Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Produksi Dan Strategi Pengembangan Budidaya Lele (Studi Kasus: Desa Kajar, Kec. Tenggarang, Kab. Bondowoso) Tri Agustina Nugrahani; Achmad Azka Muaffan Sutomo Putra; Rochmatulloh Alaika; Alvredo Mario Pangaribuan; Achlan Nuri; Kanarelta Antli Gamalian; Laily Rahmah Ramadhani; Nabila Azahra; A’isyah Rizqi Amaliyah; Fitriatul Hasanah
Jurnal Transformasi Digital Masyarakat (DIGIMAS) Vol. 1 No. 1 (2025): DIGIMAS: Transformasi Digital Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/digimas.v1i1.4494

Abstract

Budidaya ikan lele memiliki peran penting dalam sektor ekonomi perikanan air tawar di Desa Kajar untuk mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan Desa (SDGs), terutama dalam SDGs ke-8 yang mengedepankan Pertumbuhan Ekonomi Merata. Meskipun begitu, upaya untuk meningkatkan produksi di masa depan diperlukan guna mengantisipasi perkembangan pasar yang akan datang. Peningkatan ini perlu didukung oleh informasi mengenai potensi budidaya dan strategi pengembangan yang efektif. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan para pembudidaya lele di Desa Kajar. Hasil dari program ini akan mencakup analisis SWOT dan saran-saran yang praktis. Salah satu strategi utama yang diambil dari analisis SWOT adalah pendekatan Strength-Opportunities (Kekuatan-Peluang) yang terletak pada kuadran I. Untuk mencapai tujuan ini, peningkatan dalam keterampilan budidaya, kualitas benih, dan penerapan teknologi informasi dianggap mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha. Dua rekomendasi utama yang diajukan adalah: (1) Mendorong Dinas terkait untuk mengorganisir pelatihan dalam teknik budidaya yang ramah lingkungan dan penyediaan benih unggul; serta (2) Mengembangkan jaringan pemasaran dan memperluas usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi, sekaligus memperkuat kerja sama antara para pembudidaya. Selain menjalankan proker utama diatas, kelompok pengabdian ini juga menjalankan beberapa proker tambahan, diantaranya; membantu dalam proses kegiatan belajar dan mengajar di salah satu SD/MI Desa Kajar, menjadi relawan dalam menyukseskan berbagai kegiatan yang diadakan oleh pemerintah desa termasuk sebagai panitia lomba HUT RI yang ke 78 di Desa Kajar, serta menjadi relawan Posyandu dalam menyukseskan kegiatan yang diselenggarakan.
ANALISIS REQUIREMENTS SISTEM INFORMASI PERAMALAN BAHAN BAKU PADA UD.XXX MENGGUNAKAN PRODUCT SERVICE SYSTEM (PSS) Tri Agustina Nugrahani; Karina Nine Amalia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis requirement merupakan komponen yang penting dalam pengembangan system informasi. Dalam penelitian ini memiliki tahapan awal yaitu menganalisis requirements dari sebuah UD.XXX yang merupakan usaha yang bergerak dalam bidang produksi makanan tradisional atau dapat disebut juga oleh-oleh khas Jember.Perencanaan permintaan atau pengadaan bahan baku merupakan komponen penting bagi produsen, yang berfungsi sebagai masukan dasar untuk analisis bisnis, perencanaan operasi penjualan, dan proyeksi produksi [11]. Kondisi ini mendasari untuk melakukan pengembangan system informasi lebih lanjut dengan menggunakan Product-Service System (PSS). PSS merupakan konsep yang dapat dikembangkan menggunakan peningkatan berkala PSS agar tetap menarik dan meningkatkan kinerja produk dan layanan [1]. Selain dalam pengembangan system informasi, salah satu fitur utamanya adalah peramalan pengadaan bahan baku berdasarkan data history sebelumnya. Permintaan dalam perusahaan bersifat dinamis, sehingga penting untuk mengenali variabel-variabel yang memengaruhinya agar dapat menghasilkan peramalan yang paling akurat [10]. Sehingga dalam fitur peramalan dibutuhkan metode perhitungan yaitu Regresi Linier. Perhitungan regresi linier bertujuan untuk mengetahui hasil dari peramalan di kejadian berikutnya atau waktu berikutnya[3]. Dari hasil perhitungan peramalan maka akan dievaluasi dengan uji keakurasian Mape. Dalam implementasiannya terdapat kebutuhan fungsional dan non-fungsional serta implementasi fitur pada website, sehingga peramalan dapat dijalankan dengan lancar.
