Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENINGKATAN SITOKIN INTERFERON GAMA TIKUS WISTAR SETELAH DIBERIKAN EKSTRAK ETANOL BUAH Etlingera rubroloba A.D. Poulsen SEBAGAI IMUNOSTIMULATOR : INCREASED INTERFERON-GAMMA CYTOKINES IN WISTAR RATS TREATED WITH Etlingera rubroloba A.D. Poulsen FRUITS ETANOL EXTRACT AS IMMUNOSTIMULATORS Muhammad Ilyas Y.; Fadhliyah Malik; Wahyuni; Asriullah Jabbar; Faradilla; I Sahidin; Nurhikma
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.738

Abstract

Etlingera rubroloba A.D. Poulsen (E. rubroloba) merupakan tumbuhan endemik di Sulawesi Tenggara, dan secara empris oleh masyarakat etnis Wawonii digunakan untuk menyembuhkan demam tifoid dan meningkatkan daya tahan tubuh (imunostimulator), secara ilmiah terbukti meningkatkan aktivitas fagositosis sel makrofag sehingga berpotensi dikembangkan sebagai imunomodulator alami. Tujuan penelitian yaitu mengetahui efek imunostilator ekstrak etanol buah E. rubroloba dengan, mengukur peningkatan kadar Interferon gama (IFN-?) pada tikus wistar. Metode penelitian ini yaitu eksperimental menggunakan 24 tikus wistar jantan, dibagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu ekstrak dosis 200, 300, 400 (mg/kgBB), kontrol positif (ekstrak meniran komersil), kontrol pelarut (Na.CMC 0,5%), dan kontrol normal. Perlakuan diberikan secara peroral setiap hari, selama 7 hari, hari kedelapan hewan uji diinfeksikan secara intraperitonial bakteri Staphylococcus aureus. Kadar IFN-? dianalisis dengan metode Elisa sandwich, dan data diuji statistik dengan ANOVA satu arah. Penelitian ini memberikan hasil bahwa, perlakuan ketiga dosis ekstrak etanol dari buah E. rubroloba berefek sebagai imunostimulator, dengan meningkatkan  kadar IFN-?, dan secara statistik berbeda bermakna terhadap kontrol pelarut (p<0,05), sehingga tumbuhan ini menjadi salah satu alternatif agen imunomodulator dari alam yang dapat dikembangkan.  Kata Kunci : Buah Etlingera rubroloba, ekstrak etanol, Interferon gama,  Imunodulator, tikus wistar.
PENINGKATAN SITOKIN INTERFERON GAMA TIKUS WISTAR SETELAH DIBERIKAN EKSTRAK ETANOL BUAH Etlingera rubroloba A.D. Poulsen SEBAGAI IMUNOSTIMULATOR : INCREASED INTERFERON-GAMMA CYTOKINES IN WISTAR RATS TREATED WITH Etlingera rubroloba A.D. Poulsen FRUITS ETANOL EXTRACT AS IMMUNOSTIMULATORS Muhammad Ilyas Y.; Fadhliyah Malik; Wahyuni; Asriullah Jabbar; Faradilla; I Sahidin; Nurhikma
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.738

Abstract

Etlingera rubroloba A.D. Poulsen (E. rubroloba) merupakan tumbuhan endemik di Sulawesi Tenggara, dan secara empris oleh masyarakat etnis Wawonii digunakan untuk menyembuhkan demam tifoid dan meningkatkan daya tahan tubuh (imunostimulator), secara ilmiah terbukti meningkatkan aktivitas fagositosis sel makrofag sehingga berpotensi dikembangkan sebagai imunomodulator alami. Tujuan penelitian yaitu mengetahui efek imunostilator ekstrak etanol buah E. rubroloba dengan, mengukur peningkatan kadar Interferon gama (IFN-?) pada tikus wistar. Metode penelitian ini yaitu eksperimental menggunakan 24 tikus wistar jantan, dibagi dalam 6 kelompok perlakuan yaitu ekstrak dosis 200, 300, 400 (mg/kgBB), kontrol positif (ekstrak meniran komersil), kontrol pelarut (Na.CMC 0,5%), dan kontrol normal. Perlakuan diberikan secara peroral setiap hari, selama 7 hari, hari kedelapan hewan uji diinfeksikan secara intraperitonial bakteri Staphylococcus aureus. Kadar IFN-? dianalisis dengan metode Elisa sandwich, dan data diuji statistik dengan ANOVA satu arah. Penelitian ini memberikan hasil bahwa, perlakuan ketiga dosis ekstrak etanol dari buah E. rubroloba berefek sebagai imunostimulator, dengan meningkatkan  kadar IFN-?, dan secara statistik berbeda bermakna terhadap kontrol pelarut (p<0,05), sehingga tumbuhan ini menjadi salah satu alternatif agen imunomodulator dari alam yang dapat dikembangkan.  Kata Kunci : Buah Etlingera rubroloba, ekstrak etanol, Interferon gama,  Imunodulator, tikus wistar.
PEMAHAMAN SEJAK DINI TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL SEBAGAI PONDASI UNTUK GENERASI YANG LEBIH SEHAT Adryan Fristiohady; Sahidin; Wahyuni; Muhamad Handoyo Sahumena; Asriullah Jabbar; Muhammad Alim Marhadi; Nurull Hikmah
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v2i1.16

