Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Psikogenesis

Pengaruh Self-Enhancement dan Authenticity terhadap Prediksi Diri Masa Depan Amalia Adhandayani; Bagus Takwin
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 1 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.174 KB) | DOI: 10.24854/jps.v6i1.637

Abstract

Future predictions are meaningful for human life. This study aims to examine the effect of self-enhancement on the individual and authentic or unauthentic experiences that individuals have for predicting the future of their lives. In addition, this study is expected to enrich the literature on self-enhancement in Indonesia. This research using experimental method with design of random assignment 2 (self-enhancement: high vs low) x 2 (authenticity: authentic vs. not authentic) and between subjects. 120 participants were included in this study. ANOVA factorial analysis technique was used to see the differences in between tested groups. The results show that people with high self-enhancement have better results in future predictions than people with low self-enhancement. With a distant psychological distance, individuals will be more likely to have more positive predictions of the future, so the high or low level of one's self-enhancement does not impact the future scenario they make. Regardless of authentic or inauthentic experience, the results of this study show that most participants present their future picture optimistically.Furthermore, it is expected in subsequent research to increase the number of participants so that the experimental results can be analyzed more optimally.
Kepuasan Pernikahan Tanpa Anak: Sebuah Studi Fenomenologi Amalia Adhandayani; Alifa Tri Febrianti; Nadhifa Itsna Maulida; Risha Asfrillah
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.2846

Abstract

Childfree berkembang sebagai stereotip yang mempertanyakan apakah pasangan puas tanpa kehadiran anak, terutama jika childfree adalah sebuah pilihan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kualitas kepuasan pernikahan pada individu yang memutuskan untuk tidak memiliki anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologis. Partisipan berjumlah dua orang dan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan empat kriteria: a) Individu yang memutuskan untuk tidak memiliki anak secara sukarela (voluntary childless); b) Perempuan; c) Telah menikah dengan usia minimal menikah 1 tahun; d) Tinggal bersama pasangan dalam satu rumah, bukan yang sedang menjalani pernikahan jarak jauh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan tegas untuk tidak memiliki anak hanya ditemukan pada subjek GM. Dengan demikian, upaya untuk tidak memiliki anak lebih tepat menggambarkan keputusan subjek SA dan GM untuk menjalani pernikahan tanpa anak. Upaya ini mendorong komunikasi asertif, meningkatkan keintiman dengan melakukan aktivitas bersama, memiliki kesempatan menabung lebih banyak, serta lebih bebas beban tanpa anak. Namun, upaya tidak memiliki anak saling terkait dengan ketakutan ditolak oleh keluarga, yang mana mempengaruhi keraguan kedua subjek untuk tetap menjalani pernikahan childfree seumur hidup mereka. Dapat disimpulkan bahwa kualitas kepuasan pernikahan pada kedua subjek hanya diwakili oleh empat aspek kepuasan pernikahan yaitu communication, leisure activity, financial management serta children and parenting yang muncul pada tema-tema dari jawaban partisipan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan penelitian terkait pernikahan sukarela tanpa anak di Indonesia.