Sahdan Mustari
Stikes Amanah Makassar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENILAIAN RUMAH SEHAT DAN IDENTIFIKASI PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN PADA BALITA DI DESA SAPANANG KECAMATAN BINAMU TAHUN 2019 Sahdan Mustari
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.286

Abstract

Lingkungan perumahan dan pemukiman yang tidak sehat dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit salah satunya adalah penyakit berbasis lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi rumah dan riwayat penyakit berbasis lingkungan yang diderita balita di Desa Sapanang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk memperoleh informasi mengenai keluarga, rumah, dan lingkungan. Populasi dalam penelitian ini adalah balita dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 80 balita yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrument dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dari 80 rumah balita yang diobservasi, terdapat 71 rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan seperti tidak memiliki ventilasi yang cukup, tidak memiliki pencahayaan ruangan yang cukup dan tidak memiliki tempat pembuangan sampah yang memenuhi syarat. Sebagian besar balita memiliki keluhan penyakit berbasis lingkungan yaitu 76 orang (95,0%) dengan keluhan penyakit terbesar adalah ISPA (85,0%), penyakit kulit (53,57%) dan diare (57,50%). Disarankan kepada masyarakat untuk memperbaiki kondisi rumah yang tidak memenuhi syarat seperti menyediakan tempat sampah dan merubah perilaku menjadi lebih peduli terhadap kesehatan melalui penyuluhan-penyuluhan oleh Dinas Kesehatan.
Analisis Sanitasi Dasar dan Tindakan Masyarakat Tentang Kesehatan Lingkungan Di Kecamatan Batang Nanang Rahmadani; Sahdan Mustari
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.301

Abstract

Sanitasi dasar merupakan upaya untuk mendapat lingkungan yang sehat dalam rumah tangga, melalui pengendalian aspek lingkungan dengan usaha yang paling minimal. Aspek lingkungan tersebut yaitu sarana air bersih, pembuangan kotoran, pengelolaan air limbah, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Oleh karena itu, keluarga perlu melakukan tindakan-tindakan untuk mendukung kondisi sanitasi dasar yang baik sehingga tercipta lingkungan yang sehat dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi dasar dan tindakan tentang kesehatan lingkungan yang dilakukan oleh rumah tangga yang ada di Kecamatan batang. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif. Pengambilan sampel pada tiap kelurahan menggunakan metode proportional sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 102 KK/IRT. Analisis data menggunakan uji univariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa KK/IRT yang memiliki sanitasi dasar yang memenuhi syarat yaitu 64 KK/IRT pada sarana air bersih, 94 KK/IRT pada sarana pembuangan kotoran, 93 KK/IRT pada SPAL, dan 1 KK/IRT pada sarana pengelolaan sampah. Sebagian besar KK/IRT pada penelitian ini memiliki tindakan yang baik terhadap lingkungannya yaitu sebanyak 56 KK/IRT. Disarankan kepada keluarga yang memiliki sanitasi dasar tidak memenuhi syarat kesehatan, dapat melakukan tindakan-tindakan kesehatan lingkungan agar risiko keluarga terkena penyakit akan berkurang.
Hubungan Pengetahuan dan Jarak Tempat Tinggal dengan Pemilihan Penolong Persalinan pada Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Katobu Kab. Muna Sitti Herliyanti Rambu; Nanang Rahmadani; Sahdan Mustari
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.318

Abstract

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan jarak tempat tinggal dengan pemilihan penolong persalinan pada ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Katobu Kab. Muna tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah Deskripsi Analitik dengan rancangan Cross Sectional, besar populasi adalah 43 orang, dengan tehnik penarikan sampel secara Total Sampling, dengan jumlah sampel 43 orang. Metode analisis menggunakan Uji Chi Square Test. Hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan penolong persalinan pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Katobu (p = 0,002 > α = 0,05), ada hubungan antara jarak tempat tinggal dengan pemilihan penolong persalinan pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Katobu (p = 0,000 > α = 0,05). Disarankan bagi Puskesmas Kepada Puskesmas Katobu khusunya pada bagian KIA diharapkan agar meningkatkan frekuensi penyuluhan kesehatan serta menempatkan tenaga kesehatan yang dapat dijangkau oleh masyarakt agar mudah diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat agar tercapai pelayanan kesehatan secara paripurna.
FAMILY EXPERIENCES OF PREVENTING STUNTING AMONG CHILDREN UNDER TWO YEARS: A COMMUNITY HEALTH NURSING PERSPECTIVE Sarifudin Andi Latif; Muhammad Syafri; Sahdan Mustari
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 10 No. 2 (2026): VOLUME 10 ISSUE 2 AUGUST 2026
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2026/Vol10/Iss2/866

Abstract

Stunting remains a major public health challenge affecting children's physical growth, cognitive development, and future productivity. Family involvement and community support are essential for effective prevention during the first 1,000 days of life. This study explored family experiences in preventing stunting among children under two years of age from a community nursing perspective in Jeneponto Regency, Indonesia. A qualitative descriptive phenomenological design was employed involving 14 purposively selected participants, including 10 mothers, two community nurses, and two Posyandu health volunteers. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, field observations, and field notes, then analyzed using thematic analysis. Four themes emerged: family knowledge of stunting, family prevention practices, barriers to prevention, and community nursing support. Families practiced exclusive breastfeeding, nutritious complementary feeding, routine growth monitoring, and healthcare utilization. However, economic constraints, cultural beliefs, feeding difficulties, and limited healthcare access remained significant barriers. Family-centered community nursing interventions integrating education, empowerment, home visits, and multisectoral collaboration can strengthen sustainable stunting prevention among children under two years of age.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA KEJADIAN DISPEPSIA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Sarifudin Andi Latif; Sahdan Mustari; Muhammad Syafri; Adi Hermawan
Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara
Publisher : PT. Nasyah Medika Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiken.v1i1.6

Abstract

Latar belakang : Pada mahasiswa khususnya penderita dispepsia fungsional dapat menimbulkan gejala-gejala yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam survey mengatakan bahwa terdapat lebih dari 50% penderita dispepsia yang bergantung pada obat dan sekitar 30% penderita dispepsi lebih memilih libur atau tidak masuk dari pekerjaan ataupun sekolah karena keluhan yang diderita dari gejala dispepsia tersebut. Terjadinya gejala-gejala dispepsia disebabkan oleh beberapa proses patofisilogi yaitu sekresi asam lambung dismotilitas gastrointestinal, infeksi helicobacter plori, hipersensitivitas visceral, disfungsi otonom, psikologis, pola makan, dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir. Metode : Penelitian yang dilakukan ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional pendekatan retrospektif. Studi cross sectional merupakan suatu observasional (non-eksperimental). Penelitian ini telah dilakukan di STIKES Amanah Makassar. Total sampel dalam penelitian yaitu 87 responden dengan teknik Total Sampling. Data yang diperoleh selanjutnya akan di rekapitulasi dengan menggunakan SPSS dan jika didapatkan data normal maka analisis data menggunakan Chi-Square jika P> 0,05. Hasil : hasil analisis data dengan menggunakan uji chi-square (x²) pada kemaknaan 95% (α 0,05) dengan bantuan SPSS, maka diperoleh nilai Pearson Chi-Square adalah Pola Makan sebesar (0,012) dan Stres sebesar (0.004). Berdasarkan hasil Pengujian dapat dilihat bahwa nilai p yang diperoleh lebih kecil dari α (0,05). Kesimpulan : terdapat hubungan Pola Makan dengan Kejadian Dispepsia pada mahasiswa akhir dan terdapat hubungan stress dengan Kejadian Dispepsia pada mahasiswa akhir.