Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Rancang Bangun Alat Uji Termolelektrik Portabel Dan Analisis Rangkaian Termoelektrik Nuzul Hesty Pranita; Kiki Azura; Abrar Ismardi; Tri Ayodha Ajiwiguna; Ismudiati Puri Handayani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract—Computer has been part of our daily life. In order to work properly and to avoid over heating which might damage the machine, it required a cooling system which effectively distribute heat from the electronic devices into surrounding environment. Generally, the cooling system only distributes the heat. The potential heat conversion into electricity in computer has not been studied intensively. In this study, we implement a thermoelectric generator module which converts heat into electicity in combination with hybrid cooling system on CPU processor, a main crucial part in computer system which produces a lot of heat and its work is very temperature dependent. We used a thermoelectric module TEG241-1.0-12 which can generate electricity up to 12.1 volt at temperature difference of 110oC and Seebeck coefficient from 35 mV/οC up to 45 mV/οC. The available size of thermoelectric module is found to be matched with the CPU processor and the hybrid heat sink structure so that no structural adjustment is required. We used hybrid cooling system of PC Cooler Hybrid W120 which consists of an aluminium heat sink and water cooling with flow rate of 6.7 liters/minute. We found that a 2.5 V and 0.19 A (≈ 0.5 W) electricity can be generated when a thermoelectrics module is implemented in Intel Core i3- 2100 microprocessor. The observed different temperature between hot and cold sides of thermoelectric is 54 οC while the processor temperature is 80 oC. This study shows the potential implementation of thermoelectric for heat conversion into electricity on CPU processor without endangers the machine. Keywords—thermoelectrics; CPU processor; hybrid cooling;
Optimasi Pembuatan Sel Surya Tio2 Dengan Metode Spin Coating Dan Perendaman Dye Buah Naga Merah Nuni Kania Sari; Ismudiati Puri Handayani; Abrar Abrar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sel surya berbahan dasar material aktif TiO2 banyak dikembangkan dikarenakan berbahan murah dan proses fabrikasinya yang sederhana. Beberapa persoalan yang menjadi tantangan dalam fabrikasi sel surya TiO2 adalah effisiensinya yang rendah dan penyerapan cahaya diatas 3,1 eV (spektrum ultraviolet). Pada penelitian ini dikembangkan sel surya dengan material aktif Titanium Dioksida (TiO2) dan dye sensitizer ekstrak buah naga merah. Proses fabrikasi menggunakan metode penumbuhan spin coating dan parameter yang dipelajari meliputi pengaruh variasi kecepatan putar spin coating, variasi konsentrasi TiO2, dan pengaruh penambahan dye ekstrak buah naga merah terhadap efisiensi sel surya. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa effisiensi sel surya tergantung pada kecepatan putar spin coating, massa TiO2, dan penambahan dye ekstrak buah naga merah. Dengan menggunakan TiO2 sebesar 40 gram yang dilapiskan diatas FTO serta menggunakan spin coating berkecepatan step 1: 500 rpm; step 2: 1200 rpm; step 3: 3500 rpm, dan diberi polimer elektrolit campuran PVA dan LiOH, dihasilkan effisiesi terbesar sebesar 0,007%. Setelah dilakukan perendaman didalam ekstrak buah naga merah selama 48 jam, effisiensi meningkat menjadi 0,024%. Kata kunci: TiO2, dye buah naga merah, spin coating
