Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Improving the People’s Economy During the Covid-19 Pandemic: A Policy Review on Culinary Tourism Business in Medan City Mohammad Firman Maulana; Parianto Parianto; A Husin Tmgr
Jurnal Ipteks Terapan (Research Of Applied Science And Education ) Vol. 16 No. 4 (2022): Jurnal Ipteks Terapan : research of applied science and education
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.282 KB) | DOI: 10.22216/jit.v16i4.2034

Abstract

This research aims to describe how the Government's effort in building people's economy through culinary tourism business that has been mushrooming at any corners of the city during the pandemic. The research employed qualitative method with observation, interview and document analysis as instruments for data collection. Observations were made at several culinary tourism spots following an interview session with some participants from tourism office staffs, culinary business managers and visitors. Related documents were obtained from both the Government Service and culinary business actors. The results of this research indicate that the Government's policy plays an important role in improving the community's economy as it absorbs lot of people to work in and encourages the others to supply the ‎necessary ingredients in which at the same time the business is potential to increase regional income
ANALISIS PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP EFEKTIVITAS BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH SINABANG KABUPATEN SIMEULUE T. Gusli Muliadi; Mohammad Firman Maulana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 No. 2 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i2.18587

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi COVID-19 pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Sinabang Kabupaten Simeuluedan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran siswa pada masa pandemi COVID-19 pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. di MA Muhammadiyah Sinabang Kabupaten Simeulue dan untuk mengetahui pengaruh pandemi covid 19 terhadap efektivitas belajar siswa di MA Muhammadiyah Sinabang Kabupaten Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi sebanyak 182 orang melalui teknik pengumpulan data kuesioner dan analisis data korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran agama Islam di MA Muhammadiyah pada masa pandemi covid-19 dilaksanakan dengan proses pembelajaran online menggunakan media android melalui berbagai metode, media dan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Efektivitas pembelajaran siswa pada masa pandemi COVID-19 pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MA Muhammadiyah Sinabang Kabupaten Simeulue cukup efektif dengan mempertimbangkan kualitas, waktu pembelajaran, pemberian reward dan penyesuaian materi dengan metode dan media pembelajaran. Pandemi Covid-19 mempengaruhi efektivitas pembelajaran siswa di MA Muhammadiyah Sinabang Kabupaten Simeulue. Hal ini terlihat dari hasil uji t yang diperoleh dimana thitung > ttabel atau 0,78 > 0,36 hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja dan prestasi belajar siswa kelas Madrasah Aliyah Muhammadiyah. Hal ini terlihat dari nilai r tabel (0,78 > 0,36).
Authoritarian Parenting and Emotional Regulation in Early Childhood: A Theoretical Review across Cultural Contexts Mohammad Firman Maulana; Rosmidar Rosmidar; Sarah Nasution; Riski Ayu Permata
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.8096

Abstract

Emotion regulation in early childhood is a foundational competency influencing social, psychological, and academic outcomes. Parenting style, particularly authoritarian parenting characterized by high control and low emotional responsiveness, has been consistently associated with maladaptive emotional development. This study examines how authoritarian parenting shapes children’s emotion regulation across cultural contexts. This study employed a qualitative library research design, synthesizing 72 peer-reviewed sources published between 2000 and 2024. Using thematic analysis, the review was guided by Erikson’s psychosocial development theory, Gross’s process model of emotion regulation, and Baumrind’s parenting typology to identify key developmental mechanisms. Findings indicate that authoritarian parenting negatively affects children’s emotional development by limiting emotional awareness, expression, and regulatory flexibility. Children exposed to rigid and emotionally dismissive environments tend to rely on maladaptive strategies such as emotional suppression and avoidance, while demonstrating reduced use of cognitive reappraisal. These patterns are associated with increased risks of anxiety, aggression, and emotional dysregulation. Neurodevelopmental evidence further suggests heightened stress reactivity under such parenting conditions. These effects are particularly pronounced in collectivist cultures where strict parenting norms are socially reinforced. Authoritarian parenting disrupts key developmental processes related to autonomy, emotional agency, and adaptive regulation strategies. Although culturally normative in some contexts, its long-term implications remain detrimental to emotional competence. The study underscores the importance of promoting emotionally responsive and autonomy-supportive parenting practices, alongside culturally sensitive interventions to enhance early childhood emotional development.
Speech Control as A Preventive Strategy of Islamic Religious Education Teachers Against Verbal Bullying Behaviour Muhammad Arbain; Mohammad Firman Maulana; Ramlan Padang
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2026): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v16i1.13686

