Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Metode Penyayatan dan Kedalaman Penyayatan terhadap Dimensi dan Kekasaran Permukaan Kayu Olahan Rahmat, Bahtiar; Purwanto, Agung Ari; Fahrudin, Muhammad; Widiyanto, Wahyu
Infotekmesin Vol 16 No 1 (2025): Infotekmesin: Januari 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v16i1.2537

Abstract

The application of CNC technology in the furniture industry has already become familiar, in addition to its use in the metal and plastic industries. HMR (High Moisture Resistant) panels, which had better moisture resistance than MDF (Medium Density Fiberboard), had also started to develop. However, few studies have investigated the effects of variations in machining parameters on the cutting quality of HMR boards. This study aimed to test the effects of machining parameters (cutting method and cutting depth) on the dimensions and surface roughness of the workpiece. Four schemes of machining parameter settings, namely conventional and climb methods with cutting depths of 2 mm and 4 mm, respectively, were performed with three repetitions each. After testing, it was found that the cutting method, cutting depth, and the interaction between the cutting method and cutting depth had not significantly affected the length and width dimensions of the specimen. However, the cutting method significantly influenced the final surface roughness of the specimen. The conventional cutting method with a cutting depth of 2 mm produced the best surface roughness, measuring 26.47 µm.
Stability Testing of an Air Quality Monitoring System for Particulate Matter (PM2.5 and PM10) Based on The SEN0233 Sensor Afifah, Anshah Silmi; Nugroho, Alfani Risman; Widiyanto, Wahyu; Haryati, Putri Dwi; Syah, Edo Ardiyan
Journal of Engineering Science and Technology Management (JES-TM) Vol. 5 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Journal of Engineering Science and Technology Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestm.v5i1.205

Abstract

Particulate Matter (PM) is an air pollutant that has the potential to pose serious health risks to the public, including respiratory and cardiovascular diseases. This study aims to design and develop a real-time monitoring system for PM2.5 and PM10 using the SEN0233 sensor. This system is expected to be able to provide accurate data on the concentration of particles in the air. The research methodology includes selecting the right sensor, designing a NodeMCU microcontroller-based system, and testing the sensor to ensure measurement accuracy. The collected data will be stored in a database and can be accessed through a web interface, allowing users to monitor air quality directly. Initial test results show that the SEN0233 sensor is able to detect PM2.5 and PM10 concentrations well. This research contributes to the development of a more efficient and reliable monitoring system, to improve air quality and overall public health.
Evaluasi Pelaksanaan Training Penggunaan Software Solidworks bagi Karyawan di Industri Furnitur. Fitrianto, Taufik Ramadhan; Rahmat, Bahtiar; Widiyanto, Wahyu; Nurmadina, Nurmadina; Ma'wa, Safarah Putri
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i2.6611

Abstract

Keterbatasan kompetensi dalam pemanfaatan perangkat desain digital masih menjadi tantangan utama di sektor industri furnitur, khususnya bagi industri skala kecil dan menengah. Di tengah tuntutan pasar terhadap desain yang presisi, efisiensi produksi, dan adaptasi terhadap teknologi manufaktur modern, pelatihan teknis dapat menjadi langkah efektif untuk menjawab kesenjangan keterampilan tersebut. Studi ini mengevaluasi efektivitas program pelatihan SolidWorks yang diselenggarakan di CV Mebel Internasional. Dirancang untuk meningkatkan kompetensi karyawan dalam menggunakan perangkat lunak desain parametrik untuk kebutuhan manufaktur furnitur. Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas pegawai tetap, tenaga lepas, dan mahasiswa magang, dengan metode yang menggabungkan sesi teori dan praktik untuk mengisi materi keterampilan dalam pemodelan 3D, pembuatan gambar teknik, serta perakitan komponen furnitur. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 71% dalam keterampilan teknis peserta, sebagaimana ditunjukkan oleh skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan dengan skor pre-test. Umpan balik yang diberikan peserta memberikan penilaian tinggi terhadap relevansi materi pelatihan (4,23) dan tingkat keterlibatan dalam pelatihan (4,22), meskipun masih terdapat catatan perbaikan pada aspek fasilitas pelatihan (3,02) dan cakupan fitur-fitur lanjutan dari SolidWorks. Rekomendasi untuk pelatihan di masa mendatang mencakup peningkatan dukungan logistik, perpanjangan durasi sesi pelatihan, serta penyampaian materi yang lebih menyeluruh terkait fitur-fitur kompleks SolidWorks
Pengaruh Proses Bleaching Terhadap Finishing Kayu Pinus Dan Kayu Karet Terserang Blue Stain: The Effect of Bleaching Process on Finishing of Pine Wood and Rubber Wood Attacked by Blue Stain Mulyosari, Desy; Wijayanto, Arip; Muhamad, Soleh; Nurhanifah, Nurhanifah; Anggiriani, Siska; Fitrianto, Taufik Ramadhan; Widiyanto, Wahyu
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.44692

Abstract

ABSTRACT One of the problems faced by the furniture industry is the attack of coloring fungi or what is commonly called blue stain. The attack of coloring fungi causes color changes so that the appearance of the wood decreases. The bleaching process is one way that can be done to overcome the attack of blue stain. The bleaching process in the industry uses the chemical white agent 250 (WA-250). However, research related to the effect of the bleaching process on the finishing of pine wood and rubber wood attacked by blue stain has not been carried out. This study aims to determine the effect of the bleaching process on the finishing of pine wood and rubber wood attacked by blue stain. Finishing tests include testing the adhesion of the finishing layer (cross cut test) referring to ASTM D 3359, flexibility testing is carried out with a coin test, and hardness testing refers to ASTM D 3363. The results of this study are that the bleaching process does not affect the finishing process on pine wood and rubber wood attacked by blue stain, both those treated with bleaching and those without bleaching treatment, which are included in the same finishing quality category. Based on the adhesion test, it is included in class 4B (Good) and its flexibility gets a value of 5 (very good), while the hardness of the finishing layer is in the less category.   Keywords: bleaching, blue stain, finishing, pine wood, rubber wood   ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi oleh industri furnitur salah satunya adalah serangan jamur pewarna atau yang biasa disebut blue stain. Serangan jamur pewarna tersebut menyebabkan perubahan warna sehingga terjadi penurunan penampilan kayu. Proses bleaching merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi adanya serangan blue stain. Proses bleaching pada industri menggunakan bahan kimia white agent 250 (WA-250). Namun, penelitian terkait pengaruh proses bleaching pada finishing kayu pinus dan kayu karet terserang blue stain belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh proses bleaching terhadap finishing pada kayu pinus dan kayu karet yang terserang blue stain. Pengujian finishing meliputi pengujian daya lekat lapisan finishing (cross cut test) mengacu pada ASTM D 3359, pengujian fleksilbilitas dilakukan dengan coin test, dan pengujian kekerasan mengacu pada ASTM D 3363. Hasil penelitian ini adalah proses bleaching tidak mempengaruhi proses finishing pada kayu pinus dan kayu karet yang terserang blue stain baik yang diberi perlakuan bleaching maupun tanpa perlakuan bleaching masuk dalam kategori kualitas finishing yang sama. Berdasarkan uji daya lekat termasuk pada kelas 4B (baik) dan fleksibilitasnya memperoleh nilai 5 (sangat bagus), sedangkan kekerasan lapisan finishingnya kategori kurang. Kata kunci: bleaching, blue stain, finishing, kayu karet, kayu pinus
Pengaruh Bleaching Terhadap Sifat Fisis Dan Perubahan Warna Kayu Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) Terserang Blue Stain: The Effect of Bleaching on Physical Properties and Color Change of Blue Stain-Infected Pine Wood Anggiriani, Siska; Wijayanto, Arip; Nurhanifah, Nurhanifah; Muhamad, Soleh; Mulyosari, Desy; Widiyanto, Wahyu; Fitrianto, Taufik Ramadhan
Jurnal Silva Tropika Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalsilvatropika.v9i1.44803

