Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Penentu Profitabilitas Untuk Industri Tambang (Studi Pada 3 Negara : Indonesia, Kanada Dan Amerika Serikat Untuk Periode 2015 -2016) Magdalena Magdalena; Temy Setiawan
Balance Vocation Accounting Journal Vol 3, No 2 (2019): Balance Vocation Accounting Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.901 KB) | DOI: 10.31000/bvaj.v3i2.2239

Abstract

Profitabilitas sebagai salah satu faktor yang mampu menarik para investor dalam mengambil keputusan investasi tentu harus menjadi perhatian perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan dalam meningkatkan atau mempertahankan profitabilitas. Tujuan penelitian ini untuk memberikan pembuktian empiris Corporate Social Responsibility (CSR), leverage dan Total Asset Turn Over memengaruhi profitabilitas.Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak dalam industri pertambangan periode 2015-2016 di negara Amerika Serikat, Indonesia dan Kanada. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa Annual Report dan Sustainability Report perusahaan. Alat uji data yang digunakan adalah Smart PLS 3.0.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa CSR, leverage, dan Total Asset Turnover idak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas di Amerika Serikat. Sedangkan pengujian data di Indonesia memberikan hasil bahwa Total Asset Turnover berpengaruh positif terhadap profitabilitas dan Corporate Social Responsibility (CSR) di Kanada berpengaruh negatif terhadap profitabilitas.Penelitian terkait CSR, leverage dan Total Asset Turn Over sudah banyak ditemukan baik untuk industri tambang ataupun industri lainnya. Namun kebaruan pada penelitian ini, melakukan pengujian untuk 3 negara penghasil tambang emas tertinggi di dunia pada periode pengamatan yang sama.
PIRAMIDA CARROLL PADA PERUSAHAAAN DI INDONESIA : STUDI PADA 3 PERUSAHAAN PEMENANG CSR AWARD 2016 Temy Setiawan; Ari Purwanti
JMB : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 6, No 1 (2017): JMB : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jmb.v6i1.998

Abstract

Currently, CSR disclosure to stakeholders in Indonesia has been done by many companies. Such disclosures are integrated in the annual report or produced as a report. Many motives underlie the disclosures. The purpose of this study is to describe the company's profile and CSR disclosure motives of the winning company of CSR Award Indonesia 2016 in accordance with the Carroll pyramid. Company’s disclosures will be analysed using the 10 principles developed by the United National Global Compact (UNGC). This study will analyses the data of the three companies who won CSR Award Indonesia 2016 from 2011 to 2015 using the corresponding indicators which are in accordance to the 10 principles of UNGC. The source of data are financial reports and sustainability reports. Findings. The analyses on the three companies that become the object of analysis has disclosed sustainability information that is in accordance with the 10 principles of UNGC. When associated with the CSR disclosure motive based on Carroll pyramid, the company has economic, legal, and ethical motives. Philanthropicic motive is not much expressed. Another finding shows that the three companies being analysed are engaged in mining and automotive.Saat ini pengungkapan CSR di Indonesia kepada pemangku kepentingan sudah mulai banyak dilakukan oleh perusahaan baik terintegrasi di dalam laporan tahunan maupun dalam laporan tersendiri. Banyak motif yang mendasari pengungkapan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan prodil perusahaan dan motif pengungkapan CSR dari perusahaan pemenang CSR Award Indonesia 2016 sesuai dengan piramida Carroll. Pengungkapan perusahaan akan dianalisis dengan 10 prinsip yang dikembangkan oleh United National Global Compact (UNGC). Penelitian ini akan menganalisis 3 perusahaan pemenang CSR Award Indonesia 2016 dari tahun 2011 hingga 2015 dengan indikator yang sesuai 10 prinsip UNGC. Sumber data adalah laporan keuangan dan sustainability report. Tiga perusahaan yang merupakan objek analisis mengungkapkan informasi keberlanjutan sesuai dengan 10 prinsip UNGC. Apabila dikaitkan dengan motif pengungkapan CSR pada piramida Carroll, perusahaan tersebut memiliki motif secara ekonomi, legal dan etika. Motif filantropi tidak banyak diungkapkan. Temuan lainnya, tiga perusahaan yang dianalisis bergerak di bidang tambang dan otomotif.
PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE(CSRD), NILAI PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS Wendy Salim Saputra; Temy Setiawan
Balance Vocation Accounting Journal Vol 2, No 1 (2018): Balance Vocation Accounting Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.578 KB) | DOI: 10.31000/bvaj.v2i1.963

