Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Carbon Dots Dari Kulit Kentang Dengan Teknik Iradiasi Gelombang Mikro Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Kurnia, Selvi; Septiyanto, Rahmat Firman; M, Yus Rama Denny; Affifah, Isriyanti
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) Vol 8 No 1 (2025): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jpfs.v8i1.1111

Abstract

Carbon Dots (C-dots) are carbon-based nanomaterials that have fluorescent properties, are environmentally friendly, and are easily synthesized from organic waste materials. This research aims to synthesize C-dots from potato skins using the microwave irradiation method as an environmentally friendly and economical alternative to increase the growth of chili plants. Application tests on chili plants were carried out by adding C-dots solution to the growing medium in various concentrations (control, 50 mg/L, 60 mg/L, and 70 mg/L). Observation results showed that chili plants watered with C-Dots showed optimum growth rates found to occur with 50 mg/L carbon dots, compared to the control study, which shows a balance between growth stimulation and effective nutrient absorption without causing toxicity effects on the plants. Then, the resulting C-Dots samples were characterized using a UV-Vis Spectrophotometer using a wavelength range of 200-800 nm. The results of measurements with a UV-Vis spectrophotometer showed absorption at a wavelength of 251 nm and showed an absorbance peak of 4.379.
APLIKASI CARBON DOTS MENGGUNAKAN LIMBAH KULIT SALAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE MICROWAVE UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN CAISIM Fitri, Amelia Febriana; Septiyanto, Rahmat Firman; Mukhtar, Yus Rama Denny; Affifah, Isriyanti; Mustaqim, Ilham; Ayu, Widya Purbo Kusumaning
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i1.5614

Abstract

Pengembangan teknologi pertanian ramah lingkungan sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan global. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis carbon dots (C-dots) dari limbah kulit salak menggunakan metode iradiasi microwave serta mengkaji pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman caisim (Brassica juncea L.). Kulit salak dihaluskan, disaring, dan dipanaskan menggunakan microwave untuk menghasilkan C-dots, yang dikonfirmasi melalui uji fluoresensi sinar UV. Tanaman caisim dibagi menjadi dua kelompok: satu disiram dengan aquades dan satu lagi dengan larutan C-dots, masing-masing selama 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang disiram larutan C-dots memiliki rata-rata pertumbuhan 3,5 cm, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 3,9 cm pada kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa C-dots berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman, namun diperlukan optimalisasi konsentrasi dan metode aplikasi untuk meningkatkan efektivitasnya.
Penggunaan Biopot dan Media Tanam dalam Gerakan Go Green: Perspektif Seminar Eco-Harmony Sumiati, Tina Endah; Affifah, Isriyanti; Annamevia, Kristy; Islaniah, Ade; Cahyaningtyas, Gita Nandini; Nisa, Khoiru
Jambura Journal of Educational Chemistry Vol 6, No 1 (2024): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjec.v6i1.23294

Abstract

This research investigates the impact of the Eco Harmony Seminar: Exploring the Potential of Bioporeen, Biopot, and Growing Media on participants' knowledge of the Go Green movement and environmentally friendly practices. Utilizing a one-group pretest-posttest experimental design, the study involved 39 high school students from SMA Negeri 8 Kota Serang. The data analysis revealed a significant improvement in participants' understanding after the seminar, despite the data not meeting the normality assumption. Participants acknowledged the importance of using Go Green-based biopot and growing media, although implementation challenges such as the availability of supplementary materials were noted. In conclusion, the Eco Harmony Seminar not only enhanced participants' knowledge but also motivated them to support environmentally friendly practices. This study highlights the urgency of education and training in advancing the environmental movement and creating higher environmental awareness among the public.
Pengetahuan Food Tracing pada Ibu Menyusui Dalam Mendeteksi Alergi Makanan pada Bayi Affifah, Isriyanti; Namirag, Irah; Septiyanto, Rahmat Firman
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i1.11245