Abstract

ABSTRACT Pine is one of wood species that widely used as raw material for furniture making. Pine is easy to obtain, easy to work with, and has distinctive colors and patterns. However, pine is susceptible to being attacked by contaminating fungi (blue stain) on its surface. Blue stain attack wood surface is a problem that must be solved due to its effect on wood appearance. The idea to restrain this problem is bleaching process. Bleaching process carried out in this study used 25% sodium hypochlorite which was dissolved in water in a ratio of 1:2 (w/w). The bleaching process carried out has a significant effect on  moisture content (MC) of pine wood, but does not have a significant effect on its density. The MC value of pine wood after bleaching tends to increase compared to the untreated wood. The color change of pine wood after bleaching is indicated by the ΔE value (3.0 < ΔE < 6.0) which is classified as a moderate effect. The color of the control pine wood was originally slightly desaturated orange and after bleaching it became slightly desaturated orange   Keywords: bleaching, color change, finishing, furniture, pine.   ABSTRAK Pinus merupakan salah satu jenis kayu yang banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan furnitur. Hal ini karena Pinus  mudah mudah didapatkan, mudah dikerjakan, dan memiliki warna dan corak yang khas. Namun, Pinus rentan terserang jamur pengotor (blue stain) pada permukaannya. Serangan blue stain pada permukaan kayu merupakan permasalahan yang harus diatasi karena adanya seranagn blue stain dapat mempengaruhi penampilan kayu. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melakukan proses bleaching. Proses bleaching yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan sodium hipoklorit 25% yang dilarutkan menggunakan air dengan perbandingan 1:2 (b/b). Proses bleaching yang dilakukan berpengaruh nyata terhadap kadar air (KA) kayu pinus, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kerapatannya. Nilai KA kayu pinus setelah bleaching cenderung meningkat dibanding kontrolnya. Perubahan warna kayu Pinus setelah bleaching ditunjukkan dengan nilai ΔE (3,0 < ΔE < 6,0) yang tergolong pengaruhnya sedang. Warna pada kayu pinus control semula berwarna slightly desaturated orange dan setelah bleaching menjadi slightly desaturated orange.   Kata kunci: bleaching, finishing, furnitur, perubahan warna, pinus.
Transformasi Limbah MDF Menjadi Mainan Edukatif: Desain Ayunan Kuda Dinosaurus Flat-Pack Dengan Teknologi CNC Widiyanto, Wahyu
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 16 No 1 (2025): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah - Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v16i1.7526

Abstract

Banyak industri furnitur menggunakan Medium Density Fiberboard (MDF) sebagai bahan utama dalam proses produksi mereka. Penanganan limbah potongan MDF merupakan aspek penting dalam menjaga keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan. Salah satu langkah yang dapat diambil untuk menangani limbah potongan MDF adalah dengan mendaur ulang limbah tersebut. Salah satu contohnya adalah mengubah limbah MDF menjadi mainan ayunan kuda dengan konsep furnitur flat pack. Desain ayunan kuda ini mengambil bentuk dinosaurus brontosaurus yang sesuai dengan karakteristik yang dibutuhkan, seperti jinak, badan yang membungkuk, dan punggung yang lapang sebagai tempat duduk. Dimensi keseluruhan produk adalah panjang 650 mm, lebar 380 mm, dan tinggi 559,54 mm, dengan ketinggian tempat duduk sebesar 336,75 mm. Proses pembuatan ayunan kuda ini menggunakan Mesin CNC Exitech dengan setting tiga jenis toolpath: area clearance, profil inside, dan profil outside. Kedalaman potong untuk ketiga toolpath diatur sebesar 15,5 mm untuk memastikan material terpotong secara penuh. Stepover diatur sebesar 1,2 mm, stepdown 1,5 mm, feed rate 76 mm/detik, plunge rate 50 mm/detik, dan kecepatan spindle 15.000 rpm. Total waktu pengerjaan dengan pengaturan tersebut adalah 1 jam 24 menit 17 detik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa produk ayunan kuda telah memenuhi standar keamanan dan daya tahan sehingga aman untuk dimainkan oleh anak-anak.
Pengaruh Jenis Finir Dan Jumlah Perekat Terhadap Kualitas Plywood Interior : Effect of Veneer Type and Amount of Adhesive on Plywood Face Coating Nurmadina, Nurmadina; Wijayanto, Arip; Widiyanto, Wahyu; Nugroho, Alfani Risman; Purwanto, Agung Ari
Jurnal Silva Tropika Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Silva Tropika
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jsilvtrop.v6i2.23788

