Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Self-Enhancement dan Authenticity terhadap Prediksi Diri Masa Depan Amalia Adhandayani; Bagus Takwin
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 1 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.174 KB) | DOI: 10.24854/jps.v6i1.637

Abstract

Future predictions are meaningful for human life. This study aims to examine the effect of self-enhancement on the individual and authentic or unauthentic experiences that individuals have for predicting the future of their lives. In addition, this study is expected to enrich the literature on self-enhancement in Indonesia. This research using experimental method with design of random assignment 2 (self-enhancement: high vs low) x 2 (authenticity: authentic vs. not authentic) and between subjects. 120 participants were included in this study. ANOVA factorial analysis technique was used to see the differences in between tested groups. The results show that people with high self-enhancement have better results in future predictions than people with low self-enhancement. With a distant psychological distance, individuals will be more likely to have more positive predictions of the future, so the high or low level of one's self-enhancement does not impact the future scenario they make. Regardless of authentic or inauthentic experience, the results of this study show that most participants present their future picture optimistically.Furthermore, it is expected in subsequent research to increase the number of participants so that the experimental results can be analyzed more optimally.
PENGALAMAN PROSES COMING OUT TRANSGENDER PADA KELUARGA DAN LINGKUNGAN Amalia Adhandayani; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.787 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14356

Abstract

Individu transgender tentunya memiliki pengalaman yang berbeda-beda mengenai proses pengakuan dirinya (coming out) pada keluarga dan lingkungan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengalaman proses coming out terhadap keluarga dan lingkungan yang terjadi pada individu transgender. Coming out adalah proses memberikan pemahaman kepada diri sendiri, kemudian kepada orang lain mengenai perasaan sebagai transgender atau cross-gender. Subjek penelitian ini berjumlah tiga orang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan IPA (Interpretative Phenomenologycal Analysis). Pengambilan data dilakukan dengan proses wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik IPA yang digambarkan sebagai siklus interaktif dan deduktif yang meliputi beberapa proses. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan pengalaman transgender sebagai proses yang penuh konflik sebelum sampai kepada coming out yang disampaikan dalam dua cara, yaitu dalam bentuk verbal (ucapan) maupun non-verbal (transisi). Keberhasilan coming out pun memiliki dampak pada perasaan dan emosi subjek. Pengalaman yang unik setiap individu dilihat dari bagaimana cara subjek melakukan coming out pada lingkungan dan keluarga. Selain menjadi sumbangsih bagi minimnya teori mengenai coming out pada transgender, hasil ini akan berpengaruh pada kejelasan perkembangan identitas transgender di dalam budaya Indonesia.
Hubungan Kekerasan Verbal Yang Dilakukan Oleh Orang Tua Dengan Kepercayaan Diri Remaja Awal Di Smk Muhammadiyah 9 Jakarta Laura Oktania; Lita Patricia Lunanta; Amalia Adhandayani; Aldian Yusup
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v1i7.208

