Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Psychopreneur Journal

Pengaruh Agama Sebagai Identitas Sosial Terhadap Rejection Sensitivity Pada Mahasiswa Beragama Minoritas Betari Aisyah; Jony Eko Yulianto
Psychopreneur Journal Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.659 KB) | DOI: 10.37715/psy.v2i1.864

Abstract

Rejection Sensitivity memiliki sejarah panjang sebagai pencetus berbagai fenomena konflik antarkelompok sosial di kancah global maupun nasional. Rejection Sensitivity merupakan reaksi antisipatif yang bersifat defensif bahkan agresif ketika individu merasa identitas sosialnya ditolak oleh lingkungan. Di antara berbagai jenis identitas sosial, agama merupakan identitas sosial primer yang memiliki kekuatan sebagai identitas sekaligus sistem kepercayaan yang tidak terfalsifikasi menurut masing-masing penganutnya, sehingga sangat rentan mengalami dampak Rejection Sensitivity. Anggota identitas sosial minoritas merupakan pihak yang ditemukan lebih rentan mengalami rejection sensitivity dibandingkan mayoritas dalam konteks kontak antarkelompok. Penelitian ini melibatkan 195 mahasiswa beragama minoritas di salah satu universitas swasta di Surabaya sebagai representasi penganut Islam, Hindu, dan Buddha, serta satu universitas negeri di Malang sebagai representasi penganut Kristen dan Katolik. Berdasarkan analisis multiple hierarchichal regression, identitas sosial agama bukanlah prediktor rejection sensitivity yang signifikan. Namun, jika diinteraksikan sebagai prediktor bersama-sama dengan Kategori Bidang Studi, model regresi menjadi signifikan memprediksi Rejection Sensitivity.
Hubungan Efikasi Diri Akademik dengan Kesiapan Kerja Mahasiswa Tingkat Akhir pada Universitas X Surabaya Mayya Kholishotus Sariroh; Jony Eko Yulianto
Psychopreneur Journal Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.786 KB) | DOI: 10.37715/psy.v2i1.866

Abstract

Senior students in University currently writing their thesis are facing with dilemmas, one of which is whether to find a career in a company. To find a job for senior students in university is not a piece of cake; the preparation is needed, both internally and externally. The preparation coming from within plays a significant role in terms of finding a job. Such preparation in terms of work readiness can be done through academic self efficacy. Students with high level of academic self efficacy also have high level in terms of work readiness. This study aims at carrying out the relation between academic self efficacy and work readiness of senior students in university. This study is a quantitative one using the design of correlational. The data were collected using the scale of academic self efficacy by Rachmawati (2015) and the work readiness scale by Caballero, Walker, & Fuller Tyszkiewicz (2011). The number of the respondents within the study is 194 students consisting of 88 male students and 104 female students in their senior year in their universities. Rank Spearman is employed in order to analyze the data. The result taken from the correlation test shows that the value of r = 0.747 and p = 0.000. It shows that the relation between academic self efficacy and the work readiness exists and is considered significant as the value of p < 0.05 and r > 0.3.
Hubungan antara Regulasi Diri dan Prestasi Belajar pada Mahasiswa Perantau di Universitas X Surabaya Lis Sugiarta Purba; Jony Eko Yulianto
Psychopreneur Journal Vol. 3 No. 1 (2019): Psychopreneur Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.476 KB) | DOI: 10.37715/psy.v3i1.904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara regulasi diri dan prestasi belajar pada mahasiswa perantau di Universitas X Surabaya. Uji normalitas yang digunakan adalah Kolmogorov-smirnov dengan syarat p > 0,05 (Riduwan, 2012). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek dalam penelitian ini merupakan mahasiswa perantau dari luar pulau Jawa. Teknik pengambilan responden dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan teknik Snowball Sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini berjumlah 140 orang. Subjek dalam penelitian ini berusia antara 17-25 tahun. Proses pengumpulan data dengan cara membagikan skala SRQ (Self-Regulation Questionaire), yang diadaptasi dari Miller dan Brown (1991). Sedangkan skala prestasi belajar diperoleh dari indeks prestasi mahasiswa selama proses belajar. Untuk validitas dan reliabilitas skala regulasi diri dalam penelitian ini adalah 0.911 dengan rentang koefisien validitas 0.247-0.56. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif antara regulasi diri dengan prestasi belajar pada mahasiswa perantau di Universitas X Surabaya (r=0.260;p=0.001). Hal ini berarti semakin tinggi regulasi diri yang diperoleh individu, maka semakin tinggi prestasi belajar yang dimilikinya dan begitu pula sebaliknya. Penelitian ini dapat memberikan masukan terhadap perkembangan ilmu psikologi terutama ilmu psikologi pendidikan untuk mencegah terjadinya penurunan prestasi belajar pada mahasiswa khususunya mahasiswa perantau.
Flow Experience: A Phenomenological Study on Casual Gamer Mario Rizky Yuwono; Jony Eko Yulianto; Nono Hery Yoenanto
Psychopreneur Journal Vol. 8 No. 2 (2024): Psychopreneur Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/psy.v8i2.4247

Abstract

Articles about flow experience in game have been done many times to hardcore gamers. However, the definite description of flow experience in gaming have not been found yet. There have been many flow experience assessment methods in gaming but none have been acknowledged as a good one. in which create some difficulties to measure flow experience in gaming. This article aimed to understand the construct of flow experience in casual gamers. Three casual gamers of age 19-24 years old that resides at Surabaya, Indonesia were interviewed in a semi-structured interview. Result revealed the aspect of ‘time’, which have been named ‘time availability’, is the unique factor that leads casual gamers to experiencing flow. We concluded that casual gamers experiencing similar flow experience as hardcore gamers. That being said factors that lead gamer to flow experience differentiate the casual and the hardcore.