Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Pelaksanaan Revitalisasi Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Citeureup Kota Cimahi Suharyanto, Eddy
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.661 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i8.1551

Abstract

Secara kuantitas pengembangan dan perkembangan posyandu di Indonesia sudah cukup baik dalam menjalankan tugasnya. Dari aspek kualitas, masih ditemukan masalah di dalamnya. Berdasarkan pernyataan Pemerintah Indonesia menerbitkan surat No. 411.3 / 1116 / SJ pada 13 Juni 2001 tentang revitalisasi Posyandu. Namun pada kenyataannya, revitalisasi posyandu belum mencapai target dan belum mampu menurunkan AKI dan AKB yang seharusnya. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pelaksanaan revitalisasi posyandu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara dan analisis dokumen. Peneliti mengambil sepuluh informan diambil sebagai narasumber diantaranya: kader posyandu, kepala PKK, pokja IV, RW, petugas puskesmas, kepala desa dan manajemen posyandu. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam sebulan sekali sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan revitalisasi posyandu telah baik dengan adanya partisipasi publik melalui pikiran, ide, tenaga dan keahlian. Pelatihan untuk kader posyandu belum ideal yang mana layanan posyandu memiliki lima meja dan kunjungan ke rumah masyarakat belum cukup baik dan fasilitas yang belum mewadai. Kerjasama dan partisipasi masyarakat baik dengan sisi sektor. Ada berbagai saran yang dapat digunakan untuk meningkatkan pembinaan dan pendampingan kepada petugas posyandu, pejabat desa serta tokoh masyarakat.
Peningkatan Mutu Layanan Birokrasi Pendidikan Sekolah Penyelenggara Inklusif Ibnu Sina Di Kabupaten Bandung Eddy Suharyanto; Acep Dani Ramdani; Ryan Yustian; Ipan Sopandi; Yosal Iriantara
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v9i1.422

Abstract

Birokrasi dapat dipahami sebagai prosedur kerja, sistem keorganisasian, dan kekuasaan untuk mengambil keputusan, saat ini aturan penyelenggaraan sekolah inklusif sudah digulirkan dengan mewajibkansetiap sekolah menerima anak berkebutuhan khusus terlibat dan ikut berpartisipasi di dalam kelas bersama peserta didik lainnya. Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi dalam meningkatkan pelayanan prima pada anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah regular penyelenggara pendidikan inklusif. Sekolah diharapkan memberikan kesempatan yang sama untuk semua anak. Metoda yang digunakan metoda deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dilaksanakan di sekolah Dasar Ibnu Sina dan Sekolah Cendikia Leadership Kabupaten Bandung. Temuan yang didapat bahwa implementasi pendidikan inklusif belum dilaksanakan secara eksplisit, baik berupa program tertulis maupun dalam pelayanan pendidikan yang disesuaikan kebutuhan siswa. Perlu dirumuskan program pelayanan pendidikan khusus yang lebih mumpuni. Indikasi hasil studi dibutuhkan sebuah rancangan pengembangan program layanan yang dapat menjawab masalah sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dalam memberikan layanan pendidikan pada ABK. program pelatihan untuk guru dalam penanganan anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi sangat diperlukan dan memberikan dampak yang positif untuk baik untuk gurunya itu sendiri maupun untuk semua siswa tanpa terkecuali. Oleh sebab itu, program pelatihan yang tepat, berkesinambungan, berjenjang serta dilakukan secara konsisten akan meningkatkan efektivitas layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khususdi sekolah inklusi.
Model Peningkatan Mutu Layanan Birokrasi Pendidikan di MTs Hidayatus Syibyan Kabupaten Cirebon M. Wahib M.H.; Eddy Suharyanto; Ryan Yustian; Iim Wasliman; Yosal Iriantara; Arman Paramansyah
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 5 No 6 (2023): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.289 KB) | DOI: 10.47467/reslaj.v5i6.2594

Abstract

One of the important characteristics of the era of globalization is the high level of competition which covers almost all lines of life, including the world of science and technology. The progress of science and technology has become the basis as well as the spearhead of the development of global information which has led to the birth of a global culture which has had an impact on changing patterns of human behavior. Ideally, these major changes will be able to improve the quality of human resources in all fields. Schools/madrasas are an important part of the national education system. The main problem faced by schools/madrasas in general is related to the quality management of education which includes the 8 National Education Standards. MTs Hidayatus Syibyan Cirebon Regency is an educational institution that has advantages from various aspects and can be used as a quality reference for other schools/madrasas. In this research, school/madrasah quality management will be examined from three national education standards, namely; Content Standards, Process Standards and Educators and Education Personnel Standards. Keywords: Management, Quality Improvement, School/Madrasah
Pengembangan Kepemipinan Sekolah Dalam Menghadapi Perubahan dan Kompleksitas Era 4.0: Ryan Yustian; Acep Dani Ramdani; Ipan Sopandi; Eddy Suharyanto; Yusuf, Yusuf,; Andriana Gaffar; Arman Paramansyah
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 5 No 6 (2023): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.307 KB) | DOI: 10.47467/reslaj.v5i6.2609