Abstract

ABSTRACT Latar belakang. Salah satu tujuan perusahaan adalah memenuhi kepentingan pemegang saham berupa peningkatan nilai perusahaan. Namun dalam upaya manajemen tersebut, tentunya penting sekali memperhatikan kepentingan sosial dan lingkungan agar tidak bersinggungan. Informasi atas CSRD memberikan signal pada nilai perusahaan. Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan memberikan bukti empiris pengaruh CSRD terhadap nilai perusahaan secara langsung dan efek moderasi profitabilitas. Model penelitian. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan dalam industri maufaktur di dalam periode pengamatan 2014-2016. Teknik purposive sampling digunakan untuk menarik sampel. Data yang dianalisis sebanyak 100 data yang bersumber dari laporan tahunan perusahaan. Analisis menggunakan SPSS. Hasil. Penelitian ini memberikan pembuktian empiris bahwa terdapat pengaruh negative CSRD terhadap nilai perusahaan dan profitabilitas memberikan pengaruh moderasi. Kontribusi. Penelitian ini memberikan informasi bahwa CSRD di Indonesia untuk industri manufaktur belum memberikan signal positif bagi nilai perusahaan. Oleh karena itu perlu mengungkapkan CSRD pada laporan tersendiri sehingga informasi yang diungkapkan akan lebih luas yang diharapkan akan meningkatkan nilai perusahaan. Kata kunci :CSRD, nilai perusahaan, profitabilitas,GRI 4, laporan tahunan
BAGAIMANA ANALISIS PENDAPATAN DAN BIAYA RELEVAN ATAS BISNIS ONLINE? Temy Setiawan; Denny Anggriawan
Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 9 No. 2 (2018): Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Studi Magister Manajemen, Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/coopetition.v9i2.19

Abstract

The development of technology and the increasing use of Internet network in the society today has an impact on consumer behavior. Businesses that used to be conventional or offline are now turning to online business, which makes it easier for consumers to be able to conduct business transactions without any limitations of space and time. This study aims to determine the increase in operating income with offline switch to online with the analysis of revenue and relevant costs. This research is descriptive qualitative research. The subject of the research is the Hproject Store. The data used are primary data and secondary data. Data collection techniques with offline store observations and online stores, interviews with owners and employees and documentation of the accounting records. Based on the results of research indicated that switching offline business to online can increase operating profit based on revenue analysis and cost relevant for tactical decision making. The contribution of this research is able to indicate that one of technique in increasing profit is by utilizing technology and network in doing business. In addition, this study can provide consideration of financial analysis techniques before tactical decision making on business techniques.
PENERAPAN AKUNTANSI MANAJEMEN LINGKUNGAN PADA DUA PULUH LIMA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI INDEKS SRI KEHATI 2013 Temy Setiawan
Jurnal Akuntansi Vol 9 No 2 (2016): Jurnal Akuntansi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.25 KB) | DOI: 10.25170/jrak.v9i2.22

Abstract

The problems with the environment which has grabbed the public attention is the main reason for the development of environmental management accounting. Companies need to take parts in this continuous development. One efforts which has been done is to disclose of maintaining environment quality. The cost and benefit of the companies’ activity in responding to environmental issues is regarded as information which needs to be revealed in sustainable reporting. This research is aimed to explore the information of companies’ activity in relation to environmental issues. This research classifies the criteria of environmental costs into four (4) and analyses the companies indexed in SRI KEHATI. This is a qualitative research. The researcher conducts an analysis on 25 companies listed in 2013 SRI KEHATI index. This research finds that the most common activities conducted by the companies in taking their responsibilities to the environment is in waste management, energy efficiency, and nature preservation (in relation to biodiversity). There are only four (4) companies which have devoted most of their activities to environmental issues; Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Tambang Batu Bara Bukit Asam (Persero) Tbk, Telelomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, and United Tractors Tbk. The common criteria employed is preventive cost.
ETIKA LINGKUNGAN DAN KINERJA EKONOMI PADA UKURAN GLOBAL REPORTING INITIATIVE-G4 Temy Setiawan
Jurnal Akuntansi Vol 10 No 1 (2016): Jurnal Akuntansi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.308 KB) | DOI: 10.25170/jara.v10i1.37

