Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ADOPTION OF MASS MEDIA TECHNOLOGY ON INDUSTRY 4.0 PERSPECTIVE Sri Oktika Amran; Muhammad David Hendra; Annisa Citra Triyandra; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani
Jurnal Ranah Komunikasi Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ranah Komunikasi (JRK)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/rk.7.1.25-32.2023

Abstract

Industry 4.0 has influenced the process of human communication from face-to-face to virtual. The communication process aligns with the Cyber-Physical System (CPS) concept. The CPS concept shows what is physically represented in cyberspace and vice versa. This has resulted in content production and distribution in the mass media adopting technological developments summarized in the CyberPhysical and Smart Factory systems. The adoption of technology that the mass media should carry out is a challenge for the sustainability of the media industry to carry out the function of the press. Thus, this article offers forms of technology adoption in the mass media using the literature review method in previous studies. The literature review results in this article offer technology adoption in the mass media from the perspective of industry 4.0. The form of technology adoption is the process of computational journalism as a production action based on Smart Factory. Furthermore, news automation is a production act and a CPS-based news distribution. This production and distribution process should involve the mass media workforce, which requires an approach to technology adoption by humans in the future mass media.
INTERPERSONAL COMMUNICATION MANAGEMENT OF TOURISM AWARENESS GROUP (POKDARWIS) IN KUBU GADANG TOURISM VILLAGE Musa Hasintongan Jose Pardede; Ernita Arif; Elva Ronaning Roem; Annisa Citra Triyandra
Jurnal Ranah Komunikasi Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Ranah Komunikasi (JRK)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/rk.7.1.7-14.2023

Abstract

Tourism villages are one of the government's ways to overcome poverty in remote areas in Indonesia. Tourism villages are also able to develop the potential that exists in the area. The Kubu Gadang Tourism Village tourism awareness group also participated in the tourism village concept. The tourism awareness group feels compelled to develop Kubu Gadang Village. This study aims to determine the communication management of tourism awareness groups in developing the Kubu Gadang Tourism Village in Padang Panjang City. The theory used in this study is Michael Kaye's communication management theory, and the method used is qualitative. Data collection techniques using indepth interviews and direct observation. The results showed that the management of interpersonal communication at the Pokdarwis of the Kubu Gadang Tourism Village was well implemented, as seen from the form of support given to the Kubu Gadang Tourism Village.
Nagari Website Content Production Training to Increase Digitalization and Openness of Information Dissemination Means in Nagari Koto Laweh Tanah Datar Hanafi Saputra; Annisa Citra Triyandra; Sri Oktika Amran
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1345

Abstract

Website banyak dimanfaatkan oleh instansi pemerintahan sebagai upaya digitalisasi informasi dan keterbukaan informasi publik. Namun, pengelolaan website oleh instansi belum bergerak progresif dalam mencapai keterbukaan informasi publik. Nagari Koto Laweh pun sebagai instansi pemerintahan yang telah memiliki website resmi sejak tahun 2017 belum dikelola dengan baik, sehingga informasi belum tersedia sebagaimana mestinya. Maka, perlu adanya produksi konten website nagari sebagai sarana informasi publik sehingga informasi tentang nagari dapat diakses khalayak luas. Kegiatan produksi konten website dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan metode partisipatif. Program pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2024 dengan tahapan metode pelaksanaan pre-program, program, dan post-program. Program pengabdian ini diikuti oleh perangkat nagari di Koto Laweh Kabupaten Tanah Datar. Hasil dari program pengabdian ini adalah konten website berupa foto dan caption yang telah diunggah pada website serta kelengkapan data dan informasi nagari pada website sebagai keterbukaan informasi. Dengan pengabdian tersebut turut menerapkan prinsip learning by doing, dimana peserta langsung melaksanakan proses pelatihan secara langsung untuk menghasilkan output sesuai target pengabdian yang dilakukan.
Perempuan Single Parent Sebagai Female Breadwinner di Kampung Simpang Tigo Talao Ramona Chania; Annisa Citra Triyandra
Jurnal Perspektif Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Perpsketif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i2.1482

Abstract

Artikel ini menjelaskan faktor-faktor yang mendorong perempuan single parent di kampung Simpang Tigo Talao. Tulisan ini menitikberatkan pada pendekatan rasional individu berdasarkan sumber daya, pertimbangan, serta pilihan yang dimiliki oleh perempuan single parent kemudian diartikan dengan teori pilihan rasional yang dikemukakan oleh James S. Coleman. Penelitian ini bertujuan mengkaji keputusan perempuan single parent yang telah menjalankan peran ganda selama bertahun-tahun. Pandangan terhadap status janda memiliki karakteristik tersendiri masyarakat sering memandang posisi perempuan single parent  sebagai pihak yang rentan, namun realitas lapangan menunjukan bahwa keputusan perempuan single parent sebagai female breadwinner merupakan pilihan rasional yang berfokus pada keberlanjutan hidup keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan rasional yang mendorong perempuan single parent memilih menjadi female breadwinner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pengumpulan data menggunakan oservasi non partisipan serta wawancara mendalam dengan 13 informan yang didapat melalui teknik purposive, terdiri dari perempuan single parent, anak perempuan single parent, keluarga atau teman dari single parent, wali nagari, kepala kampung. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan perempuan single parent menjadi pencari nafkah utama dipengaruhi oleh (1) faktor ekonomi, (2) dukungan sosial, (3) stigma masyarakat, (4) tantangan perempuan single parent. Implikasi penelitian menegaskan bahwa perempuan single parent  sebagai female breadwinner di kampung Simpang Tigo Talao untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak. Hal itu dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dengan pertimbangan yang logis yaitu memaksimalkan reward (keuntungan) dan meminimalkan cost (kerugian).
Transformasi Birokrasi Berbasis Digital di Nagari Koto Laweh Sebagai Wujud Implementasi SDGs Hanafi Saputra; Annisa Citra Triyandra; Putri Febri Wialdi
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1900

