Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Potensi Ekonomi di Desa Bagelenan, Kabupaten Blitar Melalui Inisiatif Masyarakat (Community-Based Initiatives) Wildan Syafitri; Bahtiar Fitanto; Radeetha Radeetha; Axellina Muara Setyanti; Rara Firstia Putri Utomo
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 5 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) SPECIAL ISSUE
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi perekonomian desa dan memahami peran Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dalam mengoptimalkan potensi perekonomian desa di Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain pemerintah desa,, BUM Desa, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ditemukan hasil bahwa Desa Bagelenan memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, khususnya di bidang pertanian dan pariwisata. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti keterbatasan akses terhadap modal dan kekurangan dalam keterampilan terhadap manajerial. Kesimpulan dari artikel ini ialah diperlukan kerjasama dan kolaborasi berbagai pihak, yakni pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mengatasi permasalahan dan tantangan yang telah disebutkan sebelumnya. Kerjasama dan kolaborasi ini menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi perekonomian desa. Mengacu pada hal tersebut, rekomendasi yang diberikan, antara lain profesionalisasi pengelolaan pariwisata, pengembangan sektor UMKM, penerapan pendekatan apresiatif dan partispatif dalam perencanaan strategis, serta perbaikan pengelolaan objek wisata di Desa Begelenan. Koordinasi yang efektif antara pemerintah desa, BUM Desa, pengusaha UMKM, dan masyarakat sangat penting dalam mengimplementasikan solusi-solusi tersebut. Oleh karena itu, Desa Bagelenan diharapkan dapat memaksimalkan potensi perekonomiannya, meningkatkan kesejahteraan Masyarakat, dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Perempuan melalui Koperasi Digital Fatayat NU Kabupaten Kediri Nurul Badriyah; Setyo Tri Wahyudi; Ismatul Khasanah; Anif Fatma Chawa; Lailil Muflikhah; Amalia Rahmawati; Kartika Sari; Fajrin Intan Safitri; Radeetha Radeetha; Rihana Sofie Nabela
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v6i1.22127

Abstract

Rendahnya literasi digital dan kelembagaan ekonomi perempuan di tingkat lokal masih menjadi kendala dalam meningkatkan akses terhadap peluang usaha dan sumber daya ekonomi. Kondisi ini mendorong perlunya upaya pemberdayaan yang terintegrasi dengan transformasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui pendirian Koperasi Fatayat NU Kabupaten Kediri berbasis digital guna memperkuat kemandirian ekonomi dan kapasitas organisasi perempuan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan literasi digital, pendampingan kelembagaan koperasi, Focus Group Discussion (FGD) di empat korwil, serta perancangan prototipe aplikasi koperasi digital berbasis web yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anggota terkait manajemen koperasi, literasi keuangan, dan pemanfaatan sistem digital. Selain itu, telah tersusun Rencana Bisnis (Renbis) di setiap PAC serta pemetaan empat jenis koperasi potensial, yaitu jasa, simpan pinjam, produksi, dan konsumsi. Pengembangan aplikasi digital juga telah mencapai tahap perancangan struktural dengan fitur keanggotaan daring, pencatatan transaksi otomatis, dan laporan keuangan berbasis cloud. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis digital efektif dalam memperkuat kapasitas ekonomi perempuan serta mempercepat transformasi koperasi, sehingga perlu ditindaklanjuti melalui finalisasi legalitas, implementasi aplikasi, dan penguatan jejaring kemitraan untuk menjamin keberlanjutan program.