Elizabeth, Beatrix
Universitas Medika Suherman, Jl. Raya Industri Pasir Gombong Jababeka Cikarang Utara, Bekasi Jawa Barat 17530, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EARLY DETECTION OF MENTAL EMOTIONAL DISORDERS (DEPRESSION, ANXIETY, AND STRESS) IN PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS Giyaningtyas, Ika Juita; Elizabeth, Beatrix; Sartika, Aprilina
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2076

Abstract

Chronic diseases such as diabetes mellitus can affect the psychological state of the patient. Negative emotional responses to the diagnosis that one has the disease can include denial or unwillingness to acknowledge reality, anxiety, anger, guilt, and depression. These conditions are mental emotional disorders that often occur in patients with chronic diseases. Diabetes mellitus patients who come to the doctor or to other health services are not known to have mental emotional disorders, so they do not get further treatment. This will certainly have an impact on the failure of monitoring therapy which further affects the prognosis. Based on the analysis of the situation and existing problems, it is necessary to conduct early detection related to mental emotional disorders or psychosocial mental health problems that accompany diabetes mellitus patients in the Cibarusah Health Center area. Early detection is carried out with the Self Reporting Quetionnaire 20 (SRQ-20) instrument. Based on the results of early detection that has been carried out, it is concluded that the majority of patients with diabetes mellitus experience mental emotional disorders, as many as 56%. Patients must realize the importance of early detection and actively participate in treatment. Prevention efforts are important by involving diabetes management, promotion of a healthy lifestyle, social support, and constant monitoring of changes in mental symptoms.
INCREASE SKILLS IN YOUTH CADRE COMMUNICATION THROUGH TRAINING COMMUNICATION EFFECTIVE IN RIDOGALIH VILLAGE Elizabeth, Beatrix; Giyaningtyas, Ika Juita; Sartika, Aprilina
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i1.2077

Abstract

Cadres have a role in preventing disease and improving people's ability to help themselves to achieve optimal health. The incidence of diabetes in adolescents is increasing day by day, so it needs early prevention. Ridogalih Village has Youth cadres but they still can not communicate with the community or their peers. The cadres in Ridogalih village have so far only focused on pregnant women and the elderly, so adolescents do not get good health information. The purpose of community service activities through training adolescent cadres conducted by Medika Suherman University is to improve the knowledge and skills of adolescent cadres so that they can optimize health in Ridogalih village. The method of service carried out provides training on how to communicate effectively, especially with peers. Youth cadres who participated in this training were 30 children who had been appointed as youth cadres before. Evaluation of this activity uses a knowledge questionnaire and a pre-posttest knowledge checklist. The results of the training obtained increased knowledge and skills in effective communication. The results of the training obtained increased knowledge and skills about effective communication. Pre-test cadre knowledge was less as much as 17 or 56.7%, sufficient cadre knowledge as much as 12 or 40.0% and good cadre knowledge as much as 1 or 3.3% while the total score of post test answers in the less category was 4 or 13.3%, enough as much as 16 or 53.3% and good as much as 10 or 33.3%.
Efektivitas Terapi Ice Cube terhadap Penurunan Berat Badan Interdialitik Pasien Hemodialisis Astutik, Ani; Irmawati, Silvia; Elizabeth, Beatrix; Ismoyowati, Tri Wahyuni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.331

Abstract

Interdialytic Weight Gain (IDWG) merupakan peningkatan berat badan antar sesi hemodialisis akibat penumpukan cairan karena ketidakpatuhan terhadap pembatasan cairan. Salah satu strategi sederhana untuk menekan rasa haus adalah terapi ice cube. Mengetahui pengaruh terapi ice cube terhadap penurunan IDWG pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Penelitian quasi experiment dengan desain one group pretest–posttest pada 33 pasien hemodialisis, menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan berupa mengulum es batu berukuran 5 ml sebanyak 10 kubus per hari selama tiga hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berusia 41–50 tahun (36,4%) dan berjenis kelamin perempuan (54,5%). Sebelum terapi, 63,6% responden memiliki IDWG ≥3%, dan setelah terapi menurun menjadi 36,7%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi ice cube terhadap penurunan IDWG. Terapi ice cube efektif menurunkan IDWG dengan membantu mengurangi rasa haus dan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan. Terapi ini dapat dijadikan intervensi keperawatan mandiri dalam pengelolaan cairan pasien hemodialisis. Terapi ice cube mengurangi IDWG dengan menghilangkan rasa haus (non-osmotik) dan meningkatkan kepatuhan restriksi cairan (karena membasahi mukosa dengan volume cairan minimal). Peningkatan kepatuhan ini langsung menurunkan akumulasi cairan interdialitik (IDWG).
The Effect of Sucking Ice Cubes on Reducing Thirst in CKD Patients at Sentra Medika Cisalak Hospital Evriana Tri Astuti; Lidia Ardani; Beatrix Elizabeth
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 3 (2025): November : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i3.6187

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) can be defined as an irreversible impairment of kidney function, where the kidneys' ability to regulate electrolytes, fluid balance, and metabolism declines, resulting in uremia. Fluid restriction in patients with chronic kidney disease increases the frequency of thirst. The increase in plasma sodium concentration causes intracellular dehydration in the thirst center, thereby stimulating the sensation of thirst.This study aims to determine the effect of sucking ice cubes on thirst in chronic kidney disease patients at Sentra Medika Cisalak Hospital. This study uses a one-group pre-post test design. The population was taken using total sampling of 72 patients with chronic kidney disease who received the intervention of sucking ice cubes to reduce thirst. The data collected were thirst scale data before and after sucking on ice cubes. The bivariate analysis conducted was using the paired sample t-test. From the research findings, it can be concluded that there is a significant influence between sucking ice cubes and the thirst scale in patients with chronic kidney disease with p= 0.000. Conclusion sucking on ice cubes can reduce thirst in patients with chronic kidney disease.
Efektivitas Senam Jantung Sehat Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi di Panti Sosial Karawang Beatrix Elizabeth; Aprilina Sartika; Previarsi Rahayu; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52654

