Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Carbon Dots Dari Kulit Kentang Dengan Teknik Iradiasi Gelombang Mikro Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Kurnia, Selvi; Septiyanto, Rahmat Firman; M, Yus Rama Denny; Affifah, Isriyanti
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 8 No 1 (2025): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v8i1.1111

Abstract

Carbon Dots (C-dots) are carbon-based nanomaterials that have fluorescent properties, are environmentally friendly, and are easily synthesized from organic waste materials. This research aims to synthesize C-dots from potato skins using the microwave irradiation method as an environmentally friendly and economical alternative to increase the growth of chili plants. Application tests on chili plants were carried out by adding C-dots solution to the growing medium in various concentrations (control, 50 mg/L, 60 mg/L, and 70 mg/L). Observation results showed that chili plants watered with C-Dots showed optimum growth rates found to occur with 50 mg/L carbon dots, compared to the control study, which shows a balance between growth stimulation and effective nutrient absorption without causing toxicity effects on the plants. Then, the resulting C-Dots samples were characterized using a UV-Vis Spectrophotometer using a wavelength range of 200-800 nm. The results of measurements with a UV-Vis spectrophotometer showed absorption at a wavelength of 251 nm and showed an absorbance peak of 4.379.
APLIKASI CARBON DOTS MENGGUNAKAN LIMBAH KULIT SALAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE MICROWAVE UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN CAISIM Fitri, Amelia Febriana; Septiyanto, Rahmat Firman; Mukhtar, Yus Rama Denny; Affifah, Isriyanti; Mustaqim, Ilham; Ayu, Widya Purbo Kusumaning
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i1.5614

Abstract

Pengembangan teknologi pertanian ramah lingkungan sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan global. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis carbon dots (C-dots) dari limbah kulit salak menggunakan metode iradiasi microwave serta mengkaji pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman caisim (Brassica juncea L.). Kulit salak dihaluskan, disaring, dan dipanaskan menggunakan microwave untuk menghasilkan C-dots, yang dikonfirmasi melalui uji fluoresensi sinar UV. Tanaman caisim dibagi menjadi dua kelompok: satu disiram dengan aquades dan satu lagi dengan larutan C-dots, masing-masing selama 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang disiram larutan C-dots memiliki rata-rata pertumbuhan 3,5 cm, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 3,9 cm pada kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa C-dots berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman, namun diperlukan optimalisasi konsentrasi dan metode aplikasi untuk meningkatkan efektivitasnya.
Penggunaan Biopot dan Media Tanam dalam Gerakan Go Green: Perspektif Seminar Eco-Harmony Sumiati, Tina Endah; Affifah, Isriyanti; Annamevia, Kristy; Islaniah, Ade; Cahyaningtyas, Gita Nandini; Nisa, Khoiru
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjec.v6i1.23294

Abstract

This research investigates the impact of the Eco Harmony Seminar: Exploring the Potential of Bioporeen, Biopot, and Growing Media on participants' knowledge of the Go Green movement and environmentally friendly practices. Utilizing a one-group pretest-posttest experimental design, the study involved 39 high school students from SMA Negeri 8 Kota Serang. The data analysis revealed a significant improvement in participants' understanding after the seminar, despite the data not meeting the normality assumption. Participants acknowledged the importance of using Go Green-based biopot and growing media, although implementation challenges such as the availability of supplementary materials were noted. In conclusion, the Eco Harmony Seminar not only enhanced participants' knowledge but also motivated them to support environmentally friendly practices. This study highlights the urgency of education and training in advancing the environmental movement and creating higher environmental awareness among the public.
Pengetahuan Food Tracing pada Ibu Menyusui Dalam Mendeteksi Alergi Makanan pada Bayi Affifah, Isriyanti; Namirag, Irah; Septiyanto, Rahmat Firman
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i1.11245

Abstract

Alergi makanan dialami oleh sebagian besar populasi manusia dan memiliki dampak negatif dalam kehidupan penderitanya. Dampak negatif tersebut tidak hanya terjadi pada organ pencernaannya melainkan juga pada organ-organ yang lain. Terdapat beberapa macam penyebab alergi pada makanan diantaranya protein pada susu, telur, ikan, seafood, kacang-kacangan, gandum dan kedelai. Alergi makanan biasa kita temukan dari mulai bayi, anak-anak hingga lanjut usia. Alergi tersebut bisa bertahan beberapa tahun bahkan mungkin sepanjang hidupnya. Salah satu tanda alergi makanan pada bayi adalah kesulitan untuk menaikkan berat badannya. Dalam hal ini, tubuh tidak dapat menyerap makanan yang masuk akibat dari adanya alergen tersebut. Bayi yang mengalami alergi makanan sangat sulit dideteksi oleh para ibu menyusui mengingat bayi belum dapat berbicara. Mereka memerlukan bantuan ahli (dokter spesialis anak dan alergi) untuk dapat melakukan deteksi dini pada alergi makanan. Oleh karena itu, seorang ibu menyusui wajib memiliki pengetahuan dasar mengenai alergi makanan. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai pengetahuan ibu menyusui terhadap food tracing untuk mendeteksi dini alergi makanan pada bayi. Untuk mengetahui bangaimana tingkat pengetahuan ibu menyusui mengenai alergi makanan,pada penelitian ini dilakukan observasi pada 20 orang ibu menyusui di kota Serang, Banten. Metode yang digunakan adalah metode kuesioner dan metode wawancara mendalam (in deepth-interview). Data yang diperoleh dari kuisioner adalah 90% ibu responden menyatakan mereka mengetahui alergi, tanda – tanda alergi, beserta bahaya yang ditimbulkan. Akan tetapi hanya sekitar 70% yang mengetahui jenis – jenis alergi. Dan 10 – 40 % ibu responden memiliki anak yang mengalami tanda - tanda alergi.