Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Penggantian Semen Dynamix dengan GGBFS pada Kuat Tekan Beton Hia, Titonik; Syahril
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v8i1.4742

Abstract

Beton merupakan campuran semen portland, pasir/bahan penghancur (agregat), pasir (butir halus), air dan bahan tambahan lainnya (larutan beton). 2,5% emisi gas rumah kaca global dihasilkan oleh pabrik pengolahan PCC. Penelitian yang dilakukan yaitu melakukan pengujian kuat tekan beton untuk mengganti semen dengan sisa pembakaran baja tanur tinggi atau GGBFS dengan persentase penggantian 0%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%. Oleh karena itu, konsumsi semen dapat dikurangi dan limbah sisa pembakaran baja tanur tinggi dapat digunakan untuk konstruksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggantian semen dapat meningkatkan kuat tekan dengan tingkat penggantian yang baik sebesar 35% dan kuat tarik sebesar 34,55 MPa pada umur 28 hari.
Pelatihan AutoCAD untuk Meningkatkan Kompetensi Gambar Teknik Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Binjai: Pelatihan AutoCAD untuk Meningkatkan Kompetensi Gambar Teknik Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Binjai Anggiat Daniel Anderson Munthe; I Wayan Putra Jayantara; Fikryah Atikah Pane; Ivana Christine Sembiring; Aula Sekar Arum Pertiwi; Melvi Maulita Napitupulu; Titonik Feberman Hia
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14931

Abstract

This community service activity aims to improve the competence of vocational high school students in using AutoCAD software for technical drawing. The activity was conducted at SMK Negeri 2 Binjai involving 32 students of grade XI. The method used in this activity was a hands-on training approach combined with pre-test and post-test evaluation to measure the improvement of students’ competencies. The training materials included initial AutoCAD settings, layer management, dynamic block usage, title block creation, and proper layout and printing scale settings. The results showed that students competencies increased significantly after the training. The average pre-test score was 75.63 with a median of 75 and a score range of 35–100. After the training, the average post-test score increased to 90.94 with a median of 95 and a range of 60–100. The results indicate that practical-based AutoCAD training effectively improves students’ skills in producing structured and standardized technical drawings. This activity also helps students understand professional workflows commonly applied in the construction industry. Therefore, AutoCAD training can be considered an effective strategy to enhance vocational students' technical drawing competencies.
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Proyek Konstruksi Bangunan Bertingkat, Studi Kasus Pembangunan Hotel Di Balige, Toba Sibuea, Anggun Lady Paska; Sitompul, Sandra Aulia; Sitanggang, Agnes Monaliska; Harahap, Aldi Harliansyah; Hia, Titonik Feberman; Yolanda, Yuni
Jurnal Ilmu Teknik Sipil Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JITESNA - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jitesna.v2i2.1397

Abstract

This study analyzes the implementation of the Occupational Health and Safety Management System (OHSMS/SMK3) at the Hotel XYZ construction project in Balige, Toba, North Sumatra. The project is a 16-story hotel building currently at the structural work stage (floors 6-8) at the time of observation. A qualitative observational method was used, carried out during a 3-month internship period. Data was collected through direct field observations covering risk activities, use of personal protective equipment (PPE), availability of K3 signs and facilities, as well as supervision and work procedures. The results show that high-risk activities such as working at height, heavy equipment operation, material lifting, welding, and electrical work were identified at the site. PPE consisting of safety helmets, reflective vests, safety shoes, work gloves, and full body harnesses were available; however, worker compliance in using PPE was still low. Several critical K3 facilities were not available, including K3 signs, assembly points, fire extinguishers (APAR), Lock Out-Tag Out (LOTO) systems, safety briefings, APD supervision, K3 SOPs, and K3 officers. These findings indicate that the SMK3 implementation at this project is still in the poor category based on the performance criteria of Ministerial Regulation PU No. 9 of 2008. Improvement recommendations include providing complete K3 facilities, implementing routine safety talks, strengthening supervision, and appointing competent K3 officers.
Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Konstruksi Gedung Sekolah Rakyat Serdang Bedagai Monica Agnes Marbun; Refina Olivia Simamora; Rista Lumbantoruan; Ronal Regen Silitonga; Titonik Feberman Hia; Yuni Yolanda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38517

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem K3 pada proyek pembangunan gedung di Kota Medan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi di proyek Sekolah Rakyat Serdang Bedagai Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 telah dilakukan namun belum optimal, terutama dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) dan kepatuhan terhadap rambu keselamatan. Faktor penyebab meliputi kurangnya pengawasan dan rendahnya kesadaran pekerja. Kesimpulan penelitian ini adalah diperlukan peningkatan pengawasan dan sosialisasi K3 untuk meningkatkan keselamatan kerja di proyek konstruksi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Proyek Pembangunan Kantor OJK Medan Aldo Kristian Silaban; Annisa Annisa; Deliana Sinaga; Gilbert Rizky H Panggabean; Jeremia E.M. Simorangkir; Titonik Feberman Hia; Yuni Yolanda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39654

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) pada Proyek Pembanguann kantor OJK Medan. Proyek ini merupakan pembangunan gedung bertingkat dengan tingkat kompleksitas tinggi sehingga memiliki berbagai potensi risiko kerja seperti pekerjaan di ketinggian, penggunaan alat berat, pekerjaan listrik, serta aktivitas pengelasan dan pekerjaan di ruang terbatas. Tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk mengidentifikasi aktivitas kerja berisiko, area kerja berbahaya, serta waktu pelaksanaan yang memiliki tingkat risiko tinggi, sekaligus menganalisis penerapan sistem K3L di lapangan. Metode yang digunakan adalah observasi langsung selama kegiatan proyek serta studi literatur terhadap standar K3 yang berlaku. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan K3L telah dilakukan melalui penggunaan alat pelindung diri (APD), pemasangan rambu keselamatan, pelaksanaan safety talk, penerapan SOP K3, serta pengawasan oleh petugas K3 dan mandor. Selain itu, pengelolaan lingkungan kerja seperti kebersihan area, pengendalian debu, kebisingan, pencahayaan, ventilasi, serta pengaruh cuaca juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan kerja. Dengan penerapan sistem K3L yang baik dan konsisten, diharapkan risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan serta tercapai target zero accident pada proyek konstruksi tersebut.