Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Speech Control as A Preventive Strategy of Islamic Religious Education Teachers Against Verbal Bullying Behaviour Muhammad Arbain; Mohammad Firman Maulana; Ramlan Padang
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2026): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v16i1.13686

Abstract

This study aims to describe and analyze the strategies employed by Islamic Religious Education teachers in instilling the value of hifzh al-lisan (guarding one’s speech) as an effort to anticipate verbal bullying among students at SMP Pancasila Tanjung Beringin. The research was motivated by the tendency of students to normalize ridicule, inappropriate nicknames, and harsh language as part of everyday joking, which may negatively affect students’ character development and psychological well-being. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with key informants, including the principal, Islamic Religious Education teachers, subject teachers, homeroom teachers, and students, as well as documentation studies. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that verbal bullying commonly occurred in the form of mocking, labeling, and the use of offensive language among peers. Islamic Religious Education teachers addressed this issue through the integration of ethical communication values in classroom instruction, role modeling (uswatun hasanah), personal counseling, and collaborative supervision involving school stakeholders. Supporting factors included strong school leadership and teacher collaboration, while obstacles arose from peer culture, social media influences, and limited parental supervision. Overall, the strategy contributed positively to students’ communication ethics and awareness of respectful interaction.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA AKHLAK ISLAMI SEBAGAI UPAYA MENCEGAH BULLYING DI SMP HARAPAN SAKTI HAMPARAN PERAK DELI SERDANG Layla Santiya; Tuti Alawiyah; Ramlan Padang
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.178-185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak Islami sebagai upaya mencegah perilaku bullying pada peserta didik. Fenomena bullying yang masih ditemukan di lingkungan sekolah menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, serta peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membina akhlak Islami melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, penguatan budaya religius sekolah, dan pendampingan peserta didik. Strategi tersebut terbukti mampu menumbuhkan sikap empati, tanggung jawab, saling menghormati, serta mengurangi kecenderungan perilaku bullying. Keberhasilan pembinaan dipengaruhi oleh sinergi antara guru, sekolah, dan keluarga, sedangkan pengaruh lingkungan sosial serta media digital masih menjadi tantangan dalam proses pembentukan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan akhlak Islami merupakan strategi preventif yang efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, religius, dan berkarakter
Speech Control as A Preventive Strategy of Islamic Religious Education Teachers Against Verbal Bullying Behaviour Muhammad Arbain; Mohammad Firman Maulana; Ramlan Padang
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2026): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v16i1.13686

Abstract

This study aims to describe and analyze the strategies employed by Islamic Religious Education teachers in instilling the value of hifzh al-lisan (guarding one’s speech) as an effort to anticipate verbal bullying among students at SMP Pancasila Tanjung Beringin. The research was motivated by the tendency of students to normalize ridicule, inappropriate nicknames, and harsh language as part of everyday joking, which may negatively affect students’ character development and psychological well-being. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with key informants, including the principal, Islamic Religious Education teachers, subject teachers, homeroom teachers, and students, as well as documentation studies. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that verbal bullying commonly occurred in the form of mocking, labeling, and the use of offensive language among peers. Islamic Religious Education teachers addressed this issue through the integration of ethical communication values in classroom instruction, role modeling (uswatun hasanah), personal counseling, and collaborative supervision involving school stakeholders. Supporting factors included strong school leadership and teacher collaboration, while obstacles arose from peer culture, social media influences, and limited parental supervision. Overall, the strategy contributed positively to students’ communication ethics and awareness of respectful interaction.
KORELASI FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DENGAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAS PLUS AL-ULUM MEDAN Suci Ramadani; Ramlan Padang; Tuti Alawiyah
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i1.%p

Abstract

Perkembangan penggunaan media sosial di kalangan peserta didik telah memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu kondisi psikologis ketika individu merasa cemas apabila tertinggal informasi, aktivitas, maupun interaksi yang terjadi di ruang digital. Kondisi tersebut diperkirakan memiliki keterkaitan dengan minat belajar siswa, terutama pada pembelajaran Akidah Akhlak di MAS Plus Al-Ulum Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat FOMO dalam penggunaan media sosial dengan minat belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, serta dokumentasi yang melibatkan siswa sebagai responden penelitian. Selanjutnya, data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, dan analisis korelasi guna memperoleh gambaran hubungan antarvariabel penelitian. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa tingkat FOMO yang dialami siswa memiliki keterkaitan dengan minat belajar mereka. Peserta didik dengan kecenderungan FOMO yang lebih tinggi umumnya menunjukkan fokus belajar yang menurun, perhatian yang kurang optimal selama pembelajaran, serta partisipasi yang lebih rendah pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Dengan demikian, FOMO dapat dipahami sebagai salah satu faktor psikologis pada era digital yang turut memengaruhi minat belajar siswa. Oleh karena itu, guru dan pihak sekolah perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang kreatif, relevan, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital agar proses pembelajaran Akidah Akhlak berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan
PENGUATAN PERAN MASJID SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENDAMPINGAN PARTISIPATIF DI MASJID JALAL MEDAN JOHOR Ramlan Padang; Mohammad Firman Maulana; Parlaungan Lubis; El Agustami
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 7 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i7.2907-2916