Peningkatan Produksi Dan Strategi Pengembangan Budidaya Lele (Studi Kasus: Desa Kajar, Kec. Tenggarang, Kab. Bondowoso) Tri Agustina Nugrahani; Achmad Azka Muaffan Sutomo Putra; Rochmatulloh Alaika; Alvredo Mario Pangaribuan; Achlan Nuri; Kanarelta Antli Gamalian; Laily Rahmah Ramadhani; Nabila Azahra; A’isyah Rizqi Amaliyah; Fitriatul Hasanah
Jurnal Transformasi Digital Masyarakat (DIGIMAS) Vol. 1 No. 1 (2025): DIGIMAS: Jurnal Transformasi Digital Masyarakat
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya ikan lele memiliki peran penting dalam sektor ekonomi perikanan air tawar di Desa Kajar untuk mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan Desa (SDGs), terutama dalam SDGs ke-8 yang mengedepankan Pertumbuhan Ekonomi Merata. Meskipun begitu, upaya untuk meningkatkan produksi di masa depan diperlukan guna mengantisipasi perkembangan pasar yang akan datang. Peningkatan ini perlu didukung oleh informasi mengenai potensi budidaya dan strategi pengembangan yang efektif. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan para pembudidaya lele di Desa Kajar. Hasil dari program ini akan mencakup analisis SWOT dan saran-saran yang praktis. Salah satu strategi utama yang diambil dari analisis SWOT adalah pendekatan Strength-Opportunities (Kekuatan-Peluang) yang terletak pada kuadran I. Untuk mencapai tujuan ini, peningkatan dalam keterampilan budidaya, kualitas benih, dan penerapan teknologi informasi dianggap mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha. Dua rekomendasi utama yang diajukan adalah: (1) Mendorong Dinas terkait untuk mengorganisir pelatihan dalam teknik budidaya yang ramah lingkungan dan penyediaan benih unggul; serta (2) Mengembangkan jaringan pemasaran dan memperluas usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi, sekaligus memperkuat kerja sama antara para pembudidaya. Selain menjalankan proker utama diatas, kelompok pengabdian ini juga menjalankan beberapa proker tambahan, diantaranya; membantu dalam proses kegiatan belajar dan mengajar di salah satu SD/MI Desa Kajar, menjadi relawan dalam menyukseskan berbagai kegiatan yang diadakan oleh pemerintah desa termasuk sebagai panitia lomba HUT RI yang ke 78 di Desa Kajar, serta menjadi relawan Posyandu dalam menyukseskan kegiatan yang diselenggarakan.
Optimalisasi Limbah Kulit Semangka sebagai Produk Manisan untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Kemandirian Ekonomi Keluarga Amalia, Karina Nine; Ferdiansyah Putra Manggala; Abdurohman; Ahmad Muzaki; Ahmad Rofiki; Brian Rizqi Paradisiaca Darnoto; Dony Bahtera Firmawan; Tri Agustina Nugrahani; Katarina Leba; Muhammad Andryan Wahyu Saputra
Jurnal Transformasi Digital Masyarakat (DIGIMAS) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 (2026): DIGIMAS: Jurnal Transformasi Digital Masyarakat
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/digimas.v2i1.60033

Abstract

Semangka merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat karena rasanya yang manis, menyegarkan, serta memiliki kandungan air yang tinggi. Namun, pemanfaatan buah semangka umumnya hanya berfokus pada bagian daging buah, sedangkan kulit semangka masih dianggap sebagai limbah rumah tangga yang belum memiliki nilai ekonomi optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengolahan limbah kulit semangka menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kulit semangka menjadi produk manisan, sekaligus memberikan edukasi mengenai strategi pemasaran produk secara daring maupun luring. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi, penyuluhan, demonstrasi pembuatan manisan kulit semangka, serta pendampingan pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai potensi pemanfaatan limbah kulit semangka dan kemampuan peserta dalam menghasilkan produk olahan yang layak konsumsi dan memiliki nilai jual. Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan terkait pengemasan dan pemasaran digital sebagai upaya pengembangan usaha berbasis pangan lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengurangan limbah pangan melalui pemanfaatan produk hortikultura secara berkelanjutan.