Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Speech Control as A Preventive Strategy of Islamic Religious Education Teachers Against Verbal Bullying Behaviour Muhammad Arbain; Mohammad Firman Maulana; Ramlan Padang
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2026): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v16i1.13686

Abstract

This study aims to describe and analyze the strategies employed by Islamic Religious Education teachers in instilling the value of hifzh al-lisan (guarding one’s speech) as an effort to anticipate verbal bullying among students at SMP Pancasila Tanjung Beringin. The research was motivated by the tendency of students to normalize ridicule, inappropriate nicknames, and harsh language as part of everyday joking, which may negatively affect students’ character development and psychological well-being. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with key informants, including the principal, Islamic Religious Education teachers, subject teachers, homeroom teachers, and students, as well as documentation studies. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that verbal bullying commonly occurred in the form of mocking, labeling, and the use of offensive language among peers. Islamic Religious Education teachers addressed this issue through the integration of ethical communication values in classroom instruction, role modeling (uswatun hasanah), personal counseling, and collaborative supervision involving school stakeholders. Supporting factors included strong school leadership and teacher collaboration, while obstacles arose from peer culture, social media influences, and limited parental supervision. Overall, the strategy contributed positively to students’ communication ethics and awareness of respectful interaction.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA AKHLAK ISLAMI SEBAGAI UPAYA MENCEGAH BULLYING DI SMP HARAPAN SAKTI HAMPARAN PERAK DELI SERDANG Layla Santiya; Tuti Alawiyah; Ramlan Padang
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.178-185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak Islami sebagai upaya mencegah perilaku bullying pada peserta didik. Fenomena bullying yang masih ditemukan di lingkungan sekolah menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, serta peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membina akhlak Islami melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, penguatan budaya religius sekolah, dan pendampingan peserta didik. Strategi tersebut terbukti mampu menumbuhkan sikap empati, tanggung jawab, saling menghormati, serta mengurangi kecenderungan perilaku bullying. Keberhasilan pembinaan dipengaruhi oleh sinergi antara guru, sekolah, dan keluarga, sedangkan pengaruh lingkungan sosial serta media digital masih menjadi tantangan dalam proses pembentukan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan akhlak Islami merupakan strategi preventif yang efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, religius, dan berkarakter
Speech Control as A Preventive Strategy of Islamic Religious Education Teachers Against Verbal Bullying Behaviour Muhammad Arbain; Mohammad Firman Maulana; Ramlan Padang
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2026): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v16i1.13686

Abstract

This study aims to describe and analyze the strategies employed by Islamic Religious Education teachers in instilling the value of hifzh al-lisan (guarding one’s speech) as an effort to anticipate verbal bullying among students at SMP Pancasila Tanjung Beringin. The research was motivated by the tendency of students to normalize ridicule, inappropriate nicknames, and harsh language as part of everyday joking, which may negatively affect students’ character development and psychological well-being. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with key informants, including the principal, Islamic Religious Education teachers, subject teachers, homeroom teachers, and students, as well as documentation studies. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that verbal bullying commonly occurred in the form of mocking, labeling, and the use of offensive language among peers. Islamic Religious Education teachers addressed this issue through the integration of ethical communication values in classroom instruction, role modeling (uswatun hasanah), personal counseling, and collaborative supervision involving school stakeholders. Supporting factors included strong school leadership and teacher collaboration, while obstacles arose from peer culture, social media influences, and limited parental supervision. Overall, the strategy contributed positively to students’ communication ethics and awareness of respectful interaction.
KORELASI FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DENGAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAS PLUS AL-ULUM MEDAN Suci Ramadani; Ramlan Padang; Tuti Alawiyah
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.%p

Abstract

Perkembangan penggunaan media sosial di kalangan peserta didik telah memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu kondisi psikologis ketika individu merasa cemas apabila tertinggal informasi, aktivitas, maupun interaksi yang terjadi di ruang digital. Kondisi tersebut diperkirakan memiliki keterkaitan dengan minat belajar siswa, terutama pada pembelajaran Akidah Akhlak di MAS Plus Al-Ulum Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat FOMO dalam penggunaan media sosial dengan minat belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, serta dokumentasi yang melibatkan siswa sebagai responden penelitian. Selanjutnya, data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, dan analisis korelasi guna memperoleh gambaran hubungan antarvariabel penelitian. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa tingkat FOMO yang dialami siswa memiliki keterkaitan dengan minat belajar mereka. Peserta didik dengan kecenderungan FOMO yang lebih tinggi umumnya menunjukkan fokus belajar yang menurun, perhatian yang kurang optimal selama pembelajaran, serta partisipasi yang lebih rendah pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Dengan demikian, FOMO dapat dipahami sebagai salah satu faktor psikologis pada era digital yang turut memengaruhi minat belajar siswa. Oleh karena itu, guru dan pihak sekolah perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang kreatif, relevan, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital agar proses pembelajaran Akidah Akhlak berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan