Fajrin Intan Safitri
Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Do we need a Sharia Supervisory Board in every Islamic bank? Asad Arsya Brilliant Fani; Dian Septi Purnamasari; Fajrin Intan Safitri
Journal of Islamic Economics and Philanthropy Vol. 5 No. 4 (2023): May
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.566 KB) | DOI: 10.21111/jiep.v6i2.9678

Abstract

Sharia compliance is crucial for Islamic Financial Institutions, so SSB an importantelement is the existence. The SSB is tasked with providing advice and suggestions tothe directors as well as supervising and making decisions, policies related to bankactivities so that they comply with sharia principles. The amount of remuneration inseveral banks is a problem in this research, so is it really necessary to have SSB in everybank, will the DSN not be enough? Remuneration can be allocated as an additionalfinancing fund for debtors. This paper examines the relationship between SSBeffectiveness, their remuneration, asset efficiency. Using a quantitative descriptivemethod, the Common Effect Model CEM as a model and form of dummy variable crosssection data. The results that can be drawn from this study are the SSB remuneration,the number of members of the SSB, the total number of meetings held and the size ofthe assets have a significant effect on financing. Even though the percentage ofremuneration in several banks is not reasonable, the role of SSB in each bank is stillvery much needed according to their roles and obligations.
Pemberdayaan Perempuan melalui Koperasi Digital Fatayat NU Kabupaten Kediri Nurul Badriyah; Setyo Tri Wahyudi; Ismatul Khasanah; Anif Fatma Chawa; Lailil Muflikhah; Amalia Rahmawati; Kartika Sari; Fajrin Intan Safitri; Radeetha Radeetha; Rihana Sofie Nabela
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v6i1.22127

Abstract

Rendahnya literasi digital dan kelembagaan ekonomi perempuan di tingkat lokal masih menjadi kendala dalam meningkatkan akses terhadap peluang usaha dan sumber daya ekonomi. Kondisi ini mendorong perlunya upaya pemberdayaan yang terintegrasi dengan transformasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui pendirian Koperasi Fatayat NU Kabupaten Kediri berbasis digital guna memperkuat kemandirian ekonomi dan kapasitas organisasi perempuan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan literasi digital, pendampingan kelembagaan koperasi, Focus Group Discussion (FGD) di empat korwil, serta perancangan prototipe aplikasi koperasi digital berbasis web yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anggota terkait manajemen koperasi, literasi keuangan, dan pemanfaatan sistem digital. Selain itu, telah tersusun Rencana Bisnis (Renbis) di setiap PAC serta pemetaan empat jenis koperasi potensial, yaitu jasa, simpan pinjam, produksi, dan konsumsi. Pengembangan aplikasi digital juga telah mencapai tahap perancangan struktural dengan fitur keanggotaan daring, pencatatan transaksi otomatis, dan laporan keuangan berbasis cloud. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis digital efektif dalam memperkuat kapasitas ekonomi perempuan serta mempercepat transformasi koperasi, sehingga perlu ditindaklanjuti melalui finalisasi legalitas, implementasi aplikasi, dan penguatan jejaring kemitraan untuk menjamin keberlanjutan program.