Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGGALI KEBUTUHAN DIFABEL DALAM KEBENCANAAN: UPAYA MEMBANGUN MASYARAKAT INKLUSIF TANGGAP BENCANA DI SURABAYA Nirmala, Lintang Wahyusih; Wisnuyana, Biandro; Putri, Rizky Sugianto; Hendrawati, Lucy Dyah; Santoso, Pudjio; Oktafenanda, Rachmat Dimas
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59768

Abstract

Aksesibilitas terhadap pengetahuan dan mitigasi bencana harus dapat dimiliki oleh semua lapisan masyarakattermasuk bagi kelompok difabel. Artikel ini memaparkan kebutuhan kapasitas kebencanaan pada kelompokdifabel sekaligus hasil kerjasama instansi pemerintahan, akademisi dan lembaga sosial untuk meningkatkankemampuan pengetahuan kelompok difabel di Surabaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untukmemberikan akses pengetahuan yang sama, mendorong partisipasi, dan meminimalisir stigma ketidakberdayaankelompok difabel dalam masyarakat. Bentuk kegiatan berupa seminar dengan menghadirkan tiga narasumberutama diantaranya Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, BPBD Jawa Timur, dan BK3S Jawa Timur serta diikuti oleh65 peserta yang terdiri dari berbagai kelompok difabel, relawan, dan akademisi. Pre-test dan post-test digunakandalam pengumpulan data yang harus diisi peserta kelompok difabel serta pengumpulan data melalui wawancarapada narasumber dan perwakilan peserta. Data yang didapatkan ditampilkan dengan word cloud generator untukmengetahui kebutuhan kelompok difabel terkait kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhanyang diperlukan dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tanggap bencana diantaranya, akses terhadapinformasi, pelatihan dan simulasi, bantuan dan pendampingan, serta jejaring komunitas difabel. Dalam penangananbencana dibutuhkan sinergitas peran akademik pada persiapan pra-bencana, peran BK3S pada kesejahteraan sosial,peran BPBD pada penanggulangan bencana daerah, serta peran Dinas Sosial yang berfokus pada penanganan danpemenuhan kebutuhan penyintas bencana. Keterlibatan instansi lintas sektor pada pogram pengabdian masyarakatini menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan SDGs Leave No One Behind dan membangun masyarakatinklusif.
Post-pandemic behaviour among Indonesian young adults: a mixed-method study on physical activity, dietary patterns, and sleep habits Putri, Rizky Sugianto; Pratiwi, Fadhila Inas; Prasetyo, Ratna Azis; Hennida, Citra
Berita Kedokteran Masyarakat Vol 42 No 03 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v42i03.28183

Abstract

Purpose: This study investigates the post-pandemic habits of Indonesian young adults aged 18 to 23 in Indonesia. It uses a cross-sectional design to evaluate their physical activity levels, dietary patterns, and sleep habits. Methods: A mixed-methods, cross-sectional study used an online questionnaire with quantitative and qualitative data from 260 purposively sampled respondents. Quantitative data were collected and analysed using Spearman’s correlation. The quantitative data comprise three assessments: the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dietary patterns, and sleep routines. Additionally, qualitative data were gathered through one open-ended question to explore perceived changes in lifestyle habits and were analysed using thematic analysis. Results: A sedentary lifestyle markedly affects various aspects of post-pandemic wellbeing among young adults, with three main changes. Firstly, 80.4% reported exercising fewer than 10 times a month or for less than 150 minutes per week. Secondly, 58.1% preferred ultra-processed foods such as boba drinks, coffee, cereals, tteokbokki, and takoyaki, citing current trends and convenience as influences. Thirdly, 65.4% experienced inadequate sleep, averaging 6-7 hours per night, linked to high screen time. Personal challenges and behavioural shifts post-pandemic were also evident in subjective responses during the transition to what has become the normalised modern lifestyle. Conclusion: Inactivity, poor diet, and lack of sleep emphasise the importance of campaigns encouraging healthier lifestyles among young adults. Tackling these interconnected risks requires coordinated efforts from universities, public health authorities, and policymakers to promote active routines, digital balance, and preventative health strategies for youth.