Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

GEJALA PSIKOTIK PADA PENYAKIT PARKINSON: SEBUAH LAPORAN KASUS DAN TINJAUAN PUSTAKA Sri Yenni Trisnawati; Purwa Samatra Dewa Putu Gde; Lely Setyawati Kurniawan; Astari Arum Cendani Goller; Valentina Tjandra Dewi
Callosum Neurology Vol 4 No 2 (2021): Callosum Neurology Journal
Publisher : The Indonesia Neurological Association Branch of Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29342/cnj.v4i2.152

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Parkinson (PP) memiliki dimensi gejala sangat luas yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi kualitas hidup penderita maupun keluarga. Gejala non motorik PP diantaranya adalah gangguan neuropsikiatri seperti depresi, psikosis, ansietas. Kami melaporkan sebuah kasus PP dengan gejala psikotik berupa halusinasi yang jarang dijumpai. Laporan Kasus: Pasien perempuan berusia 74 tahun terdiagnosis Parkinson sejak lebih dari 20 tahun, dibawa ke rumah sakit dengan bicara tidak nyambung, adanya halusinasi visual, dan emosi yang tidak stabil sejak 1 bulan. Keluarga pasien juga merasa sejak 6 bulan terakhir pasien menjadi sering lupa. Pasien dengan riwayat PP tidak rutin mengkonsumsi obat parkinson di bawah supervisi dokter. Keluhan halusinasi pernah dirasakan 2 tahun lalu namun membaik setelah perawatan. Diskusi: Gejala non motorik dapat dijumpai seiring perkembangan penyakit Parkinson dandapat diidentifikasi sebelum sindrom motor muncul. Adanya gejala psikosis berupa halusinasi dalam kasus yang dipaparkan terhadi setelah 18 tahun sejak pasien terdiagnosis, dimana berdasarkan hasil studi terdahulu dilaporkan 60% penderita PP berkembang adanya halusinasi atau delusi setelah 12 tahun perawatan dan pada usia lebih tua saat onset PP. Gangguan kognitif pada PP juga dicurigai dalam kasus walau belum sepenuhnya dapat ditegakan serta adanya gangguan tidur pada PP dengan prevalensi 40-90% dijumpai pada kasus yang kami laporkan. Kesimpulan: Manifestasi non motorik PP yang mencakup gejala neuropsikiatri sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien maupun keluarga dan perawat pasien. Klinisi harus meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala non motorik PP dan pemberian tatalaksana farmakologi dan non farmakologi harus dilakukan secara terintegratif bersama dengan bidang-bidang terkait sesuai dengan kondisi pasien. Kata kunci: Parkinson, non-motor, psikotik, neuropsikiatri
Students’ Perception of SMAN 1 Grogol Kediri on the Application of Blended Learning In Teaching Reading Rossi Dila Agustina; Lely Setyawati; Irwan Sulistyanto
Journal of English Development Vol. 3 No. 02 (2023): Journal of English Development
Publisher : Prodi Tadris Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (1) to find out how the application of Blended Learning at SMAN 1 Grogol in learning to read. (2) Describe the obstacles faced by students in the application of blended learning in learning to read at SMAN 1 Grogol Kediri. (3) To find out students' perceptions about the application of blended learning in learning to read at SMA Negeri 1 Grogol. The research method used is descriptive qualitative type. Qualitative research by using the approach of observation, interviews, questionnaires and documentation. The results showed that the application of Blended Learning at SMAN 1 Grogol Kediri was carried out using Rotation model. The application of Blended Learning in teaching reading at SMAN 1 Grogol Kediri uses the face-to-face lecture method. The platforms used by the English teacher at SMAN 1 Grogol Kediri during online learning are Google Classroom, WhatsApp Groups and Zoom. Students' Perceptions about the Application of Blended Learning in teaching reading at SMAN 1 Grogol Kediri most students have negative perceptions in online session.