Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Produksi Dan Strategi Pengembangan Budidaya Lele (Studi Kasus: Desa Kajar, Kec. Tenggarang, Kab. Bondowoso) Tri Agustina Nugrahani; Achmad Azka Muaffan Sutomo Putra; Rochmatulloh Alaika; Alvredo Mario Pangaribuan; Achlan Nuri; Kanarelta Antli Gamalian; Laily Rahmah Ramadhani; Nabila Azahra; A’isyah Rizqi Amaliyah; Fitriatul Hasanah
Jurnal Transformasi Digital Masyarakat (DIGIMAS) Vol. 1 No. 1 (2025): DIGIMAS: Transformasi Digital Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/digimas.v1i1.4494

Abstract

Budidaya ikan lele memiliki peran penting dalam sektor ekonomi perikanan air tawar di Desa Kajar untuk mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan Desa (SDGs), terutama dalam SDGs ke-8 yang mengedepankan Pertumbuhan Ekonomi Merata. Meskipun begitu, upaya untuk meningkatkan produksi di masa depan diperlukan guna mengantisipasi perkembangan pasar yang akan datang. Peningkatan ini perlu didukung oleh informasi mengenai potensi budidaya dan strategi pengembangan yang efektif. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan para pembudidaya lele di Desa Kajar. Hasil dari program ini akan mencakup analisis SWOT dan saran-saran yang praktis. Salah satu strategi utama yang diambil dari analisis SWOT adalah pendekatan Strength-Opportunities (Kekuatan-Peluang) yang terletak pada kuadran I. Untuk mencapai tujuan ini, peningkatan dalam keterampilan budidaya, kualitas benih, dan penerapan teknologi informasi dianggap mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha. Dua rekomendasi utama yang diajukan adalah: (1) Mendorong Dinas terkait untuk mengorganisir pelatihan dalam teknik budidaya yang ramah lingkungan dan penyediaan benih unggul; serta (2) Mengembangkan jaringan pemasaran dan memperluas usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi, sekaligus memperkuat kerja sama antara para pembudidaya. Selain menjalankan proker utama diatas, kelompok pengabdian ini juga menjalankan beberapa proker tambahan, diantaranya; membantu dalam proses kegiatan belajar dan mengajar di salah satu SD/MI Desa Kajar, menjadi relawan dalam menyukseskan berbagai kegiatan yang diadakan oleh pemerintah desa termasuk sebagai panitia lomba HUT RI yang ke 78 di Desa Kajar, serta menjadi relawan Posyandu dalam menyukseskan kegiatan yang diselenggarakan.
ANALISIS REQUIREMENTS SISTEM INFORMASI PERAMALAN BAHAN BAKU PADA UD.XXX MENGGUNAKAN PRODUCT SERVICE SYSTEM (PSS) Tri Agustina Nugrahani; Karina Nine Amalia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis requirement merupakan komponen yang penting dalam pengembangan system informasi. Dalam penelitian ini memiliki tahapan awal yaitu menganalisis requirements dari sebuah UD.XXX yang merupakan usaha yang bergerak dalam bidang produksi makanan tradisional atau dapat disebut juga oleh-oleh khas Jember.Perencanaan permintaan atau pengadaan bahan baku merupakan komponen penting bagi produsen, yang berfungsi sebagai masukan dasar untuk analisis bisnis, perencanaan operasi penjualan, dan proyeksi produksi [11]. Kondisi ini mendasari untuk melakukan pengembangan system informasi lebih lanjut dengan menggunakan Product-Service System (PSS). PSS merupakan konsep yang dapat dikembangkan menggunakan peningkatan berkala PSS agar tetap menarik dan meningkatkan kinerja produk dan layanan [1]. Selain dalam pengembangan system informasi, salah satu fitur utamanya adalah peramalan pengadaan bahan baku berdasarkan data history sebelumnya. Permintaan dalam perusahaan bersifat dinamis, sehingga penting untuk mengenali variabel-variabel yang memengaruhinya agar dapat menghasilkan peramalan yang paling akurat [10]. Sehingga dalam fitur peramalan dibutuhkan metode perhitungan yaitu Regresi Linier. Perhitungan regresi linier bertujuan untuk mengetahui hasil dari peramalan di kejadian berikutnya atau waktu berikutnya[3]. Dari hasil perhitungan peramalan maka akan dievaluasi dengan uji keakurasian Mape. Dalam implementasiannya terdapat kebutuhan fungsional dan non-fungsional serta implementasi fitur pada website, sehingga peramalan dapat dijalankan dengan lancar.
Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Untuk Menekan Resiko Hipertensi Dan Pemberdayaan Masyarakat Ferdiansyah Putra Manggala; Karina Nine Amalia; Tri Agustina Nugrahani; Anidah Rohimah; Dhea Citra Sahara; Fatiya Aulia Mutmainnah; Lavelia Anggista; Ria Ayun Nisa; Wilda Nishfa Ramadhona
JPMTT (Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Terbarukan) Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Penerbitan dan Percetakan Indonesian Scholar Khiar Wafi (LPPMPP IKHAFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54650/jpmtt.v6i1.648

Abstract

The poverty rate in Bondowoso Regency which reaches 12.60% has implications for people's lifestyles, one of which is in the form of the habit of using used cooking oil repeatedly. The low public understanding of the negative impact of used cooking oil not only increases health risks, especially hypertension which occupies high cases in the Maesan Health Center area, but also adds to environmental pollution due to careless oil disposal. The 2025 University of Jember KKN program in Sumber Pakem Village focuses on the use of used cooking oil into environmentally friendly soap as a health, environmental, and economic solution. Activities include socialization of the dangers of using used cooking oil and the practice of making solid soap through the process of purification, boiling with pandan leaves, saponification reactions, printing, and curing. As a result, the soap produced is suitable for use while having economic value. This program has succeeded in increasing public awareness of health, providing environmentally friendly alternatives to household waste management, and opening up simple business opportunities that support community empowerment. The use of used cooking oil into environmentally friendly solid soap not only functions as a health and environmental solution, but also as a means of empowering the community's economy in a sustainable manner. This KKN program proves that an educational approach based on community participation is able to create simple innovations that have a wide impact and can be replicated in other regions with similar problems.