Rancang Bangun Dan Realisasi Sistem Pendingin Berbasis Tec (thermoelectric Cooler) Sundayani Sundayani; Ismudiati Puri Handayani; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Simulasi Beberapa Parameter Pada Chirped Fiber Bragg Grating Untuk Mendapatkan Luaran Berbentuk Spektrum Right-angled Triangular Andhika Pratama; M. Ramdlan Kirom; Ismudiati Puri Handayani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelombang berbentuk right-angled triangular spectrum (RTS) telah berhasil dimodelkan pada Chirped Fiber  Bragg  Grating  (CFBG).  Parameter-parameter seperti  posisi  puncak  spektrum,  panjang  fiber  bragg grating (L), chirped coefficient (Cp), panjang segmen (Ls), dan indeks bias efektif (neff) terlihat mempengaruhi pola luaran yang dihasilkan. Pada simulasi ini didefinisikan suatu bilangan riil positif z1 yang akan menentukan posisi puncak gelombang (λmax). Untuk Fiber Bragg Grating (FBG) dengan L = 2 cm, spektrum berbentuk RTS terjadi saat nilai λmax  diatur dengan z1 = L/5. Variasi nilai L dan Cp  berpengaruh terhadap bentuk dan lebar spektrum. Semakin besar nilai L dan Cp maka lebar spektrum semakin besar. Perubahan lebar spektrum ini yang menyebabkan bentuk pulsa berubah. Variasi nilai Ls menyebabkan perubahan bentuk pulsa namun posisi λmax dan lebar pulsa tetap. Bentuk RTS terjadi saat nilai Ls = 1 mm karena pada nilai tersebut noise pada reflektivitas kecil dan lebih stabil. Variasi nilai neff berdampak pada pergeseran posisi spektrum. Semakin besar nilai neff maka posisi spektrum akan bergeser menuju panjang gelombang yang lebih besar. Kata kunci : Fiber Bragg Grating, Chirped Fiber Bragg Grating, right-angled triangular spectrum.
Studi Perancangan Dan Realisasi Sistem Desalinasi Air Laut Menggunakan Prinsip Capacitive Deionization (cdi) Yogi Januardi; Memoria Rosi; Ismudiati Puri Handayani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capacitive Deionization (CDI) merupakan salah satu metoda pemisahan garam dari air laut. Proses ini menggunakan dua elektroda karbon yang diberi beda potensial sehingga mampu mengikat ion-ion garam berdasarkan prinsip gaya coulomb. Dalam proses ini, debit air garam yang melewati sel CDI akan mempengaruhi efektivitas serapan ion. Untuk itu dibutuhkan instrument yang mampu mengatur kecepatan aliran air garam. Penelitian ini bertujuan untuk membuat instrument pengatur debit air dalam orde ml/menit dengan harga yang terjangkau. Instrument yang digunakan untuk mengatur debit air garam adalah pompa peristaltik DC yang dikonfigurasikan dengan mikrokontroler arduino mega, keypad 4x3 dan h-bridge driver motor. Instrument yang dibuat dapat mengatur debit air garam dari 0-30 ml/menit. Aliran garam dilewatkan melalui sel CDI yang terbuat dari Norit : Grafit : PVA dan sel CDI yang terbuat dari karbon tempurung kelapa : Grafit : PVA dengan komposisi 8: 1: 1 dan dibuat dengan ukuran 3 cm x 3 cm. Debit yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 ml/menit, 10 ml/menit, 15 ml/menit. Pengukuran konduktivitas air garam dilakukan menggunakan Lutron YK-22CT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semakin besar debit air garam yang melewati sel CDI maka pengurangan kadar garam oleh sel CDI akan semakin kecil. Kata kunci : Capacitive deionization, Norit, Karbon tempurung kelapa, Pompa Peristaltik DC
