Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMEBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN PENDEKATAN METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DI SMA SWASTA AL-WASHLIYAH 1 MEDAN Annisa Annisa; Derlina Derlina
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 9, No 2 (2021): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.916 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v9i2.25404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa di SMA Swasta Al-Washliyah 1 Medan melalui model pembelajaran problem based learning menggunakan pendekatan metakognitif. Penelitian ini berjenis quasi eksperimen, dengan melibatkan dua kelas yang menjadi subjek pengamatan, yaitu kelas X MIA-1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 33  dan kelas X MIA-2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa  sebanyak 32. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah yang terdiri dari 10  soal, sebelum diberi perlakuan, kedua kelas diberikan preetest untuk mengukur taraf kemampuan awal siswa  pada kelas eksperimen sebesar 33,24 dan pada kelas kontrol sebesar 31,28, kemudian setelah diberi perlakuan diperoleh nilai posttest siswa sebesar 75,12 di kelas eksperimen dan nilai posttest siswa di kelas kontrol sebesar 66,84 , setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t satu pihak maka terdapat pengaruh model pembelajaran problem based learning menggunakan pendekatan metakognitif siswa di SMA Swasta Al-Washliyah 1 Medan. Persentase uji N-gain pada kelas eksprimen dalam kategori rendah sebesar 3%, kategori sedang sebesar 61%, dan dalam kategori tinggi sebesar 36 %, sedangkan pada kelas kontrol persentase N- gain dalam kategori rendah sebesar 12,5%, dalam kategori sedang sebesar 87,5%, berdasarkan persentase N- gain  maka terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa menggunakan model pembelajaran problem based learning menggunakan pendekatan metakognitif.Kata Kunci: Problem Based Learning, pendekatan metakognitif, Kemampuan Pemecahan Masala
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Proyek Pembangunan Kantor OJK Medan Aldo Kristian Silaban; Annisa Annisa; Deliana Sinaga; Gilbert Rizky H Panggabean; Jeremia E.M. Simorangkir; Titonik Feberman Hia; Yuni Yolanda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39654

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) pada Proyek Pembanguann kantor OJK Medan. Proyek ini merupakan pembangunan gedung bertingkat dengan tingkat kompleksitas tinggi sehingga memiliki berbagai potensi risiko kerja seperti pekerjaan di ketinggian, penggunaan alat berat, pekerjaan listrik, serta aktivitas pengelasan dan pekerjaan di ruang terbatas. Tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk mengidentifikasi aktivitas kerja berisiko, area kerja berbahaya, serta waktu pelaksanaan yang memiliki tingkat risiko tinggi, sekaligus menganalisis penerapan sistem K3L di lapangan. Metode yang digunakan adalah observasi langsung selama kegiatan proyek serta studi literatur terhadap standar K3 yang berlaku. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan K3L telah dilakukan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD), pemasangan rambu keselamatan, pelaksanaan safety talk, penerapan SOP K3, serta pengawasan oleh petugas K3 dan mandor. Selain itu, pengelolaan lingkungan kerja seperti kebersihan area, pengendalian debu, kebisingan, pencahayaan, ventilasi, serta pengaruh cuaca juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan kerja. Dengan penerapan sistem K3L yang baik dan konsisten, diharapkan risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan serta tercapai target zero accident pada proyek konstruksi tersebut.
Analysis of the Implementation of Problem-Based Learning in Metabolism Topics in Grade XII at SMAN 16 Medan: Analisis Kesesuaian Implementasi Problem Based Learning pada Materi Metabolisme Kelas XII Sman 16 Medan Aline Gustri Yolanda Harahap; Annisa Annisa; Dimas Arya; Salsabila Saqinah Pasaribu; Rizal Mukra; Widya Arwita
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v7i1.4997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian implementasi Problem Based Learning (PBL) pada materi metabolisme di kelas XII SMAN 16 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur dengan guru Biologi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan praktik pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dengan sintaks PBL yang meliputi orientasi masalah, pengorganisasian peserta didik, penyelidikan, penyajian hasil, serta evaluasi proses pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menghadirkan fenomena kontekstual sebagai pemantik pembelajaran untuk mengaitkan konsep metabolisme dengan kehidupan sehari-hari. Namun, permasalahan tersebut belum terintegrasi secara sistematis dalam seluruh tahapan pembelajaran karena tidak tercantum secara eksplisit dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Kondisi ini menyebabkan kegiatan pembelajaran lebih berfokus pada eksplorasi konsep dibandingkan pada proses pemecahan masalah secara menyeluruh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan LKPD berbasis PBL diperlukan untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis masalah secara lebih optimal. This study aims to analyze the suitability of the implementation of Problem Based Learning (PBL) in the metabolism topic for grade XII students at SMAN 16 Medan. The research employed a descriptive qualitative approach with data collected through direct classroom observation and semi-structured interviews with one biology teacher and one student for data triangulation. Data were analyzed by comparing the actual classroom practices with the theoretical syntax of PBL. The results indicate that the teacher introduced a contextual phenomenon as an initial trigger to relate metabolism concepts to everyday life situations. However, the problem presented at the beginning of the lesson was not systematically integrated into all stages of learning because it was not explicitly included in the student worksheet. Consequently, learning activities were more focused on concept exploration rather than on a complete problem solving process. These findings suggest that the development of PBL based student worksheets is necessary to support a more optimal implementation of problem based learning.
Medan as a Colonial Economic Nexus: The Legacy of Plantation Capitalism in the Early 20th Century Annisa Annisa; Madona Br Sembiring; Jemima Regina Beru Sembiring; Satyo Hadi; Yushar Tanjung
Warisan: Journal of History and Cultural Heritage Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Mahesa Research Center (PT. Mahesa Global Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/warisan.v6i1.2709

Abstract

This paper examines the emergence of Medan as a pivotal colonial economic hub in the early twentieth century, foregrounding the structural influence of plantation capitalism. Anchored in the broader trajectory of Dutch colonial expansion in Sumatra—especially in the Deli region—the study traces how large-scale plantation enterprises, predominantly in tobacco, rubber, and palm oil, fundamentally reshaped the city's urban morphology, socio-economic hierarchy, and administrative functions. The principal research inquiry centers on the role of plantation capitalism in engineering Medan’s economic configuration and entrenching colonial hierarchies. Employing a historical-analytical approach grounded in archival materials, colonial-era documentation, and academic literature, this study demonstrates that Medan’s accelerated urbanization and growing strategic importance were intrinsically linked to the imperatives of European capital and the systematic exploitation of both indigenous and migrant labor. The analysis further reveals that the spatial ordering of the city, investments in infrastructure, and patterns of social stratification were not merely coincidental, but deliberate outcomes of a capitalist logic institutionalized within the colonial apparatus. The findings suggest that Medan functioned not only as a logistical node in the transnational flows of commodities but also as a paradigmatic case of colonial urbanism shaped by plantation-driven accumulation. As such, the paper contributes to broader debates on the lasting imprint of colonial economic systems on Southeast Asia’s urban landscapes.