Abstract

Perkembangan teknologi telah memberikan ruang akselerasi di berbagai aspek, termasuk birokrasi. Pengurusan administrasi birokrasi sebagai ranah pelayanan masyarakat dewasa ini cenderung tidak lagi bersifat konvensional melainkan telah beralih pada sistem digitalisasi. Hal itu memberikan kemudahan, fleksibilitas, dan ketepatan waktu dalam pengurusan serta manajemen birokrasi pelayanan publik yang juga menjadi salah satu indikator terciptanya pelayanan E-governance. Nagari Koto Laweh sebagai pusat pemerintahan lokal menghadapi tantangan dalam efektivitas birokrasi, terutama dalam pelayanan publik dan pengelolaan data yang masih banyak dilakukan secara manual dan bersifat konvensional. Sehingga penyediaan data induk nagari cenderung tidak terbarukan dan konvensional. Padahal, Koto Laweh sudah memiliki Website resmi, namun penggunaannya masih belum optimal, jika dilihat hanya 193 pengunjung dari websitenya. Perkembangan teknologi digital seyogyanya membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam birokrasi pemerintahan Nagari. Berangkat dari temuan permasalahan itu, maka kebaruannya terletak pada adanya proses pengembangan lebih lanjut transformasi birokrasi berbasis digital yang terkoneksi dalam data based di Nagari Koto Laweh dengan metode partisipatif dan kolaboratif dalam tiga tahap, yaitu pra program, program, dan pasca program. Tujuan program pengabdian ini untuk mendorong transformasi birokrasi berbasis digital di Nagari Koto Laweh guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi administrasi, dan partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan. Dengan target dan sasaran tim perangkat nagari, pengelola website nagari, dan masyarakat terjadi peningkatan skill dan keterampilan dalam manajemen data Nagari Koto Laweh dan partisipasi masyarakat melalui layanan mandiri pada website resmi nagari dalam proses birokrasi dan administrasi digital sebagai wujud implementasi SDGs. Hasil menunjukkan adanya peningkatan tranformasi birogkrasi berbasis digital pada objek pengabdian.
Optimalisasi Media Sosial untuk Promosi Kesehatan di Puskesmas Sungai Nanam Kabupaten Solok Muhammad David Hendra; Sri Oktika Amran; Hendri Azwar; Annisa Citra Triyandra; Hanafi Saputra; Nasywa Salsabila Kamal; Ibrahim Akbar
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1938

Abstract

Permasalahan penyebaran informasi kesehatan di Kabupaten Solok masih menghadapi berbagai kendala, terutama kondisi geografis yang luas serta keterbatasan pengelolaan media digital di fasilitas kesehatan. Kondisi ini menyebabkan promosi kesehatan terkait pencegahan stunting dan demam berdarah belum berjalan optimal dan belum mampu menjangkau masyarakat secara merata. Di sisi lain, perkembangan media sosial sebagai sarana komunikasi publik menuntut tenaga kesehatan memiliki kemampuan dalam memproduksi konten digital yang informatif, menarik, dan mudah dipahami masyarakat. Namun, kemampuan pengelolaan media sosial di Puskesmas Sungai Nanam masih terbatas, baik dari aspek desain visual, strategi konten, maupun produksi video edukasi kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam mengelola media sosial sebagai sarana promosi kesehatan melalui pelatihan desain grafis, strategi pembuatan konten, serta teknik kamera dan editing video. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), pre-test, sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, dan post-test dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta. Pengetahuan dasar promosi kesehatan digital meningkat dari 12,5% menjadi 75%, pemahaman penggunaan platform dan segmentasi audiens meningkat dari 18,8% menjadi 75%, pengetahuan fotografi dan videografi meningkat dari 25% menjadi 75%, serta kemampuan perencanaan konten meningkat dari 6,3% menjadi 75%. Selain itu, kualitas konten media sosial puskesmas mengalami perubahan melalui tampilan visual yang lebih rapi, konsisten, dan meningkatnya engagement masyarakat. Pendampingan lanjutan juga menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi konten digital secara mandiri dengan kualitas yang lebih baik. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan berbasis praktik langsung efektif dalam memperkuat literasi digital tenaga kesehatan dan mendukung optimalisasi promosi kesehatan berbasis media sosial.