Abstract

Utilization of composite boards for furniture has been widely used in order to substitute solid wood. Coating veneer (veneering) is a technique to improve the appearance of composite panel products, such as plywood. This research was conducted to determine the effect of the type of veneer and the mass of adhesive lath on the physical and mechanical properties of veneering plywood. The veneer used are from teak, mahogany and mindi. The adhesive used was polyvinyl acetate (PVAc) with a melting weight of 130 g/m2, 150 g/m2, 170 g/m2. The results showed that the type of veneer had no effect on the physical and mechanical properties of the composite board. The physical properties in the form of density are affected by the weight of the adhesive, the higher the amount of adhesive, the higher the density. Veneer delamination with glue spread of 150 and 170 g/m2 complies with JAS Type 2 standards. Veneer composite products with PVAc adhesives can be used in interior areas where there is frequent short term exposure to water.   Keywords: adhesive, glue spread, plywood, veneer   ABSTRAK Pemanfaatan plywood untuk furnitur telah banyak digunakan dalam rangka mensubtitusi kayu pejal. Veneering merupakan suatu teknik pelapisan permukaan untuk meningkatkan penampilan panel misalnya pada plywood. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis finir dan berat labur perekat terhadap sifat fisika dan mekanika veneering plywood. Finir yang digunakan adalah dari kayu jati, mahoni dan mindi. Perekat yang digunakan adalah polyvinyl asetat (PVAc) dengan berat labur 130 g/m2, 150 g/m2, 170 g/m2 . Hasil penelitian menunjukkan jenis finir tidak berpengaruh terhadap sifat fisika, mekanika papan komposit. Sifat kerapatan dipengaruhi oleh berat labur perekat, yaitu semakin tinggi berat labur maka kerapatan semakin meningkat. Delaminasi veneering dengan berat labur 150 dan 170 g/m2 memenuhi standar JAS Type 2. Produk komposit veneering dengan perekat PVAc dapat digunakan pada interior dan dapat perpapar kelembapan secara singkat.   Katakunci: berat labur, finir, perekat, plywood
ANALISA BENDING STRESS PADA FILAMEN ABS TERHADAP ARAH CETAKAN 3D PRINTING TIPE FDM Widiyanto, Wahyu
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v10i1.4587

Abstract

Rapid Prototyping (RP) technology is rapidly advancing and plays a crucial role in various sectors. One of the methods used in this technology is Fused Deposition Modelling (FDM), which involves the process of melting thermoplastic material using an extrusion mechanism. FDM-type 3D printers control nozzle movements through computerization, resulting in various directions of movement, including parallel to the x-axis (0°), y-axis (90°), and diagonal (45°). Differences in these directions impact the mechanical characteristics of flexural strength in the produced prints. This research involves a bending test according to ASTM D790 standards, using the Beste KJ-1065 testing machine. Test specimens were created in three different types, with nozzle direction settings that differ in external infill angle offset and internal infill angle offset, specifically at 0° (parallel to the X-axis), 45° (parallel to the diagonal), and 90° (parallel to the Y-axis). The research results show that the nozzle direction in FDM-type 3D printers also influences the flexural strength of the produced products. The highest flexural strength was found in products with a 0° nozzle direction, reaching 65.21 MPa, while the lowest occurred in products with a 90° nozzle direction in the horizontal condition, reaching 45.18 MPa. Key words : Rapid prototyping, 3D Printing, Fused Deposition Modelling
Peningkatan Skill Elektro Pneumatik Pada Kompetensi Mengoperasikan Sistem Pengendali Elektromagnetik Siswa SMK 1 Karangdadap Widiyanto, Wahyu; Setyani, Tutut Indah; Sportyawan, Candra Wahyu
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v4i2.80

