Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perancangan Alat Ukur Dan Pengukuran Kinerja Perusahaan Startup Menggunakan Metode Integrated Performance Measurement System (ipms) (studi Kasus: Indonesia Digital Talent Pool) Hasna Fitri Nur’aini; Litasari Widyastuti; Christanto Triwibisono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia Digital Talent Pool (Inditalent) merupakan perusahaan startup yang berfokus pada layanan platfrom analisis gap kompetensi mahasiswa peguruan tinggi. Pada saat ini, perusahaan tidak memiliki sistem pengukuran kinerja sehingga sulit untuk mencapai visi misi, terlebih dengan adanya persaingan dengan perusahaan sejenis. Oleh karena itu, diperlukan pengukuran untuk mengetahui dan meningkatkan kinerja perusahaan. Ukuran perusahaan yang tergolong industri kecil memiliki beberapa dimensi yang diperlukan dalam menentukan metode pengukuran kinerja, dan metode yang paling mencakup banyak dimensi adalah Integrated Performance Measurement System (IPMS). Dengan metode IPMS, Key Performance Indicators (KPI) ditentukan berdasarkan stakeholder requirements, external monitor, identifikasi objectives, dan penentuan KPI. Hasil dari perancangan sistem pengukuran kinerja adalah 13 KPI yang berasal dari requirement empat stakeholder yaitu inkubator, karyawan, pelanggan, dan mitra. Berdasarkan pembobotan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP), bobot tertinggi terdapat pada stakeholder inkubator sebesar 45%, mitra sebesar 27%, pelanggan sebesar 20%, dan karyawan sebesar 8%. KPI yang dihasilkan kemudian diuji coba dengan kinerja eksisting perusahaan menggunakan scoring metode Objective Matrix (OMAX) dan Traffic Light System. Hasil scoring menunjukkan empat KPI bertanda hijau, tujuh KPI bertanda kuning, dan dua KPI bertanda merah. Kata kunci : IPMS, Inditalent, KPI, Stakeholder, AHP, OMAX
Perancangan Peformance Appraisal Menggunakan Metode Integrasi Rating Scale Dan Fuzzy Ahp (studi Kasus Cv Intech) Andre Kharis Sianipar; Budi Sulistyo; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV.INTECH merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan memiliki berbagai partner bisnis. Disini perusahan berperan dalam memenuhi permintaan yang di inginkan dari para kostumer nya, untuk memenuhi permintaan tersebut tentu perusahaan membutuhkan bantuan – bantuan dari para karyawan untuk dapat menjalankan job description nya dengan benar. Namun pada kenyataan para operator produksi masih terbilang cukup sering melakukan kesalahan yang mengakibatkan produk reject hal ini tentu mengakibatkan rework dan keterlambaran untuk memenuhi pemintaan kostumer. Setelah dilakukan observasi dan wawancara terdapat beberapa operator yang kurang menjalankan fungsinya dengan baik, kurangnya peran supervisi pada lantai produksi serta terdapat beberapa keluhan seperti tidak ada nya sistem reward dari perusahaan dan kurang nya kompensasi terhadap kerja lembur dari perusahaan dianggap sebagai alasan kenapa para operator tidak mampu mengeluarkan peforma terbaiknya. Namun alasan CV.INTECH belum menerapkan sistem pemberian reward terhadap karyawan adalah dikarenakan perusahaan belum memiliki sistem untuk memilih karyawan mana yang layak mendapatkan insentif tersebut. Oleh karena disini diusulkan sistem penilaian kinerja menggunakan metode perhitungan rating scale, fuzzy AHP dan TOPSIS yang mampu menghasilkan output berupa ranking dari karyawan perdivisi nya, ranking tersebut menunjukan karyawan mana yang pantas mendapatkan reward dari perusahaan. Sehingga didapatkan hasil karyawan 12 pada divisi engineering and workshop terpilih sebagai karyawan dengan point penilaian 229. Serta terpilih nya karyawan 3 pada divisi PPIC dan karyawan 1 pada divisi purchasing. Karyawan – karyawan tersebut berhak untuk mendapatkan reward yang sudah dijanjikan oleh perusahaan. Kata kunci: Performance Appraisal, Rating Scale, Fuzzy AHP, TOPSIS, Ranking
Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Di Cv. Xyz Menggunakan Performance Prism Nur Falah Sofiatul Jannah; Budi Sulistyo; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan hasil penelitian perancangan sistem penilaian kinerja pada CV. XYZ dengan metode Performance Prism. Selama ini CV. XYZ belum memiliki sistem penilaian kinerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan perancangan sistem penilaian kinerja. Dari kondisi CV. XYZ, metode yang tepat digunakan adalah performance prism dibanding model lain. Penilaian kinerja dalam penelitian ini akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan beberapa metode antara lain pembobotan dengan Analytical Hierachy Process (AHP) untuk mengetahui skala nilai prioritas setiap KPI. Hasil rancangan menunjukkan bahwa ada 5 stakeholder di CV. XYZ yaitu meliputi: Pemilik, Karyawan, Supplier, Customer, dan Masyarakat. Hasil perancangan penilaian kinerja pada CV. XYZ dengan Performance Prism diperoleh 69 KPI keseluruhan, 12 KPI pemilik, 17 KPI karyawan, 14 KPI supplier, 14 KPI customer, dan 12 KPI masyarakat. Hasil pengukuran ini menjadi landasan bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi dan menentukan rencana kerja perbaikan sehingga harapan dari semua stakeholder dapat terpenuhi. Kata kunci : Penilaian Kinerja, Performance Prism, AHP Abstract This research describes the results of system design performance appraisal on CV. XYZ using the Performance Prism method. CV. XYZ does not have any Performance Assessment system yet until now. Therefore, system design is necessary. According the condition of CV. XYZ, the right method to use is performance compared to other models. Performance appraisal in this research will be carried out using another weighting method with the Analytical Hierachy Process (AHP) to determine the priority value scale of each KPI. The design results show that there are 5 stakeholders in CV. XYZ which includes: Owner, Employees, Suppliers, Customers and Communities. The result design of Performance assessment on CV. XYZ with Performance Prism show that obtained 69 KPIs in total, 12 KPI pemiliks, 17 KPI employees, 14 KPI suppliers, 14 KPI customers, and 12 KPI community members. The results of this measurement are a plan for the management to determine and determine the work plan for repairs that are expected from all stakeholders that can be fulfilled. Keywords : Performance Assessment, Performance Prism, AHP
Perancangan Alat Ukur Kinerja Gosmsgateway Dengan Kerangka Integrated Performance Measurement System (ipms) Yesica Berliana Chrismadora; Atya Nur Aisha; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GoSMSGateway adalah salah satu perusahaan di bidang sistem layanan pengirimaan SMS secara online. Persaingan di dunia bisnis yang sama membuat GoSMSGateway harus bersaing menjaga keberlangsungan perusahaan. Permasalahan GoSMSGateway saat ini adalah pengukuran kinerja yang hanya berfokus terhadap strategi keuangan sehingga belum cukup untuk menjaga keberlangsungan perusahaan. Perusahaan harus memperhatikan indikator keberhasilan non finansial seperti kebutuhan stakeholder yang dapat menyebabkan kinerja pada perusahaan menurun, sehingga perlu dilakukan pembaharuan alat ukur kinerja yang lebih befokus pada kebutuhan dari setiap stakeholder. Perancangaan dilakukan menggunakan pendekatan Intergrated Performance Measurement System (IPMS) yang sangat relevan digunakan karena memperhatikan setiap kebutuhan stakeholder dan mengidentifikasi permasalah pada setiap level bisnis suatu perusahaan yang masih berkembang. Hasil dari penelitian adalah Key Performance Indicator (KPI) yang berfungsi untuk mengontrol kinerja perusahaan. Data yang diambil dari penyebaran kuisioner pada setiap stakeholder GoSMSGateway kemudian diolah dengan pendekatan IPMS. Telah teridentifikasi terdapat 4 stakeholder dan didapatkan 6 kebutuhan pelanggan, 6 kebutuhan pegawai, 5 kebutuhan pengelola dan 3 kebutuhan supplier. Dari kebutuhan tersebut menghasilkan total 8 objective dari semua stakeholder. Dari objective yang didapat, ditemukan 15 KPI yang sesuai dan telah diverifikasi oleh perusahaan yaitu 3 KPI pelanggan, 5 KPI pegawai, 4 KPI pengelola, dan 3 KPI supplier. Kata Kunci : Stakeholder, Intergrated Performance Measurement System (IPMS), KPI