Abstract

The man–nature relationship has always been ambiguous, nature being seen as both a provider and an enemy. Environmental issue is a phenomena for most profit oriented organizations. They want to earn much profit in short term but they must keep in balance of nature for the future generation. The purpose of this paper is to explore the influence environmental ethics to economic performances directly and using CSR as a mediating variable. This quantitative research use secondary data taken form 68 Indonesian company that published sustainability report for 2014. Quantitative content analysis was be used to process these information and were analyze via PLS SEM. There is no directly influence environmental ethics to economic performance. The role of CSR disclosure using 34 environmental indicators of GRI 4 is very important to explain the indirect influence of environmental ethics to economic performance. This paper explores the link between environmental ethics and economic performance directly and indirectly using CSR disclosure for environmental indicator as a mediating variable.
PENGARUH TIME BUDGET PRESSURE TERHADAP DYSFUNCTIONAL AUDIT BEHAVIOR DENGAN DIMODERASI LOCUS OF CONTROL Dewi Apriyani; Temy Setiawan
BALANCE: Jurnal Akuntansi, Auditing dan Keuangan Vol 14 No 2 (2017): Jurnal Akuntansi, Auditing dan Keuangan : BALANCE
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.875 KB) | DOI: 10.25170/balance.v14i2.70

Abstract

This study aims to examine the effect of time budget pressure and locus of control on the dysfunctional audit behavior and to see whether the locus of control can moderate the relationship between time budget pressure and the dysfunctional audit behavior. Questionnaires are distributed to 201 auditor who act as respondents, but only 146 questionnaire thatcan be processed from 51 KAP in Jakarta. Data analysis is conducted using SmartPLS 3.0 program.The results showed that, partially, time budget pressure variable and external locus of control give significant influence to dysfunctional audit behavior while internal locus of control does not affect dysfunctional audit behavior. The external and internal variables of the locus of control are not able to moderate the time budget pressure relationship to the dysfunctional audit behavior. Another finding in the form of sensitivity analysis suggests that male respondents consider that time budget pressure and external locus of control are factors that encourage them to perform dysfunctional audit behavior while time budget pressure does not encourage female respondents to perform dysfunctional audit behaviors.
Apakah Kekayaan Intelektual dan Pengungkit Keuangan Mampu Menggerakan Nilai Perusahaan? Temy Setiawan; Mathue Mathue; Ari Purwanti
Journal of Business & Applied Management Vol 14, No 2 (2021): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repu
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/jbam.v14i2.2928

