Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Representasi Identitas Papua Dalam Film “Kaka Boss” (Analisis Semiotika Roland Barthes) Hasna Arsyad; Noval Sufriyanto Talani; Syahrir Soleman; Sumarjo Sumarjo; Muhammad Akram Mursalim
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.859

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi identitas Papua dalam film Kaka Boss (2024) karya Arie Kriting dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotatif, konotatif, dan mitos. Selama ini, representasi masyarakat Papua dalam media massa dan film Indonesia cenderung didominasi stereotip negatif yang mengaitkan Papua dengan kekerasan, keterbelakangan, dan marginalisasi. Film Kaka Boss hadir sebagai upaya dekonstruksi dengan menampilkan tokoh Papua dalam konteks kehidupan urban yang lebih kompleks dan humanis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan observasi terhadap empat scene terpilih yang merepresentasikan identitas sosial, stigma profesi, framing media, dan penerimaan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotatif, film menampilkan kehidupan sehari-hari tokoh Papua dalam keluarga, pekerjaan, dan interaksi sosial. Pada tingkat konotatif, terlihat pengalaman marginalisasi, stigma, serta negosiasi identitas. Pada tingkat mitos, film ini tidak hanya mereproduksi mitos kekerasan dan premanisme, tetapi juga menghadirkan mitos tandingan melalui sosok Kaka Boss sebagai ayah yang penyayang, pekerja keras, dan bertanggung jawab. Berdasarkan teori representasi Stuart Hall dan teori identitas sosial Tajfel, disimpulkan bahwa film ini menghadirkan representasi yang lebih inklusif, beragam, dan humanis terhadap identitas Papua dalam sinema Indonesia.
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi Bisnis Kuliner ’Anya Bakes’ Safirasari Aprilia Nurrohmah; Sumarjo Sumarjo; Siti Mayasari Pakaya
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 2 (2026): NJMS - September 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial sebagai media promosi bisnis kuliner Anya Bakes berdasarkan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, dan Share), serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anya Bakes memanfaatkan platform Instagram dan TikTok sebagai media promosi. Pada tahap Attention, Anya Bakes memanfaatkan konten visual, konten storytelling, dan kolaborasi bersama influencer untuk menarik perhatian konsumen. Pada tahap Interest, ketertarikan konsumen dibangun melalui konten informatif, visual produk, konten storytelling, giveaway, dan live streaming. Tahap Search ditunjukkan melalui penyediaan informasi pada bio profil, Linktree, Instagram Stories, hashtag, interaksi di Direct Message, dan ulasan konsumen. Pada tahap Action, kemudahan pemesanan melalui Direct Message dan WhatsApp, respons admin, serta informasi ketersediaan stok mendorong konsumen melakukan pembelian. Selanjutnya, tahap Share diwujudkan melalui aktivitas konsumen dalam membagikan pengalaman, ulasan, dan rekomendasi melalui media sosial. Adapun faktor pendukung pemanfaatan media sosial meliputi kesesuaian target pasar, kemudahan akses informasi, loyalitas konsumen, lokasi usaha yang strategis, dan variasi produk. Selain itu, terdapat faktor penghambat yakni meliputi keterbatasan sumber daya manusia, evaluasi engagement yang belum optimal, serta belum konsistennya penyampaian informasi mengenai tanggal produksi dan masa simpan produk. Penelitian ini menyarankan agar Anya Bakes terus mengoptimalkan pemanfaatan media sosial secara terpadu, meningkatkan evaluasi terhadap engagement, serta memperbaiki kelengkapan dan konsistensi informasi produk guna mendukung efektivitas promosi.
Strategi Komunikasi Satbrimob Polda Gorontalo dalam Membangun Citra Institusi Fitra Anugrah; Sumarjo Sumarjo; Siti Mayasari Pakaya
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 2 (2026): NJMS - September 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Satbrimob Polda Gorontalo dalam membangun citra institusi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satbrimob Polda Gorontalo menerapkan tiga strategi komunikasi, yaitu strategi komunikasi humanis, strategi komunikasi berbasis media, dan strategi komunikasi berbasis kegiatan sosial. Strategi komunikasi humanis dilakukan melalui interaksi yang ramah, terbuka, dan dialogis, strategi berbasis media dilakukan melalui pemanfaatan media sosial untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan dan pelayanan institusi, sedangkan strategi berbasis kegiatan sosial diwujudkan melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Dari ketiga strategi tersebut, kegiatan sosial menjadi strategi yang paling dominan dalam membangun citra institusi karena memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dan memperkuat hubungan antara institusi dan masyarakat. Penerapan ketiga strategi tersebut menunjukkan karakteristik Teori Dua Arah Simetris melalui komunikasi dua arah, umpan balik, keterbukaan, dan mutual understanding. Penelitian ini menyarankan agar Satbrimob Polda Gorontalo terus mengoptimalkan penerapan ketiga strategi komunikasi tersebut secara terpadu serta memperkuat komunikasi dua arah dengan masyarakat untuk mempertahankan citra institusi yang positif