Abstract

Penyakit menular seksual (PMS) adalah suatu gangguan atau penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang penyakit menular seksual sebagai pondasi untuk generasi yang lebih sehat kepada pelajar SMA Negeri 5 Kendari. Metode yang digunakan adalah dengan pembagian leaflet dan pemberian materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah pelajar dapat memahami tentang hal – hal yang berhubungan dengan penyakit menular seksual meliputi tanda dan gejala, jenis – jenis, dan upaya pencegahan penyakit menular seksual. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini yaitu masih minimnya pengetahuan pelajar mengenai penyakit menular seksual, sehingga dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya penyakit menular seksual dengan memperoleh pemahaman dan informasi yang menghasilkan suatu perubahan perilaku termasuk pengetahuan dan sikap. Kata Kunci: PMS, Pencegahan PMS, Kontak seksual, Generasi muda
DARI PESISIR UNTUK INDONESIA: GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT CEGAH DIABETES DI DESA WAWORAHA, SOROPIA irnawati irnawati; Ruslin Ruslin; Hasnawati Hasnawati; Nasrudin Nasrudin; Wahyuni Wahyuni; Henny Kasmawati; Asriullah Jabbar; Muh. Ilyas Y; Loly Subhiaty Idrus; Ghais S. Daud; Intan Permata Putri; Tissa Filiany Mangari
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i5.2526

Abstract

Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi terus meningkat, termasuk di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara yang memiliki akses terbatas terhadap informasi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat dalam pencegahan diabetes melalui gerakan hidup sehat di Desa Waworaha, Kecamatan Soropia. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah interaktif, demonstrasi pola makan seimbang "Isi Piringku", pemeriksaan gula darah, pembagian leaflet, serta pemberdayaan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, misalnya kesadaran terhadap gejala diabetes naik dari 40% menjadi 88%, serta sikap positif dengan kesediaan mengurangi konsumsi gula meningkat dari 68% menjadi 96%. Pemeriksaan gula darah menemukan 40% peserta memiliki kadar gula tinggi. Program ini efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dan berkelanjutan melalui kader terlatih. Edukasi kesehatan dengan pendekatan partisipatif direkomendasikan untuk pencegahan diabetes di masyarakat pesisir
IMPLEMENTASI PROGRAM DAGUSIBU MELALUI PENDEKATAN LEAFLET DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT KELURAHAN WATU-WATU TENTANG AKSES DAN PEROLEHAN OBAT YANG TEPAT Asniar Pascayantri; Adryan Fristiohady; Irnawati Irnawati; Asriullah Jabbar; Sabarudin Sabarudin; Hasnawati Hasnawati; Nur Illyin; Astrid Indalifiany; Fadhliyah Malik; Vica Aspadiah; Rahmat Mualiadi; Dian Munasari Solo; La Ode Muhammad Fitrawan; Nasrudin Nasrudin; Ari sartinah; Muhammad Ilyas Y; Mubarak Mubarak
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i5.2570

Abstract

Low drug literacy can lead to drug misuse, irrational self-medication, and the procurement of medicines from unofficial sources. This community service activity aimed to improve the knowledge of Watu-Watu Village residents on proper drug access and acquisition through the DAGUSIBU program, using educational leaflets, discussions, and interactive question-and-answer sessions. Program effectiveness was measured using pre- and post-tests, as well as Likert-scale evaluations. Results showed an increase in community knowledge from 61% to 100%, and the program received a mean evaluation score of 4.83 out of 5. The leaflet-based DAGUSIBU program, combined with active interaction, effectively improved community drug literacy and can serve as a replicable model for community-based pharmaceutical education.
EDUKASI DAGUSIBU UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENGELOLAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Muhammad Arba; Asniar Pascayantri; Asriullah Jabbar; Nasrudin Nasrudin; Al Indra Jaya Tamsa; Eka Safitri; Kadek Ayu Meithasari; Rani Rahmah; Wa Ode Nuryani; Mubarak Mubarak; Wa Ode Mulyana; Muhammad Ilyas Y
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2664

