Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal of Architecture, Landscape

Identifikasi elemen pembentuk, ornamentasi, dan lansekap mesjid berdasarkan prinsip arsitektur Islam Rahmadhani, Gita; Dwi Annisa, Laili; Putri Umbara, Leoni Puspita; Murni, Fadila
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 1 No. 1 (2023): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid berfungsi sebagai wadah bagi umat muslim dalam menunaikan kewajibannya dan menjalin ukhuwah islamiyah antar sesama. Seiring dengan perkembangan zaman, arsitektur masjid pun turut mengalami perubahan krusial yang diadopsi dari proses perjalanan budaya masyarakat. Proses budaya ini menjadikan bangunan masjid memiliki kriteria elemen pembentuk tertentu yang hingga kini terus mengalami penyempurnaan dengan penyertaan aspek venustas (keindahan) didalamnya. Masjid Ar-Rahim Pekanbaru merupakan mesjid yang dibangun dengan menerapkan pendekatan arsitektur islam pada elemen pembentuk dan ornamentasinya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis yang berfokus pada identifikasi elemen pembentuk dan ornamentasi pada Masjid Ar-Rahim Pekanbaru. Selain itu, penelitian ini juga akan membahas tentang pengaturan pola lansekap masjid sebagai bentuk efektivitas penggunaan lahan dan wujud keramahan pembangunan terhadap lingkungan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan mengolah data lapangan secara induktif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Ar-Rahim Pekanbaru telah menerapkan elemen utama pembentuk bangunan masjid serta menambahkan gaya arsitektur islam Timur Tengah dengan penggunaan elemen kubah dan kaligrafi kufi pada arsitektural bangunannya.
Komparasi Arsitektur Tepian Air pada Tepian Bandar Sungai Jantan dan Tepian Jembatan Sungai Siak III Gita Rahmadhani; Luthfika Arfiana; Nurzahwa Dwita Nugraha; Isnaini; Oriana Paramita Dewi; Laili Dwi Annisa
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 1 No. 2 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan tepian air merupakan suatu elemen fisik perkotaan yang telah banyak dikembangkan hingga saat ini. Kawasan tepian air dapat berperan sebagai penopang aktivitas masyarakat dengan sarana prasarana pendukung untuk menjalankan aktivitas sosial, ekonomi, dan pariwisata di daerah setempat. Saat ini wilayah tepian air banyak dikembangkan menjadi tempat berwisata dengan plaza dan ruang terbuka publik didalamnya sebagai wujud upaya konservasi yang dilakukan untuk memulihkan dan mengembalikan peranan air di tengah-tengah kehidupan masyarakat kota. Namun, dalam perencanaan pembangunan wilayah tepian air terkadang kerap mengabaikan dan kurang memperhatikan aspek dan elemen apa saja yang diperlukan, sehingga banyaknya kawasan tepian air saat ini yang tidak memiliki sarana prasarana yang mumpuni. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas tentang kajian penerapan aspek dan elemen kawasan tepian air pada studi kasus Tepian Bandar Sungai Jantan dan Tepian Jembatan Sungai Siak III melalui metode komparatif dengan teknik scoring untuk membandingkan aspek perencanaan kawasan tepian air pada kedua studi kasus. Hasil penelitian berupa kesimpulan dari komparasi yang dilakukan terhadap kedua studi kasus untuk menganalisis setiap aspek yang seharusnya terdapat pada pembangunan kawasan tepian air.