Abstract

Kekerasan verbal merupakan perilaku kekerasan yang dapat menyinggung dan menyakitkan perasaan sehingga akan berdampak luka batin bagi yang mengalaminya berupa dengan kata-kata berujar kasar, mengancam, menakutkan, menghina, menyindir, memaki, membandingkan atau membesar-besarkan kesalahan orang lain. Dampak dari kekerasan verbal ini membuat remaja cenderung kurang memiliki rasa yang percaya diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerasan verbal dengan kepercayaan diri remaja awal di SMK Muhammadiyah 9 Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan teknik random sampling sebanyak 171 siswa remaja awal SMK Muhammadiyah 9 di Jakarta. . Alat ukur kekerasan verbal yang digunakan terdiri dari 20 aitem valid dengan reliabilitas (?) = 0,933, dan skala kepercayaan diri terdiri dari 23 aitem valid dengan reliabilitas (?) = 0,889. Alat ukur yang digunakan adalah skala kekerasan verbal yang disusun berdasarkan teori Lestari (2016), dan skala kepercayaan diri disusun berdasarkan teori Lauster (1990). Hasil penelitian menunjukan ada hubungan negatif antara kekerasan verbal dengan kepercayaan diri pada remaja awal di SMK Muhammadiyah 9 Jakarta, dengan nilai korelasi - 0,387 dan sig p 0,000. Dengan demikian jika semakin tinggi remaja awal di SMK Muhammadiyah 9 mendapatkan kekerasan verbal dari orang tua, maka semakin rendah kepercayaan dirinya. Siswa remaja awal di SMK Muhammadiyah 9 lebih banyak mengalami kekerasan verbal tinggi (53,8%) dan memilki kepercayaan diri yang rendah ( 55,6%). Usia 16 dan 17 tahun, laki-laki , anak urutan pertama dan kedua lebih banyak mengalami kekerasan verbal tinggi. Sedangkan usia 17 tahun, perempuan, urutan anak ke tiga, empat dan lima lebih banyak memilki kepercayaan diri tinggi
PENGARUH MOTIVASI EMOSIONAL KONSUMEN TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PENGGUNA SHOPEE INDONESIA PADA DEWASA AWAL Octa Ridwan Pratama; Aisyah Ratnaningtyas; Amalia Adhandayani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 1 No. 3 (2021): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v1i3.631

Abstract

E-commerce yang marak digunakan untuk saat ini adalah Shopee. Terdapat berbagi keunggulan pada e-commerce Shopee, sehingga banyak masyarakat dari berbagai usia tertarik berbelanja khususnya didominasi oleh mereka yang berusia dewasa awal. Dilihat dari perkembangan kognitifnya menjadikan adanya dorongan individu untuk berperilaku konsumtif dalam pembelian. Salah satu faktor yang diduga dapat mempengaruhi subjek berperilaku konsumtif adalah motivasi emosional konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi emosional konsumen terhadap perilaku konsumtif pengguna Shopee Indonesia pada dewasa awal. Metode penelitian ini adalah kuantitatif kausal komparatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling untuk sampel sebanyak minimal 100 responden. Alat ukur yang digunakan adalah skala motivasi emosional konsumen dengan 34 aitem valid dan reliabilitas sebesar 0,928, dan skala perilaku konsumtif dengan 23 aitem valid dan reliabilitas sebesar 0,955. Berdasarkan hasil persamaan regresi linier menunjukkan ada pengaruh positif motivasi emosional konsumen terhadap perilaku konsumtif (sig p 0,000 dan Y = 12,491+0,502X). Motivasi emosional konsumen memiliki pengaruhi terhadap perilaku konsumtif sebesar 43% dan sisanya 57% dipengaruhi oleh faktor lain. Pengguna Shopee Indonesia lebih banyak memiliki motivasi emosional konsumen tinggi (53,9%) dan perilaku konsumtif tinggi (53,3%), dengan data demografis lebih banyak berjenis kelamin perempuan, berusia 18-22 tahun, dengan tingkat pendidikan S1, serta berstatus Pelajar/Mahasiswa diikuti Karyawan. E-commerce that is widely used at this time is Shopee. There are various advantages in Shopee's e-commerce, so that many people of all ages are interested in shopping, especially those who are in early adulthood. Judging from its cognitive development, it makes an individual drive to behave consumptive in purchasing. One of the factors that are thought to influence the subject of consumptive behavior is the emotional motivation of consumers. This study aims to determine the effect of consumers' emotional motivation on the consumptive behavior of Shopee Indonesia users in early adulthood. This research method is quantitative causal comparative with purposive sampling technique for a sample of at least 100 respondents. The measuring instrument used is the consumer's emotional motivation scale with 34 valid items and reliability of 0.928, and the consumptive behavior scale with 23 valid and reliability items of 0.955. Based on the results of the linear regression equation, it shows that there is a positive influence of consumers' emotional motivation on consumptive behavior (sig p 0.000 and Y = 12.491+0.502X). Consumers' emotional motivation has an influence on consumptive behavior 43% and the remaining 57% is influenced by other factors. Shopee Indonesia users are more likely to have high consumer emotional motivation (53.9%) and high consumptive behavior (53.3%), with more demographic data being female, with an undergraduate education level, and student status followed by employee’s status.
Kepuasan Pernikahan Tanpa Anak: Sebuah Studi Fenomenologi Amalia Adhandayani; Alifa Tri Febrianti; Nadhifa Itsna Maulida; Risha Asfrillah
Jurnal Online Psikogenesis Vol 10, No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v10i1.2846

Abstract

Childfree berkembang sebagai stereotip yang mempertanyakan apakah pasangan puas tanpa kehadiran anak, terutama jika childfree adalah sebuah pilihan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan kualitas kepuasan pernikahan pada individu yang memutuskan untuk tidak memiliki anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologis. Partisipan berjumlah dua orang dan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan empat kriteria: a) Individu yang memutuskan untuk tidak memiliki anak secara sukarela (voluntary childless); b) Perempuan; c) Telah menikah dengan usia minimal menikah 1 tahun; d) Tinggal bersama pasangan dalam satu rumah, bukan yang sedang menjalani pernikahan jarak jauh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan tegas untuk tidak memiliki anak hanya ditemukan pada subjek GM. Dengan demikian, upaya untuk tidak memiliki anak lebih tepat menggambarkan keputusan subjek SA dan GM untuk menjalani pernikahan tanpa anak. Upaya ini mendorong komunikasi asertif, meningkatkan keintiman dengan melakukan aktivitas bersama, memiliki kesempatan menabung lebih banyak, serta lebih bebas beban tanpa anak. Namun, upaya tidak memiliki anak saling terkait dengan ketakutan ditolak oleh keluarga, yang mana mempengaruhi keraguan kedua subjek untuk tetap menjalani pernikahan childfree seumur hidup mereka. Dapat disimpulkan bahwa kualitas kepuasan pernikahan pada kedua subjek hanya diwakili oleh empat aspek kepuasan pernikahan yaitu communication, leisure activity, financial management serta children and parenting yang muncul pada tema-tema dari jawaban partisipan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan penelitian terkait pernikahan sukarela tanpa anak di Indonesia.
KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION SECARA ONLINE DITINJAU DARI MOTIVASI EMOSIONAL KONSUMEN DEWASA AWAL Pratiwi, Citra; Ratnaningtyas, Aisyah; Adhandayani, Amalia
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 20, No 2 (2022): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v20i2.281

Abstract

Saat ini berbelanja online mulai banyak disukai masyarakat, karena hal tersebut dapat memberikan kemudahan untuk kehidupan sehari-hari.  Terdapat banyak produk yang ditawarkan dari toko online salah satunya adalah produk fashion. Produk fashion merupakan produk yang paling diminati oleh kelompok usia dewasa awal dan usia dewasa awal juga yang menduduki peringkat tertinggi dalam melakukan pembelian secara online. Secara umum, sebagian besar pada usia ini sudah memiliki penghasilan sendiri, sehingga keputusan untuk membeli suatu produk pun cenderung meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang mengambil keputusan pembelian adalah motivasi emosional konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi emosional konsumen terhadap keputusan pembelian produk fashion secara online pada dewasa awal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif kausal komparatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 300 responden. Pada skala motivasi emosional konsumen memiliki nilai (α) = 0,924 dengan 32 aitem dikatakan valid, dan skala keputusan pembelian didapatkan nilai (α) = 0,967 dengan 25 aitem yang valid. Hasil uji regresi linear menunjukkan terdapat pengaruh negatif motivasi emosional konsumen terhadap keputusan pembelian dengan sig. (p) 0,000 dan Y = 97,588 - 0,545X. Motivasi emosional konsumen memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian sebesar 39,9% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor-faktor lain. Dewasa awal yang memiliki motivasi emosional tinggi sebanyak 53% dan keputusan pembelian yang tidak tepat sebanyak 54,3%.
Program Psikoedukasi: Anti Cemas Menghadapi Skripsi pada Mahasiswa Universitas Esa Unggul (Psychoeducation Program: Anti-Anxiety In Facing Thesis Among Students of Esa Unggul University) Harlianty, Rully Afrita; Adhandayani, Amalia
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251023

