Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Influence of the Blue Economy and Labor Absorption On Poverty Levels in Coastal Areas of East Java In 2019-2024 Kirana Lintang Prameswari; Debby Nindya Istiandari
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i3.375

Abstract

Kemiskinan di wilayah pesisir masih menjadi tantangan utama di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Timur yang memiliki 22 Kabupaten/Kota pesisir dengan garis pantai sepanjang 3.498,12 Km. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh blue economy dan penyerapan tenaga kerja terhadap tingkat kemiskinan di wilayah pesisir Jawa Timur periode 2019-2024. Masalah utama yang diteliti adalah tingginya angka kemiskinan di beberapa kecamatan pesisir seperti Lekok (18,7%), Kraton (17,9%), dan Nguling (16,5%) meskipun memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data panel dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur. Variabel yang dianalisis meliputi implementasi blue economy, tingkat penyerapan tenaga kerja di wilayah pesisir, dan persentase kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi blue economy dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor kelautan tidak berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kemiskinan di wilayah pesisir. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kebijakan pemerintah, kondisi cuaca, pendidikan, dan infrastruktur
Pengaruh Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia dengan Tingkat Pengangguran Sebagai Variabel Kontrol Lailatul Musyarofah; Debby Nindya Istiandari
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i3.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Gender (IPG), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap pertumbuhan ekonomi di 34 provinsi di Indonesia selama periode 2015–2024. Dengan menggunakan metode regresi data panel melalui pendekatan Fixed Effect Model (FEM) serta data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai peran pembangunan manusia, kesetaraan gender, dan kondisi pasar tenaga kerja dalam mendukung kinerja ekonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPG dan IPM berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan TPT berpengaruh negatif dan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender dan pembangunan manusia memang berkontribusi terhadap pertumbuhan, namun belum cukup kuat di tingkat provinsi. Sebaliknya, tingginya tingkat pengangguran terbukti menekan pertumbuhan ekonomi. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 49,47% mengindikasikan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan hampir setengah variasi pertumbuhan ekonomi antarprovinsi. Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan pembangunan inklusif yang mengintegrasikan aspek kesetaraan gender, pembangunan manusia, dan perbaikan pasar tenaga kerja untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan di Indonesia.