Optimasi Pembuatan Sel Surya Tio2 Dengan Penyisipan Grafit JF. Zen; Ismudiati Puri Handayani; Memoria Rosi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sel surya berbasis TiO2 menjadi perhatian karena produksi murah dan mudah. Walaupun efisiensi masih rendah dan kemampuan menyerapan cahayanya hanya 3,1 eV (spektrum ultraviolet). Sebagai solusi, karbon nanopartikel digunakan untuk meningkatkan kemampuan menyerap cahaya. Karbon nanopartikel ini biasanya mahal dan efisiensinya masih sekitar 4%. Untuk itu perlu digali sumber karbon yang lain yang lebih murah dan dieksplorasi efek terhadap peningkatan efisiensi. Pada penelitian ini dibuat sel surya berbasis TiO2 yang disisipi grafit berukuran mikro dengan metode doctor blade dan spin coating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi sel surya tergantung pada massa grafit dan kecepatan putaran spin coating. Dengan menggunakan TiO2 sebesar 0,7 gram yang dilapiskan di atas FTO dan diberi elektrolit campuran PVA dan LiOH, efisiensi terbaik sebesar 0,06% tercapai pada saat massa grafit 0,4 gram. Penelitian menunjukan bahwa metode doctor blade dapat menghasilkan sel surya dengan efisiensi hampir sama dengan metode spin coating. Kata kunci: sel surya berbasis TiO2, grafit, spin coating
Alat Wet Lay Up Terkontrol Sederhana Dan Analisis Pengaruh Proses Lay Up Terhadap Sifat Mekanik Material Komposit Agus Jatmiko; Ismudiati Puri Handayani; Indra W. F
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tugas akhir ini dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh proses lay up   terhadap sifat mekanik material komposit yang terbuat dari fiberglass dan resin epoxy. Proses wet/hand lay up menghasilkan kecepatan dan tekanan yang tidak terkontrol banyak kekosongan resin (void)  yang muncul dan juga sifat mekanik yang dihasilkan rendah. Sementara itu proses dry lay up dengan menggunakan prepreg, menghasilkan sedikit void dan sifat mekanik yang lebih tinggi, tetapi memerlukan biaya produksi yang mahal. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, penulis merancang sebuah alat  lay up sederhana untuk mengontrol kecepatan pada saat proses lay up untuk mengurangi munculnya void dan meningkatkan sifat mekanik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa alat lay up yang dibuat dapat dikontrol kecepatannya mulai dari 2 cm/s sampai 4,2 cm/s dan dapat menghasilkan material komposit dengan jumlah void yang sedikit serta sifat mekanik yang baik. Pada saat kecepatan diatur sebesar 2 cm/s tensile strength yang dimiliki material yang dibuat dengan alat ini memiliki nilai 55,7 MPa lebih tinggi bila dibandingkan dengan dry lay up dan 106,04 MPa lebih tinggi bila dibandingkan dengan hand lay up. Sementara modulus Young menunjukkan peningkatan sekitar 1,8 MPa dan 5,44 MPa bila dibandingkan dengan dry lay up dan hand lay up. Semakin lambat kecepatan roller, semakin tinggi tensile strength yang dihasilkan. Kata kunci: dry layup, hand layup, kecepatan dan tekanan roller, tensile strength, modulus young
Karakterisasi Sifat Mekanik Dan Magnetik Pada Magnet Komposit Hybrid Bafe/ndfeb Dengan Matrix Polivinil Alkohol Dan Karboksimetil Selulosa Tita Oktavia Cahya Rahayu; Ismudiati Puri Handayani; Handoko Setyo Kuncoro
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bahan baku pembuatan magnet permanen Barium ferit (BaFe) sangat berlimpah di Indonesia, namun nilai remanensinya hanya sepertiga dari NdFeB. Pada penelitian ini, BaFe dipadukan dengan NdFeB (hybrid) menggunakan matrix PVA dan CMC sebagai pengikatnya (binder) untuk mendapatkan sifat mekanik dan magnetik yang lebih unggul dari pada BaFe murni. Pada penelitian ini, komposisi BaFe/NdFeB serta konsentrasi matrix PVA dan CMC divariasikan untuk mengetahui tren sifat mekanik dan magnetik yang dihasilkan. Komposisi BaFe/NdFeB divariasikan pada 7:3, 5:5 dan 3:7 dari massa total 2,5 gram. Selain itu, matrix PVA dan CMC masing-masing divariasikan pada konsentrasi 0,1 wt%, 1 wt%, dan 2 wt%. Keseluruhan variasi sampel tersebut dianalisis sifat mekaniknya yang meliputi citra sebaran partikel, densitas, dan nilai kuat tekan (compressive strength), serta sifat magnetiknya untuk mengetahui nilai parameter magnetik yang meliputi