Abstract

Kecemasan dalam proses pengerjaan skripsi kerap kali dialami oleh mahasiswa yang tentunya dapat membuat rasa tidak nyaman. Kecemasan mengerjakan skripsi juga disertai dampak fisik seperti ritme tidur yang terganggu, jantung yang berdetak kencang, sakit kepala, tangan mengeluarkan keringat, rasa mual pada perut, dan mulut kering. Kecemasan yang tinggi mendorong mahasiswa tidak mampu menyelesaikan skripsi dengan baik sehingga mereka sulit lulus tepat waktu. Hal ini mendorong perlunya dilakukan sosialisasi untuk mengatasi masalah kecemasan yang sering dirasakan oleh mahasiswa. Melalui pengabdian masyarakat ini yang bertemakan “Anti Cemas Menghadapi Skripsi” yang ditujukan pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengenali gejala kecemasan, mengelola kecemasan dan strategi mengatasi kecemasan selama mengerjakan skripsi. Metode kegiatan ini berupa program psikoedukasi melalui webinar dengan memberikan dua materi yaitu tentang kecemasan dalam menghadapi skripsi dan strategi anti cemas hadapi skripsi. Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2023. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi webinar “Anti Cemas Menghadapi Skripsi” pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul. Dengan demikian, psikoedukasi webinar anti cemas menghadapi skripsi terbukti efektif untuk mengurangi tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul.Abstract: Students frequently suffer nervousness when they write their theses, in which it can undoubtedly make them uncomfortable. Physical symptoms including headaches, sweating palms, dry lips, nausea in the stomach, and irregular sleep patterns are also associated with anxiety over working on a thesis. Students with high levels of anxiety struggle to finish their theses, which hinders their ability to graduate on time. This highlights the necessity of outreach in order to address the anxiety issues that students frequently experience. In order to help students from Esa Unggul University's Faculty of Psychology identify symptoms of anxiety, manage their anxiety, and develop coping mechanisms while working on their theses, a community service project with the theme "Anti-Anxiety Facing Thesis" was implemented. This activity uses a webinar-based psychoeducational program that offers two resources: information on anxiety when confronted with a thesis and ways to combat anxiety while facing a thesis. The event took place on November 13, 2023. The results of this activity demonstrated that there was a substantial difference between before and after the psychoeducation webinar "Anti Anxiety Facing Thesis" was delivered to students at the Faculty of Psychology, Esa Unggul University. As a result, students at Esa Unggul University's Faculty of Psychology have reported feeling less anxious after attending the anti-anxiety psychoeducational webinar about theses.
GAMBARAN GHOSTING DALAM HUBUNGAN BERPACARAN PADA INDIVIDU DEWASA AWAL Masitoh, Siti; Adhandayani, Amalia; Sukirwan, Mahbub
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 22, No 2 (2024): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v22i2.411