Abstract

Alergi makanan dialami oleh sebagian besar populasi manusia dan memiliki dampak negatif dalam kehidupan penderitanya. Dampak negatif tersebut tidak hanya terjadi pada organ pencernaannya melainkan juga pada organ-organ yang lain. Terdapat beberapa macam penyebab alergi pada makanan diantaranya protein pada susu, telur, ikan, seafood, kacang-kacangan, gandum dan kedelai. Alergi makanan biasa kita temukan dari mulai bayi, anak-anak hingga lanjut usia. Alergi tersebut bisa bertahan beberapa tahun bahkan mungkin sepanjang hidupnya. Salah satu tanda alergi makanan pada bayi adalah kesulitan untuk menaikkan berat badannya. Dalam hal ini, tubuh tidak dapat menyerap makanan yang masuk akibat dari adanya alergen tersebut. Bayi yang mengalami alergi makanan sangat sulit dideteksi oleh para ibu menyusui mengingat bayi belum dapat berbicara. Mereka memerlukan bantuan ahli (dokter spesialis anak dan alergi) untuk dapat melakukan deteksi dini pada alergi makanan. Oleh karena itu, seorang ibu menyusui wajib memiliki pengetahuan dasar mengenai alergi makanan. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai pengetahuan ibu menyusui terhadap food tracing untuk mendeteksi dini alergi makanan pada bayi. Untuk mengetahui bangaimana tingkat pengetahuan ibu menyusui mengenai alergi makanan,pada penelitian ini dilakukan observasi pada 20 orang ibu menyusui di kota Serang, Banten. Metode yang digunakan adalah metode kuesioner dan metode wawancara mendalam (in deepth-interview). Data yang diperoleh dari kuisioner adalah 90% ibu responden menyatakan mereka mengetahui alergi, tanda – tanda alergi, beserta bahaya yang ditimbulkan. Akan tetapi hanya sekitar 70% yang mengetahui jenis – jenis alergi. Dan 10 – 40 % ibu responden memiliki anak yang mengalami tanda - tanda alergi.
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI 2D SAPONIFIKASI BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENSTIMULUS BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI MAKROMOLEKUL Salsabila, Laila Yayu; Irhamni, Irhamni; Affifah, Isriyanti
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i1.5736

Abstract

Pengembangan video animasi 2D berbasis kontekstual tentang saponifikasi bertujuan meningkatkan pemahaman dan merangsang berpikir kritis siswa pada materi makromolekul. Video ini mengaitkan konsep saponifikasi dengan situasi sehari-hari dan mengintegrasikan teori pembelajaran konstruktivis serta strategi multimedia interaktif. Dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluation), video ini dinilai oleh ahli materi dan media. Analisis kebutuhan melibatkan wawancara guru kimia, angket siswa, dan tinjauan literatur. Uji validasi dengan indeks Aiken’s V dan partisipasi 14 validator menunjukkan hasil sangat baik. Uji terbatas di SMAN 4 Kota Serang kelas XI menunjukkan respons positif siswa dengan nilai aspek media 0,88, materi 0,89, dan kontekstual 0,91. Rata-rata validitas 0,89 menunjukkan video ini valid dan layak digunakan, membantu siswa memahami materi lebih efektif dan menyenangkan.
Environmental Remediation from Industrial Waste in Chemistry Education: Recovering Rare Earth Elements from Red Mud Using Eutectic Ionic Liquids Widyaningsih, Mia; Mudzakir, Ahmad; Riandi, R; Hernani, H; Nandiyanto, Asep Bayu Dani; Supriatna, Asep; Affifah, Isriyanti; Zidny, Robby
Journal of Tropical Chemistry Research and Education Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Chemistry Education Department, Faculty of Tarbiyah and Education, UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jtcre.2026.81-02

Abstract

This study aims to conduct laboratory experiments designed to improve students' skills and understanding of environmental remediation of Rare Earth Elements (REEs) extraction from red mud, using Eutectic Ionic Liquids (EILs). The research subjects consisted of 15 chemistry education students in Bandung City. The method is pre-experiment with one group pretest-posttest design. With the first research step, students filled in pre-test questions before doing the practicum, then students were directed to carry out laboratory experiments by starting the preparation of drying and smoothing red mud. Furthermore, the preparation of making Betain-Levulinic Acid EILs and extracting red mud using EILs based on predetermined work procedures. And finally, students are asked to write down the results of the practicum on the Practicum Worksheet and students are asked to fill out a post-test. Based on the results of the study found differences in the ability and understanding of student laboratory experiments seen from the pre-test and post-test assessment scores there is a significant difference that it can be stated to have improved learning. The laboratory experiment learning method can provide field practice experience for chemistry education students in supporting the achievement of SDGs point 15, namely terrestrial ecosystems that focus on restoring land degradation.