Elizabeth, Beatrix
Universitas Medika Suherman, Jl. Raya Industri Pasir Gombong Jababeka Cikarang Utara, Bekasi Jawa Barat 17530, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Effect of Sucking Ice Cubes on Reducing Thirst in CKD Patients at Sentra Medika Cisalak Hospital Evriana Tri Astuti; Lidia Ardani; Beatrix Elizabeth
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 3 (2025): November : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i3.6187

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) can be defined as an irreversible impairment of kidney function, where the kidneys' ability to regulate electrolytes, fluid balance, and metabolism declines, resulting in uremia. Fluid restriction in patients with chronic kidney disease increases the frequency of thirst. The increase in plasma sodium concentration causes intracellular dehydration in the thirst center, thereby stimulating the sensation of thirst.This study aims to determine the effect of sucking ice cubes on thirst in chronic kidney disease patients at Sentra Medika Cisalak Hospital. This study uses a one-group pre-post test design. The population was taken using total sampling of 72 patients with chronic kidney disease who received the intervention of sucking ice cubes to reduce thirst. The data collected were thirst scale data before and after sucking on ice cubes. The bivariate analysis conducted was using the paired sample t-test. From the research findings, it can be concluded that there is a significant influence between sucking ice cubes and the thirst scale in patients with chronic kidney disease with p= 0.000. Conclusion sucking on ice cubes can reduce thirst in patients with chronic kidney disease.
Efektivitas Senam Jantung Sehat Terhadap Tekanan Darah Lansia Hipertensi di Panti Sosial Karawang Beatrix Elizabeth; Aprilina Sartika; Previarsi Rahayu; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52654

Abstract

Peningkatan usia menyebabkan penurunan fungsi organ, termasuk sistem kardiovaskular, sehingga lansia lebih rentan mengalami hipertensi. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan tepat. Salah satu upaya non farmakologis yang dapat diterapkan adalah senam jantung sehat, yang diketahui mampu meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, serta mencegah penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga elastisitas pembuluh darah tetap terjaga terutama pada usia lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam jantung sehat terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia hipertensi. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan pendekatan Two Group Pre-Post, melibatkan 40 lansia hipertensi yang dipilih melalui random sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi dan kontrol. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada kelompok intervensi, dengan tekanan darah sistolik turun dari 165,20 mmHg menjadi 153,65 mmHg dan diastolik dari 100,85 mmHg menjadi 92,95 mmHg (p < 0,001). Sementara itu, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa senam jantung sehat efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan hipertensi pada lansia.
Pengaruh Media Lembar Balik dan Video Terhadap Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Stimulasi Produksi ASI Yulidian Nurpratiwi; Aprilina Sartika; Risti Tamara Tahanora; Beatrix Elizabeth; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52700

Abstract

Pemberian edukasi yang efektif pada ibu nifas sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang stimulasi produksi ASI dan mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media lembar balik dan media video terhadap pengetahuan ibu nifas tentang stimulasi produksi ASI serta membandingkan efektivitas kedua media. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest dua kelompok. Populasi dari 50 ibu nifas dengan tehnik total sampling, terbagi rata ke dalam kelompok lembar balik (n=25) dan kelompok video (n=25). Instrumen berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitasnya melalui penilaian expert. Hasil analisis tidak berdistribusi normal sehingga dilakukan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan pada kedua kelompok setelah intervensi lembar balik (p = 0,001) dan video (p = 0,001). Perbandingan antar kelompok menggunakan uji Mann–Whitney menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kelompok video lebih tinggi dibanding lembar balik (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua media efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas, namun media video lebih efektif dibanding lembar balik dalam meningkatkan pemahaman mengenai stimulasi produksi ASI.
Analysis of Spiritual Well Being on the Quality of Life of Patients with Diabetes Mellitus in Tambun Health Center Area Ika Juita Giyaningtyas; Beatrix Elizabeth
PROMOTOR Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i1.525

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease that cannot be completely cured which affects Diabetes Quality of Life (DQoL). Spirituality is an element that can affect quality of life, especially in patients with diabetes mellitus. This study aims to analyze spiritual well being on the quality of life of patients with diabetes mellitus. This research is correlational with a cross sectional approach. Respondents in this study amounted to 38 respondents who were taken by accidental sampling technique. The research instruments used were the Spiritual Well Being (SWB) and DQoL questionnaires. The results of this study indicate that there is a relationship between spiritual well being and the quality of life of patients with diabetes mellitus in the Tambun Health Center area. Thus, the higher the spiritual well being value of diabetes mellitus patients, the better the patient's quality of life.
Relationship Between Physical Activity and Junk Food Consumption on the Incidence of Early Menarche Beatrix Elizabeth; Ika Juita Giyaningtyas; Aprilina Sartika
PROMOTOR Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i1.528

Abstract

Puberty is a period of change between childhood and adolescence towards adulthood. Early puberty or also called precocious puberty is when girls have signs of puberty before the age of 11 years. The incidence of early menarche in adolescents is increasing in Indonesia. Early menarche increases the risk of cancer such as breast cancer, abdominal obesity, fat accumulation in adipose tissue, cardovascular disease, hypertension and premarital pregnancy. In adolescence, lifestyles and habits change, and one of them is trying new foods. This study identifies whether there is an association between fast food factors and adolescent activity with the occurrence of early menarche. The results of the study on 40 elementary school students in Cikarang female students who did not have early menarche were 20 (50.0%) and female students who had early menarche were 20 (50.0%). In an unhealthy lifestyle and early menarche as many as 14 or 70.0% of students. As for the physical activity of sports schoolgirls with the category of light exercise and early menarche as many as 7 or 35.0%. in students often consume Fast Food and early menarche as many as 15 or 75.0%.
Pengaruh Kombinasi Senam Otak dan Memori Games Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia di Satuan Pelayanan Griya Lansia (SPGL) Karawang Previarsi Rahayu; Aprilina Sartika; Beatrix Elizabeth; Ananda Patuh Padaallah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55732

Abstract

Latar Belakang: Penurunan fungsi kognitif merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia akibat proses penuaan dan dapat berdampak pada kemandirian serta kualitas hidup. Upaya nonfarmakologis seperti senam otak dan memori games (terapi gambar) diperlukan untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak dan memori games (terapi gambar) terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia di Satuan Pelayanan Griya Lansia (SPGL) Karawang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah lansia yang mengalami gangguan fungsi kognitif dan memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa senam otak yang dikombinasikan dengan memori games (terapi gambar buka-tutup). Pengukuran fungsi kognitif dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen Mini Mental State Examination (MMSE). Data dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test untuk mengetahui perbedaan skor kognitif sebelum dan sesudah intervensi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor fungsi kognitif lansia setelah diberikan intervensi senam otak dan memori games dibandingkan sebelum intervensi. Secara statistik, kombinasi intervensi tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia. Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini adalah senam otak dan memori games (terapi gambar) efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan aplikatif di pelayanan lansia.. Kata Kunci: Lansia, senam otak, memori games, terapi gambar, fungsi kognitif, MMSE..
Hubungan Stunting Dengan Perkembangan Anak Usia Batita Ahsan Fillah El Faiz; Nadia Luthfi Rahman; Yulta Kadang; Beatrix Elizabeth
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23628

Abstract

ABSTRACT Stunting is a condition of growth retardation caused by chronic nutritional deficiencies over a prolonged period, resulting in a child’s height being lower than that of peers of the same age. This condition is considered a serious public health issue as it is associated with an increased risk of morbidity and mortality among children. This study aims to identify the relationship between stunting and child development, which includes aspects of gross motor skills, fine motor skills, language and speech abilities, social interaction, and independence among toddlers in the working area of Cikarang Utara Public Health Center, Bekasi Regency. The research employed a quantitative approach with a correlational design and a cross-sectional method. The study population consisted of 1,945 toddlers, with a sample of 96 children determined using the Slovin formula and selected through a non-probability purposive sampling technique. Data collection utilized the Developmental Pre-Screening Questionnaire (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan/KPSP), and data analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between stunting and child development across several domains, namely gross motor skills (p=0.028; PR=1.483; CI=1.042–2.109; CC=0.240), fine motor skills (p=0.020; PR=1.580; CI=1.070–2.335; CC=0.251), language and speech (p=0.022; PR=1.435; CI=1.048–1.996; CC=0.248), as well as socialization and independence (p=0.044; PR=1.448; CI=1.015–2.066; CC=0.222). Based on these findings, it can be concluded that stunting has a significant correlation with child development across multiple domains, including motor, language, and socio-independence aspects. Keywords: Stunting, Toddler Development.  ABSTRAK Stunting merupakan suatu kondisi terhambatnya pertumbuhan yang disebabkan oleh defisiensi gizi kronis dalam jangka waktu panjang, yang berdampak pada tinggi badan anak yang lebih rendah dibandingkan dengan anak seusianya. Keadaan ini menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berhubungan dengan peningkatan risiko morbiditas, mortalitas dan kematian pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kejadian stunting dan perkembangan anak yang meliputi aspek motorik kasar, motorik halus, kemampuan berbahasa dan berbicara, interaksi sosial, serta kemandirian pada anak usia batita di wilayah kerja Puskesmas Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian terdiri atas 1.945 anak batita, dengan jumlah sampel sebanyak 96 anak yang ditentukan menggunakan rumus Slovin serta diambil melalui teknik non-probability purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), sedangkan analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara stunting dan perkembangan anak pada berbagai aspek, yakni motorik kasar (p=0,028; PR=1,483; CI=1,042–2,109; CC=0,240), motorik halus (p=0,020; PR=1,580; CI=1,070–2,335; CC=0,251), bahasa dan bicara (p=0,022; PR=1,435; CI=1,048–1,996; CC=0,248), serta sosialisasi dan kemandirian (p=0,044; PR=1,448; CI=1,015–2,066; CC=0,222). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kejadian stunting memiliki korelasi yang signifikan dengan perkembangan anak dalam berbagai domain, meliputi kemampuan motorik, bahasa, serta aspek sosial dan kemandirian. Kata Kunci: Stunting, Perkembangan Anak Usia Batita.
The Association Between Body Mass Index and Physical Activity Among Elementary School Children at Suka Asih 02 Public Elementary School Ceger Bekasi Regency Reshma Khairunisa; Zulfi Narrifa Putri; Previarsi Rahayu; Beatrix Elizabeth
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/25ch3g03