Abstract

This study aims to describe and analyze the strategies employed by Islamic Religious Education teachers in instilling the value of hifzh al-lisan (guarding one’s speech) as an effort to anticipate verbal bullying among students at SMP Pancasila Tanjung Beringin. The research was motivated by the tendency of students to normalize ridicule, inappropriate nicknames, and harsh language as part of everyday joking, which may negatively affect students’ character development and psychological well-being. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with key informants, including the principal, Islamic Religious Education teachers, subject teachers, homeroom teachers, and students, as well as documentation studies. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that verbal bullying commonly occurred in the form of mocking, labeling, and the use of offensive language among peers. Islamic Religious Education teachers addressed this issue through the integration of ethical communication values in classroom instruction, role modeling (uswatun hasanah), personal counseling, and collaborative supervision involving school stakeholders. Supporting factors included strong school leadership and teacher collaboration, while obstacles arose from peer culture, social media influences, and limited parental supervision. Overall, the strategy contributed positively to students’ communication ethics and awareness of respectful interaction.
IMPLEMENTASI METODE QIRAATI DALAM MENINGKATKAN KEFASIHAN MEMBACA AL-QUR'AN DI PESANTREN AL IZZAH KHOIRU UMMAH TANJUNG MORAWA Wahnin Manurung; Mohammad Firman Maulana; Pariato Pariato
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.75-82

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik dalam pembelajaran Al-Qur’an. Pencapaian kemampuan tersebut memerlukan metode pembelajaran yang mampu membimbing peserta didik membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, makharijul huruf, dan tartil. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode Qiraati dalam meningkatkan kefasihan membaca Al-Qur’an pada kelas ghorib tajwid di Pesantren Al Izzah Khoiru Ummah Tanjung Morawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, guru Qiraati, dan peserta didik sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Qiraati dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan silabus pembelajaran serta media berupa buku ghorib-tajwid dan Al-Qur’an. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pembukaan, tilawah Al-Qur’an secara klasikal, setoran bacaan secara individual, dan penutupan pembelajaran. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan bacaan peserta didik serta Evaluasi Belajar Tahap Akhir Quran (EBTAQ). Penerapan metode Qiraati berkontribusi dalam meningkatkan kefasihan membaca Al-Qur’an peserta didik melalui pembiasaan membaca, koreksi langsung terhadap kesalahan bacaan, penguatan pemahaman tajwid, dan pembinaan makharijul huruf. Keberhasilan implementasi metode ini didukung oleh ketersediaan media pembelajaran dan dukungan lembaga, sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan guru bersyahadah Qiraati, keterbatasan ruang belajar, keragaman kemampuan peserta didik, dan konsistensi pelaksanaan standar pembelajaran
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK SISWA DI MADSRASAH TTANAWIYAH AL-WARDAH-TEMBUNG Nurul Utami; Rustam Efendi; Mohammad Firman Maulana
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.123-134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh penerapan model Discovery Learning terhadap hasil belajar Akidah Akhlak siswa, (2) membandingkan hasil belajar siswa yang belajar menggunakan model Discovery Learning dengan pembelajaran konvensional, dan (3) mengukur besarnya peningkatan hasil belajar setelah penerapan model tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 56 siswa kelas VII MTs Al-Wardah Tembung yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing terdiri atas 28 siswa. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, paired sample t-test, independent sample t-test, dan analisis N-Gain dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 57,50 menjadi 75,71 dengan hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai t = -7,764 dan Sig. (2-tailed) = 0,000 (p 0,05). Analisis independent sample t-test juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (t = -3,263; Sig. (2-tailed) = 0,002). Selain itu, rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 50,14% lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 48,22%, yang menunjukkan peningkatan hasil belajar pada kategori sedang. Dengan demikian, model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa, mendorong keterlibatan aktif, serta memfasilitasi proses penemuan konsep secara mandiri
Speech Control as A Preventive Strategy of Islamic Religious Education Teachers Against Verbal Bullying Behaviour Muhammad Arbain; Mohammad Firman Maulana; Ramlan Padang
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2026): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v16i1.13686