Perancangan Sentra Pengolahan Coconut Fiber Dengan Penerapan Sustainable Architecture Ahmad Khallaf Waliyullah; Saspriatnadi, Morian; Annisa, Laili Dwi
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 2 No. 1 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indragiri Hilir merupakan penghasil kelapa terbesar di Indonesia dengan luas lahan 340.720 ha. Sekitar 75% penduduknya bergantung pada perkebunan kelapa. Masyarakat belum memanfaatkan sabut kelapa secara optimal. Untuk mengatasi limbah sabut kelapa, dirancang Sentra Pengolahan Coconut Fiber dengan Pendekatan Arsitektur Sustainable sebagai solusi keberlanjutan olahan limbah sabut kelapa melalui pengolahan, edukasi, dan rekreasi. Arsitektur sustainable bertujuan untuk menciptakan bangunan dan lingkungan binaan yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, serta mendukung kesejahteraan manusia dalam jangka panjang. Selain sebagai tempat produksi, bangunan ini berfungsi sebagai pusat edukasi dan inovasi yang berkontribusi terhadap pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kasus, strategi gabungan, dan kajian literatur. Dengan adanya perancangan ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam pengelolaan limbah sabut kelapa yang ramah lingkungan, sekaligus menjadi pusat inovasi dan edukasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Perancangan Panam Youth Center di Pekanbaru dengan Penerapan Pendekatan Passive Cooling Al-Ghifari, Affifah Zahra; Dewi, Oriana Paramita; Annisa, Laili Dwi
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 2 No. 1 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi pemuda Indonesia diperkirakan mencapai 24,6% dari total populasi pada tahun 2024, sehingga mendorong kebutuhan akan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan bersosialisasi mereka. Pekanbaru, dengan demografi pemuda yang besar, membutuhkan ruang khusus yang dikenal sebagai Youth Center. Proyek ini berfokus pada perancangan Youth Center di wilayah Panam, Pekanbaru, yang mengalami cuaca panas dan lembab. Desain ini mengutamakan kenyamanan melalui ventilasi alami menggunakan strategi Pendinginan Pasif untuk mengurangi konsumsi energi. Dengan mengoptimalkan pendinginan pasif, bangunan ini bertujuan untuk menyediakan lingkungan yang nyaman dan hemat energi yang sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan fasilitas tersebut tetap berfungsi dan bermanfaat bagi generasi muda di masa mendatang.
Perancangan Oceanarium di Pekanbaru dengan Pendekatan Water Management Harliandi, Betran; Dewi, Oriana Paramita; Annisa, Laili Dwi
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 2 No. 1 (2024): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah perairan yang luas, termasuk Provinsi Riau yang didominasi perairan. Pekanbaru, sebagai ibu kota provinsi, memiliki potensi kelautan besar, namun edukasi dan konservasi laut masih minim. Oceanarium publik dirancang sebagai sarana rekreasi, edukasi, observasi, dan konservasi biota laut, serta diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata, ekonomi, dan pendidikan. Karena konsumsi air yang tinggi, pengelolaan air efisien menjadi prioritas. Pendekatan desain Water Management diterapkan untuk mengatasi hal ini. Tujuan perancangan mencakup pemenuhan kebutuhan edukatif dan rekreatif serta penerapan sistem pengelolaan air berkelanjutan. Metode Glass Box dan studi preseden digunakan untuk menciptakan desain yang transparan dan sesuai konteks lokal. Konsep “Water Flow” dipilih untuk merepresentasikan aliran air dari darat ke laut. Perancangan menghasilkan desain berkelanjutan yang menunjukan penerapan water management yaitu mengintegrasikan sensor otomatis, daur ulang gray water dan kondensat melalui STP, serta sistem closed-loop untuk menjaga kualitas air dan mengurangi pemborosan.
Studi Komparasi Penerapan Elemen Arsitektur Melayu pada Rumah Lontiok Melayu Di Kampar Rahmadhani, Gita; Arfiana, Luthfika; Dewi, Oriana Paramita; Helen, Nurrul; Dwi Annisa, Laili; Kuswoyo, Indra; Saspriatnadi, Morian; Nugraha, Nurzahwa Dwita; Isnaini
JALUR: Journal of Architecture, Landscape & Urban Design Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur tradisional Melayu diwujudkan dalam berbagai tipologi yang bervariasi antar wilayah. Rumah sebagai produk arsitektur memiliki hubungan erat dengan kehidupan manusia, sehingga tipologi arsitektur rumah secara tidak langsung dipengaruhi oleh pola perilaku pemiliknya. Rumah Lontiok merupakan salah satu bentuk arsitektur tradisional Melayu yang masih dapat dijumpai di beberapa wilayah, termasuk Kabupaten Kampar, yang dikenal kuat dengan budaya Melayunya. Di wilayah ini, masih terdapat masyarakat yang tinggal di rumah tradisional Lontiok. Namun, dinamika perilaku masyarakat modern turut memengaruhi perkembangan sosial dan budaya, termasuk dalam upaya pelestarian budaya Melayu di Kampar. Penelitian ini merupakan studi komparatif dua rumah Lontiok yang terletak di dua desa berbeda di Kabupaten Kampar, masing-masing dengan kondisi sosial dan lingkungan yang berbeda. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan penerapan arsitektur Melayu pada kedua rumah tersebut berdasarkan karakteristik tipologi arsitektur rumah tradisional Melayu. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pelestarian nilai-nilai arsitektur tradisional dalam konteks kehidupan masyarakat masa kini.