Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Benefits of Binahong Leaves for Health: Natural Solutions for Various Diseases Tedjo Narko; Sudiyarti Sudiyarti; Zaenal Zaenal; Fitri Ardiani
Oshada Vol. 2 No. 1 (2025): Oshada Journal - February
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/5scp6x76

Abstract

This study aims to explore the benefits of binahong leaves (Anredera cordifolia) as a natural solution for various diseases. The method used is a literature review by collecting and analyzing scientific sources, such as indexed journals, reference books, and research reports from academic and health institutions. The analysis focused on the content of active compounds, mechanisms of action, and the effectiveness of binahong leaves based on laboratory tests and clinical studies. The results showed that binahong leaves contain flavonoids, saponins, and alkaloids that have antioxidant, anti-inflammatory, and antibacterial effects. The benefits include accelerating wound healing, lowering blood pressure, and potential therapy for diabetes and cancer. Its use in traditional medicine has long been proven, both in the form of decoctions, juices, and external medicines. Although its effectiveness is supported by various studies, further studies are needed to ensure safety and proper dosage, especially for long-term use. With increasing awareness of natural medicine, binahong leaves have great potential as an alternative in the medical world. The development of binahong-based products can expand its use as a complementary therapy that supports conventional medicine.
PENYULUHAN DAN PEMBELAJARAN PRAKTEK PERAWATAN LUKA KEPADA MASYARAKAT KELURAHAN KATIMBANG KECAMATAN BIRINGKANAYA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALANREA MAKASSAR Abdul Rivai Saleh Dunggio; Nona Mu’minun; Jukarnain Jukarnain; Baso Witman Adiaksa; Zaenal Zaenal; Ima Mustika Tri Lestari; Rahmat Pannyiwi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41757

Abstract

Luka terbuka yang menembus dermis atau epidermis sangat rentan terhadap infeksi jika tidak segera ditangani. Luka dapat memperlambat penyembuhan karena sejumlah alasan, termasuk: tidak mengikuti protokol perawatan luka yang tepat, mengalami nyeri, memiliki masalah kesehatan lain (seperti diabetes), tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, menjadi pecandu alkohol atau perokok, menggunakan narkoba, memiliki sirkulasi darah yang buruk, lokasi luka berubah sehingga anggota keluarga dapat merawatnya di rumah, dan luka tersebut pada akhirnya tidak menjadi cacat. Kami bertujuan untuk mendidik masyarakat melalui layanan masyarakat tentang berbagai jenis luka, cara merawatnya, dan apa yang harus dihindari agar luka sembuh secepat mungkin. Kami juga ingin meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perawatan luka. Untuk melaksanakan pekerjaan sukarela ini, kelompok-kelompok kecil akan berpartisipasi dalam sesi konseling dan pengajaran menggunakan pendekatan demonstratif. Layanan masyarakat ini menemukan bahwa meskipun banyak variabel yang memengaruhi keterampilan keluarga, salah satu yang terpenting adalah usia, dengan aturan umum bahwa orang lebih mampu mengambil inisiatif ketika mereka lebih tua. Ketika seseorang dalam keluarga memiliki luka terbuka, orang dewasa dapat merawatnya lebih baik daripada anak muda atau remaja.
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SANITASI LINGKUNGAN SEHAT DAN SCREENING PENYAKIT TIDAK MENULAR DI RT 06 DAN RT 07 RW 22 KEL. PLUIT KEC. PENJARINGAN JAKARTA UTARA Muh. Risal Tawil; Rizky Rahadian Wicaksono; Baso Witman Adiaksa; Dika Saraswati; Rini Mustamin; Zaenal Zaenal
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49475

Abstract

Sanitasi lingkungan yang buruk masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan padat penduduk. Kondisi ini dapat memicu timbulnya penyakit menular seperti diare dan infeksi kulit, serta meningkatkan faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga mengenai sanitasi lingkungan sehat, sekaligus melakukan skrining PTM sebagai upaya deteksi dini. Program dilaksanakan di RT 06 dan RT 07 RW 22 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dengan melibatkan tenaga medis, kader kesehatan, serta partisipasi aktif warga. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi praktik sanitasi, sesi diskusi interaktif, serta pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Kegiatan diikuti oleh 62 warga. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman warga tentang sanitasi lingkungan dari 45% (pra-penyuluhan) menjadi 85% (pasca-penyuluhan). Pada skrining PTM ditemukan 15 warga dengan hipertensi (24%) dan 9 warga dengan kadar gula darah sewaktu tinggi (15%). Warga dengan hasil pemeriksaan abnormal dirujuk ke puskesmas setempat untuk tindak lanjut. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan menjadi model preventif yang dapat diaplikasikan di wilayah perkotaan lain untuk memutus rantai penyakit akibat sanitasi buruk dan mengurangi beban PTM di masyarakat.