Abstract

Peningkatan usia menyebabkan penurunan fungsi organ, termasuk sistem kardiovaskular, sehingga lansia lebih rentan mengalami hipertensi. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan tepat. Salah satu upaya non farmakologis yang dapat diterapkan adalah senam jantung sehat, yang diketahui mampu meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, serta mencegah penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga elastisitas pembuluh darah tetap terjaga terutama pada usia lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam jantung sehat terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia hipertensi. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan pendekatan Two Group Pre-Post, melibatkan 40 lansia hipertensi yang dipilih melalui random sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi dan kontrol. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada kelompok intervensi, dengan tekanan darah sistolik turun dari 165,20 mmHg menjadi 153,65 mmHg dan diastolik dari 100,85 mmHg menjadi 92,95 mmHg (p < 0,001). Sementara itu, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa senam jantung sehat efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan hipertensi pada lansia.
Pengaruh Media Lembar Balik dan Video Terhadap Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Stimulasi Produksi ASI Yulidian Nurpratiwi; Aprilina Sartika; Risti Tamara Tahanora; Beatrix Elizabeth; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52700

Abstract

Pemberian edukasi yang efektif pada ibu nifas sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang stimulasi produksi ASI dan mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media lembar balik dan media video terhadap pengetahuan ibu nifas tentang stimulasi produksi ASI serta membandingkan efektivitas kedua media. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest dua kelompok. Populasi dari 50 ibu nifas dengan tehnik total sampling, terbagi rata ke dalam kelompok lembar balik (n=25) dan kelompok video (n=25). Instrumen berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitasnya melalui penilaian expert. Hasil analisis tidak berdistribusi normal sehingga dilakukan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan pada kedua kelompok setelah intervensi lembar balik (p = 0,001) dan video (p = 0,001). Perbandingan antar kelompok menggunakan uji Mann–Whitney menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kelompok video lebih tinggi dibanding lembar balik (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua media efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas, namun media video lebih efektif dibanding lembar balik dalam meningkatkan pemahaman mengenai stimulasi produksi ASI.
Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Pencegahan Anemia melalui Media Tik Tok di SMPN 8 Cibitung Azzahra, Annisa Khotimah; Sapitri, Dea Anggraeni; Elizabeth, Beatrix; Nurpratiwi, Yulidian
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.20876

Abstract

ABSTRACT Anemia is a condition where red blood cells and hemoglobin are less than normal, which often occurs in adolescent girls, due to a lack of knowledge and attitudes that support its prevention. Effective education through popular platforms such as Tik Tok was chosen as an attractive approach to raise awareness of anemia prevention. The purpose of the study was to determine the effect of Tik Tok media platform on knowledge and attitude of anemia prevention. This research method is a quasi-experiment, and the population is 130 students of SMPN 8 Cibitung with a sample of 60 8th grade students divided into 30 people for each group. The independent variable is Tik Tok educational media (audio-visual visual), while the dependent variable is knowledge and attitude about anemia prevention. Measurement using pre-test and post-test questionnaires. The results of quantitative data analysis using Paired Sample T-test showed that there was a significant effect on increasing the level of knowledge and attitudes about anemia prevention ρ-value (0.000) 0.05. Independent Sample T-test showed a significant difference ρ-value (0.000) 0.05 between the groups given video and poster education.  The conclusion is that there is an effect of using the Tik Tok media platform as education on knowledge and attitudes about preventing anemia in adolescent girls. It is hoped that the results of this study can increase knowledge for adolescent girls at SMPN 8 Cibitung and be used as a reference for handling anemia prevention. Keywords: Adolescent Girls, Anemia, Attitude, Knowledge, Tik Tok.  ABSTRAK Anemia adalah kondisi saat sel darah merah dan hemoglobin kurang dari normal, yang sering terjadi pada remaja putri, akibat kurangnya pengetahuan dan sikap yang mendukung pencegahannya. Edukasi yang efektif melalui platform populer seperti Tik Tok dipilih sebagai pendekatan menarik untuk meningkatkan kesadaran pencegahan anemia. Tujuan penelitian guna mengetahui pengaruh media platform Tik Tok pada pengetahuan dan sikap pencegahan anemia. Metode penelitian ini quasi-experiment, serta populasi adalah siswi SMPN 8 Cibitung berjumlah 130 dengan  sampel 60 siswi kelas 8 yang dibagi masing-masing untuk setiap kelompok 30 orang. Variabel independen adalah media edukasi Tik Tok (audio-visual visual), sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia. Pengukuran menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil analisis data kuantitatif  menggunakan Paired Sample T-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia ρ-value (0,000)  0,05. Independent Sample T-test menunjukkan perbedaan signifikan ρ-value (0,000)  0,05 antara kelompok yang diberikan edukasi video dan poster.  Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan media platform Tik Tok sebagai edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia pada remaja putri. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi remaja putri di SMPN 8 Cibitung dan dijadikan acuan untuk menangani penanggulangan dan pencegahan anemia. Kata Kunci: Anemia , Pengetahuan, Remaja Putri, Sikap, Tik Tok.