dengan P-Value = 0,000 < 0,005. Dengan nilai OR = 46,550, sehingga dapat disimpulkan bahwa Wanita yang menggunakan kontrasepsi DMPA memiliki peluang 46,5 kali untuk mengalami disfungsi seksual dibandingkan dengan Wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi DMPA.