Abstract

Pertempuran dalam hal perdagangan antara 2 negara besar yaitu Amerika dan Tiongkok berdampak pada Indonesia di sektor pertambangan yang ditandai dengan goncangnya neraca perdagangan Indonesia. Dimana diketahui sektor pertambangan adalah salah satu kontributor pendapatan terbesar negara setelah pajak. Dengan adanya fenomena tersebut, maka nilai perusahaan dalam negeri sektor pertambangan yang terindeks di Indonesia Stock Exchange (IDX) akan terganggu karena melesunya respon investor. Oleh karena itu, calon investor perlu mengetahui determinan yang mempengaruhi nilai perusahaan secara tepat sebagai pertimbangan sebelum menanamkan modalnya pada perusahaan di sektor tersebut. Penelitian deskriptif kuantitatif digunakan untuk menguji determinan yang berpengaruh pada nilai perusahaan dengan PLS-SEM sebagai alat uji statistik yang dipilih. Penelitian ini memberikan pembuktian empiris determinan kekayaan intelektual dan pengungkit keuangan mempengaruhi nilai perusahaan secara langsung, namun kinerja korporasi gagal mempengaruhi secara langsung nilai perusahaan. Sedangkan kekayaan intelektual yang meningkat akan berdampak pada peningkatan kinerja korporasi. Namun sebaliknya pada pengungkit keuangan yang meningkat, menurunkan kinerja korporasi. Penelitian ini layak dipertimbangkan memberikan kebaruan karena menggunakan beberapa indikator yang lazim digunakan untuk setiap variabelnya sehingga akan tampak pengujian indikator mana sesuai menjelaskan variabel.
KETERPENGARUHI KINERJA MANAJERIAL OLEH KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN DAN DESENTRALISASI; STUDI PADA USAHA RITEL LAWSON, JAKARTA Yanssen Kristianto; Temy Setiawan
Journal of Business & Applied Management Vol 11, No 2 (2018): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repu
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.227 KB) | DOI: 10.30813/jbam.v11i2.1354

Abstract

Kondisi lingkungan yang tidak pasti dan desentralisasi otoritas adalah faktor penentu kinerja manajerial. Selain itu, ketidakpastian lingkungan yang dikelola melalui sistem akuntansi manajemen dapat memberikan informasi yang meningkatkan kinerja manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris dari hubungan langsung ketidakpastian lingkungan dan desentralisasi untuk kinerja manajerial dan dampak mediasi sistem akuntansi manajemen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah outlet Lawson di DKI Jakarta. Teknik tidak sengaja pada nonprobability sampling digunakan untuk mendapatkan responden dari 38 gerai Lawson di Jakarta. Kuesioner yang diolah berasal dari 77 responden yang merupakan karyawan dan manajer toko. Metode analisis data menggunakan Smart PLS. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa sistem akuntansi manajemen memediasi efek ketidakpastian lingkungan pada kinerja manajerial dan desentralisasi secara langsung mempengaruhi kinerja manajerial tanpa mediasi. Penelitian terbatas pada kinerja manajerial dipengaruhi oleh ketidakpastian lingkungan dalam bisnis ritel seperti Lawson di wilayah DKI Jakarta.Kata Kunci: LAWSON, Kinerja manajerial, desentralisasi
Karakteristik Perusahaan, Profitabilitas dan Corporate Social Responsibility Disclosure (CSRD) Temy Setiawan; Frisca Adriana; Pardomuan Robinson Sihombing
Journal of Business & Applied Management Vol 14, No 1 (2021): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repu
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/jbam.v14i1.2706

Abstract

Perhatian pemangku kepentingan terhadap pengungkapan tanggung jawab perusahaan semakin meningkat, apalagi desakan atas masalah celah legitimasi yang semakin jauh. Perusahaan tidak dapat acuh lagi terhadap pengungkapan tanggung jawab sosialnya. Namun di sisi lain, karena pengungkapan tanggung jawab sosial masih merupakan beban bagi perusahaan dan bersifat sukarela dalam konten dan standar pengungkapannya, maka perusahaan yang telah mendapatkan laba yang tinggi, seharusnya mampu dalam mengungkapkan tanggungjawab sosialnya. Penelitian ini berupaya meneliti apakah karakteristik perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial dan apakah profitabilitas memoderasi hubungan tersebut. Studi ini dilakukan pada perusahaan tambang yang termasuk di dalam high density industry, terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode pengamatan tahun 2017 sampai 2019. Pengolahan data dengan menggunakan PLS dari 30 data sampel yang diperoleh. Sumber data selain annual report adalah sustainability report. Hasil menunjukan karakteristik perusahaan tidak mempengaruhi pengungkapan tanggung jawab sosial dan profitabilitas juga tidak memoderasi. Temuan lainnya bahwa masih terbatasnya pengungkapan CSR melalui sustainability report dan pengukuran profitabilitas baik ROA dan ROE relevan digunakan untuk variable tersebut di dalam industri tambang di Indonesia.