Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Pemahaman Dampak Kekerasan Seksual Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Palembang: Using Image Media To Improve The Understanding Of The Impact Of Sexual Violence In Class 1 Children Development Institutions (LPKA) Palembang Siti Anisa; Evia Darmawani; Nurlela
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2023): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v8i2.4158

Abstract

Kekerasan seksual merupakan suatu kejahatan yang mendapat perhatian dilingkungan masyarakat dan sering diberitakan dimedia cetak maupun media elektronik. Kekerasan seksual dapat memberikan dampak serius bagi korban yang mendapatkan perlakuan tersebut. Seperti sekedar gurauan yang bersifat seksual yang tidak diinginkan hingga tindakan yang hampir menjurus ke aktifitas seksual. Pencegahan dan pembinaan pelaku kekerasan seksual perlu diterapkan oleh pemerintah untuk mengurangi terjadinya kasus kekerasan seksual. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) sebagai perwujudan upaya pemerintah dalam menekan dan melakukan pembinaan terhadap kekerasan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pemahaman dampak kekerasan seksual pada anak didik lapas. Jenis penelitian menggunakan metode Kuantitatif Pre-experimen tipe The One Group Pretest-postest Design. Hasil analisis data bahwa pretes kelas eksperimen didapatkan hasil bahwa yang memiliki tingkat pemahaman rendah dengan persentase yang memiliki tingkat pemahaman tinggi 98.0%, dan tingkat rendah 2%. Sedangkan dari posttes kelas eksperimen yang memiliki tingkat pemahaman tinggi 79%, peserta didik dengan tingkat sedang 19%, dan peserta didik dengan tingkat rendah 2%. Dari pretes kelas eksperimen nilai mean 65 sedangkan dari postest kelas eksperimen nilai mean 89, standar deviasi 76. Setelah melakukan analisi s data dari hasil pengumpulan data dengan soal tes, peneliti malakukan uji hipotesis menggunakan SPSS versi 26. for windows didapatkan hasil uji hipotesis adalah 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau penggunaan media gambar dapat meningkatkan pemahaman terhadap kekerasan seksual di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Palembang. Dengan demikian disimpulkan bahwa pemberian media gambar kepada sampel yang diteliti dapat meningkatkan tingkat pemahaman terhadap kekerasan seksual. Kekerasan seksual merupakan suatu kejahatan yang mendapat perhatian dilingkungan masyarakat dan sering diberitakan dimedia cetak maupun media elektronik. Kekerasan seksual dapat memberikan dampak serius bagi korban yang mendapatkan perlakuan tersebut. Seperti sekedar gurauan yang bersifat seksual yang tidak diinginkan hingga tindakan yang hampir menjurus ke aktifitas seksual. Pencegahan dan pembinaan pelaku kekerasan seksual perlu diterapkan oleh pemerintah untuk mengurangi terjadinya kasus kekerasan seksual. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) sebagai perwujudan upaya pemerintah dalam menekan dan melakukan pembinaan terhadap kekerasan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pemahaman dampak kekerasan seksual pada anak didik lapas. Jenis penelitian menggunakan metode Kuantitatif Pre-experimen tipe The One Group Pretest-postest Design. Hasil analisis data bahwa pretes kelas eksperimen didapatkan hasil bahwa yang memiliki tingkat pemahaman rendah dengan persentase yang memiliki tingkat pemahaman tinggi 98.0%, dan tingkat rendah 2%. Sedangkan dari posttes kelas eksperimen yang memiliki tingkat pemahaman tinggi 79%, peserta didik dengan tingkat sedang 19%, dan peserta didik dengan tingkat rendah 2%. Dari pretes kelas eksperimen nilai mean 65 sedangkan dari postest kelas eksperimen nilai mean 89, standar deviasi 76. Setelah melakukan analisi s data dari hasil pengumpulan data dengan soal tes, peneliti malakukan uji hipotesis menggunakan SPSS versi 26. for windows didapatkan hasil uji hipotesis adalah 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima atau penggunaan media gambar dapat meningkatkan pemahaman terhadap kekerasan seksual di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Palembang. Dengan demikian disimpulkan bahwa pemberian media gambar kepada sampel yang diteliti dapat meningkatkan tingkat pemahaman terhadap kekerasan seksual.  
Pengolahan Air Bersih dengan Sistem Pencuci Balik (Backwash) sebagai Upaya Peningkatan Sanitasi di SMK PGRI Tanjung Raja Ogan Ilir Husnah; Rully Masriatini; Neny Rochyani; wida fatma sari; Aan Sefentry; Agus Wahyudi; Nurlela; Muhrinsyah Fatimura; Reno Fitriyanti; Muhammad Bakrie; Ian Kurniawan
Kemas Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Kemas Journal - Januari - Juni
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/zy261m82

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di SMK PGRI Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya air bersih serta memberikan solusi sederhana terhadap permasalahan air keruh dan berbau melalui sistem pencuci balik (backwash). Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif berupa penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan alat filtrasi sederhana menggunakan media pasir silika, arang aktif, kerikil, dan zeolit. Sistem backwash diterapkan untuk menjaga efektivitas media filtrasi agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai sanitasi lingkungan dan pemanfaatan teknologi tepat guna dalam pengolahan air bersih. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan antusiasme peserta terhadap pengolahan air sederhana serta kemampuan siswa dalam memahami prinsip kerja sistem backwash. Selain itu, alat yang diperagakan dapat dijadikan media pembelajaran sekaligus solusi alternatif penyediaan air bersih di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Luaran kegiatan ini berupa peningkatan wawasan peserta serta publikasi ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat terakreditasi.