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic disease that requires continuous antidiabetic medication use, making adequate knowledge of proper medication management essential for patients. This community service program aimed to improve the knowledge of patients with Type 2 Diabetes Mellitus regarding antidiabetic medication management through education on obtaining, using, storing, and disposing of medicines properly (DAGUSIBU) at the Integrated Non-Communicable Disease Post (Posbindu PTM) of Lepo-Lepo Primary Health Center, Kendari City. The program was conducted through interactive counseling and knowledge assessment using pretest and posttest questionnaires administered to 50 participants. Data were analyzed descriptively and using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the mean knowledge score increased from 47.10 to 91.50 after the educational intervention. Statistical analysis revealed a significant difference between pretest and posttest scores (p<0.001). The normalized gain value of 0.84 indicated a high level of educational effectiveness. This educational program effectively improved participants’ knowledge of antidiabetic medication management and should be implemented continuously to enhance medication literacy among patients with chronic diseases.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG JAMU KEBUGARAN YANG AMAN DAN TERSTANDARISASI SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI KELURAHAN KAMBU Dian Munasari Solo; Asriullah Jabbar; Hasnawati Hasnawati; Fadhliyah Malik; La Ode Muhammad Fitrawan; Nasrudin Nasrudin; Rahmat Muliadi; Elvi Rahmayani; Nurlian Nurlian; Asrumin Asrumin; Asniar Pascayantri; Vica Aspadiah; Mubarak Mubarak; Muhammad Ilyas Y.
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i6.2618

Abstract

Obat tradisional (Jamu) tetap populer di Indonesia karena dianggap aman dan terjangkau. Namun, informasi yang keliru sering kali menyebabkan penggunaan yang tidak tepat serta kurangnya pemahaman mengenai manfaat kesehatan jangka panjang dan standar ilmiah yang berlaku. Di Kelurahan Kambu, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan jamu yang aman dan terstandarisasi masih sangat terbatas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan jamu, sekaligus mendorong perilaku konsumsi herbal yang aman dan rasional sesuai dengan standar regulasi yang berlaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Kambu, Kendari, dengan menggunakan pendekatan kunjungan dari rumah ke rumah. Intervensi yang diberikan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta pembagian leaflet informatif kepada 14 responden. Materi edukasi mencakup identifikasi jamu, teknik produksi yang terstandarisasi (CPOTB), serta protokol "CEK KLIK" (Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa). Program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan herbal seperti kunyit, jahe, madu, dan meniran menjadi minuman kebugaran yang aman. Para peserta memperoleh wawasan mengenai takaran, standar keamanan, serta cara memverifikasi registrasi produk melalui kanal resmi BPOM. Integrasi kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah terbukti efektif dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional yang aman dan rasional.
EFEKTIVITAS EDUKASI GERAKAN PANGAN AMAN DI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI FOODBORNE DISEASE Ruslin Ruslin; Asniar Pascayantri; Asriullah Jabbar; Nasrudin Nasrudin; Aisyah Nelpin Mangidi; Endang Endang; Mozarivky Salsabilla Javanni; Rahma Nur Aliza; Wa Ode Amanah; Mubarak Mubarak; Wa Ode Mulyana; Muhammad Ilyas Y
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i6.2663

Abstract

Foodborne disease merupakan masalah kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak aman dan berisiko pada anak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan foodborne disease melalui implementasi Gerakan Pangan Aman di Sekolah di SMP Negeri 24 Konawe Selatan. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, edukasi konsep Cek KLIK, serta evaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest pada 35 siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil uji Shapiro–Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal (p<0,05), sehingga perbedaan skor dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 2,06 menjadi 5,83, sedangkan persentase tingkat pengetahuan meningkat dari 34,33% menjadi 97,17%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi (p<0,001), dengan nilai normalized gain sebesar 0,96 yang termasuk kategori tinggi. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan keamanan pangan siswa dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
SMART SKINCARE FOR TEENS: OPTIMALISASI PENGETAHUAN REMAJA DALAM PENGGUNAAN BASIC SKINCARE SERTA KESADARAN AKAN RISIKO PRODUK KOSMETIK NON-BPOM DI SMP NEGERI 4 KENDARI Irvan Anwar; Asriullah Jabbar; Purwanto La Sandi; Ulul Husna; Devi Agustina; Jihan Rahmawati
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i7.2719