Abstract

Principal leadership in dealing with change in the 4.0 era has its own tips and tricks for each school. Educational leaders besides being able to find the best work techniques or methods, must also pay attention to the creation of open communication and collaboration between school members. the function of the leader is to facilitate the achievement of goals of members cooperatively and develop their personality. The purpose of this research is to objectively and in-depth find out about the development of school leadership in dealing with the changes and complexities of the 4.0 era. This research method uses a qualitative approach with library research methods, both in books, articles, journals, or online media which discusses the analysis of educational management standards accompanied by field studies using interview techniques and descriptive surveys using simple questionnaires. In developing his leadership, a school principal is required to be able to run a school to keep developing in an era of complexity of change in creating competitiveness in the 4.0 era, especially for driving school principals who are transformed to become future education leaders. Keywords: school leadership, driving school principals,
Impelementasi Supervisi Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran di MTs Ar-Rosyidiyah Kota Bandung Arman Paramansyah; Acep Dani Ramdani; Ipan Sopandi; Eddy Suharyanto; Ryan Yustian; Cahya Syaodih
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 5 No 6 (2023): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.596 KB) | DOI: 10.47467/reslaj.v5i6.2666

Abstract

The success of an educational institution depends on who is the manager or administrator and manager of the school, namely the principal. The existence of the principal as a leader in the supervision process. Supervision in schools is carried out by the principal who acts as a supervisor, so he must be able to carry out various supervision and control to improve teacher performance. Supervision and control are preventive measures to prevent teachers from committing deviations and to be more careful in carrying out their work as educators. Therefore, this study reveals supervision activities at the MTs Ar-Rosyidiyah school in Bandung. The results of this study are the focus of supervision activities carried out by the principal regarding teacher administration and teaching and learning process activities; Supervision activities are very helpful for teachers in solving educational problems faced by teachers when carrying out learning, and can provide motivation for teachers to always increase their knowledge to become professional teachers in carrying out learning; and Obstacles to school principals in supervision are overlapping activities and limited operational funds. Keywords: Supervision, Learning;
Konsep Balance Scorecard Dalam Strategi Bisnis dan Pendidikan serta Deskripsi Implementasinya pada SMK Negeri 6 Garut Melalui Pendekatan Manejemen Berbasis Sekolah (MBS) Arman Paramansyah; Acep Dani Ramdani; Ipan Sopandi; Eddy Suharyanto; Ryan Yustian; Iim Wasliman; Eva Dianawati
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 5 No 6 (2023): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.343 KB) | DOI: 10.47467/reslaj.v5i6.2669

Abstract

The concept of the Balanced Scorecard has been widely implemented in various business fields, both goods and services, so that by studying this concept the reader can understand the meaning, purpose, benefits, factors that are the key to the successful implementation of the Balanced Scorecard. The purpose of this study is to implement the Balanced Scorecard at SMK NEGERI 6 Garut. This research method uses a qualitative approach with library research methods, both in books, articles, journals, or online media which discusses the analysis of educational management standards accompanied by field studies using interview techniques and descriptive surveys using simple questionnaires. The Balanced Scorecard in business functions to provide guidance in determining the objectives and measures of the Scorecard, obtaining commitment from project participants and clarifying the framework for implementation, and the management process that must be carried out after the initial scorecad preparation. In business, it is a management tool used to boost an organization's ability to multiply performance. Keywords: Balanced Scorecard, Implementation, Business & Education Strategy, School Based Management’
Implementasi Manajemen Tata Kelola Organisasi Dalam Meningkatkan Kepuasan Layanan Pendidikan (Studi Kasus di STIKes RS Dustira Kota Cimahi Jawa Barat) Usep Setiawan; Eddy Suharyanto; Drajat; Agus Hermawan; H.R. Supyan Sauri
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v9i3.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen tata kelola organisasi layanan pendidikan, mengetahui perencanaan implementasi manajemen tata kelola organisasi layanan pendidikan, implementasi manajemen tata Kelola organisasi layanan pendidikan, dan mengetahui pengawasan implementasi manajemen tata Kelola organisasi layanan pendidikan di STIKes RS Dustira Kota Cimahi Jawa Barat. Peneliti memilih pendekatan kualitatif karena penelitian ini dilakukan secara terus menerus, utuh, total dan mendalam terhadap isu-isu kritis untuk menggali informasi yang relevan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriftif kualitatif yaitu penggambaran atau pemberian makna secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data. Dari hasil penelitian ini dapat disimpukan bahwa implementasi manajemen tata kelola organisasi layanan pendidikan di STIKes RS Dustira Kota Cimahi, Jawa Barat, berjalan sesuai ekpektasi yang diharapakan. Dalam hal perencanaan manajemen tata Kelola organisasi layanan pendidikan ini terlihat dari dokumen yang kami dapatkan, perencaan tidak jauh dari yang ada, atau bisa dikatakan berjalan baik pula. Sementara dalam konteks manajemen tata kelola organisasi layanan pendidikan dapat di ilustrasikan bahwa berjalananya sebuah organisasi dalam layanan tidak akan berjalan dengan baik tanpa manajemen, dari hasil pengamatan penulis pada penelitian ini manajemen tata Kelola yang terdapat pada embaga tersebut terlihat rapih dan terdokumentasikan dengan baik walau terbilang Lembaga yang baru lahir. Serta pengawasan manajemen tata kelola organisasi layanan pendidikan di STIKes RS Dustira Kota Cimahi pun sesuai yang diharapan baik secara kelembagaan dan masyarakat sebagai pengguna layanan.
KEPATUHAN PASIEN RAWAT JALAN POLI REHABILITASI MEDIK RS DUSTIRA TERHADAP EDUKASI PROGRAM LATIHAN YANG DIBERIKAN OLEH FISIOTERAPIS Eddy Suharyanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15406