Abstract

This study aims to describe and analyze the strategies employed by Islamic Religious Education teachers in instilling the value of hifzh al-lisan (guarding one’s speech) as an effort to anticipate verbal bullying among students at SMP Pancasila Tanjung Beringin. The research was motivated by the tendency of students to normalize ridicule, inappropriate nicknames, and harsh language as part of everyday joking, which may negatively affect students’ character development and psychological well-being. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with key informants, including the principal, Islamic Religious Education teachers, subject teachers, homeroom teachers, and students, as well as documentation studies. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that verbal bullying commonly occurred in the form of mocking, labeling, and the use of offensive language among peers. Islamic Religious Education teachers addressed this issue through the integration of ethical communication values in classroom instruction, role modeling (uswatun hasanah), personal counseling, and collaborative supervision involving school stakeholders. Supporting factors included strong school leadership and teacher collaboration, while obstacles arose from peer culture, social media influences, and limited parental supervision. Overall, the strategy contributed positively to students’ communication ethics and awareness of respectful interaction.
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENUMBUHKAN NILAI-NILAI RELIGIUS SISWA SMP IT AD-DURRAH MEDAN Luthfia Chairunnisa; Mohammad Firman Maulana; Mustapa Mustapa
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui bagaimana implementasi PjBL untuk menumbuhkan nilai-nilai religius pada siswa kelas 8 di SMPS IT Ad Durrah, mengetahui bagimana aktualisasi nilai-nilai religius pada siswa kelas 8 di SMPS IT Ad Durrah Medan dalam metode PjBL dan mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat dalam metode PjBL siswa pada kelas 8 di SMPS IT Ad Durrah Medan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memahami secara mendalam implementasi model Project Based Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk menumbuhkan nilai religius siswa di SMPS IT Ad Durrah Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran PAI di elas VIII SMPS IT Ad Durrah Medan dilaksanakan secara terencana dan mampu membuat pembelajaran lebih aktif serta bermakna. Melalui proyek religius, siswa tidak hanya memahami materi secara teori tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Metode ini terbukti meningkatkan sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, kepedulian sosial, dan kesadaran beribadah. Penerapannya didukung oleh kesiapan guru, dukungan sekolah, lingkungan religius, dan antusiasme siswa, meskipun masih terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa yang dapat diatasi melalui strategi guru
PENGUATAN PERAN MASJID SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENDAMPINGAN PARTISIPATIF DI MASJID JALAL MEDAN JOHOR Ramlan Padang; Mohammad Firman Maulana; Parlaungan Lubis; El Agustami
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.2907-2916

Abstract

Masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat Pendidikan Agama Islam dan pemberdayaan masyarakat. Namun, pada praktiknya masih ditemukan berbagai kendala dalam optimalisasi fungsi masjid, seperti belum maksimalnya pengembangan program pendidikan keagamaan, keterbatasan kapasitas pengurus dalam pengelolaan kegiatan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas kemasjidan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran Masjid Jalal sebagai pusat Pendidikan Agama Islam melalui pendampingan berbasis partisipatif dalam pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Medan Johor, Medan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, Focus Group Discussion (FGD), workshop, mentoring, dan praktik penyusunan program pendidikan masjid. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pengurus masjid dalam merancang serta mengelola program Pendidikan Agama Islam yang lebih terstruktur. Selain itu, kegiatan ini berhasil mendorong terbentuknya program pendidikan masjid yang mencakup pembinaan Al-Qur’an, kajian keislaman, pembinaan remaja masjid, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Program pendampingan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan masjid dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan kegiatan keagamaan. Keberlanjutan program perlu didukung melalui penguatan tata kelola masjid, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta evaluasi berkala agar fungsi masjid sebagai pusat Pendidikan Agama Islam dan pemberdayaan masyarakat dapat terus berkembang.