Perkembangan teknologi digital dan tuntutan pembelajaran abad ke-21 mendorong perlunya penguatan literasi multimodal dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Literasi multimodal mencakup kemampuan memahami dan menghasilkan makna melalui berbagai mode, seperti verbal, visual, dan digital. Oleh karena itu, diperlukan asesmen yang mampu mengukur kemampuan literasi murid secara lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen asesmen literasi multimodal, penerapan asesmen literasi multimodal, serta kendala dan upaya guru dalam penerapannya pada pembelajaran bahasa Indonesia murid kelas V di SDN 2 Dangin Puri. Penelitian ini didasarkan pada teori perkembangan kognitif dan teori konstruktivisme yang memandang bahwa pengetahuan dibangun melalui pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru wali kelas V, dan murid kelas V SDN 2 Dangin Puri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen asesmen literasi multimodal meliputi komponen linguistik, verbal, dan spasial. Penerapan asesmen dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembelajaran berbasis proyek pembuatan poster pantun digital menggunakan Canva. Pembelajaran ini meningkatkan antusiasme, kreativitas, dan keterlibatan murid. Kendala yang ditemukan meliputi perbedaan kemampuan teknologi, keterbatasan jaringan internet, pengelolaan waktu, dan kurangnya rasa percaya diri saat presentasi. Upaya guru dilakukan melalui pendampingan bertahap, pemberian contoh penggunaan Canva, kerja sama antarmurid, dan pemberian motivasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa asesmen literasi multimodal mampu mendukung pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih aktif, kreatif, dan sesuai dengan tuntutan abad ke-21.