Abstract

Pasien harus dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri baik dari tindakan dan perilaku. Tanpa partisipasi aktif dari pasien, terapi rehabilitasi medik hanya dapat berperan sedikit terhadap kesembuhan pasien. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan korelasi jenis kelamin, usia pasien, pendidikan, pekerjaan dan kondisi atau penyakit yang diidap pasien terhadap kepatuhan edukasi program latihan yang diberikan oleh fisioterapis poli rehabilitasi medik RS Dustira. Desain penelitian yang diadopsi dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Di klinik rehabilitasi medis Rumah Sakit Dustira, 58 pasien menerima kuesioner secara acak langsung. Nilai chi-square untuk variabel jenis kelamin, pekerjaan, dan kondisi penyakit pasien, yang nantinya dihubungkan dengan variabel kepatuhan, diteliti dalam penelitian bivariat. Tingkat signifikan koefisien korelasi diagram Spearman diperiksa untuk menyelidiki usia pasien dan karakteristik pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi korelasi jenis kelamin dengan kepatuhan sebesar 0,171; Nilai signifikansi korelasi usia dengan kepatuhan sebesar 0,025; nilai signifikansi korelasi pekerjaan dengan kepatuhan sebesar 0,000; Nilai signifikansi korelasi pendidikan dengan kepatuhan sebesar 0,553; dan nilai signifikansi kondisi pasien terhadap kepatuhan sebesar 0,001. Kesimpulannya ialah tidak adanya korelasi antara jenis kelamin dan pendidikan pasien terhadap kepatuhan edukasi program latihan yang diberikan oleh fisioterapis. Ada korelasi antara usia, pekerjaan, dan kondisi penyakit yang diderita pasien terhadap kepatuhan edukasi program latihan yang diberikan oleh fisioterapis.
Meningkatkan Kinerja di Lingkungan RS: Peran Budaya Kerja dan Disiplin Kerja Vityarini, Nadia Salima; Komar P, Deden; Suharyanto, Eddy
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 2 No. 3 (2025): Dinasti Health and Pharmacy Science (January 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v2i3.1834

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Budaya Kerja, Disiplin Kerja, Kinerja Pegawai, dan Pengaruh Budaya Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dik Pusdikkes Kramat Jati Jakarta Timur, baik secara simultan maupun parsial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey deskriptif dan survey eksplanatori, unit analisis dalam penelitian ini adalah para pegawai Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dik Pusdikkes Kramat Jati Jakarta Timur dengan sampel sebanyak 56 orang yang diperoleh dengan teknik random sampling. Tipe investigasinya adalah kausalitas, serta time horizon dalam penelitian ini adalah cross- sectional. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa Budaya Kerja yang dialami oleh Pegawai di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dik Pusdikkes sudah baik, Disiplin Kerja dapat dikatakan baik, dan Kinerja Pegawai dinilai baik. Budaya Kerja dan Disiplin Kerja secara simultan berpengaruh langsung terhadap Kinerja Pegawai di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dik Pusdikkes Kramat Jati Jakarta Timur, namun secara parsial Budaya Kerja lebih dominan mempengaruhi Kinerja Pegawai daripada Disiplin Kerja. Karena Budaya Kerja lebih dominan mempengaruhi Kinerja, maka menjadi prioritas utama dalam meningkatkan Budaya Kerja di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Dik Pusdikkes Kramat Jati Jakarta Timur dan disarankan untuk Budaya Kerja sebagai penggerak kedisiplinan agar pegawai dapat lebih memahami makna dari tugas yang diberikan kepada mereka.