Abstract

Permasalahan kesehatan kulit pada remaja semakin meningkat seiring tingginya penggunaan produk perawatan kulit yang belum tentu disertai pemahaman mengenai keamanan dan cara penggunaannya. Rendahnya literasi terkait pemilihan produk yang aman juga meningkatkan risiko penggunaan produk tanpa izin edar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai penggunaan perawatan kulit dasar yang tepat serta bahaya produk ilegal. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 4 Kendari dengan melibatkan 34 siswa kelas VIII A melalui metode penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, demonstrasi pengecekan legalitas produk, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan meliputi kesehatan kulit remaja, penggunaan perawatan kulit dasar, pemilihan produk yang aman, dan risiko penggunaan produk ilegal. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, ditandai kenaikan nilai rata-rata dari 77,64% menjadi 90,80%. Kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman dan mendorong perilaku bijak dalam memilih produk perawatan kulit yang aman.
EDUKASI BAHAYA KOSMETIK PALSU UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA SMK NEGERI 6 KENDARI Muhammad Ilyas Y.; Lidya Agriningsih Haruna; Asriullah Jabbar; Nasrudin Nasrudin; Halik Halik; Sri Rasniawaty; Hajir Mayana; Aulia Amala; Nur Mardatillah Al Mubaidillah; Yulidyah Syaffanie Lilikay; Mubarak Mubarak; Adriatman Rasak; Apriyanto Apriyanto; Nurhikma Nurhikma
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2738

Abstract

Adolescence is a vulnerable phase for exposure to counterfeit cosmetics, especially with the widespread influence of social media. Low student awareness about safe and legal cosmetics is a primary issue that needs to be addressed. This community service activity aimed to increase the knowledge and awareness of students at SMK Negeri 6 Kendari regarding the dangers of counterfeit cosmetics and how to verify products through the National Agency of Drug and Food Control (BPOM). Methods included pre-test, interactive lecture counseling, educational brochure distribution, BPOM product checking practice, and post-test. The activity was conducted in June 2026 at SMKN 6 Kendari. Results showed a significant improvement in students' understanding, indicated by increased post-test scores compared to pre-test. Students were able to identify characteristics of counterfeit cosmetics, recognize hazardous substances such as mercury and hydroquinone, and independently verify product legality through the BPOM website. This activity is expected to make students smart consumers who prioritize safety and health in choosing cosmetic products
Co-Authors Adriatman Rasak Adriatman Razak Adryan Fristiohady Afifah Nur Ramadhani Agus Silfia Susanto Aisyah Asman Aisyah Nelpin Mangidi Al Indra Jaya Tamsa Anastasyah Putri Angelina Lisar Anwar, Irvan Apriyanto Apriyanto Arba, Muhammad Ari Putra Utama Ari Sartinah Asniar Pascayantri Aspadiah, Vica Asrumin Asrumin Astrid Indalifiany Aulia Amala Chetrin Priliyani Derianti Derianti Devi Agustina Dian Munasari Dian Munasari Solo Dwi Nur Agustini Eka Safitri Elvi Rahmayani Elvina Elvina Endang Endang Fadhliyah Malik Fitrawan, La Ode Muhammad Fitri Handayani Frilia Atikah Fristiohady, Adryan Ghais S. Daud Hajir Mayana Halik Halik Hamdani Sapuan Hasnawati Hasnawati I Sahidin Indah Nurcahaya Sari Intan Permata Putri Intan Permata Sari Irnawati Irnawati Irza Sezil Utami Jihan Rahmawati Kadek Ayu Meithasari Kasmawati, Henny Laila Qodriyah Karimu Lidya Agriningsih Haruna Loly Subhiaty Idrus Mawarni Mawarni Mayang Sari Mega Nurjanah Milawati Milawati Mozarivky Salsabilla Javanni Mubarak Mubarak Muh. Ilyas Y Muhamad Handoyo Sahumena Muhammad Alim Marhadi Muhammad Ilyas Muhammad Ilyas Y Muhammad Ilyas Y Muhammad Ilyas Y. Muhammad Israwan Azis Muhammad Kaisar Winalda Buutuni Nasrudin Nasrudin Nur Afrianingsih Pasaeno Nur Aviarahma Sihani Nur Illyin Nur Isnawati Nur Janna Kurniawati Nur Mardatillah Al Mubaidillah Nurfadillah Sudia Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurlian Nurlian Nurmawaddah Nurmawaddah Nursavhira Ramadhani Nurull Hikmah Padil Anugrah Pita Alfionita Purwanto La Sandi Putu Sintya Permani Rachma Malina Rahma Nur Aliza Rahmat Mualiadi RAHMAT MULIADI, RAHMAT Rani Rahmah RH. Fitri Faradilla Rifa’atul Mahmudah Rini Apriani Ruslin Ruslin Sabarudin Sabarudin Sahidin Silviana Hasanuddin Siti Hayati Siti Rahmawaty Tombalissa Sitti Raodah Nurul Jannah Sri Agustin Hasine Sri Rasniawaty Sulsiah Sulsiah Sumi Wally Syifa Ahda Valentina Rumalean Tissa Filiany Mangari Ulul Husna Ummul Choiriyah Cahyaningrum Uswatun Khasanah Wa Ambe Wa Ode Amanah Wa Ode Ifan Mustikawati Wa Ode Mulyana Wa Ode Nuryani Wahyuni Wahyuni Winalda Maharani Yulidyah Syaffanie Lilikay Yuyun Suria Zalzabila Ashari Amir Zelty Wardina