Abstract

Nutritional status and physical activity are important indicators in assessing the health of elementary school–aged children. An imbalance between nutritional intake and physical activity may adversely affect children’s growth and development. A preliminary study conducted at Suka Asih 02 Public Elementary School, Ceger, Bekasi Regency, indicated a potential prevalence of undernutrition among some students, despite generally adequate levels of physical activity. This study aimed to analyze the association between Body Mass Index (BMI) and physical activity among elementary school children at Suka Asih 02 Public Elementary School. This study employed a quantitative observational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 40 students from grades IV, V, and VI, selected using purposive sampling. Body Mass Index was measured using a calibrated weighing scale and stadiometer, while physical activity levels were assessed using PAQ-C. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that the majority of respondents (65.0%) were classified as underweight, whereas most respondents (82.5%) demonstrated good levels of physical activity. The Spearman Rank test revealed a statistically significant association between physical activity and BMI (p = 0.001; p < 0.05). The correlation coefficient (ρ = –0.496) indicated a moderate negative correlation between the two variables.  
DIGITAL POSYANDU BERBASIS WEB UNTUK PENINGKATAN PERAN KADER DALAM PENCEGAHAN STUNTING Ika Kania Fatdo Wardani; Neneng Julianti; Beatrix Elizabeth
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is still a chronic nutrition problem in Indonesia, with a national prevalence of 21.5% which still exceeds the WHO threshold (20%), especially in rural areas[1]. Posyandu cadres play an important role in early detection and public education related to stunting prevention. However, the limitations of manual recording and tools are often an obstacle to the effectiveness of the service. This research aims to develop an integrated Digital Posyandu (Web-Based) system to support child health recording and increase cadre capacity in growth screening and nutrition education. The research method uses Research and Development (R&D) with a waterfall system development model and blackbox testing to assess the feasibility of the system. The research population consisted of 90 Posyandu cadres who were given a questionnaire on a Likert scale. The results showed that the level of knowledge of cadres about stunting education was mostly sufficient (83%) and good (10.9%), while knowledge was lacking by 3.3%. Cadres' knowledge of stunting screening is also quite high, which is 82.6% of the adequate category. Cadre perception of the use of the Posyandu digital web showed that 56.7% considered the system useful and 60% considered it easy to use. This system is able to assist cadres in recording growth data, analyzing nutritional status, and digital-based education. It is suggested that the Digital Posyandu be further developed to be applied directly and can be integrated with the national health system
Efektivitas Terapi Ice Cube terhadap Penurunan Berat Badan Interdialitik Pasien Hemodialisis Ani Astutik; Silvia Irmawati; Beatrix Elizabeth; Tri Wahyuni Ismoyowati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i1.331

Abstract

Interdialytic Weight Gain (IDWG) merupakan peningkatan berat badan antar sesi hemodialisis akibat penumpukan cairan karena ketidakpatuhan terhadap pembatasan cairan. Salah satu strategi sederhana untuk menekan rasa haus adalah terapi ice cube. Mengetahui pengaruh terapi ice cube terhadap penurunan IDWG pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Penelitian quasi experiment dengan desain one group pretest–posttest pada 33 pasien hemodialisis, menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan berupa mengulum es batu berukuran 5 ml sebanyak 10 kubus per hari selama tiga hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Karakteristik responden menunjukkan mayoritas berusia 41–50 tahun (36,4%) dan berjenis kelamin perempuan (54,5%). Sebelum terapi, 63,6% responden memiliki IDWG ≥3%, dan setelah terapi menurun menjadi 36,7%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi ice cube terhadap penurunan IDWG. Terapi ice cube efektif menurunkan IDWG dengan membantu mengurangi rasa haus dan meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pembatasan cairan. Terapi ini dapat dijadikan intervensi keperawatan mandiri dalam pengelolaan cairan pasien hemodialisis. Terapi ice cube mengurangi IDWG dengan menghilangkan rasa haus (non-osmotik) dan meningkatkan kepatuhan restriksi cairan (karena membasahi mukosa dengan volume cairan minimal). Peningkatan kepatuhan ini langsung menurunkan akumulasi cairan interdialitik (IDWG).