Abstract

Pada akhir 2015, era persaingan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah diberlakukan. Artinya dunia usaha di Indonesia memasuki babak baru persaingan bebas, baik produk maupun tenaga kerja. Menjawab tantangan tersebut, maka perlu peningkatan salah satunya disektor pendidikan. SMK 1 Karangdadap merupakan sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Pekalongan. Pada jurusan TITL telah mempelajari pengendalian motor listrik 1 dan 3 fasa. Tetapi, kompetensi tersebut dirasa masih kurang karena industri saat ini banyak menggunakan sistem elektro pneumatik sebagai penggerak mesin industri. Di jurusan tersebut telah memiliki beberapa alat praktikum yang menunjang pembelajaran, tetapi belum memiliki alat praktikum sistem pneumatik. Jadi untuk membekali siswa tentang pengetahuan sistem pneumatik, pembelajaran dilaksanakan hanya dengan cara teori. Padahal kebanyakan lulusan yang bekerja di industri pasti menjumpai sistem pneumatik pada mesin – mesin di industri. Oleh sebab itu perlunya pelatihan untuk meningkatkan skill elektro pneumatik pada kompetensi mengoperasikan sistem pengendali elektromagnetik bagi siswa SMK N 1 Karangdadap. Pada peleatihan ini menggunakan peraga dan jobsheet elektro pneumatik. Peserta pelatihan yang dinyatakan lulus oleh penyelenggara pada test akhir pelatihan maka mendapatkan sertifikat pelatihan. Pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Hasil Belajar pada pelatihan peningkatan skill elektro pneumatik yang barkaitan dengan ketuntasan siswa meningkat.
IMPACT OF STEAM TREATMENT ON THE PHYSICAL AND MECHANICAL PROPERTIES OF HYBRID PARTICLEBOARD SENGON WOOD AND BETUNG BAMBOO Muhamad, Soleh; Widiyanto, Wahyu; Ramadhan, Zaky Oktavian; Mangurai, Silvia Uthari NM
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 2 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i2.94760

Abstract

This objective of this research was to assess the mechanical and physical properties of hybrid particleboard made from sengon wood (Falcataria moluccana) and betung bamboo (Dendrocalamus asper) treated with steam and used different ways of combining particleboard layer. Steam treatment was performed in the autoclave at 126 ºC for 60 minutes at a pressure of 0.14 MPa. The particleboard combinations were made based on face : core : back with three types of combinations, namely sengon particleboard, sengon : betung : sengon particleboard, and betung : sengon : betung particleboard. The boards were made of 30x30x0.9 cm³ dimensions using urea formaldehyde (UF) adhesive to achieve density of 0.6 g/cm³. JIS A 5908-2003 were used as references for the physical and mechanical properties examination. The resulting density and MC values were 0.61-0.63 g/cm³ and 10.18-10.85%, while the WA and TS values were 50.79%-74.07% and 8.81-21.84%. The MOE and MOR values produced were 331-1642 MPa and 4-12 MPa. From this study we can conclude that the hybrid particleboard made from a combination of betung : sengon : betung treated with steam was the most superior and proved to improve the mechcanical and physical properties of hybrid particleboard from sengon wood and betung bamboo. Keywords: betung bamboo, hybrid, particle board, sengon wood, steam. Abstrak Tujuan studi ini yaitu mengevaluasi sifat fisis dan mekanis papan partikel hibrida kayu sengon (Falcataria moluccana) dan bambu betung (Dendrocalamus asper) melalui pengolahan steam dan variasi kombinasi lapisan papan partikel. Pengolahan steam diterapkan dengan autoklaf pada suhu 126 ºC selama 60 menit dengan tekanan 0,14 MPa. Kombinasi papan partikel dibuat berdasarkan face : core : back dengan 3 jenis variasi kombinasi yaitu papan partikel sengon, papan partikel sengon : betung : sengon dan papan partikel betung : sengon : betung. Perekat urea formaldehida (UF) digunakan untuk membuat papan dengan ukuran 30x30x0,9 cm3 dan kerapatan target 0,6 g/cm3. Pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel hibrida diterapkan berdasarkan ketentuan JIS A 5908-2003. Kerapatan dan KA yang dihasilkan yaitu 0,61-0,63 g/cm3 dan 10,18-10,85%, Nilai DSA dan PT yang dihasilkan yaitu 50,79%-74,07% dan 8,81-21,84%, Nilai MOE dan MOR yang dihasilkan yaitu 331-1642 MPa dan 4-12 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan partikel hibrida kombinasi betung : sengon : betung dengan perlakuan steam merupakan papan partikel yang paling unggul dan terbukti dapat memperbaiki sifat fisis dan mekanis papan partikel hibrida kayu sengon dan bambu betung. Kata kunci: bambu betung, hibrida, kayu sengon, papan partikel, steam