remanensi (Br), koersifitas (Hc) dan produk energi maksimum (BHmax) yang dihasilkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian ini, penambahan komposisi NdFeB menyebabkan kenaikan nilai densitas dengan densitas tertinggi sebesar 5.1 g/cm3 dan kenaikan remanensi magnetik dengan kenaikan rata-rata sebesar 1 kG untuk setiap penambahan wt% serta peningkatan nilai kuat tekan compressive strength. Penambahan konsentrasi matrix baik PVA maupun CMC menyebabkan penurunan densitas dan remanensi magnetik. Namun, compressive strength yang dihasilkan berbanding lurus terhadap konsentrasi matrix yang ditambahkan Kata kunci: hybrid BaFe/NdFeB, matrix PVA, CMC,variasi komposisi, sifat mekanik, sifat magnetik Abstract The raw material for permanent magnets barium ferrite (BaFe) is very abundant in Indonesia. In this study, BaFe was combined with NdFeB (hybrid) using PVA and CMC matrices as bonded to obtain better mechanical and magnetic properties than pure BaFe. In this study, the composition of BaFe / NdFeB and the concentration of PVA and CMC matrices were varied to study the trends of the hybrid mechanical and magnetic properties. The variation of BaFe / NdFeB composition were 7: 3, 5: 5, and 3: 7 with total mass of 2,5 grams. In addition, each PVA or CMC matrix was varied at a concentration of 0,1 wt%, 1 wt%, and 2 wt%. The mechanical properties characterization includes particle distribution image, density calculation, and compressive strength measurement. The magnetic properties are studied by measuring the remanence (Br), coercivity (Hc) and maximum energy product (BHmax). The results showed that the addition of NdFeB increase the density with highest density of 5,1 g/cm3 , the magnetic remanence also increase with the average increase of 1 kG for each addition of wt% and also increase the compressive strength of BaFe/NdFeB hybrid sample. The addition of matrix concentration, for both PVA and CMC, decreases the sample density and magnetic remanence. However, the compressive strength were observed directly proportional to the addition of matrices concentration. Keywords: hybrid BaFe/NdFeB, PVA, CMC, matrix, composition of variation, mechanical properties, magnetic properties
Rancang Bangun Mini Plant Regenerative Braking Sebagai Sumber Daya Listrik Indra Maulana; Ismudiati Puri Handayani; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem regenerative braking adalah cara untuk memperlambat kendaraan (pengereman) dengan menggunakan motor sebagai rem. Energi panas yang terbuang pada pengereman konvensional tidak akan terjadi pada sistem ini. Pada regenerative braking energi gerak dirubah menjadi energi listrik oleh motor yang difungsikan sebagai generator. Rancangan mini plant regenerative braking ini terdiri dari flywheel sebagai pengganti beban kendaraan, gear depan dan belakang sepeda yang dihubungkan dengan rantai sebagai sistem kopling, Motor Arus Searah (MAS) yaitu motor yang difungsikan sebagai generator, sumber putar dari motor bertorsi besar, dan seperangkat sistem kontrol yang akan menghentikan sumber putar secara otomatis sekaligus mengaktifkan generator sebagai rem. Proses pengereman dilakukan dengan cara menginjeksikan arus ke rotor generator yang menimbulkan medan magnet dengan arah melawan putarannya (rotor terkoneksi langsung dengan flywheel) sehingga putaran flywheel melambat. Dengan adanya putaran rotor dan medan magnet, maka akan timbul garis gaya fluks magnet yang akan menjadi sebab timbulnya gaya gerak listrik (GGL) induksi. Pada akhirnya, listrik yang dihasilkan akan disimpan pada baterai. Kata kunci: Regenerative braking, pengereman, sistem pengereman regereratif.
Modifikasi Ketebalan Lapisan Mos2 Menggunakan Metode Eksfoliasi Fasa Cair Arif Rivaldi; Memoria Rosi; Ismudiati Puri Handayani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak MoS2 berpotensi diaplikasikan pada flexible electronics dan divais optoelekronik. Pada penelitian ini, serbuk MoS2 dimodifikasi menggunakan metode eksfoliasi fasa cair berupa ultrasonikasi selama 60 jam di dalam NMP dan disentrifugasi selama 30 menit dengan kecepatan putar 2000 rpm. Selanjutnya penelitian ini mempelajari efek perubahan konsentrasi MoS2 terhadap karakteristik flakes yang diperoleh. Selain itu, penelitian ini juga membandingkan efek penambahan NaOH. Karakterisasi ketebalan dilakukan dengan mendeposisikan flakes MoS2 di atas kaca dan diukur serapan cahayanya menggunakan cahaya tampak. Hasil pengamatan menunjukkan ketebalan rata-rata lapisan MoS2 berkisar antara 3 - 14 nm saat konsentrasi MoS2 divariasi 1 - 3 mg/ml tanpa NaOH. Penambahan NaOH dapat menurunkan ketebalan lapisan. Proses modifikasi 2 mg/ml MoS2 dengan 1 mg/ml NaOH menghasilkan ketebalan rata-rata sekitar 7 nm. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan hasil modifikasi tanpa NaOH yang memiliki ketebalan rata-rata lapisan sekitar 10 nm. Untuk mempelajari sifat optoelektronik, flakes MoS2 dideposisi di atas SiO2. Pengukuran arus dilakukan saat tegangan divariasi dari -3 V hingga 3 V dan intensitas cahaya divariasi 0 - 1000 W/m2. Hasil penelitian menunjukkan konduktivitas lapisan MoS2 di atas SiO2 dipengaruhi oleh konsentrasi serbuk MoS2 yang dimodifikasi, konsentrasi NaOH yang digunakan, dan konduktivitas SiO2. Peningkatan konsentrasi MoS2 menyebabkan konduktivitas lapisan di atas SiO2 semakin besar. Sebaliknya, peningkatan konsentrasi NaOH menyebabkan penurunan konduktivitas lapisan MoS2. Adanya perbedaan konduktivitas SiO2 yang digunakan menyebabkan konduktivitas lapisan MoS2 yang dieksfoliasi dengan NaOH menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan proses eksfoliasi tanpa NaOH. Selain itu, efek cahaya mengakibatkan konduktivitas lapisan MoS2 semakin tinggi. Kata kunci: Serbuk, MoS2, eksfoliasi fasa cair, flakes, lapisan, ketebalan, konduktivitas. Abstract MoS2 has a potential to be applied in flexible electronics and optoelectronic devices. In this study, MoS2 powder was modified using liquid phase exfoliation method in which the MoS2 powder diluted in NMP solvent is ultrasonicated for 60 hours and centrifuged for 30 minutes with a 2000 rpm rotational speed. We studied the effect of MoS2 and NaOH variation on the properties of the obtained flakes. The flakes thickness characterization is performed by depositing the MoS2 flakes onto a glass substrate and measuring the transmission of visible light which passed through the deposited sample. The results showed that the average thickness of MoS2 layers vary from 3 to 14 nm when the concentration of MoS2 are varied from 1 - 3 mg/ml without NaOH. The addition of NaOH reduces the layer thickness. Modification process of 2 mg/ml MoS2 with 1 mg/ml NaOH produces the average thickness of about 7 nm. This value is smaller compared to the one modified without NaOH which has an average layer thickness of about 10 nm. To study the optoelectronic properties, the MoS2 flakes were deposited on SiO2 substrate. The current was measured when the voltage was varied from -3 V to 3 V and light intensity is modified from 0 - 1000 W/m2. It is found that the conductivity of MoS2 layer on SiO2 was affected by the concentration of MoS2 powders, the concentration of NaOH, and SiO2 substrate conductivity. The increasing of MoS2 concentration increases the MoS2 layer conductivity. Whereas, the increasing of NaOH concentration decreases the conductivity of MoS2 layer. The difference of SiO2 substrate conductivity used in this experiment causes incorrect result, in which the conductivity of MoS2 exfoliated with NaOH has higher conductivity than the one exfoliated without NaOH. Furthermore, the increasing of light intensity increases the conductivity of MoS2 layer. Keywords: powder, MoS2, liquid phase exfoliation, flakes, layer, thickness, conductivity