Abstract

Masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat Pendidikan Agama Islam dan pemberdayaan masyarakat. Namun, pada praktiknya masih ditemukan berbagai kendala dalam optimalisasi fungsi masjid, seperti belum maksimalnya pengembangan program pendidikan keagamaan, keterbatasan kapasitas pengurus dalam pengelolaan kegiatan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas kemasjidan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran Masjid Jalal sebagai pusat Pendidikan Agama Islam melalui pendampingan berbasis partisipatif dalam pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Medan Johor, Medan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, Focus Group Discussion (FGD), workshop, mentoring, dan praktik penyusunan program pendidikan masjid. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pengurus masjid dalam merancang serta mengelola program Pendidikan Agama Islam yang lebih terstruktur. Selain itu, kegiatan ini berhasil mendorong terbentuknya program pendidikan masjid yang mencakup pembinaan Al-Qur’an, kajian keislaman, pembinaan remaja masjid, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Program pendampingan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kelembagaan masjid dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan kegiatan keagamaan. Keberlanjutan program perlu didukung melalui penguatan tata kelola masjid, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta evaluasi berkala agar fungsi masjid sebagai pusat Pendidikan Agama Islam dan pemberdayaan masyarakat dapat terus berkembang.
Influence of Participation in Life Skill Halaqah Khusus Program on Students’ Independence in Memorizing the Qur’an Ananta Jelita Putri Ayu; Ramlan Padang; Rahmat Rifai Lubis
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15, No 2 (2025): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v15i2.14243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keikutsertaan dalam Program Life Skill Halaqah Khusus dan kemandirian siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yang melibatkan 25 siswa peserta program pada sebuah sekolah dasar Islam. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert, observasi terstruktur, dan wawancara dengan pembina halaqah. Hasil pengujian instrumen menunjukkan bahwa seluruh butir angket dinyatakan valid, dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,767 untuk variabel keikutsertaan program dan 0,800 untuk variabel kemandirian menghafal, yang menunjukkan reliabilitas yang memadai. Karena variabel kemandirian menghafal tidak berdistribusi normal, pengujian hipotesis menggunakan korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keikutsertaan dalam Program Life Skill Halaqah Khusus dan kemandirian siswa dalam menghafal Al-Qur’an, dengan koefisien korelasi sebesar 0,487 dan nilai signifikansi 0,013. Analisis regresi tambahan menghasilkan nilai R Square sebesar 0,415, yang menunjukkan bahwa keikutsertaan program memberikan kontribusi sebesar 41,5% terhadap variasi kemandirian menghafal, sedangkan 58,5% berkaitan dengan faktor lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi life skill dalam kegiatan tahfidz dapat memperkuat disiplin, tanggung jawab, regulasi diri, manajemen waktu, dan kemandirian siswa dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
The Influence of Internalization of Islamic Religious Education Values on Students’ Self-Control in Overcoming Social Jealousy Beby Yolanda Cahya Mita; Ramlan Padang; Indra Suardi
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 15, No 2 (2025): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v15i2.14158

Abstract

This study aims to analyze the influence of Islamic Religious Education value internalization on students’ self-control in dealing with social jealousy at Madrasah Aliyah Al-Washliyah. This study employed a quantitative approach with a causal associative research design. The population consisted of 242 students in Grades X, XI, and XII, with 71 students selected as samples using simple random sampling. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring the internalization of Islamic Religious Education values and students’ self-control in dealing with social jealousy. Data analysis was conducted using descriptive statistics, normality and linearity tests, simple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The results showed a significant positive influence of Islamic Religious Education value internalization on students’ self-control. The regression analysis produced a significance value of 0.000 < 0.05, with a regression coefficient of 0.821 and a standardized beta coefficient of 0.767. The coefficient of determination (R²) was 0.589, indicating that Islamic Religious Education value internalization contributed 58.9% to students’ self-control, while 41.1% was influenced by other factors. These findings indicate that strengthening Islamic values can contribute significantly to students’ emotional regulation, behavioral control, and ability to respond positively to social comparison and jealousy.
MENGOPTIMALKAN PERAN MAHASISWA (KKN-T) UNTUK MENINGKATKAN PERSPEKTIF PENTINGNYA PENDIDIKAN DI TENGAH–TENGAH MASYARAKAT DESA DENAI SARANG BURUNG Nurhaizan Sembiring; Ramlan Padang; Rahmat Al-Wafi; Sely Lindiyawati; Rahmayanti Rahmayanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5483-5890

Abstract

Kuliah Kerja Nyata telah dilaksanakan di Desa Denai Sarang Burung Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang selama 30 hari yang dimulai pada tanggal 23 Juli sampai 23 Agustus 2024. Desa Denai Sarang Burung merupakan desa yang dipilih menjadi desa tujuan KKN. Potensi desa yang menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan KKN guna meningkatkan kualitas pendidikan dan silaturahmi dalam mengembangkan potensi desa setempat. KKN diawali dengan proses observasi desa guna melihat apa yang bisa dikembangkan dan dapat dijadikan sasaran utama serta program kerja dalam pelaksanaan KKN. Program – program dirancang berurutan mulai dengan diskusi antar kelompok KKN, aparat desa, serta masyarakat setempat, khususnya yang bersinggung langsung dengan program – program yang dirancang. Pelaksanaan program KKN dilakukan secara seimbang diawali dengan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi di akhir setiap program. Hasil yang dicapai dari keseluruhan program KKN diantaranya mengembangkan pendidikan akidah akhlak guna meningkatkan potensi desa denai  sarang burung. Dalam bidang pendidikan yang dibtuhkan dalam pengembangan pengajaran yang dapat meningkatkan kualitas masyarakat Desa Denai Sarang Burung Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang