Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Permukiman

Perilaku n-Panel System dalam Menahan Beban Lateral Siklik Statik Siti Aisyah Nurjannah; Nana Pudja Sukmana
Jurnal Permukiman Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2010.5.24-35

Abstract

Dalam rencana strategis pembangunan rumah susun sampai 2011, pemerintah mencanangkan pembangunan 1000 menara atau 350.000 unit rumah susun. Pada tahun 2008, rumah susun yang direncanakan untuk dibangun di kawasan perkotaan adalah sebanyak 181 twin block dengan 17.376 unit rumah susun lengkap dengan fasilitas sosial serta prasarana dan sarana dasar permukiman. Sistem struktur beton pracetak dianggap memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan sistem beton konvensional. Pengawasan konstruksi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan waktu konstruksi relatif cepat. Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menyediakan rumah susun bagi masyarakat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman melakukan penelitian suatu sistem struktur panel beton bertulang pracetak tiga dimensi dengan bukaan yang menggunakan sistem kombinasi sambungan basah dan sambungan kering sejak tahun 2008. Sistem ini dikenal dengan nama n- Panel System. Pengujian keandalan model struktur n-Panel System dilakukan dengan pengujian beban lateral siklik statik berdasarkan program pembebanan yang direkomendasikan oleh National Earthquake Hazards Reduction Program 1997. Penilaian kinerja model struktur dilakukan berdasarkan pada kriteria keandalan struktur dinding geser menurut Federal Emergency Management Agency (FEMA) 450, nilai daktilitas, factor reduksi gempa, pola retak dan keruntuhan struktur. Hasil pengujian dengan beban lateral siklik static memperlihatkan model struktur masih stabil di atas nilai story drift yang ditetapkan dalam FEMA 450. Dengan kestabilan struktur tersebut, kriteria daktilitas yang dicapai adalah daktail penuh, dengan pembatasan nilai faktor reduksi gempa sesuai SNI 03-1726-2002. Hasil pengujian juga memperlihatkan jenis keruntuhan model struktur adalah keruntuhan geser pada dasar panel.
Pengaruh Penggunaan Prepacked Aggregate Concrete Terhadap Perbaikan Join Balok Kolom Eksterior Pracetak Pasca Pembebanan Siklik Statik Siti Aisyah Nurjannah
Jurnal Permukiman Vol 3 No 3 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.217-228

Abstract

Saat mengalami beban gempa, struktur rangka bangunan akan menyerap energi gempa secara terus menerus sehingga memasuki keadaan plastis dan mencapai batas kekuatannya, sehingga diharapkan terjadi sendi plastis pada komponen join, yaitu pada ujung balok di muka kolom. Tingkat kerusakan yang terjadi pada struktur bangunan yang menahan beban gempa adalah rusak ringan, rusak sedang, atau rusak berat. Struktur dengan jenis kerusakan ringan dan sedang masih bisa diperbaiki dan diperkuat. Sedangkan, struktur dengan kerusakan tingkat berat tidak dapat diperbaiki. Penelitian ini membahas kinerja join balok kolom eksterior pracetak yang mendapat beban siklik statik dalam dua tahap. Setelah mengalami kerusakan akibat pembebanan tahap ke-1, join diperbaiki. Setelah beton prepack cukup umur, join diuji dengan beban siklik statik tahap ke-2. Hasil uji beban yang dikaji adalah perbandingan kinerja join pada tahap ke-1 dan ke-2 yang meliputi: daktilitas, disipasi energi, momen-kelengkungan, dan pola retak.
Perilaku n-Panel System dalam Menahan Beban Lateral Siklik Statik Nurjannah, Siti Aisyah; Sukmana, Nana Pudja
Jurnal Permukiman Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2010.5.24-35

Abstract

Dalam rencana strategis pembangunan rumah susun sampai 2011, pemerintah mencanangkan pembangunan 1000 menara atau 350.000 unit rumah susun. Pada tahun 2008, rumah susun yang direncanakan untuk dibangun di kawasan perkotaan adalah sebanyak 181 twin block dengan 17.376 unit rumah susun lengkap dengan fasilitas sosial serta prasarana dan sarana dasar permukiman. Sistem struktur beton pracetak dianggap memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan sistem beton konvensional. Pengawasan konstruksi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan waktu konstruksi relatif cepat. Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam menyediakan rumah susun bagi masyarakat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman melakukan penelitian suatu sistem struktur panel beton bertulang pracetak tiga dimensi dengan bukaan yang menggunakan sistem kombinasi sambungan basah dan sambungan kering sejak tahun 2008. Sistem ini dikenal dengan nama n- Panel System. Pengujian keandalan model struktur n-Panel System dilakukan dengan pengujian beban lateral siklik statik berdasarkan program pembebanan yang direkomendasikan oleh National Earthquake Hazards Reduction Program 1997. Penilaian kinerja model struktur dilakukan berdasarkan pada kriteria keandalan struktur dinding geser menurut Federal Emergency Management Agency (FEMA) 450, nilai daktilitas, factor reduksi gempa, pola retak dan keruntuhan struktur. Hasil pengujian dengan beban lateral siklik static memperlihatkan model struktur masih stabil di atas nilai story drift yang ditetapkan dalam FEMA 450. Dengan kestabilan struktur tersebut, kriteria daktilitas yang dicapai adalah daktail penuh, dengan pembatasan nilai faktor reduksi gempa sesuai SNI 03-1726-2002. Hasil pengujian juga memperlihatkan jenis keruntuhan model struktur adalah keruntuhan geser pada dasar panel.
Pengaruh Penggunaan Prepacked Aggregate Concrete Terhadap Perbaikan Join Balok Kolom Eksterior Pracetak Pasca Pembebanan Siklik Statik Nurjannah, Siti Aisyah
Jurnal Permukiman Vol 3 No 3 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.217-228

Abstract

Saat mengalami beban gempa, struktur rangka bangunan akan menyerap energi gempa secara terus menerus sehingga memasuki keadaan plastis dan mencapai batas kekuatannya, sehingga diharapkan terjadi sendi plastis pada komponen join, yaitu pada ujung balok di muka kolom. Tingkat kerusakan yang terjadi pada struktur bangunan yang menahan beban gempa adalah rusak ringan, rusak sedang, atau rusak berat. Struktur dengan jenis kerusakan ringan dan sedang masih bisa diperbaiki dan diperkuat. Sedangkan, struktur dengan kerusakan tingkat berat tidak dapat diperbaiki. Penelitian ini membahas kinerja join balok kolom eksterior pracetak yang mendapat beban siklik statik dalam dua tahap. Setelah mengalami kerusakan akibat pembebanan tahap ke-1, join diperbaiki. Setelah beton prepack cukup umur, join diuji dengan beban siklik statik tahap ke-2. Hasil uji beban yang dikaji adalah perbandingan kinerja join pada tahap ke-1 dan ke-2 yang meliputi: daktilitas, disipasi energi, momen-kelengkungan, dan pola retak.