Abstract

Individu dewasa awal memiliki salah satu tugas perkembangan, yaitu mencari pasangan hidup. Pacaran merupakan cara individu untuk memenuhi tugas perkembangan tersebut. Individu yang gagal mempertahakan hubungannya akan menghadapi situasi pemutusan hubungan. Ghosting merupakan strategi pemutusan hubungan secara tidak langsung dan memiliki empat faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran ghosting dalam hubungan berpacaran individu dewasa awal (20-40 tahun) di Indonesia, baik dari sisi pelaku maupun korban. Metode yang digunakan adalah kuantitatif non-ekperimental berjenis deskriptif dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini melibatkan 712 subjek, dengan korban ghosting berjumlah 430 dan pelaku ghosting 282. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner, untuk korban berjumlah 19 aitem valid dengan reliabilitas 0,915 dan pelaku berjumlah 21 aitem valid dengan reliabilitas 0,928. Hasil analisa statistika deskriptif menjelaskan bahwa individu dewasa awal memiliki rata-rata kuantitas ghosting 1-2 kali, paling banyak terjadi dalam rentang usia 20-25 tahun, serta dari ke-empat kategorisasi faktor ghosting (penghindaran, merasa cukup dengan hubungannya, rasa bersalah dan pengantisipasian dari perpisahan yang sulit), semuanya bernilai tinggi baik dari sisi pelaku maupun korban ghosting. Faktor tertinggi dalam melakukan ghosting dari sisi pelaku adalah faktor pengantisipasian dari perpisahan yang sulit. Kemudian faktor tertinggi dalam melakukan ghosting dari sisi korban adalah faktor rasa bersalah.
Pengalaman Ibu dengan Anak Disleksia: Studi Interpretative Phenomenlogical Analysis Nurul Khasanah; Amalia Adhandayani
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v13i1.718

Abstract

Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus seringkali tampil sebagai individu yang resilien. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman resiliensi orang tua yang memiliki anak dberkebutuhan khusus.  Subjek penelitian adalah tiga orang ibu yang memiliki anak dengan diagnosis disleksia. Teknik analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis. Hasil penelitian menggambarkan tujuh tema induk dalam pengalaman resiliensi para subjek yaitu kepekaan terhadap gejala disleksia, reaksi terhadap diagnosis, strategi coping, hambatan resiliensi, pola adaptasi positif, optimisme, dukungan sosial. Ada juga tema khusus yang ada pada para subjek yaitu religiusitas. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa sikap resilien para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tidak terbentuk dalam waktu yang singkat karena ada sejumlah tema yang mereka lalui dalam proses resiliensi.
Psikoedukasi Mengelola Stress Parenting Untuk Menciptakan Ketahanan Keluarga [Psychoeducation on Managing Parenting Stress to Foster Family Resilience] Harlianty, Rully Afrita; Adhandayani, Amalia
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261352

Abstract

Abstract. Parenting stress among parents with dual family career is a psychological condition that arises due to an imbalance between parenting demands and the available resources. If not properly managed, this condition may interfere with family adaptation and decrease family resilience. This community service activity aimed to provide understanding regarding the causes, impacts, and strategies for managing parenting stress. Through a seminar held at SDIT Usamah Tegal, parents were provided with information and training on adaptive strategies to cope with parenting stress. The results of the activity indicated an increase in parents’ understanding of parenting stress, which contributed to a reduction in stress levels in carrying out their parenting roles. Therefore, continuous support, provision of information, and more comprehensive stress management strategies are needed to strengthen family resilience. Abstrak. Stress parenting pada orang tua dengan peran ganda merupakan kondisi psikologis yang muncul akibat ketidakseimbangan antara tuntutan pengasuhan dan sumber daya yang dimiliki. Apabila tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat mengganggu proses adaptasi keluarga dan menurunkan tingkat ketahanan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai faktor penyebab, dampak, serta strategi pengelolaan stress parenting. Melalui seminar yang diselenggarakan di SDIT Usamah Tegal, para orang tua memperoleh informasi dan pelatihan terkait cara mengelola stres dalam pengasuhan dengan strategi yang adaptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua mengenai stress parenting, yang berdampak pada penurunan tingkat stres dalam menjalankan peran pengasuhan. Dengan demikian, diperlukan dukungan berkelanjutan, penyediaan informasi, serta strategi pengelolaan stres yang lebih komprehensif agar ketahanan keluarga dapat terus ditingkatkan.