Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Formulasi Sistem Vesikel Elastik Surfaktan Nonionik Ekstrak Etanol Rimpang Etlingera alba dalam Sediaan Gel: Formulation of Nonionic Surfactant Elastic Vesicle System of Etlingera alba Rhizome Ethanolic Extract in Gel Preparation Astrid Indalifiany; Suryani; Wahyuni; Sahidin; Wa Ode Erna Fitriani
Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol. 1 No. 1 (2023): Lansau: Edisi April 2023
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/lansau.v1i1.1

Abstract

Etlingera alba is a plant in Southeast Sulawesi that has antioxidant activity. Natural ingredients such as herbal medicine require a delivery system that facilitates them to reach the site of drug action, especially for transdermal delivery. The elastic vesicle system is a transdermal delivery system that can increase the penetration of active substances at the skin through the act of phospholipids on the skin's lipid bilayer and the deformability of the vesicles. This study aims to formulate and evaluate Etlingera alba rhizome ethanolic extract's elastic vesicle gel to obtain the optimal concentration of Tween 60 as a vesicle former and carbopol as a gel base. Preparation of elastic vesicles of Etlingera alba ethanolic extract using the heat method through variations Tween 60's concentration, namely 5%(F1); 10%(F2); 15%(F3); and 20%(F4). Meanwhile, elastic vesicle gel formulation of the ethanol extract of Etlingera alba rhizome used various concentrations of 0.5% carbopol gel base (FGel 1); 1% (FGel 2); 1.5% (FGel 3); and 2% (FGel 4). The results obtained were the optimum concentration of Tween 60 as a constituent of elastic vesicles of 15% (F4) with spherical morphology using an optical microscope, vesicle size of 10.45 nm, and polydispersity index of 0.280 using a Particle Size Analyzer. In addition, the optimal concentration of carbopol as a base for elastic vesicle gel is a concentration of 0.5% (GGel 1) with white color, distinctive aroma, and thick texture, and has a pH of 6, a viscosity of 2,366 cPs, spread of 6.8 cm, and physically stable through cycling test.
PEMAHAMAN SEJAK DINI TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL SEBAGAI PONDASI UNTUK GENERASI YANG LEBIH SEHAT Adryan Fristiohady; Sahidin; Wahyuni; Muhamad Handoyo Sahumena; Asriullah Jabbar; Muhammad Alim Marhadi; Nurull Hikmah
Mosiraha: Jurnal Pengabdian Farmasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mosiraha.v2i1.16

Abstract

Penyakit menular seksual (PMS) adalah suatu gangguan atau penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Tujuan dari kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang penyakit menular seksual sebagai pondasi untuk generasi yang lebih sehat kepada pelajar SMA Negeri 5 Kendari. Metode yang digunakan adalah dengan pembagian leaflet dan pemberian materi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah pelajar dapat memahami tentang hal – hal yang berhubungan dengan penyakit menular seksual meliputi tanda dan gejala, jenis – jenis, dan upaya pencegahan penyakit menular seksual. Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini yaitu masih minimnya pengetahuan pelajar mengenai penyakit menular seksual, sehingga dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar tentang bahaya penyakit menular seksual dengan memperoleh pemahaman dan informasi yang menghasilkan suatu perubahan perilaku termasuk pengetahuan dan sikap. Kata Kunci: PMS, Pencegahan PMS, Kontak seksual, Generasi muda
EDUKASI TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG TEPAT DI MASYARAKAT RW 02 KELURAHAN TOBUUHA, KECAMATAN PUUWATU KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA Sahidin; Wahyuni Wahyuni; Fadhliyah Malik; Muhammad Ilyas Yusuf; Sitti Mardiana; Nadhifatul Aslikah; Siti Syafika; Rilla Dwi Anjasari Mangidi; Wa Ode Jumiati Nur; Sitti Rahmawati; Martiani Martiani; Alyza Zaulya
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i1.2191

Abstract

Penyalahgunaan antibiotik masih menjadi tantangan serius di masyarakat, terutama akibat rendahnya pemahaman mengenai perbedaan antara infeksi bakteri dan virus. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Antibiotik Bukan untuk Semua Penyakit” dilaksanakan di RW 02 Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, dengan tujuan meningkatkan literasi masyarakat terhadap penggunaan antibiotik yang rasional. Metode kegiatan menggunakan pendekatan participatory community engagement melalui penyuluhan interaktif, simulasi edukatif, dan pembagian media informasi seperti leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari 60% peserta yang menjawab benar pada pre-test menjadi 90% pada post-test, menandakan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang tepat. Kegiatan ini juga mendorong peran aktif keluarga dalam pengawasan penggunaan obat serta mendukung program nasional pengendalian resistensi antimikroba. Edukasi berbasis komunitas terbukti menjadi strategi efektif untuk membentuk perilaku rasional dalam penggunaan antibiotik dan menekan risiko resistensi di masyarakat.
KAJIAN LITERATUR: KANDUNGAN FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI Solanum torvum Sw. Fanny Rahmadhani .N; Sahidin; Muh. Arba; Adryan Fristiohady; Wahyuni; Irnawati
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/5npnzt11

Abstract

Solanum torvum Sw. merupakan tanaman dari famili Solanaceae yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan memiliki potensi farmakologis yang luas. Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah kandungan fitokimia dan aktivitas farmakologi S. torvum berdasarkan penelitian terkini. Tanaman ini mengandung berbagai metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, tanin, dan senyawa fenolik, yang berkontribusi terhadap aktivitas biologisnya. Berbagai penelitian melaporkan aktivitas antioksidan, antidiabetes, antimikroba, antikanker, serta antiinflamasi yang signifikan melalui mekanisme penangkapan radikal bebas, perlindungan sel β, penghambatan pertumbuhan mikroba, induksi ferroptosis, dan modulasi sitokin. Meskipun demikian, sebagian besar studi masih terbatas pada uji in vitro dan in vivo dengan skala terbatas. Bukti klinis, data toksisitas jangka panjang, serta standardisasi ekstrak masih diperlukan. Kajian ini menegaskan potensi S. torvum sebagai sumber senyawa bioaktif untuk pengembangan fitofarmaka melalui pendekatan terpadu, meliputi isolasi senyawa aktif, validasi farmakologis, dan optimasi formulasi berbasis Quality by Design (QbD).